Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melati Yang Galau
Siapa yang menyangka kalau wanita yang melihat Rayyan membawa Marwa di apartemen itu adalah Melati.
Merasa penasaran, Akhirnya Melati mengikuti Rayyan dari belakang. Dia ingin tahu saja kemana Rayyan membawa seorang gadis yang Melati tidak kenal sama sekali itu
Tentu saja wanita dua puluh lima tahun itu sangat terkejut setelah melihat kendaraan roda empat milik pria incarannya memasuki gerbang rumahnya.
Masih merasa penasaran, Melati harus tahu apa yang akan dilakukan oleh Rayyan dengan membawa wanita tadi.
Melati memarkirkan kendaraan roda empatnya didepan gerbang kediaman Pangestu saking merasa penasarannya.
Dengan langkah yang pelan Melati diam-diam masuk lalu mengintip pembicaraan Rayyan dengan kedua orangtuanya dibalik pintu utama. Dan ternyata benar firasatnya, Rayyan membawa seorang wanita yang merupakan calon istri pria itu.
Tidak ada yang melarang saat wanita itu masuk, Karena Para pekerja dirumah itu cukup tahu siapa Melati. Melati adalah salah satu putri rekan kerja Papa Damian.
Meski ditolak berulang kali oleh Rayyan usaha Melati tidak putus sampai disitu saja. Bahkan wanita itu rela merubah penampilannya demi seorang Rayyan.
Lihat saja penampilan Melati hari ini, Wanita dua puluh empat tahun itu rela merubah penampilannya menjadi lebih sopan seperti hari itu. Wanita itu belajar memakai gamis serta hijabnya juga. Tapi nyatanya juga percuma, Ini masalah hati. Mau kita berubah seperti apapun yang namanya cinta memang tidak bisa dipaksakan.
Kehadiran Melati memang tidak ada yang menyadari sama sekali kecuali Rayyan. Pria itu sebenarnya sudah tahu kalau dalam perjalanan ada mobil yang mengikutinya dari belakang.
Rayyan memang tidak ada niat untuk menegur atau apa. Biarkan saja Melati mengintip dan tahu dengan sendirinya. Bahwa saat ini Rayyan benar-benar akan menikah dengan wanita yang bukan Melati orangnya.
Mendengar kalau Rayyan ingin mempercepat rencana hari pernikahannya dengan Marwa dua minggu lagi. Melati sudah tak punya harapan, Dengan langkahnya yang mundur itu Melati akhirnya keluar dari kediaman Pangestu kemudian masuk kedalam mobilnya.
"Aku kalah dalam percintaan.. Apa sih kurangnya aku.." Melati bersandar didalam mobil itu. Kepalanya kembali tertoleh pada rumah megah milik Papa Damian. Bahkan dengan jelas Melati mendengar sendiri kalau respon kedua orang tua Rayyan menerima Marwa dengan sangat baik.
"Huaaaaaaa.... Aku kalah lagi.." Melati menangis didalam mobil itu. Air matanya mengalir dengan deras. Dengan perasaan yang galau dan hancur lebur Melati pergi menyalakan mesin mobilnya lalu segera pergi dari sana.
Melati menghentikan kendaraan roda empat ditaman. Ia keluar dan duduk dibangku panjang yang tersedia disana.
Kondisi hijabnya pun sudah berantakan. Tidak serapi tadi saat wanita itu pergi ke apartemen temannya. Dan siapa tahu bahwa kedatangannya ke gedung itu ia bertemu dengan Rayyan, Pria yang ia incar jalan berdua dengan wanita lain.
"Gagal sudah.. " Melati menghela nafas panjang. Sebenarnya Melati dikenal dengan seorang wanita yang cantik dan ceria. Wanita itu juga sangat ramah terhadap orang-orang.
Ia mengejar Rayyan selama ini karena pernah diajak Papanya bertamu dikediaman Pangestu. Dan sejak saat itulah pertemuan Melati dan Rayyan.
Maka dari itu, Melati selalu datang dan mengejar Rayyan berharap pria itu perlahan akan lulus padanya namun sayang, Semua tak mengubah apapun.
"Mau cokelat?" Kepala Melati medongak melihat orang yang menyodorkan cokelat untuknya.
"Asisten Haidar.." Haidar tersenyum, Pria itu duduk disebelah Melati lalu memberikan cokelat yang baru saja ia beli itu ditangan Melati.
"Makanlah agar Nona lebih tenang.." Melati terdiam, Matanya melihat cokelat yang ada ditangannya itu.
"Kata orang, Galau kita akan hilang setelah makan cokelat.." Kata Haidar lagi, Bibir Melati mencebik.
"Hallah.. Itu bohong Asisten Haidar.. Orang mah kalau galau, Ya galau aja.. Masa iya diobati sama sebatang cokelat.." Ucap Melati. Tangannya sibuk membuka bungkus cokelat pemberian dari Asisten Rayyan tersebut.
Melati mulai menikmati cokelatnya. Haidar yang melihat Wanita itu hanya tersenyum tipis..
"Sekarang aku gagal.. Rayyan benar-benar gak mau sama aku. Dia bawa calon bininya kerumsh orangtuanya.. " Kata Melati sambil mengunyah cokelat.
"Padahal aku udah ubah penampilanku loh.. Kamu lihat? Demi Rayyan aku berubah jadi mbak Ukhti-ukhti.. Tapi tetep aja gak bisa menarik hati Rayyan.. Apa aku kurang cantik ya?" Haidar tersenyum.
"Nona.. Jangan merubah diri kita hanya demi seseorang.. Apalagi Nona rela merubah penampilan demi seorang pria.. Berpakaian seperti ini, Harus dari hati.. Dan satu lagi, Nona cantik kok. Tapi yang namanya cinta, Mau secantik apapun wanita kalau prianya gak cinta mau diapakan?" Melati menghadap pada Haidar lalu menatap Kakak dari Nina itu.
"Kamu tahu gak? Dalam hidup, Aku udah dua kali suka sama cowok dan dua kali pula aku ditolak.." Haidar diam saja mendengarkan curhatan wanita itu.
Kalau dulu sebelum pindah ke ibu kota, Melati pernah tinggal disalah satu kota. Dia sekolah dasar yang dimana sekolahnya bersebelahan dengan sekolah menengah pertama.
"Saat itu masih kecil.. Kelas berapa ya? Apa masih kelas lima gitu. Kamu tahu gak? Ada kakak-kakak SMP, Dia itu ganteng.. Kataku sih ganteng. Aku gak tahu dia kelas berapa waktu itu.. Tapi aku sering panggil dia Abang jago.. Selain ganteng, Dia juga pandai beladiri loh. Aku selalu ngejar-ngejar dia, Ngapa dia.. Tapi dianya cuek bebek Haidar..
"Siapa nama kakak itu?" Melati menggelengkan kepalanya.
"Gak tahu.. Yang aku tahu aku panggil dia Abang jago.." Haidar menarik nafas panjang..
"Kok kayak gak asing ya... Nama panggilan itu.
•
•
•
TBC
... Innalillahi Wainnailaihi Rojiun..
Untuk selama beberapa hari, Mungkin Othor libur dulu up ya... Karena Othor sedang berduka. Ibu mertua Othor meninggal pagi ini... Tapi Kalau ada waktu Insya Allah othor akan sempatkan up walaupun cuma 1x
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,