Shinta maharani, putri bungsu seorang pengusaha ternama yang menikah dengan seorang pria biasa hubungan mereka sempat tidak di setujui oleh ayah nya
karena menurut ayah nya pria yang ingin menikahi putri bungsu nya bukan pria yang baik. namun karena bujuk rayu dari Shinta akhir nya ayah nya merestui hubungan mereka. akankah rumah tangga yang Shinta bersama suami nya bangun bertahan lama, dan apakah pria pilihan Shinta adalah pilihan yang tepat.? .. ayo ikuti kisah mereka di sini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.27
" Rumah itu juga akan aku jual." Ucap Shinta.
Akhir nya Gio diam , tidak lagi protes.
Sedangkan yang lain nya hanya diam, tidak ada yang mengeluarkan suara nya. Henny sendiri dia tidak ikut keluar mengantar Shinta dan juga Fahira, dia memilih tetap berada di dalam rumah. Hati nya begitu berat mengingat dia harus pergi dari rumah yang sudah beberapa bulan terakhir dia tempati. Walau pun belum lama tapi sudah cukup banyak kenangan yang dia lewati bersama Gio di
rumah itu.
Dia yang tadi sedang melamun setelah kepergian Shinta dan juga Fahira dari ruangan itu, tersadar saat dia mendengar suara mobil yang berhenti di pekarangan rumah nya. Henny yang penasaran akhir nya beranjak dari tempat nya duduk lalu mengendap-endap, untuk melihat siapa yang baru saja tiba. Dia mengintip dari balik pintu, di sana dia melihat seorang pria berbadan kekar menurunkan tiga buah koper besar dari dalam mobil, dan dia juga melihat Shinta menyuruh pria itu untuk meletakan koper-koper itu di teras rumah nya.
"Sudah semua nya.?" Tanya Shinta kepada pria yang bernama Indra itu.
" Sudah bu." Jawab nya. Sambil sedikit membungkukkan badan nya di hadapan Shinta tanda hormat. Shinta hanya membalas dengan anggukan kepala saja.
" Oke terima kasih, kalau gitu kamu sudah boleh pergi sekarang." Ucap Shinta.
" Baik bu, saya permisi." Ucap nya, yang di balas anggukan oleh Shinta.
Lalu Indra pun kembali ke mobil nya, pria itu segera melajukan kendaraan keluar dari pekarangan rumah itu.
Setelah kepergian Indra Shinta menghampiri bunda Fahira dan juga yang lain nya.
" Bunda ayo kita pulang." Ucap Shinta sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya. Mata Gio membulat saat melihat apa yang sedang Shinta pegang, itu adalah kunci mobil yang biasa dia pakai.
'Bagai mana bisa kunci mobil nya ada pada Shinta.? Pikir nya.
Gio pun mendekati Shinta yang lagi berdiri di samping bunda Fahira dan juga bu Rahma.
" Shinta, boleh kita bicara sebentar.?" Tanya Gio. Shinta menoleh ke arah bunda nya, begitu juga dengan Gio.
" Bunda, saya mau bicara berdua sama Shinta boleh, ngak lama kok sebentar aja." Ucap Gio sambil melihat ke arah bunda Fahira dengan wajah memohon.
Bunda Fahira menarik napas nya, kemudian menganggukkan kepala nya dengan wajah datar menatap Gio.
Gio tau kalau bunda Fahira sebenar nya berat mengijinkan dia berbicara berdua sama Shinta, mungkin karena di sini ada ibu nya jadi bunda Fahira tidak punya pilihan dan terpaksa mengijinkan nya.
" Makasih bunda." Ucap Gio, namun bunda Fahira malah membuang muka nya ke arah lain.
Gio menarik tangan Shinta untuk mengikuti nya hingga sampai di tempat yang lumayan jauh dari tempat bunda Fahira dan yang lain nya berada.
Setelah sampai di tempat yang menurut Gio aman, suara mereka tidak terdengar oleh bunda Fahira dan juga ibu nya. Tapi yang Gio ngak tau di sekitar mereka banyak mata yang tengah mengawasi nya.
Kalau pun Gio berniat jahat terhadap Shinta, anak buah Alex yang selalu berada tidak jauh dari Shinta tidak akan tinggal diam.
Mereka akan bertindak jika Shinta dalam bahaya.
" Lepasin!.kamu mau ngomong apa lagi mas.?" Tanya Shinta setelah menghempaskan tangan Gio yang mencekal pergelangan tangan nya. Kemudian Shinta mengelus bekas cekalan tangan Gio yang terlihat meninggalkan bekas kemerahan.
" Kenapa kunci mobil ku, eh maksud ku kenapa kunci mobil itu bisa ada sama kamu.?" Tanya Gio. Shinta menaikkan alis nya sebelah sambil menatap Gio.
" Emang kenapa? Kamu lupa kalau mobil itu punya aku, ya jelas kunci nya sama aku lah. Jadi kamu bawa aku ke sini hanya ingin menanya itu? " Tanya Shinta dia sudah muak dengan tingkah Gio.
Gio menggelengkan kepala nya, lalau tiba-tiba dia berlutut di depan kaki Shinta.
" Shinta, aku mohon kasi aku kesempatan sekali saja, untuk menebus semua kesalahan aku, aku mohon aku akan melakukan apa saja yang penting kamu mau maafin aku." Ucap Gio.
" Benar kamu akan melakukan apa pun.?" Tanya Shinta dengan senyum sinis terbit di bibi manis nya.
Gio menganggukkan kepala nya.
" Iya Shinta, apa pun akan aku lakukan yang penting aku bisa mendapat kan maaf dari kamu." Ucap Gio dia berharap Shinta bukan hanya memaafkan nya tetapi juga memberi kesempatan untuk nya. Dia benar-benar belum siap kalau harus meninggalkan kemewahan yang selama ini dia dapatkan.
" Oke, kalau begitu aku ingin setelah ini kamu jangan pernah menampakan wajah kamu itu di hadapan ku, ngerti kamu." Ucap Shinta dengan tegas lalu berjalan meninggalkan Gio yang masih berdiri di tempat itu
" Apa begitu mudah nya kamu melupakan aku Shinta setelah dua tahun kita bersama? Apakah tidak ada sedikit pun cinta di hati kamu yang tersisa untuk ku lagi.?" Ucap Gio dengan suara serak. Shinta menghentikan langkah nya, setelah itu dia melanjutkan nya kembali tanpa menghiraukan Gio.
" Aaarrrkk.." teriak Gio frustasi. Sekarang dia benar-benar menyesal telah mengkhianati istri sebaik Shinta.
" Siaaaall.., bodoh aku benar-benar bodoh." Ucap Gio berbicara pada diri nya sendiri, sambil mengacak kasar rambut nya.
Sedangkan Shinta sudah kembali, wanita cantik itu berjalan santai ke arah bunda dan juga bu Rahma yang terlihat sedang mengobrol di teras rumah itu. Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Eh nak Shinta, udah selesai?, Gio nya mana?." Tanya bu Rahma.
" Udah bu, mas Gio masih di sana sebentar lagi dia juga akan balik." Jawab Shinta.
Bu Rahma tersenyum sambil menganggukkan kepala nya.
" Ayo bund, oh ya bu aku pamit pulang dulu yah." Ucap Shinta.
" Iya nak, jaga diri baik-baik yah. Sekali lagi maaf kan ibu sudah banyak merepotkan kamu selama ini." Ucap bu Rahma dengan mata berkaca-kaca. Dia begitu menyayangi menantu nya itu, kalau bukan karena kebodohan Gio dia tidak akan kehilangan menantu sebaik Shinta.
Shinta berjalan menuju mobil yang terparkir di samping kanan rumah itu, di ikuti bunda Fahira di belakang nya.
Setelah berada di samping mobil, Shinta segera membuka pintu mobil lalu masuk dan duduk di belakang kemudi.
Begitu juga bunda Fahira yang juga masuk dan duduk di samping putri nya.
Perlahan Shinta menjalankan mobil itu, dan membuka sedikit kaca jendela di saat melewati bu Rahma yang masih berdiri di teras sambil melihat ke arah mereka. Shinta pun membunyikan klakson mobil nya. Perlahan mobil itu keluar dari pekarangan rumah tersebut dan melaju di jalan raya.
Sedangkan Gio hanya menyaksikan mobil itu dari kejauhan, sampai mobil yang di kendarai oleh Shinta tidak terlihat lagi.
....Bersambung...
terus nanti gio mau nilah dgn secara sirih, dgn status apa!
1.lajang
2.kawin
3. duda/ janda cerai hidup
4. duda/ janda dgn cerai mati
semua ada dokumennya pejabat setempat yg mengeluarkan dr tingkat RT RW,lurah camat.
walau nikah siri penghulu tetap bertanya status calon penganten.
nikah siri juga ada keluar selembar kertas surat pernyataan bahwa,mereka nikah secara siri. penghulu yg mengeluarkan. dan bukan mentri agama atau KUA yg berupa buku nikah. krn buku nikah yg sah hanya saru utk setiap warga negara.
jika ingin keluar lagi buku nikah yg sah hrs ada syarat2 nya diatas.klu nikah lagi tanpa dokumen diatas. itu buku nikah palsu.
langsung aj berikan sangsi jangan kasih kendor ,klo perlu tinggal kan
biyar kan kelimpungan di jlanan ...
lelaki gk tau dri ,