NovelToon NovelToon
Uncle Edgar

Uncle Edgar

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: sweet and dream

Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.

Apakah Edgar akan luluh?,

Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.

Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.

Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Badan Helena pagi ini agak panas demam, tidak bisa bangun. bibirnya kering, wajahnya pucat mirip seperti mayat. Mamanya mengetuk pintu bermaksud mengajak sarapan, karena biasanya jam segini Helena sudah meminum susu dan Avocado Toast, atau 2 buah telur rebus.

"Helena, kamu udah siap-siap ke kampus. Biasanya hari Kamis kamu ada jadwal kuliah pagi" panggil Sandra mengetik pintu anak gadisnya.

"Helena, are you okay" tanya Sandra. Tak biasanya Helena tak menjawab.

"Helena buka pintunya sayang" pinta Sandra dengan suara khawatir kalau anaknya kenapa-kenapa

Helena mendengar ketukan dan panggilan beberapa kali mamanya, dia beranjak dari kasur, berjalan tertatih seperti mayit yang hidup kembali. tangganya memegang ganggang sambil memutar kunci pintu.

"Ma.. Helena pusing, uhuk.. uhukkk kayaknya mau istirahat dulu ma" ucap Helena

"Yaudah, kamu izin aja kalau gitu. Mama hubungi dosen kamu" ucap Sandra sambil membawa Helena kembali berbaring di kasur.

Sandra bergegas keluar kamar menuju lantai 1 untuk mengambil termometer dan obat di kotak P3K. Sandra hampir saja terjatuh ditangga karena buru-buru.

Sandra tak pernah mengajari Helena untuk marah, sebagai single parent bahkan saat SMP ia meminta wali murid agar menjauhkan Helena dari anak yang punyaa perilaku kurang baik. untung nya Wali kelas mengerti maksud Sandra, sehingga menasehat bahwa Helena perlu belajar beradaptasi sehingga dapat bertindak benar ketika berinteraksi dengan karakter murid yang berbeda-beda.

Helena menjadi anak yang ceria di kelas, bisa dibilang agak cenderung kekanakan. walau awalnya saat awal-awal SMP ia sering menangis mengadukan perbuatan temannya. seiring waktu setelah mendapat coaching dari wali kelas. Helena menjadi anak yang baik dan mampu beradaptasi

"aduh ini suhunya 40, mama kasih paracetamol sama vitamin ya" ucap Sandra lalu bersegera ke dapur menyiapkan bubur

"aduh kayaknya kelamaan kalau bikinn sendiri" gumam Sandra.

"Beli aja" ucapnya berlaku mengendarai mobilnya membeli bubur ayam.

Sekita beberapa menit, ia sampai. masih pukul 07.30 Bi Titin juga belum datang, dia akan telat ke kantor. Dia menghubungi sekretarisnya untuk mengundur jadwal meeting sampai pukul 09.30

"Angel, anakku sakit. Asisten rumah tangga baru datang jam 09.00. tolong di manage meeting. Di undur sampai 09.30" tuturnya di telpon

"baik kak" jawab angel, sekretaris muda lulusan management yang sudah bekerja dengan Sandra sejak kelulusan S1, usianya sekitar 28 tahun. Bisa bicara berbagai bahasa. Helena cukup mengenal Angel karena Sandra kerap membawa Angel kemanapun dia pergi. termasuk rumah, angel juga membantunya selayaknya adik dan kakak.

"sini duduk dulu, pusingnya udah kurang? " tanya Sandra sambil membantu Helena untuk duduk bersandar di kasur. ia hendak menyuapi anaknya

"Buka mulutnya. a.. " sandra memperlakukan Helena layaknya anakk kecil. Helena hanya mampu memakan bubur beberapa suapan saja karena nafsu makannya benar-benar buruk. Bubur ayam yang terasa enak, kini hambar.

"kangen Papa ma" ucap Helena, di respon sendu oleh Sandra

"Abis minum obat kamu telpon papa kamu ya " balas Sandra.

Setelah 30 menit selesai sarapan. Sandra memberikan obat paracetamol dan vitamin ke Helena.

Helena menghubungi Papanya. Tetap saja tidak bisa karena ini bukan akhir bulan. Papanya terlalu disiplin soal berkarya.

"Papa.. angkat pa.. " ucap Helena, sementara Sandra berusaha kuat menghadapi situasi ini. Mantan suaminya sangat terobsesi dengan Novel barunya. Mengagendakan jadwal penulisan novel dengan disiplin sampai-sampai hanya bisa dihubungi saat akhir bulan. Dengan alasan membutuhkan perasaan dan penghayatan. Sandra akui usahanya membuahkan hasil dari bagaimana terkenalnya dia. tapi saat novel yang sempat gagal, dia semakin mengunci diri dan memaksakan kedisiplinan. Dan terus menyalahkan ketidak profesional annya. hingga waktunya banyak dihabiskan untuk menulis, dia mulai berubah. Setidaknya itulah alasan perpisahan orang tuanya yang Helena dengar dari Ibunya. Sedangkan alasan yang tetap di rahasiakan akan tetap menjadi rahasia.

Rumah dia lantai, No 04. Dibelakang dan depan ada kebun cukup rindang terawat. Di jendela kamarnya berhadapan dengan jendela rumah tetangga. Edgar menggeser tirai di jendela kamarnya, memperlihatkan seorang gadis yang terlihat pucat.

"Bukannya itu Helena? " Ucap Edgar

"Dunia begitu sempit, dan permainan takdir apalagi ini Tuhan" lanjutnya

Edgar telah selesai mengemasi pakaiannya ke dalam lemari. Meletakkan laptop dan buku agenda serta Gitar. Sampai hari sudah siang, dia teringat belum sarapan.

Dia memesan makanan siang vis online dan beberapa Box Donat sebagai ramah ramah penghuni baru. Setelah makan siang, Edgar menggnakan baju santai baju kaos putih dan celana pendek krem. Dia membawa Donat ke beberapa rumah lainnya.

Rumah pertama no 3, adalah rumah Dila. Orang tuanya penghuni lama kompleks ini, sekarang Dila sedang kuliah. Yang menyambut kedatangan Edgar adalah Ibunya Dila, Bu Mariam. Ibu sholehah memakai kerudung. Sebagai ibu rumah tangga, sedang ayah Dila seorang Direktur di rumah sakit ternama di kota ini.

"permisi selamat siang Bu, saya Edgar baru menempati rumah nomor 4, salam kenal. ini ada donat kalau berkenan" ucap Edgar menyerahkan Box Donat.

"MasyaAllah makasih ya Mas Ganteng. ini masnya pindah di sini apa sama istri dan anak juga, diajak main kesini mas. Tapi kalau hari kerja gini suami saya kerja jadi ndk bisa namui ke dalem" ucap Bu Mariam. Padahal umur mereka tak beda jauh. .

"Wah, sayangnya saya belum menikah bu." jawab Edgar tersenyum ramah

"jangan panggil ibu, panggil mba aja. saya baru 39 tahun. Adek ini masih muda sudah punya rumah sendiri, keren" ucap Bu Mariam ah

"Baik mba, kalau begitu saya permisi" jawab Edgar meninggalkan rumah Bu Mariamah dengan membawa Box terakhir. Dia telah membagikan Box ke beberapa tetangga. Terakhir ia akan ke rumah Helena.

ting tung... (bel berbunyi).

"Iya mas ada apa? " tanya Bi Titin sopan.

"Saya Edgar mba, saya baru saja menempati rumah nomor 4 .. kita tetangga dekat. ini ada Bingkisan sedikit sebagai tetangga baru" jawab Edgar.

Edgar berharap yang membukakan pintu adalah Helena, bagaimana mungkin di umurnya yang sudah 38 tahun mulai memperhatikan gadis seusia Helena.

Malam tiba, Demam Helena sudah turun tapi tubuhnya masih lemah. Ibunya ada di bawah memanaskan makan malam.

"Okay.. Ready. makan malam udah beres. selanjutnya siapin makan malaam buat Helena" ucap Sandra sedang bergelut di dapur.

Dia menyiapkan sup ayam untuk anak gadisnya itu, dan membawakan donat yang ia temukan di dapur, kata bi Titin dari tetangga penghuni rumah sebelah.

Sandra mengetuk pintu kamar Helena, tak ada jwaban. Menemukan kamar tidak dikunci, Sandra masuk. Ternyata Helena sedang berada di walk-in closet untuk mengganti piyama.

"Ma,... " Helena memeluk dari belakang

"Ada donat... mauuu" ucap Helena langsung mengambil Donat rasa Greentea. Lembut, merek donat yang biasa dibeli Helena kalau lagi badmood, atau pengen nonton di rumah bareng mama atau Dila.

Sandra lalu mengecek suhu tubuh Helena, meletakkan tangannya ke kening anaknya.

"udah turun panasnya, air putihnya diminum biar nggak dehidrasi sayang. Itu donat dari tetangga baru kata bibi. Penghuninya laki-laki dan mungkin saama anggota keluarga yang lain juga" jelas Sandra

"Seru dong ma, kalau dia punya anak seusia aku atau adek kecil bisa diajak main" ucap Helena

"mama gak tau juga, bi Titin bilang sih nggak sempet tanya-tanya. Itu jendela kamu papasan sama kamar tetangga baru. Hati-hati lho kalau berpakaian. Tirainya di tutup aja buat privasi, tapi bakal gelap sih" ucap Sandra menyipitkan mata

"tenang aja ma, Helena bakal hati-hati.. " balas Helena

"Yaudah abisin dulu sup ayamnya, terus minum obat. Nanti mama cek lagi suhu nya. mama ke bawah dulu ya sayang" ucap Sandra

1
Lasa Hardianti
Aku agak bingung nih, Sandra yang disebut Edgar ini orang yang sama atau bukan ya sma mamanya Helena? Moga kedepannya ada penjelasannya😭
helena: jadi gini.... 🤣... 😋. gk mau spill ahh... tnx kk udh mampir
total 1 replies
Mr. Han
Kak jangan lupa mampir novel terbaru aku yaa,😍 jadi promosi deh
helena: aduuh 2-3 hari ini.. gk ada baca novel online Mr Han. sibuk di real life. hh. Btw aku mampir yaaa/Hey//Hey/ sekarang sdh bs bernafas sedkit🤣
total 1 replies
Mr. Han
orang sandra berhubungannya sama gue lho🤭
helena: ihhh pede banget om... yeeeee😋
total 1 replies
Crimson
Gw paham apa yang kau rasakan, Edgar- Kun. Emang, sakit nya nyelekit banget/Facepalm//Grin/
helena: sesek pasti/Facepalm/ ditinggal pas lagi sayang-sayangnya
total 1 replies
woiielah
yuk update kak, di tunggu ya💪
helena: 🥲🤣serius.. kakak mau baca novel ku. ntar nyeselllll😋 canda kk
total 1 replies
Mr. Han
Janda pirang menggoda eyy🤭
helena: 🤣 haduuh bahaya kalo istrinya denger.. auto tidur diluar sih😋
total 1 replies
Mr. Han
aku mau dinner sama helena/Shy/
helena: boleh, om open wallet gk🤣🤣
total 1 replies
Sarifah_Aini97
Oiya kak penulisan kata disitu dan didepannya sebaiknya dipisah menjadi "di situ" dan "di depannya" karena menunjukkan kata tempat. Maaf ya kak kalau sya komen seperti ini 🙏
Sarifah_Aini97: Nah itu
total 3 replies
Sarifah_Aini97
Salfok sama sensor mini market & merek permennya wkwk! 🤣 Tapi seram juga ya main ngintilin orang asing cuma gara-gara dari belakang mirip ayahnya. Helena, lu gak takut disangka stalker apa?! Mana orangnya lebih muda lagi, awas ketahuan malah bikin canggung!
🤭
helena: hehe biar lebih mudah ngayal bikin novelnya kak. /Facepalm/
total 3 replies
Sarifah_Aini97
Gokil, pantesan! Ibunya Helena pinter banget manfaatin relasi, tetangga elit langsung dijadiin langganan bisnis skincare sama properti. Mindset pebisnis tingkat tinggi!! 👏
Sarifah_Aini97
Salam kenal kak, saya baca dulu ya kak
Sarifah_Aini97: ikut program like komen itu kak
total 9 replies
helena
😋
WER
bahaya ini modus nya dion🗿
helena: pura2 gatau si Dion. padahal mah.. 😋
total 1 replies
WER
di sensor itu maksudnya apa author
helena: hahah🤣
total 2 replies
WER
Hem kenapa suami Sandra bisa bunuh diri ini mencurigakan 🗿
helena: plot twist/Shhh/
total 1 replies
WER
sudah di kasih lampu ijo malah nolak 🗿
WER
edgar memberikan lampu ijo 🚦
helena: bukan.. cuma lampu2 an 😋
total 1 replies
Crimson
Syukur, udah mendingan si Helen/Smile/
helena: soalny udh konsumsi Vit E, #Edgar 😋
total 1 replies
Tio Buki
Bintang lima untukmu thot🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Cerita yang sangat menarik, patut diacungin jempol. Moga lancar ya Thor...
Bintang lima untuk mu. Semangat
Tio Buki: Sama dek. Kedepannya pasti jadi lancar deh dek
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!