" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Bermanja-manja
Hampir 2 jam berlalu Ara membuka matanya dan menguap melepaskan kantuknya .
" Haaaa, Ayang " malu Ara langsung menyembunyikan wajahnya keceruk leher Sean yang ternyata masih duduk memeluknya .
Ara menjadi malu melihat tatapan geli Sean, pasti pria itu sudah melihatnya tidur sejak tadi .
Ara turun dari atas pangkuan Sean dan duduk disebelahnya dengan salah tingkah serta kaku .
" Sekarang pijat kakiku, rasanya kesemutan" ucap Sean meluruskan kedua kakinya keatas pangkuan Ara .
Tanpa berkata apapun Ara langsung memijit kedua kaki Sean yang pasti kesemutan memeluk Ara selama itu .
" Ayang kok nggak bangunin Ara, kalau sudah merasa kesemutan?" kata Ara yang jadi merasa bersalah .
" Ara berat ya " kata Ara lagi .
" Maafin Ara ya Sayang" ucap Ara meminta maaf dan memijat lebih cepat .
" Cukup kaki jangan paha " ucap Sean ketika pijatan Ara semakin naik keatas membuatnya tegang .
" Kenapa? Bukannya paha Ayang yang kesemutan karena pangku Ara" ucap Ara akan memijit namun dilarang Sean .
" Tidak Baby, yang kesemutan hanya kaki " alasan Sean dengan logis .
" Maafin Ara " kata Ara dengan wajah sendunya terus minta maaf pada Sean.
" Iya, tapi dilain waktu jika di jam kerja kamu tidak boleh tidur di pangkuan ku lagi" kata Sean yang perlahan mulai mengajari pacar kecilnya tentang suatu aturan .
" Iya " kata Ara mengangguk patuh .
" Terus kamu mau apa lagi?" pertanyaan Sean melihat Ara yang masih curi-curi pandang padanya .
" Mau peluk " kata Ara dengan tatapan penuh kerinduan nya .
Ara mendekat dan memeluk sebelah lengan Sean yang duduk disebelahnya lalu bersandar manja .
" Ara dengar ya, Kamu harus belajar tatakrama khusus seorang Nyonya dan Nyonya itu tidak boleh manja harus duduk anggun " kata Sean mengajari etika yang paling dasar pada pacar kecilnya.
" Nggak mau, Ara mau peluk lengan Sayang " kata Ara malah semakin manja kini memeluk pinggang Sean .
" Baby " tegas Sean menatap Ara yang meletakkan dagunya didada Sean dengan begitu manja belum lagi kedua tangannya yang membelit pinggang Sean .
" Haaaa, Ara kangen Ayang mau peluk " rengek Ara meriah Sean agar lebih dekat dan bermanja .
" Baby bukankah kamu sudah berjanji akan mau mempelajari tatakrama khusus dalam keluargaku?" pertanyaan Sean mengelus kepala Ara yang bermanja-manja padanya .
" Iya, tapikan tatakrama khusus seperti itu hanya dipakai ketika menghadiri acara bisnis atau bersama orang-orang penting sekarangkan hanya ada kita berdua " ucap Ara .
" Ayang mau kecup " kata Ara memajukan bibirnya agar dikecup Sean .
" Baby " Sean mencoba memperkuat pertahanan diri menghadapi pacar kecilnya yang meruntuhkan iman itu .
" Ayang, cepat " rengek Ara yang dengan cepat Sean mengecup bibirnya sesuai permintaan Ara .
" Kali ini saja ya " ucap Sean mengelus-elus kepala Ara yang manja itu .
" Ara cinta sama Ayang, jangan nikah sama yang lain, Ayang itu punya Ara " pernyataan Ara.
" Cuma milik Ara " kata Ara tiba-tiba menggigit ujung telapak tangan Sean sampai pria dewasa itu memekik kesakitan.
" Baby mengapa tiba-tiba menggigit?" kata Sean mengelus bekas gigitan Ara yang sampai berbekas di tangannya .
" Ayang kalau salaman sama cewek sebentar aja, jangan lama-lama" ucap Ara yang membuat Sean langsung tergelak .
" Astaga Baby, berita apa lagi yang kamu lihat di ponsel tentangku " pertanyaan Sean menatap Ara yang sepertinya teringat sesuatu .
" Ayang kenapa mantannya ada 3?, " pertanyaan Ara .
" Bukankah itu hal yang wajar malah itu tergolong sedikit untuk pria seumuranku " ucap Sean menanggapi pertanyaan Ara .
" Sedikit" Ara langsung menggeplak kepala Sean yang berkata tiga sedikit .
" Terus Ayang mau berapa 30 " omel Ara dengan cemberut mencubit perut Sean.
" Astaga Baby, ampun itu sakit " kata Sean memegang tangan Ara yang mencubitnya .
" Mmmh" kata Ara memangku kedua tangannya duduk memunggungi Sean .
" Baby maksudku, umurku sudah 29 tahun dan aku pria normal wajarlah dalam rentang remaja sampai dewasa aku menyukai beberapa wanita " jelas Sean .
" Ara nggak jadi menua sama Ayang" ucap Ara dengan cemberut .
" Kenapa Baby, aku nggak mau putus kita harus menua bersama" ucap Sean yang jadi terbawa suasana.
" Menua bersama?" ucap Ara mengangkat sebelah alisnya.
" Iya, aku akan menikahi mu Baby " pernyataan Sean memegang kedua tangan Ara .
" Gimana mau menua bersama lah Ayang udah tua duluan " tawa Ara tiba-tiba membuat Sean langsung bad mood .
" Tua-tua ginikan buat kamu jatuh cinta pada pandang pertama" ucap Sean memandang Ara sebelah mata .
Tersinggung sekali dikatai tua!.
" Ara udah nggak cinta Ayang lagi" kata Ara dengan lugas .
" Terus cinta dosen sialan itu" kata Sean dengan begitu sewot .
" Sedikit ta, Akkkkhhhh" Ara langsung berteriak ketika Sean mengecupi nya dengan brutal .
" Dengar baik-baik, kamu itu milikku Baby , hanya milikku saja tidak akan pernah diambil apalagi dimiliki orang lain" pernyataan Sean dengan begitu posesif.
" Tapikan sejak awal Ayang nggak suka Ara" pernyataan Ara merasakan posesif dalam diri Sean sangat kuat .
" Tapi kamu yang mendekatiku sampai aku jatuh cinta dan satu hal Baby jika sudah menjadi milikku tidak boleh dimiliki orang lain" kata Sean yang siap berperang untuk itu .
" Kalau Ara udah nggak cinta Ayang lagi?" pertanyaan Ara.
" Kamu harus mencintaiku dan hidup bersamaku " pernyataan Sean .
" Ya semisalnya Ara udah nggak cinta Ayang, apa Ayang juga bakalan tetap mengekang Ara?" pertanyaan Ara mendongak menatap Sean .
Sean langsung terdiam mendengar ucapan Ara terbayang 12 tahun lalu dimana Ayah mengurung Ibu agar tetap bersamanya .
Ayah melakukan banyak sekali upaya untuk mempertahankan Ibu bahkan menyewa banyak pengacara hebat untuk membatalkan gugatan cerai yang Ibu layangkan .
" Kamu harus terus mencintai ku Baby dan jika berani berpaling dariku aku akan menidurimu setiap hari sampai kamu kembali mencintaiku" pernyataan tak terduga Sean sampai Ara shock mendengarnya.
" Ihhhh, Ayang kok gitu kan kita belum nikah " kaget Ara .
" Dengar Baby jika kamu berkhianat aku bisa melakukan hal yang lebih gila dari yang kamu bayangkan " pernyataan Sean .
" Aku tidak takut pada siapapun bahkan siap berperang demi mendapatkan apa yang aku inginkan, jangan main-main denganku" ucap Sean mengecup kening Ara yang masih shock itu .
" Ayang kok sama Ara gitu kali, perasaan mantan terakhir Ayang di biarkan aja selingkuh nggak ada Ayang mengancamnya" suara kecil Ara yang jadi takut .
" Karena aku tidak pernah mencintai seseorang seperti aku mencintaimu Baby, entah mengapa aku mencintaimu sampai aku merasa kamu milikku " jujur Sean yang merasakan itu .
" Alah omongan buaya" kata Ara merasa Sean sedang menggombal .
" Baby aku serius" kata Sean .
" Nggak percaya, udahlah mau pulang " kata Ara berdiri mengambil tas genggam nya.
" Aku belum mengizinkan kamu pulang " ucap Sean dalam sekali tarikan Ara sudah duduk kembali ke pangkuan nya.
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua