NovelToon NovelToon
Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: age nairie

Rate 18+
Mohon bijak memilih bacaan 🙏🙏🙏

Sakit yang terdalam adalah yang tidak terlihat oleh mata. Bagai tombak yang menusuk jantung, tetapi tombak itu tidak terlihat. Namun, dapat dirasakan di dalam hati.

Elena harus terlibat pernikahan dengan pria asing yang ditemuinya di hutan pegunungan, walaupun pernikahannya diawali dari suatu kesalahpahaman, Merrik memperlakukan dia dengan baik. Namun, semua itu hanyalah kamuflase. Kepalsuan cinta Merrik membuatnya tidak mempercayai laki-laki lagi.


Kesalahanku adalah mencintaimu. Namun, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Akan kubawa rasa sakit ini seumur hidupku. Seandainya waktu bisa diputar, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalmu.
~Elena

Kau tidak akan pernah bisa lari dariku, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu karena ku yakin dilubuk hatimu masih mencintaiku.
~Merrik

Jangan lupa tap like, love, vote dan berikan komentar untuk memberi support pada othor.

Happy reading di novel kedua Age Nairie 🥰

Follow juga
IG : Age_Nairie
FB : Age Nairie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon age nairie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 Suara Burung Hantu

Tidak ada yang tertidur malam ini, semua mata terjaga. Elena masih setia dengan tangisnya, tak mengira bahwa lagu dangdut lebih baik sakit gigi daripada sakit hati benar adanya. Berulang kali memukul dadanya tetap tidak hilang rasa sesak di dada.

Lampu ruang tamu tetap menyala, seorang pria menatap dari luar rumah, hanya bisa mendengar isak tangis dari penghuni rumah. Dia berjalan menjauh, menelpon seseorang. "Dia ada di rumahnya, sedang menangis pilu. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Dion.

"Tidak perlu, cukup awasi saja." Merrik langsung mematikan ponselnya.

"Apa aku harus menunggu disini semalaman?" gumam Dion. Dia memutuskan untuk tidur di mobil, baru beberapa langkah dia mendengar pintu terbuka, dengan segera Dion bersembunyi. Melihat Elena keluar rumah dan menuju ke arah hutan. 'Apa yang dia lakukan malam-malam begini?' batin Dion.

Elena terus berjalan, masuk ke dalam hutan, diterangi oleh cahaya bulan dan juga senter kecil di tangannya, melangkah menuju arah dimana dia bertemu dengan Merrik. Tempat mereka bertemu memang bukan di dalam hutan terdalam, masih cukup rendah. Namun, cukup mengerikan bagi yang belum terbiasa dengan hutan. Bagi Elena suara burung hantu sudah tidak lagi menakutkan, terkadang manusia lebih mengerikan dari makhluk tak kasat mata. Elena duduk di batu besar yang merupakan saksi bisu pertemuannya dengan Merrik. Dia kembali menangis di bawah batu tersebut.

Dion masih setia mengikuti Elena, bersembunyi di balik pohon, dengan mengumpulkan keberanian untuk masuk kedalam hutan demi mengemban tugas yang telah diberikan, sekaligus membuktikan dirinya tidak kalah berani dari seorang remaja putri, Dion menyeringitkan dahinya saat melihat kelakuan Elena. Bingung dengan apa yang dilakukan gadis itu.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Elena? Apa dia sedang melakukan pesugihan? Atau dia penganut animisme? Ah tidak, pasti penyebabnya adalah Merrik, tapi apa yang dilakukan Merrik padanya hingga seperti ini? Apakah dia patah hati? Apakah seorang remaja yang sedang patah hati akan melakukan hal bodoh seperti ini? Menangis di tengah malam dan duduk di batu hitam besar tanpa rasa takut. Begitu banyak pertanyaan di kepala Dion yang tidak dia mengerti. Dia diam-diam mengambil ponselnya dan merekam apa yang dilakukan Elena. Elena tidak menyadari ada cahaya lain selain dari senternya karena terlalu larut bersedih.

Dion mengirim rekamannya pada Merrik. Merrik langsung membuka rekaman video tersebut. Melihat Elena menangis tersedu di tempat mereka bertemu. Apakah dia terlalu jahat? Atau Elena yang terlalu berlebih menyikapi masalah ini?

Merrik mengambil minuman beralkohol, berkeinginan menenggaknya, namun teringat janjinya pada Elena untuk tidak menyentuh minuman beralkohol tersebut. Dia langsung membuang minuman tersebut.

Setelah puas menangis, Elena bangkit dan berlutut mengambil sesuatu dari tanah. Semua itu tidak luput dari penglihatan Dion.

'Apa yang dia lakukan? Apakah benar-benar mengabdi roh nenek moyang?' batin Dion. Dia ingin segera keluar dari hutan ini. Begitu mengerikan melihat remaja patah hati.

Yang tidak di ketahui Dion, Elena tidak sengaja menemukan biji-bijian yang akan dia gunakan untuk pembuatan aksesoris. Dia berencana membuat kenangannya sendiri tentang Merrik.

Setelah merasa cukup dengan apa yang ia ambil, Elena kembali kerumahnya, tetap dengan Dion yang diam-diam mengikuti. Dion tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Elena. Jika hanya menangis untuk apa harus berpindah tempat? Dion merasa seperti orang bodoh yang mengikuti seorang ABG labil patah hati. Namun, dia tetap mengawasi Elena karena perintah Merrik.

Pagi menjelang, Dion memastikan Elena baik-baik saja. Dia menelpon dan meminta ijin pada Merrik untuk kembali ke aktifitasnya, tidak mungkin dia terus berjaga di depan rumah Elena. "Bos, apakah aku boleh pulang?" ucap Dion melalui telepon.

"Pulanglah." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Merrik, dia mencoba untuk melupakan Elena meskipun sulit untuk melupakan nya.

Suara bel berbunyi, Merrik enggan untuk membuka pintu nya, dia tau yang datang bukanlah gadis yang dia rindukan, suara bel terus terdengar tanpa henti dan akhirnya Merrik membuka pintunya. "Untuk apa kalian ke sini?"

"Biarkan kami masuk. Sudah saatnya kamu mengetahui yang sesungguhnya."

"Sudah tidak ada yang harus dijelaskan, tidak akan merubah apapun." Setelah itu Merrik menutup pintunya. Orang tua Merrik pulang setelah tidak dibiarkan masuk oleh Merrik.

Suasana hati Merrik begitu buruk ditambah dia tidak bisa melupakan Elena, membuatnya mulai melupakan janjinya pada Elena untuk tidak menyentuh alkohol. Merrik mengambil minuman beralkohol dan mulai menenggaknya. Stok minuman Merrik masih banyak karena selama bersama Elena, dia tidak membutuhkan minuman tersebut untuk menenangkan diri.

Berkaleng-kaleng sudah dia minum hingga akhirnya Merrik tidak sadarkan diri dan tergeletak di lantai ruang tamu.

Sudah siang Merrik belum datang ke kantor, hal itu membuat Dion khawatir, mencoba menghubungi Merrik namun tidak diangkat. Dion berinisiatif untuk mendatangi apartemen Merrik, menekan bel namun tidak ada yang membukakan pintu. Mencoba membuka pintu dengan sandi sebelumnya, Dion tau sandi apartemen Merrik dahulu, berharap Merrik tidak menggantinya. Keberuntungan didapat Dion, pintu terbuka. Dia masuk ke dalam dan terkejut melihat Merrik terkapar di lantai. Dion langsung membawa Merrik ke rumah sakit.

"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Dion.

"Pasien mengonsumsi alkohol saat perut kosong dan itu berbahaya karena peningkatan alkohol dalam darah yang cepat dapat meningkatkan efek toksik alkohol pada otak, selain itu pasien memiliki penyakit asam lambung. Alkohol mengiritasi lapisan lambung pasien dan ini yang menambah buruk keadaan pasien."

"Lalu, apakah kritis?"

"Kondisi tubuhnya cukup kuat. Tidak sampai tahap kritis namun perlu perawatan selama beberapa hari saja."

"Baik, terimakasih Dok."

Dion masuk ke dalam ruang perawatan Merrik, mengucek matanya karena dia juga kurang tidur. Melihat Merrik terbaring lemah membuatnya tidak tega. Sekarang dia yakin, bukan hanya Elena yang tersakiti, Merrik pun mengalami penderitaan yang sama.

Merrik harus melakukan perawatan di rumah sakit. Elena masih diliputi kesedihan, kesehariannya di gunakan untuk menulis diary dan membuat gelang pasangan untuknya dan Merrik. Berharap Merrik akan menggunakannya suatu hari. Hari kedua Merrik mulai membuka matanya, menyadari dirinya berada di rumah sakit, ada Dion di sofa ruang rawat. Dion menyadari Merrik sudah terbangun. "Kau sudah sadar?" ucap Dion dengan mode teman, dia tidak bermaksud berbicara formal dengan Merrik saat ini.

"Antar aku pulang!" ucap Merrik.

"Tidak boleh, paling cepat besok baru diperbolehkan pulang."

"Aku ingin pulang sekarang."

"Menurut lah Merrik, ini untuk kebaikanmu."

"Aku tidak butuh di rawat."

Belum sempat Dion membalas perkataan Merrik, pintu terbuka. Ricci dan Rose datang menghampiri. Merrik melirik pada Dion, dia yakin Ayahnya tau keadaanya melalui Dion. Dion menyapa Ricci dan Rose . "Siang Om, Tante."

"Siang, terima kasih telah merawat Merrik," ucap Ricci.

"Tidak masalah Om."

"Bagaimana keadaannya?" tanya Ricci pada Dion, dia tidak berniat bertanya pada Merrik karena yakin Merrik tidak akan menjawabnya."

"Sudah lebih baik Om, besok sudah boleh pulang."

Setelah mendengar Merrik baik-baik saja, Ricci mendekat berhadapan dengan Merrik. "Merrik, turunkan egomu, kejarlah Elena lagi, mohon maaflah padanya."

"Tidak perlu untukmu mengurus urusanku, Yah!"

"Aku yakin kalian saling menyukai, jangan membuat Elena menderita, lindungi dirinya. Jangan sampai kamu menyesal karena tidak bisa melindungi orang yang kau cintai. Jangan membuat kesalahan yang sama seperti diriku."

Merrik melirik pada Ricci. "Apa maksud Ayah?"

...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...

Jangan lupa beri Age 👍❤️🌹 vote n komennya😊

akan up rutinnya setiap jam 9 pagi, bab lebihanya waktu tdk d tentukan 😁

Salam sehat untuk semua, 🥰🥰🥰

Rekomendasi novel temen Age, cus kepoin 😊

1
Nuriati Mulian Ani26
wzhhhh
Sastri Dalila
✔️✔️✔️✔️
Tri Wulandari
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
pengen getok ..curiga Mulu
Endang Sulistia
sabar Dion...
Endang Sulistia
😄😄
Endang Sulistia
sempat2 nya si merik...
Fitri Riyani
karya ke 3 mu ya aku baca Thor..
dan ketiga nya 👍
kak othor sangat menguasai masing-masing bidang profesi dengan penjabaran detail.

terlambat mampir aku nya, ternyata sudah lama up nya
semangat berkarya thor
Age Nairie: Wah, terima kasih, Kak. ,🙏🥰😍😘
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
Age Nairie: Makasih 🙏🥰
total 1 replies
Fitri Riyani
diawal kayae usia el 18 kurang 4 bulan..
atau aku yang gagal focus ya
Age Nairie: Usia Elena selisih setahun dari usia aslinya. Nenek yang menemukan, nembak usia Elena lebih tua setahun, karena turunan bule , jadi Elena lebih tinggi dari balita di desa itu. Udah dijelaskan oleh Amel (Ibunya Elena) tapi lupa di bab berapa 😁
Mangkannya Amel benci banget sama Merik, soalnya ternyata pas menikah sama Elena usianya belum genap 17 tahun 😁
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih kak Author, ceritanya bagus 😍😍😍😍❤️❤️❤️
Age Nairie: Terima kasih, Kak 🙏🥰😘😘
total 1 replies
melting_harmony
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏☺️🥰
total 1 replies
Alfatia Desi
orang bodoh dan tolol mah ya kaya simerik tuh
Age Nairie: Emang pemeran utama pria yg nyebelin si Merrik, Kak.
total 1 replies
Ainul Yaqin
🤣🤣🤣bisa aeeee thor
jadiii klo pembaca bc tiap hari ... samaaaa dong lgi sedeng ....😆😆
Age Nairie: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Nurafni Zalfaalituhayu
mau nya enak doang tuh laki2 apa nga mikir apa perasaan wanita .....dah sepah di buang ...bucin baru nyaho
etin eka susanti
mau enaknya aja ya pak☹️
AnaZa O
mati ajalah merrik thor, tanggung
Age Nairie: yah.. udah tamat Kak 😁
total 1 replies
Esi Ana
😍😍
Age Nairie: Terima kasih Kak 🙏🥰😍😘
total 1 replies
Lufirhmdw
luar biasa!! alur cerita nya sangat bagus dan tidak bertele-tele, saya sangat puas!!
Age Nairie: Terima kasih Kak 😊
total 1 replies
May Keisya
ya ampun sengaja bgt drmh ga ada mknan biar ada alesan buat ktmu aisley....CEO ko ky ga pny uang🤣🤣🤣🤣
Age Nairie: 🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!