NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Bermanja-manja

Hampir 2 jam berlalu, Ara membuka matanya dan menguap melepaskan kantuknya.

"Haaaa, Ayang," malu Ara langsung menyembunyikan wajahnya ke leher Sean yang ternyata masih duduk memeluknya.

Ara menjadi malu melihat tatapan geli Sean. Pasti pria itu sudah melihatnya tidur sejak tadi.

Ara turun dari atas pangkuan Sean dan duduk di sebelahnya dengan salah tingkah serta kaku.

"Seberapa sekarang pijat kakiku, rasanya kesemutan," ucap Sean meluruskan kedua kakinya ke atas pangkuan Ara.

Tanpa berkata apa pun, Ara langsung memijit kedua kaki Sean yang pasti kesemutan karena memeluk Ara selama itu.

"Ayang, kok nggak bangunin Ara kalau sudah merasa kesemutan?" kata Ara yang jadi merasa bersalah.

"Ara berat, ya?" kata Ara lagi.

"Maafin Ara, ya, Sayang," ucap Ara meminta maaf dan memijat lebih cepat.

"Cukup kaki, jangan paha," ucap Sean ketika pijatan Ara semakin naik ke atas membuatnya tegang.

"Kenapa? Bukannya paha Ayang yang kesemutan karena pangku Ara?" ucap Ara akan memijit, namun dilarang Sean.

"Tidak, Baby, yang kesemutan hanya kaki," alasan Sean dengan logis.

"Maafin Ara," kata Ara dengan wajah sendunya, terus meminta maaf pada Sean.

"Iya, tapi di lain waktu, jika di jam kerja, kamu tidak boleh tidur di pangkuanku lagi," kata Sean yang perlahan mulai mengajari pacar kecilnya tentang suatu aturan.

"Iya," kata Ara mengangguk patuh.

"Terus, kamu mau apa lagi?" pertanyaan Sean melihat Ara yang masih curi-curi pandang padanya.

"Mau peluk," kata Ara dengan tatapan penuh kerinduannya.

Ara mendekat dan memeluk sebelah lengan Sean yang duduk di sebelahnya, lalu bersandar manja.

"Ara dengar, ya. Kamu harus belajar tata krama khusus seorang Nyonya dan Nyonya itu tidak boleh manja, harus duduk anggun," kata Sean mengajari etika yang paling dasar pada pacar kecilnya.

"Nggak mau, Ara mau peluk lengan Sayang," kata Ara malah semakin manja, kini memeluk pinggang Sean.

"Baby," tegas Sean menatap Ara yang meletakkan dagunya di dadanya dengan begitu manja, belum lagi kedua tangannya yang membelit pinggang Sean.

"Haaaa, Ara kangen Ayang, mau peluk," rengek Ara menarik Sean agar lebih dekat dan bermanja.

"Baby, bukankah kamu sudah berjanji akan mau mempelajari tata krama khusus dalam keluargaku?" pertanyaan Sean mengelus kepala Ara yang bermanja-manja padanya.

"Iya, tapi kan tata krama khusus seperti itu hanya dipakai ketika menghadiri acara bisnis atau bersama orang-orang penting. Sekarang kan hanya ada kita berdua," ucap Ara.

"Ayang mau kecup," kata Ara memajukan bibirnya agar dikecup Sean.

"Baby." Sean mencoba memperkuat pertahanan diri menghadapi pacar kecilnya yang meruntuhkan iman itu.

"Ayang, cepat," rengek Ara yang dengan cepat Sean mengecup bibirnya sesuai permintaan Ara.

"Kali ini saja, ya," ucap Sean mengelus-elus kepala Ara yang manja itu.

"Ara cinta sama Ayang, jangan nikah sama yang lain, Ayang itu punya Ara," pernyataan Ara.

"Cuma milik Ara," kata Ara tiba-tiba menggigit ujung telapak tangan Sean sampai pria dewasa itu memekik kesakitan.

"Baby, mengapa tiba-tiba menggigit?" kata Sean mengelus bekas gigitan Ara yang sampai berbekas di tangannya.

"Ayang, kalau salaman sama cewek sebentar aja, jangan lama-lama," ucap Ara yang membuat Sean langsung tergelak.

"Astaga, Baby, berita apa lagi yang kamu lihat di ponsel tentangku?" pertanyaan Sean menatap Ara yang sepertinya teringat sesuatu.

"Ayang, kenapa mantannya ada tiga?" pertanyaan Ara.

"Bukankah itu hal yang wajar? Malah itu tergolong sedikit untuk pria seumuranku," ucap Sean menanggapi pertanyaan Ara.

"Sedikit?" Ara langsung menyentil kening Sean yang berkata tiga sedikit.

"Terus Ayang mau berapa, 30?" omel Ara dengan cemberut mencubit perut Sean.

"Astaga, Baby, ampun, itu sakit," kata Sean memegang tangan Ara yang mencubitnya.

"Mmmh." Ara memangku kedua tangannya, duduk memunggungi Sean.

"Baby, maksudku, umurku sudah 29 tahun dan aku pria normal. Wajarlah dalam rentang remaja sampai dewasa aku menyukai beberapa wanita," jelas Sean.

"Ara nggak jadi menua sama Ayang," ucap Ara dengan cemberut.

"Kenapa, Baby? Aku nggak mau putus. Kita harus menua bersama," ucap Sean yang jadi terbawa suasana.

"Menua bersama?" ucap Ara mengangkat sebelah alisnya.

"Iya, aku akan menikahimu, Baby," pernyataan Sean memegang kedua tangan Ara.

"Gimana mau menua bersama? Lah, Ayang udah tua duluan," tawa Ara tiba-tiba membuat Sean langsung bad mood.

"Tua-tua gini kan buat kamu jatuh cinta pada pandangan pertama," ucap Sean memandang Ara sebelah mata.

Tersinggung sekali dikatai tua!

"Ara udah nggak cinta Ayang lagi," kata Ara dengan lugas.

"Terus cinta dosen sialan itu," kata Sean dengan begitu sewot.

"Sedikit, ta. Ahhh!" Ara langsung berteriak ketika Sean mengecupinya dengan brutal.

"Dengar baik-baik, kamu itu milikku, Baby. Hanya milikku saja, tidak akan pernah diambil apalagi dimiliki orang lain," pernyataan Sean dengan begitu posesif.

"Tapi kan sejak awal Ayang nggak suka Ara," pernyataan Ara merasakan posesif dalam diri Sean sangat kuat.

"Tapi kamu yang mendekatiku sampai aku jatuh cinta, dan satu hal, Baby, jika sudah menjadi milikku, tidak boleh dimiliki orang lain," kata Sean yang siap berperang untuk itu.

"Kalau Ara udah nggak cinta Ayang lagi?" pertanyaan Ara.

"Kamu harus mencintaiku dan hidup bersamaku," pernyataan Sean.

"Ya, semisalnya Ara udah nggak cinta Ayang, apa Ayang juga bakalan tetap mengekang Ara?" pertanyaan Ara mendongak menatap Sean.

Sean langsung terdiam mendengar ucapan Ara. Terbayang 12 tahun lalu ketika Ayah mengurung Ibu agar tetap bersamanya.

Ayah melakukan banyak sekali upaya untuk mempertahankan Ibu, bahkan menyewa banyak pengacara hebat untuk membatalkan gugatan cerai yang Ibu layangkan.

"Kamu harus terus mencintaiku, Baby, dan jika berani berpaling dariku, aku akan meniduri mu setiap hari sampai kamu kembali mencintaiku," pernyataan tak terduga Sean sampai Ara shock mendengarnya.

"Ihhhh, Ayang kok gitu? Kan kita belum nikah," kaget Ara.

"Dengar, Baby, jika kamu berkhianat, aku bisa melakukan hal yang lebih gila dari yang kamu bayangkan," pernyataan Sean.

"Aku tidak takut pada siapa pun, bahkan siap berperang demi mendapatkan apa yang aku inginkan. Jangan main-main denganku," ucap Sean mengecup kening Ara yang masih shock itu.

"Ayang kok sama Ara gitu? Kali perasaan mantan terakhir Ayang dibiarkan aja selingkuh, nggak ada Ayang mengancamnya," suara kecil Ara yang jadi takut.

"Karena aku tidak pernah mencintai seseorang seperti aku mencintaimu, Baby. Entah mengapa aku mencintaimu sampai aku merasa kamu milikku," jujur Sean yang merasakan itu.

"Alah, omongan buaya," kata Ara merasa Sean sedang menggombal.

"Baby, aku serius," kata Sean.

"Nggak percaya, udahlah, mau pulang," kata Ara berdiri mengambil tas genggamnya.

"Aku belum mengizinkan kamu pulang," ucap Sean. Dalam sekali tarikan, Ara sudah duduk kembali di pangkuannya.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!