NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : LIN HAO

Matahari pagi di Kota Qingyun tidak pernah terasa hangat bagi mereka yang tinggal di sudut-sudut klan yang terlupakan. Sinar kuning pucat itu hanya berhasil menerangi debu yang berterbangan di halaman belakang asrama keluarga cabang Lin Fan, menciptakan suasana suram yang seolah-olah menolak untuk pergi.

Lin Fan duduk bersila di atas tikarnya. Keringat dingin masih membasahi dahinya, namun matanya kini terbuka lebar, memancarkan kejernihan yang menakutkan. Semalam, ia berhasil menjalankan Sutra Nafas Chaos Primordial selama satu jam penuh. Rasanya seperti menelan pecahan kaca, namun hasilnya nyata. Saluran meridiannya yang tersumbat mulai longgar sedikit saja—cukup baginya untuk mengalirkan setetes Qi murni ke otot-ototnya. Kekuatannya belum kembali, tapi kendali atas tubuhnya sudah mutlak.

Tiba-tiba, suara tendangan keras mengguncang pintu kayu gubuknya. Pintu itu hampir terlepas dari engselnya, berderit protes sebelum akhirnya terbuka lebar.

Seorang pemuda berusia sekitar tujuh belas tahun berdiri di ambang pintu, menghalangi cahaya matahari. Ia mengenakan jubah sutra biru muda dengan bordiran awan emas—simbol status anggota inti Klan Lin. Wajahnya tampan, namun dihiasi oleh senyuman miring yang penuh ejekan. Di belakangnya, dua pengawal bertubuh kekar berdiri dengan tangan terlipat, mata mereka menatap Lin Fan dengan pandangan merendahkan.

Ini adalah Lin Hao, sepupu pertama Lin Fan. Anak dari Kepala Cabang Utama Klan Lin. Sejak kecil, Lin Hao selalu menjadikan Lin Fan sebagai sasaran empuk untuk melampiaskan rasa superioritasnya. Bagi Lin Hao, menghina "sampah klan" adalah cara termudah untuk merasa hebat.

"Wah, wah, wah"

"lihat ini siapa yang masih hidup," kata Lin Hao

suaranya tinggi dan sengaja diperdengarkan agar tetangga di sekitar asrama bisa mendengar. Ia melangkah masuk tanpa permisi, kakinya menginjak mangkuk obat kosong yang tadi ditinggalkan Nyonya Li, membuatnya pecah berantakan.

"ku fikir kau sudah mati, Fan"

"Kabar buruk biasanya menyebar lebih cepat daripada kabar baik di kota ini. Hehehe"

Lin Fan tidak bergerak. Ia tetap duduk bersila, menatap Lin Hao dengan tatapan datar. Tidak ada kemarahan, tidak ada ketakutan. Hanya keheningan yang membuat Lin Hao sedikit tidak nyaman, meski ia berusaha menutupinya dengan arogansi.

"Apa kau jadi bisu sekarang?" cemooh Lin Hao

 mendekatkan wajahnya. Bau parfum mahal bercampur dengan aroma keringat di udara.

"Atau mungkin otakmu sudah hancur dipukul preman Klan Zhao? HAHAHA"

"Kasihan sekali cekcekcek" dengan nada mengejek

"Ayahku bilang, kalau kau tidak bisa kultivasi, kau tidak pantas menyandang nama Lin. Kau hanya beban."

Lin Fan perlahan berdiri. Tubuhnya masih goyah, tapi posturnya tegak. Ia membersihkan debu dari jubah lusuhnya dengan gerakan lambat dan elegan, sebuah kebiasaan sisa dari masa lalu ketika ia mengenakan jubah kebesaran kaisar.

"Keluarkan kakimu dari pecahan mangkuk itu, Hao," kata Lin Fan. Suaranya tenang, namun mengandung nada perintah yang begitu alami sehingga Lin Hao secara refleks menarik kakinya selangkah.

Lin Hao tertawa terkekeh, merasa tersinggung karena reaksi sepupunya yang tidak sesuai ekspektasi. Biasanya, Lin Fan akan menangis atau memohon ampun.

"Kau, kau berani memerintah ku?"

"Apa Kau lupa posisimu? Apa kau lupa siapa aku?

"Aku adalah calon pewaris Cabang Utama. Dan Kau? Kau bahkan bukan apa-apa. SAMPAH!"

Lin Hao menggerakkan tangannya, dan salah satu pengawalnya maju, mendorong dada Lin Fan dengan kasar. Lin Fan mundur dua langkah, punggungnya membentur dinding kayu. Rasa sakit menjalar, tapi ia menahan diri untuk tidak melawan secara fisik. Belum saatnya. Tubuhnya terlalu lemah untuk bertarung frontal dengan praktisi Tahap Pembukaan Meridian Tingkat 3 seperti Lin Hao.

"Dengar baik-baik, Sampah," kata Lin Hao, menunjuk hidung Lin Fan.

"Minggu depan adalah Ujian Seleksi Akademi Kota. Jika kau nekat mendaftar dan mempermalukan nama Klan Lin lagi dengan skor nol"

"aku sendiri yang akan mematahkan kaki-kakimu. Kau dengar hah?

"Dan kali ini, tidak ada Tabib Wang murah yang bisa menyelamatkanmu. Hehehe"

Lin Fan menatap jari telunjuk Lin Hao. Dalam pandangannya, jari itu bukan ancaman, melainkan target. Ia melihat aliran Qi yang kacau di tubuh Lin Hao, celah-celah pertahanan yang terbuka lebar karena sikap sombongnya. Dengan pengetahuan masa lalunya, Lin Fan tahu seratus cara untuk melumpuhkan Lin Hao dalam tiga detik tanpa menggunakan kekuatan fisik. Tapi ia menahan diri.

"Aku tidak akan mendaftar," jawab Lin Fan singkat.

Lin Hao terkejut, lalu tertawa puas.

"HAHAHA"

"Bagus! Bagus! Sangat bagus!"

"Akhirnya kau sadar diri. Mengaku kalah adalah satu-satunya hal berguna yang pernah kau lakukan. Hehehe"

Ia berbalik, siap pergi dengan kemenangan murahan itu. Namun, sebelum keluar, ia berhenti dan menoleh sekilas.

"Oh ya! ada satu hal"

"lupakan tentang tunanganmu, Mei Ling. Keluarganya sudah setuju menikahkannya dengan aku bulan depan".

"Toh, wanita seperti dia butuh suami yang bisa memberinya perlindungan, bukan sampah seperti mu"

Kalimat itu adalah pukulan terakhir. Tunangan itu sebenarnya hanyalah ikatan perjanjian bisnis antara ayah Lin Fan dan keluarga Mei Ling. Lin Fan sendiri tidak terlalu peduli pada gadis itu, tetapi penghinaan itu ditujukan untuk menghancurkan harga diri terakhirnya.

Lin Hao keluar dengan tawa keras, diikuti oleh para pengawalnya. Suara langkah kaki mereka menjauh, meninggalkan keheningan yang lebih berat dari sebelumnya.

Lin Fan mengepalkan tangannya. Bukan karena marah pada Lin Hao, tapi karena jijik pada kelemahan tubuhnya saat ini. Ia menatap pecahan mangkuk di lantai.

"Lin Hao..." gumam Lin Fan.

"Kau pikir kau sudah menang? Sebenarnya Kau baru saja membangunkan naga yang sedang tidur."

Namun, Lin Fan tahu bahwa konfrontasi fisik langsung sekarang akan sia-sia. Lin Hao memiliki backing dari Cabang Utama. Jika Lin Fan melukainya, seluruh klan akan menentangnya. Ia butuh strategi. Ia butuh aliansi.

Dan ia tahu persis siapa yang paling ingin melihat Klan Lin—terutama Cabang Utama—hancur.

Sore harinya, saat langit mulai berubah menjadi jingga kemerahan, Lin Fan berjalan keluar dari asrama. Ia tidak menuju pasar obat, melainkan menuju distrik hiburan di bagian utara kota, tempat para preman dan pedagang gelap berkumpul. Tujuannya: kedai teh "Naga Hitam", markas informal dari beberapa anggota rendah Klan Zhao.

Memasuki kedai itu, bau alkohol dan rokok murah menyergap hidungnya. Mata-mata di ruangan itu langsung tertuju padanya. Seorang remaja kurus dari Klan Lin, sendirian, berjalan masuk ke sarang musuh.

Seorang pria berotot dengan bekas luka di wajah mendekati Lin Fan, tangan sudah siap mencengkeram kerah baju remaja itu. "Hei, anak kecil. Kau tersesat? Ini tempat untuk orang-orang yang punya nyali, bukan untuk sampah seperti kau."

Lin Fan tidak mundur. Ia menatap pria itu dengan mata dingin, lalu berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar oleh pria itu dan dua orang di meja terdekat.

"Aku membawa informasi tentang pergerakan dana rahasia Kepala Cabang Utama Klan Lin. Dan aku tahu di mana Lin Hao menyimpan barang-barang curian dari gudang klan minggu lalu."

Pria itu terdiam, matanya menyipit. "Apa maumu nak?"

Lin Fan tersenyum tipis, senyuman yang tidak mencapai matanya.

"Aku ingin bertemu dengan Wakil Kepala Klan Zhao"

"Katakan padanya, Lin Fan ingin bernegosiasi. Bukan sebagai musuh, tapi sebagai mitra."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!