Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
semangat ya top!!
"mungkin bagimu ini tidaklah adil. Walau kami mencurigai paman besar, tapi tidak banyak bukti yang tersisa atas kasus ibumu dan adikmu. Kau pun masih sangat muda sekarang. Perkuatlah dirimu dlu, jika kau memang tidak ingin mengambil padaku, kau tetap bisa belajar bersama paman raka diluar jam kerjanya sebagai ajudanku" ucap galang sambil mengusap pucuk kepala teguh. Lalu ia berlalu menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya
"apakah tuan bisa bersumpah bahwa tuan benar- benar tidak membunuh ibuku dan menjual adikku?" tanya teguh berkaca- kaca
Alih- alih langsung menjawab. Galang pun mengajak teguh keatas. Bukan ke kamarnya, melainkan ke ruang pribadinya.
Begitu teguh memasuki ruangan itu. Bau debu yang tertumpuk tercium lebih dulu. Suasana ruangan itu cukup lembab karena tidak banyak cahaya matahari yang masuk. Ruangan itupun selalu terkunci.
"kemarilah" ucap galang memanggil teguh untuk mendekat
Perlahan pun teguh mendekati galang yang ada didepannya
"kau tidak takut aku akan berbuat buruk padamu?" tanya galang
"kini saya percaya pada tuan" jawab teguh
galang pun menyingkap kain yang menutupi lemari dihadapannya. setelahnya terlihat banyak album foto disana. Lalu galang mengambil salah satunya dan memberikannya pada teguh
"pegang ini dulu, aku akan menyalakan saklar lampu agar kau bisa melihatnya sendiri" ucap galang lalu berjalan untuk menyalakan saklar lampu.
saat sudah terang. Teguh terkejut dengan album foto yang ia pegang. Itu adalah album foto ibu dan adiknya.
"itu barang penting yang di titipkan bi siti padaku. Mungkin kau tau bahwa bi siti menitipkan barang yang diincar paman besar, jika kau menyelidiki. Barang penting itu adalah album foto ini"
"aku tidak tau pasti hal apa yang diketahui bibi sehingga paman besar sampai membunuhnya. Tapi yang pasti itu bukan karna barang yang di tinggalkan. Selama ini aku berusaha menjaganya seperti pesan bi siti padaku. Sekarang lihatlah. Tapi hanya di ruangan ini. Jangan membawanya"
"atau sandiwara yang selama ini sudah ku buat untuk melindungi barang itu, hanya akan sia- sia. Aku akan meminta paman raka untuk menjagamu, jadi lihatlah dengan tenang. Aku pergi dulu, aku masih ada urusan" jelas galang, lalu ia pun meninggalkan ruangan itu, dengan teguh seorang diri di dalamnya.
MALAM HARINYA
saat sedang bersantai dikasurnya yang empuk. Tiba- tiba ada telpon masuk dari ponsel masuk. Ternyata setelah dilihat itu adalah telpon dari lestari.
"halo lestari, ada apa?"
"oh iya, 2 minggu lagi waktu tampil kita untuk acara akhir tahun. Apa kamu bisa meluangkan waktu buat latihan lebih rutin lagi? kalau enggak bisa enggak perlu..."
"bisa kok, tapi kayaknya kalau antara rumah kamu dan rumahku, jarang lumayan. Gimana kalau kita kumpulnya pindah di apartemenku aja? Kebetulan aku punya yang jaraknya enggak begitu jauh dari sekolah, kalau kamu enggak keberatan"
"aku tadinya mau usul itu juga sih, aku juga ada apartemen deket sekolah" ucap lestari
"yaudah kalau gitu antara keduanya bebas mana aja, atau di tempatmu aja? Disana kan ada alat kamu buat aransemen biar lebih mudah juga" usul galang, yang lalu di setujui oleh lestari
Telpon pun terputus dengan kesepatan itu. Setelahnya galang mengerjakan tugas di laptopnya dan kemudian lanjut tidur.
KEESOKAN HARINYA SETELAH BEL PULANG BERBUNYI
"lang pulang bareng gak?" tanya aga
"enggak dulu deh ga, aku balik sekolah ini mau ke apartnya lestari" jawab galang yang sibuk memasukkan buku- buku dan alat tulisnya kedalam tas, sampai ada yang jatuh
Top dan aga yang mendengar jawaban itu pun terkejut dan langsung memegangi kedua tangan temannya itu.
"top kamu pegang yang erat ya, ni bocah harus kita bawa ke pak ustad secepatnya" ujar aga
"oke, aga kamu juga pegangin yang erat" saut top
"kalian nih apaan sih? Aku lagi buru- buru ini, enggak sempet menanggapi drama kalian, minggir deh" ucap galang meronta- ronta karena kedua tangannya masih dipegangi oleh kedua temannya itu
"jangan apa- apain lestari plis galang, kamu jangan jadi anak bandel kayak top. Cukup dia aja yang coba sana sini kamu jangan" ucap aga dengan suara yang sedikit kencang
"malu aga malu... Aku tuh mau latihan di apartemennya lestari. Kalian mikir apaan sih" keluh galang
mereka berdua ber oh ria dan melepaskan tangannya galang. galang pun langsung bergegas keluar kelas dan menuju arah kelasnya lestari. Namun, ternyata aga dan top mengikutinya dari belakang
"eh tapi kok buru- buru banget? Bukannya masih dua minggu lagi ya?" tanya aga sambil merangkul galang
"perlu diingat aku nih masih amnesia jadi harus latihan lebih giat, kemarin- kemarin kan aku ada urusan lain. Ada sih latihannya cuman jarang- jarang. Udah deh kalian pulang aja, ngapain ngintilin aku begini?" jengah galang yang diikuti kedua temannya itu
"si top mau kencan sama indah, jadi sekalian aja" ucap aga
"ohh mau... APAAANNN???!!!!" galang reflek berhenti dan memalingkan wajahnya kearah top
"kamu kalau cuman mainan sama indah mendingan enggak usah deh, dia anak baik- baik" ujar galang, lalu lanjut berjalan cepat kearah kelas lestari
"mendingan kamu mengkhawatirkan temanmu aja dari pada khawatir sama indah" celetuk puspa dari arah depan
tak terasa ternyata mereka berpapasan dengan lestari dan kedua temannya.
"aw? Kenapa kamu bilang begitu puspa? Top ini play boy kelas kakap" ujar galang
"karena aku tidak selemah yang kamu lihat, galang" jawab indah sambil tersenyum ke arahnya
"manis kan senyuman indah?" tanya lestari
'duh jawab apa ya' batin galang
"indah ini emang suka mempermainkan buaya kayak top, jadi bener kata puspa, lebih baik kamu mengkhawatirkan temanmu aja kalau dekat dengan indah. Soalnya mantan indah rata- rata orang kaya yang juga seorang gangster" jelas lestari
Galang, top dan aga. Ternganga dibuatnya.
"semangat ya top, kamu sendirian.. Yuk lestari kita langsung latihan" ucap galang sambil menepuk bahu top, lalu ia mengajak lestari keparkiran untuk naik mobilnya
"aga jangan tinggalin aku plis.." ucap top sambil memegangi ujung seragam aga bagian bawah
"maaf ya, aku udah ada janji sama puspa. Dulu ya top, semoga besok masih sehat wal afiat" ucap aga lalu menjauh bersama puspa
Top pun memasang wajah murung dan sedikit canggung saat bertatapan dengan indah
"bukannya kalau ada play boy, bakalan ada pla girl juga yah top?" tanya indah ramah
"jangan senyumin aku kayak gitu indah, jujur sekarang aku jadi takut sama kamu huaa" top ingin menyusul temannya, namun kerah seragamnya yang dibelakang di tarik oleh indah
"udah yuk kita juga pulang" ucap indah sambil menggandeng lengan top