NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:281.5k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Berjuang atau mati

Ivy, diantara ketegangan itu tangannya sudah hampir refleks mengeluarkan ponsel dan menekan tombol panggil.

Panji ex Mayra

Dan semakin saja ketegangan itu membuat nyalinya ciut dengan jantung yang sudah berdebat tak karuan.

Memanggil....

Tut..

Tuut ..

Sekali, dua kali, panggilannya tak dijawab oleh si empunya nomor.

Ivy dapat melihat sendiri di matanya sekarang, senjata tajam itu diacung-acungkan ke arah para guru disana, terutama pak Lucas sebagai guru lelaki satu-satunya. Itu sudah termasuk tindakan kekerasan dan ancaman.

Vibes tegang itu menjadi moment tak terlupakan untuk mereka seumur hidup, KKN di bawah ancaman perang adat. Gege bahkan sampai gemetar dibuatnya.

Memanggil Panji ex Mayra ....

Namun lagi-lagi panggilan itu hanya berisi nada tunggu saja tanpa ada yang menjawab. Kenapa disaat-saat begini Panji justru tak ada.

Gabriel menghubungi Arsa, ada nada kesal yang ia tumpahkan pada kordesnya itu. Sementara Ivy, ia memilih melindungi anak-anak di dalam sana agar jangan ada yang keluar.

Dari balik lengan yang terbentang, Ivy dapat menyentuh badan seorang anak, ya...dia Silas, "Ari bisa masuk, eee? tidak usah dilihat biar jadi urusan bapak dan ibu guru. Nanti kita teruskan belajar lagi." Pinta Ivy. Namun nampaknya ada hal lain yang membuat wajah bocah kelas 5 SD itu justru redup bak kehilangan silaunya.

"Kenapa?" tanya Ivy.

"Ah tidak ka'e." Silas menurut dengan kembali duduk ke tempatnya setelah sempat bertemu tatap dari kejauhan dengan pemandangan mencekam itu.

Para lelaki dengan baju casual, beberapanya memakai ikat kepala, menunjuk-nunjuk ke arah Gege dan Bumi dengan aura amarah yang mencekam. Mereka paham, itu adalah bentuk protes yang dilayangkan untuk anak KKN.

Cukup lama dalam ketegangan, Ivy sekali kali menghubungi Panji tapi tak serta merta bisa berkabar, dan yeah...ia paham, jika Panji mungkin sedang bertugas.

Sampai di titik koordinat yang ditentukan sesuai informasi, kapal merapat. Hanya didapati sisa-sisa kejahatan. Benar, penambangan pasir ilegal yang merusak ekosistem dan alam Nusantara itu terlihat semakin menggerus rasa manusiawi.

Seorang personel memotret sebagai bukti konkret.

"Bagaimana kapt?"

"Cek, perkiraan aktivitas terakhir disini?"

Mereka turun, hanya sebagian saja demi mengecek termasuk Panji dan Kelana.

Drapp!

Sepatu deltanya menginjak pasir yang seingat mereka, seharusnya air laut tidak menjorok ke daratan begini, "bukan main...habis dikeruk."

Berjalan sedikit lebih jauh, mereka masih menemukan jejak-jejaknya, perairan dangkal yang indah dan cantik kini rusak perlahan.

Panji masih mengokang senjata dan melihat satu persatu alat sederhana sampai, excavator? Ia mendengus.

Kelana, suara biip!

"Moray come in....satu excavator ditemukan bersama beberapa alat sederhana."

Panji, ia menendang satu buah sekop cukup jauh, "an jing emang manusia." Ia ingat dulu, saat berlibur bersama Abi, umi dan Cle tepat disini...ia masih bisa merasakan gemerisik kasar pasir putih di tangannya, berbaring di lautan dangkal hingga tersapu ombak ke arah belakang, itu seru sekali. Tapi kini perairan dangkal ini... dimana ikan nemo berkejaran, terumbu karang indah nan eksotis kebanggaan Nusantara justru telah hilang dan musnah oleh orang-orang nya sendiri.

Ia ingat di sudut depan matanya...moment manis penuh rasa bersyukur itu pernah ia rasakan. Tapi sekarang....surga itu hilang.

Lalu bunyi kresek disusul suara kapten Samudra kembali memberi komando, "kapan?"

"Sepertinya hitungan jam, sempat tergerus air laut tapi tak begitu kentara."

"Kita tunggu kalau begitu, kembali ke marine untuk selanjutnya menentukan titik pengintaian."

"Siap kapt!"

"Nji, yok!"

Panji yang masih berdiri disana membungkuk sejenak, menemukan sebuah cangkang kerang yang telah ditinggalkan makhluk kecil di dalamnya.

Ia tau, ini adalah jenis cangkang keong mahkota... Hewan spesies moluska dengan bentuk cangkang spiral, seperti buah pir dan memiliki duri menonjol di sepanjang bahunya yang menyerupai mahkota, apakah besok anak cucunya masih bisa menemukan ini---disini---di Nusantara? Panji berjalan mendekat ke arah Kelana sambil membawa itu dan membersihkannya sebentar dengan mencelupkannya di air laut, memasukannya ke dalam saku.

Keduanya berjalan ke arah tepian dan kembali ke marine demi melakukan pengintaian. Setidaknya hari ini harus membawa hasil.

.

.

Ivy menghela nafasnya sampai merosot di lantai, sementara Gege dan Bumi berlari ke arah kelas, "gue mau balik." rengek Gege. Alih-alih mendengar Ivy justru beralih ke arah Bu Santi dan guru yang lain.

Mereka sudah pergi, meninggalkan rasa takut yang menggantung dan sebuah peringatan.

"Ka'e semua tak apa?" Ivy menggeleng.

"Maaf sudah bikin ka'e semua tak nyaman. Hal ini sudah biasa....mungkin kedatangan ka'e semua mengundang atensi beliau-beliau itu...warga dari desa sebelah."

"Kalau boleh tau..." Ivy kini duduk di ruang tata usaha bersama Bu Santi dan Bu Nera, sementara pak Lucas mengambil tindakan dengan memulangkan anak-anak segera.

"Apakah mereka yang---" mulut Ivy tak melanjutkan tapi sorot matanya yang meneruskan, Bu Santi mengangguk, "iya. Benar...bangunan sekolah ini berada di perbatasan yang kini sedang di sengketakan oleh warga dusun Tanjung komodo dan dusun Satar Bari." Ada sorot menerawang masa lalu dari Bu Santi.

"Dusun Satar Bari terlalu sering dikecewakan pihak pemerintah setelah sebelumnya beberapa hektar lahannya direnggut untuk menjadi lahan sawit PT Jaya Persada, lalu gugatan dimenangkan oleh PT Japer. Mereka sudah tidak percaya lagi, dan untuk bangunan sekolah ini beberapa kali perjanjian dibuat sebab sebagian tanahnya berada di atas tanah mereka."

Kini tatapan Bu Santi jatuh pada sepasang netra indah Ivy, "mungkin mereka mengira Kaka Ivy dan yang lain ada hubungannya dengan pemerintah yang akan merenggut kembali sesuatu hal milik mereka."

Ivy mengangguk paham, tidak akan mudah memberikan pemahaman pada seseorang yang sudah pernah merasakan kecewa.

"Tapi tenang saja ka, semuanya sudah aman. Insyaallah...." ujar Bu Santi melebarkan senyuman meski terkesan kaku dan getir, "kami berharap kejadian tadi tidak menggoyahkan rasa pengabdian ka'e sekalian. Kami cukup senang....anak-anak terlihat senang....kami merasa----" ada getir dan tangis yang sedang ditahan Bu Santi, "merasa seolah mendapatkan perhatian."

Ivy mengangguk paham, memberikan senyumannya.

/

Ia keluar dari ruangan tata usaha dimana Gabriel, Bumi dan Gege sudah menunggu untuk mengajaknya pulang.

"Gue bilang balik Vy, udah ngga bener...besok udah ngga usah kesini lagi, pake cara gue." Gabriel dengan wajah yang berapi-api, tapi Ivy menatapnya kaku, "engga. Gue bakalan tetep kesini dengan atau tanpa yang lain."

Gabriel menatap Ivy dengan kernyitan, "apa Vy?" ia mendengus, "Lo gila!"

"Guys, kita ngobrol di basecamp...ngga enak ada guru-guru masih ada anak-anak." Bumi menarik Gabriel yang sudah saling beradu tatapan tajam dengan Ivy. Ivy...ia tak gentar.

.

.

..

.

1
Visencia Alingga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Visencia Alingga
ngebayanginnya aja jd mupeng gw, apalg kalo bisa liat beneran ❤❤❤❤
Visencia Alingga
orang2 ibukota????? mksdnya anggota DPR??mentri?? cung yg bisa sebutin....
setau gw dr dl smp skrg sebagian besar dr mreka justru biangnya, biang penyengsara rakyat, krn mreka ga prnah mikir berapa banyak masyarakt indo yg hancur n mati sia2 krn nafsu serakah mreka
Visencia Alingga
kembali lg pd pemerintah, pd mreka yg berkuasa di sana. contohnya film pesta babi. walaupun cerita ini fiksi tp pd prakteknya hal seperti nyata ada di negara kita 👍👍👍👍
Visencia Alingga
saking kayanya smp dirampok habis2an. bahkan yg di posisi atas pun hampir semua menutup mata n hati nurani mereka.
lestari saja💕
kadang jadi pandjie tuh ga gampang,satu sisi sesma warga tpi kok ya warganya bndel😅😅
lestari saja💕
ada yg bawa senjata api😯😯😯
lestari saja💕
😔😔😔😔😔😔
lestari saja💕
tangkapan banyak nih
lestari saja💕
semoga ga ada pengkhianat kayak kapten arjuna dulu...
lestari saja💕
emang maling tuh 11 12 ma dedemit,keluarnya malam😂😂😂😂
lestari saja💕
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lestari saja💕
om njie...lapar bgt yaaa....ndungo klo mau makan
lestari saja💕
terhalang sinyal nih....
lestari saja💕
jadi ingat kelakuan mak fara yg maem ransum bis diculik ditengah hutan🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
nah nah kalau Hanoman dah mulai keluar bahaya
Shee_👚
duh apa ini pasir² yang ada di ibu kota jug hasil legal atau ilegal??

sekarang di kota bangun rumah pasirnya warna putih, beda banget sama jaman dulu pasir itu warna hitam karena ambil dari sungai. beda sama sekarang pasir putih karena dari laut
Shee_👚
panji yang lagi mau ngegerebek ko aku yang jedag jedug🤭
Shee_👚
gak tau harus percaya atau malah sojojon sama kapt samudra
Shee_👚
Bismillah kagak nji🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!