NovelToon NovelToon
Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Pengganti / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Anyelir menikah dengan seorang pengusaha sukses bernama Arjuna, karena pria itu memintanya untuk membalas budi karena sudah menolong Anyelir untuk jadi pacar pura-pura di depan mantan pacar dan mantan sahabat yang menusuknya dari belakang.

Demi menjaga harga dirinya, mau tidak mau Anyelir terpaksa menerima permintaan Arjuna untuk menjadi istrinya, walaupun pria itu tidak memberikan alasan kenapa dirinya harus menikah dengan Arjuna.

Setelah menikah, Arjuna sama sekali tidak pernah menyentuhnya sesuai dengan perjanjian awal. Namun Arjuna juga tidak melupakan kewajibannya untuk memberikan nafkah lahir, tapi tidak dengan batin. Anyelir yang lama-lama memiliki perasaan pada Juna, langsung terhempas, begitu tahu kalau dia ternyata hanya dianggap sebagai pengganti, karena kemiripannya dengan wanita yang dicintai Juna.
Bagaimana kisah selanjutnya? apakah Juna akan mencintai Anyelir, seperti wanita itu mencintainya? akankah Juna memilih kembali, jika wanita yang dia cintai, muncul kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kangen mencuci pakaian

Anyelir masuk ke dalam kamar mandi, dan menatap wajahnya di kaca.

"Apa yang dikatakan Juna tadi benar-benar dari hatinya atau hanya ingin membuatku tenang saja? apa dia benar-benar sudah membuka hatinya untukku atau masih berharap Shakila kembali?" Anyelir bertanya-tanya dalam hati, karena sejujurnya dia masih meragukan keseriusan pria itu.

Sementara itu, Arjuna merebahkan tubuhnya di atas ranjang menatap kosong ke arah langit-langit kamar dan sesekali menatap ke arah pintu kamar mandi.

"Apa yang aku lakukan ini sudah benar?" gumam pria itu. "Memang seharusnya begitu kan? karena bagaimanapun aku sudah mengambil harta yang paling berharga darinya? sudah sepantasnya aku serius menjalankan pernikahan ini, seperti kata Haris. Aku harus bisa melupakan Shakila dan fokus pada Anyelir. Aku yang memulai hubungan ini dan aku harus bertanggung jawab," lanjut Arjuna kembali.

Arjuna merasa perutnya sudah teriak minta diisi. Namun belum ada tanda-tanda kalau Anyelir akan keluar dari kamar mandi. Pria itu kemudian berdiri dan melangkah ke arah kamar mandi.

Setelah berdiam beberapa saat di depan pintu, Arjuna akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.

"Anyelir, apa kamu baik-baik saja di dalam? kenapa lama sekali?" suara Arjuna terdengar lembut.

Pintu tiba-tiba terbuka sedikit dan memunculkan wajah Anyelir dengan tubuh yang masih ditutupi oleh pintu. "Aku sudah selesai mandi dari tadi, tapi ...." Anyelir menggigit bibirnya, seakan malu hendak melanjutkan ucapannya.

"Tapi kenapa?" Arjuna mengrenyitkan keningnya.

"Aku tidak bawa pakaian ganti tadi. Aku mau keluar, tapi ternyata kamu masih di kamar," sahut Anyelir menundukkan kepalanya.

Arjuna berdecak kesal mendengar ucapan Anyelir. "Jadi aku menunggu dia lama di luar sini, menahan lapar for nothing?" Arjuna menggerutu dalam hati.

"Kenapa kamu malu keluar dari sana? bukannya aku juga sudah melihat semuanya?" Arjuna terlihat berusaha menahan rasa kesalnya. Seandainya tadi Anyelir adalah karyawan yang membuat kesalahan, bisa dipastikan dari mulut pria itu akan keluar semburan pedas.

"Emm, tapi aku tetap malu," jawab Anyelir dengan raut wajah meringis.

"Jadi, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus mengambilkan pakaian untukmu?"

"Tidak, tidak perlu!" sahut Anyelir dengan cepat. "Kamu keluar saja dari kamar, lalu aku akan ambil sendiri," lanjut wanita itu lagi.

"Aku tidak mau! ayo kamu keluar dari sana! atau perlu aku menarikmu?" ancam Arjuna dengan sorot mata tajam.

"Ta-tapi ...." Anyelir masih terlihat ragu-ragu.

"Tidak ada tapi-tapi! hitungan ke tiga kamu harus keluar dari dalam sana! kalau tidak aku akan benar-benar menarikmu bahkan akan mengulangi yang tadi malam,"

Anyelir sontak terkesiap kaget dan tanla berpikir panjang langsung membuka pintu lebar-lebar.

"Aku sudah keluar," ucapnya dengan cepat dengan wajah yang memerah. Terlebih melihat Arjuna yang terpaku melihat tubuhnya yang hanya terlilit dengan seutas handuk yang bahkan panjangnya tidak sampai ke lutut.

"Ja-jangan melihatku seperti itu!" Anyelir buka suara kembali menyadarkan Arjuna dari keterpakuannya.

"Y-ya udah. Kenapa kamu masih berdiri di sana? kamu mau memancingku? sana pakai pakaianmu!" Arjuna mengalihkan tatapannya ke arah lain, berusaha menahan gairah yang kembali bergejolak.

"Sial! kenapa aku jadi susah menahan hasrat sih? Ini nih kalau sudah sempat dirasakan, jadinya ingin dan ingin lagi kan?" Arjuna menggerutu di dalam hati.

Sementara itu, begitu Arjuna memalingkan wajahnya, Anyelir langsung bergerak dengan cepat melangkah menuju lemari pakaiannya, walaupun rasa sakit di pangkal paha masih terasa

Wanita itu tidak memilih-milih pakaian lagi. Dia asal mengambil pakaian, yang penting cepat, begitulah menurutnya.

"Sudah!" Anyelir kini sudah berdiri di belakang Arjuna.

Arjuna berbalik dan menyoroti penampilan Anyelir yang menurut orang lain, biasa aja karena hanya menggunakan kaus biasa dan celana kulot, namun entah kenapa walaupun terlihat biasa, kecantikan wanita itu tiba-tiba meningkat di mata Arjuna. Bayangan benda di balik pakaian itu, seketika berkelebat di pikirannya.

"Jun, kenapa bengong? aku sudah selesai berpakaian. Ayo kita keluar!" suara Anyelir seketika menyadarkan Arjuna dari alam bawah sadarnya.

"Kamu mau keluar de, rambut basah seperti itu?" Arjuna menunjuk ke arah rambut Anyelir.

"Iya, emangnya kenapa?" Anyelir mengrenyitkan keningnya.

"Tidak bisa begini! ayo aku bantu kamu buat mengeringkan rambutmu. Asal kamu tahu kalau kamu keluar dengan keadaan begini, kamu akan jadi bahan ledekan di bawah sana, apalagi kita baru keluar di jam segini," Arjuna menarik tangan Anyelir ke meja rias dan dengan cekatan mengeringkan rambut wanita itu.

"Sudah selesai!" ucap Arjuna.

"Sudah? apa begini saja? rambutku berantakan begini kamu bilang selesai?" protes Anyelir.

"Aku hanya mengeringkan, tidak merapikan. Ini ada sisir, jadi kamu rapikan sendiri!"

Anyelir mengerucutkan bibirnya, dan menyaut sisir yang dipegang oleh Arjuna.

"Sudah selesai!" ucap Anyelir yang terlihat sudah rapi dengan rambut yang sudah digelung ke atas, hingga leher wanita itu terekspos dengan jelas.

"Sial! dari dulu dia sudah sering menggelung rambutnya ke atas, tapi kenapa sekarang aku merasa dia lebih seksi ya?" pikiran Arjuna benar-benar sudah terkontaminasi dengan kejadian tadi malam sepertinya. Jadi setiap apapun yang ada di tubuh Anyelir terlihat tetap seperti tidak mengenakan pakaian.

"Jun, kenapa kamu bengong lagi? kita jadi turun nggak nih? aku sudah lapar!" suara Anyelir kini terdengar kesal.

"Oh, i-iya! ayo kita turun!" Arjuna berbalik dengan cepat dan langsung melangkah lebih dulu meninggalkan Anyelir di belakangnya.

Sebelum mencapai pintu, mata Anyelir tanpa sengaja melihat ke arah ranjang, tampak jelas ada bercak darah di sana, dan dia yakin kalau itu adalah darahnya.

"Ternyata aku sudah tidak perawan lagi," bisik Anyelir pada dirinya sendiri sembari menghela napas berat.

"Kenapa kamu masih diam di sana? ayo keluar!" Arjuna kembali menoleh ke belakang.

"I-iya!" Anyelir tersentak dan kembali melangkah.

Mereka berdua baru saja hendak menapakkan kaki di anak tangga, tiba-tiba mereka berpapasan dengan seorang asisten rumah tangga yang naik sembari membawa keranjang kain kotor.

"Mbak, Mbak mau ke mana?" Anyelir dengan sigap langsung mencegah asisten rumah tangga itu.

"Emm, aku mau ke kamarnya Nona dan Tuan untuk mengambil kain kotor," sahut pembantu itu dengan sopan dan ekspresi bingung.

"Ti-tidak perlu,Mbak! hari ini aku akan mencuci pakaian sendiri," Anyelir terlihat sangat gugup.

Sementara itu, Arjuna menoleh ke arah Anyelir dengan alis yang bertaut penuh tanya.

"Kenapa,Non? apa karena aku mencuci tidak bersih?" pembantu itu terlihat khawatir.

"Bu-bukan seperti itu! a- aku ...." Anyelir bingung mau memberikan alasan apa.

"A-aku hanya kangen mencuci pakaian. Ya seperti itu. Aku kangen mencuci!" Hanya mengucapkan kalimat itu saja, Anyelir terlihat seperti habis lari maraton.

"Heh? kangen kok mencuci?" gumam Arjuna yang tentu saja masih bisa didengar oleh telinga Anyelir.

"Auh, sakit!" pekik Arjuna, karena tiba-tiba tangan Anyelir mencubit pinggangnya.

Asisten rumah tangga itu menyipitkan matanya, terlihat semakin kebingungan.

"Arah,pokoknya itu deh, Mbak. Jadi Mbak turun lagi ya! Aku benar-benar kangen mencuci pakaian!" Anyelir memutar tubuh pembantu itu dan memintanya untuk turun kembali.

Pembantu itu akhirnya turun dengan kerutan di keningnya.

"Kenapa kamu mempersulit diri sendiri? kenapa kamu tidak mengizinkan si Mbak cuci pakaian kita?" bisik Arjuna.

"Kamu gila ya? sprei di kasur kita ada bekas darahnya. Aku malu!" Anyelir balik berbisik.

"Kan kamu bisa mengatakan kalau darah itu ada karena kamu datang bulan!" bukan Arjuna yang menjawab, tapi seseorang yang ternyata sudah berdiri di belakang mereka.

Anyelir dan Arjuna sontak menoleh ke belakang dan terkesiap kaget melihat sosok Haris yang cengengesan di belakang mereka.

"Se-sejak kapan kamu ada di belakang kita?" tanya Anyelir dengan gugup.

"Sejak kamu tidak mau si Mbak mencuci pakaian kalian," Haris berucap dengan santai sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

Mulut Anyelir seketika terbuka, dan wajahnya juga memerah. Sementara Arjuna terlihat biasa saja.

"Tutup mulutmu itu! nanti lalat masuk!" titah Haris yang membuat mulut Anyelir seketika terkatup berganti dengan bibir yang mengerucut.

"Boleh kasih aku jalan? aku mau turun!" Anyelir segera menyingkir dan tubuhnya langsung menempel ke tubuh Arjuna.

"Yes, sepertinya sebentar lagi aku akan punya Keponakan!" celetuk Haris, sembari turun ke bawah.

"Haris!" pekik Anyelir dengan pipi yang kembali memerah.

Sementara itu, Arjuna merasa seperti ada sesuatu yang tidak mengena dengan keberadaan Haris di jam kerja seperti ini.

"Woi, Haris kenapa kamu masih di rumah? kamu tidak ke kantor ya!" pekik Arjuna, yang seketika berlari turun ke bawah menyusul adiknya itu.

"Sengaja, Kak! aku dari tadi menunggu kalian berdua keluar dari kamar. Aku benar-benar penasaran, kalian jadi atau nggak me titik titik tadi malam. Ternyata jadi. Aku puas sekarang!" sahut Haris yang juga ikut berlari menghindar dari Arjuna.

"Sialan kamu! Ke kantor sekarang cepat!" titah Arjuna

"Siap, Bos!"

Tbc

1
Ratna Ningsih
hikmah dari cerita ini, scenario semesta adalah yg terbaik. anyelir dan Sakila ga mengenal satu dan yg lainnya, org tua mereka jga ga bicara klo mereka bersaudara kembar. tpi ALLAH mempertemukan mereka dg caranya yg unik dan ga da yg bisa menduga🙏🙏🙈🙈
Ratna Ningsih
maksudnya?🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
seharusnya baru 2 bln pun udah terdeteksi di USG , tpi ada jga yg terdeteksi di atas 6 bln karena dibilang kantung bayinya tersembunyi 🙈🙈🤭🤭
Ratna Ningsih
setahu saya jika pernikahan terjadi dg golongan darah yg sama dilarang atau tdk diizinkan, jika terjadi dan ada keturunan nya nanti akan ada kelainan atau cacat🙏
Ratna Ningsih
Nania didepak Bayu, miris banget hidupnya langsung nyungsep 🤔🤔🤔🙈🙈
Ratna Ningsih
Satria Lom tau dia klo namanya udah di blacklist 🤭🤭🤭
Ratna Ningsih
typo nama Bima ikut masuk 🤔🤔🤔🤭🤭
Ratna Ningsih
jiwa pelakor tetap aja biarpun udah tua jga🤔🤔 mencari kesempatan buat merebut milik org lain 🤦🤦🤦🤦
Ratna Ningsih
wah jangan" mama Shakila pelakor membawa pergi Shakila yg terlahir kembar dg anyelir 🤔🤔🤔😘😘
Ratna Ningsih: beserta papanya sikembar🤭🤭🤭🙈🙈
total 1 replies
Ratna Ningsih
seharusnya tuas bukan tugas🙏
Ratna Ningsih
good job Bayu, hemoaskan perempuan ular dan manipulatif dan Satria berhati-hati lah karena kamu salah mencari lawan 🤔🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
nama tokoh nyasar🤭🤭🤭
Ratna Ningsih
tuh kan bener Radit ketemu Shakila di Singapura 🤭🤭
Ratna Ningsih
ada yg cemburu wkwkwkwk 🤭🤭🤭🙈🙈
Ratna Ningsih
waduh jangan" Radit ketemu Shakila di Singapura klo kerumkit nya sama🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
penghianat sama tukang selingkuh pasangan ideal🤭🤭🤭
Ratna Ningsih
calon mantu sama calon mertua sama gokilnya sebelas duabelas hahaha 😀😀😀🙈🙈
Ratna Ningsih
hahahaha gengsi, suka tpi malu wkwkwkwk 😘😘😘🙈🙈🙈
Ratna Ningsih
emak nya dikerjain sma anaknya. gokil habisssd🤭🤭🤭
Ratna Ningsih
hahahaha emak sma anak konyolnya sama wkwkwkwk. outhor nya gokil 😀😀😀😀😘😘😘😘🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!