NovelToon NovelToon
Di Balik Seragam Yang Sama

Di Balik Seragam Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tazaya

Sebuah kisah 2 orang anak SMA, dibalik seragam yang sama ternyata kehidupan mereka sangat bertolak belakang

dengan kisah anak gadis bernama Naira dengan kehidupan nya yang sunyi dan dingin
dan kisah anak lelaki yang berkerja keras sambil bersekolah tapi dikelilingi keluarga yang hangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tazaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si glamor dari istana

Jam baru menunjukkan pukul tujuh malam, namun kamar Naira sudah berubah seperti kapal pecah. Pakaian-pakaian bermerek berserakan di atas kasur king-size miliknya.

Naira berdiri di depan kaca rias besar, menatap penampilannya sendiri dengan dahi berkerut. Ini sudah baju kelima yang dia coba. Gaun kasual terlalu berlebihan, kulot sutra terlalu formal, kaos biasa terasa terlalu santai.

"Ah, apa-an sih, Naira! Mau ke toko fotokopi aja kenapa bingung banget, coba?!" umpatnya kesal pada diri sendiri, melempar sebuah kardigan rajut ke atas kasur.

Setelah perdebatan batin yang melelahkan, pilihan akhirnya jatuh pada celana jins potongan lurus dipadu dengan kaos putih berkualitas tinggi yang dilapisi kemeja flanel oversized kotak-kotak. Santai, tapi tetap terlihat sangat fashionable.

Naira kemudian meraih kuas make-up-nya. Dia memoleskan cushion tipis, merapikan alisnya, dan memakai lip tint berwarna cerah yang segar. Sentuhan terakhir, dia mengambil botol parfum Prancis favoritnya yang berharga jutaan rupiah, lalu

menyemprotkannya ke pergelangan tangan, leher, dan baju bahkan agak terlalu banyak sampai kamarnya dipenuhi wangi manis vanila dan bunga yang mewah.

"Oke, perfect," gumam Naira, menatap pantulan dirinya yang tampak sangat siap untuk... jalan ke mal mewah. Padahal tujuannya adalah ruko gerah di pinggir jalan kampus.

Naira menolak diantar Pak Joko malam ini dengan alasan ingin menyetir mobil mininya sendiri. Begitu mobilnya membelah jalanan malam, jantungnya mendadak berdegup lebih kencang seiring GPS di ponselnya menunjukkan bahwa dia makin dekat dengan ruko fotokopi tempat Rama bekerja.

Tepat pukul delapan kurang sepuluh menit, Naira memarkirkan mobilnya di seberang jalan ruko tersebut. Dari balik kemudi, dia memperhatikan tempat kerja Rama.

Ruko itu tidak terlalu besar. Lampu neonnya putih terang benderang, memantulkan bayangan tumpukan kertas-kertas tebal, tumpukan kardus, dan etalase kaca berisi alat tulis kantor. Di sana, di dekat sebuah mesin cetak besar yang mengeluarkan suara berisik berirama, Rama sedang sibuk.

Cowok itu sudah berganti pakaian dengan kaos polos hitam yang lengannya digulung, memperlihatkan otot lengannya yang terbentuk karena kerja fisik. Wajahnya tampak fokus, sesekali menyeka keringat di dahinya dengan handuk kecil yang dikalungkan di leher.

Naira menarik napas dalam-dalam, mengambil tasnya, lalu turun dari mobil. Begitu langkah kakinya mendekati ruko, aroma parfum mahalnya langsung menyeruak, menentang bau tinta pekat dan kertas hangat yang mendominasi tempat itu.

Kring~

Lonceng kecil di atas pintu ruko berbunyi saat Naira melangkah masuk.

Suara mesin fotokopi yang tadinya berisik mendadak terasa senyap saat Rama mendongak dan paku di tempatnya berdiri.

Beberapa anak kelas 11-A yang sudah datang lebih dulu dan sedang duduk lesehan di lantai ruko langsung melongo berjamaah.

Naira berdiri di ambang pintu dengan pembawaan anggun dan aroma wangi yang langsung menguasai seluruh ruangan ruko yang sempit itu.

Rama mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap penampilan Naira dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sudut bibirnya berkedut, mencoba menahan senyum heran yang mendadak muncul.

"Kamu... mau mentorin tugas atau mau ke fashion show, Ra?" tanya Rama lempeng, memecah keheningan dengan nada suaranya yang khas dingin tapi kali ini ada nada geli yang terselip di sana.

Wajah Naira langsung memanas. Dia membuang muka, mencoba bersikap angkuh untuk menutupi rasa salah tingkahnya yang luar biasa. "Berisik, ya! Ini baju biasa aku sehari-hari. Udah, buruan mana bagian yang harus dibahas?!"

1
Wawan
Sepertinya ini sama persis degan bab di depan 💪✍️
Wawan
Nah kena Amor lu 😍😄✍️
tazayaa: hahaha🤭
total 1 replies
Wawan
Kok mirip ceritaku ya ... "Pada Suatu Masa" 💪✍️
Wawan: Panjang kalau di ceritaku 😄 ... But ide tulisamu menarik dan menyenangkan Thor 💪✍️
total 2 replies
Wawan
Satu ilklan plus mawara buat yang lagi klepek klepek 😄✍️
tazayaa: hihii terimakasih 💪😄
total 1 replies
Wawan
Suit suiiit 😍
tazayaa: hihiii🤣
total 1 replies
Wawan
Rama dan Naira 😍😍😍
tazayaa: jangan lupa baca kisah selanjutnya yaa😍😍😍
total 1 replies
Protocetus
Bibit2 timnas 💪
Protocetus
Gk sekolah mau kerja apa bossku 😂
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa: siapp, sama-sama👍
total 3 replies
Dhatu Lukita
terus semangaattt 💪💪💪
tazayaa: terimakasih kak, semangat jugaa 💪
total 1 replies
Dhatu Lukita
haloo thor aku mampir nih, semangat terus berkarya ya 💪💪💪
tazayaa: siapp kak, makasihh yaa
total 1 replies
tazayaa
bantu follow ya supaya admin semangat update niii🤭🤭
cila_aa
aduhh ada yang mulai tumbuh tapi bukan pohon nihh 🤭
tazayaa: wkwkw
total 1 replies
tazayaa
BAGUSSS POLLL!!!🩷🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!