***
Bagi Raka, Naya adalah candunya ...
Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Anna terlihat resah diluar, sudah 2 jam sejak Raka masuk dan masih belum keluar.
Apa yang sebenarnya Raka lakukan didalam? batin Anna kesal.
Jika saja bukan karena video sialan itu pasti Anna sudah mengusirnya sejak tadi.
Anna masih tak menyangka Raka dan Nathan menggunakan cara licik untuk melemahkan nya. Ya kedua orang itu merekam dirinya saat melayani salah satu pelanggan nya, memang benar benar sialan.
Anna memang sudah berjanji pada Naya jika Ia tak akan bekerja sebagai wanita penghibur lagi, dan memang Anna sudah tak bekerja sebagai wanita penghibur untuk beberapa saat namun Ia merasakan ada yang aneh dengan dirinya. Satu hari tidak melakukan hubungan seks membuat Anna merasakan pusing yang sangat hebat hingga Anna akhirnya menyadari jika ia telah menjadi hypersex.
Setiap Malam Anna pergi keluar untuk menemui pelanggan nya. jika dulu Anna selalu pergi ke club untuk mendapatkan pelanggan tapi sekarang para pelanggan nya cukup menghubungi Anna melalui whatsapp dan Anna pasti akan langsung mendatangi pelanggan nya.
Sudah hampir setahun Anna melakukan nya diam diam dan Naya tak mengetahui semua ini tapi karena dua pria sialan ini semua rahasianya bisa saja terbongkar sewaktu waktu, memang benar benar sial.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Nathan terdengar mengejek. Anna dan Nathan memang menunggu Raka didepan panti.
"Kau dan bosmu itu benar benar sialan!" kata Anna geram.
"Dia benar benar mencintai Naya, jadi biarkan saja." kata Nathan.
"Bullshit, omong kosong macam apa itu!" Sinis Anna.
"Terserah jika kau tidak mempercayaiku!" kata Nathan terdengar santai.
Anna dan Nathan pun kembali diam.
"Dimana kamarmu?" tanya Nathan.
"Untuk apa kau menanyakan kamarku?"
"Apa kau tak merasa kedinginan? bukankah lebih baik kita masuk kekamar untuk mendapatkan kehangatan." kata Nathan tersenyum nakal.
"Jangan bermimpi, mencium mu pun aku tak sudi." kata Anna kesal dengan pria kurang ajar didepan nya ini.
"Kau akan menyesal telah menolak ku, karena aku yakin bisa membuatmu ketagihan dan hanya menginginkanku!" kata Nathan sambil tertawa.
"Omong kosong!" kesal Anna.
Mereka kembali terdiam,
Nathan kemudian mengambil ponselnya dan membuka video Anna lalu membesarkan volume nya membuat Anna terkejut dan hendak merebut ponsel yang Nathan pegang.
"Sialan apa yang kau lakukan, mbak Naya bisa mendengarnya." kata Anna dengan nada marah.
"Aku tidak peduli, jika kau tidak mau menuruti keinginanku, aku akan menambahkan lagi volume nya agar semua orang yang ada didalam bisa mendengarkan desahanmu yang seksi itu." kata Nathan santai.
"Sialan, kau mengancamku lagi? apa tak ada yang bisa kalian lakukan selain mengancam?" tanya Anna dengan nada geram.
Suara kembali terdengar semakin keras "Ups, aku memencetnya hingga suaranya semakin keras." kekeh Nathan.
"Pria brengsek! segera matikan ponselnya, ayo ikut aku." kata Anna yang akhirnya menyerah.
Nathan tersenyum menyerigai, ternyata sangat menyenangkan ikut memainkan permainan yang dibuat Raka.
Anna mengajaknya memasuki kamar kosong yang ada dibelakang, agar tak ada orang yang tau, setelah mengunci kamar Nathan segera menyerang Anna dengan kasar dan brutal hingga Anna merasa sangat kewalahan.
"Ternyata benar, kau sangat mengagumkan." kata Anna disela sela desahan nya kala Nathan memasuki dengan brutal.
"Sudah kukatakan, hypersex sepertimu memang seharusnya mendapatkannku." jawab Nathan.
"Sialan kau, ohh."
Keduanya melakukan hingga berkali kali, melupakan tugasnya untuk menjaga para Tuan nya.
....
"Keluarlah, aku lelah." kata Naya mengusir Raka yang baru saja memasuki rumahnya.
"Jika lelah kenapa tidak tidur?" tanya Raka santai.
"Aku tidak bisa tidur jika kau disini." jawab Naya.
"Padahal aku tidak menganggumu." Raka masih santai.
"Terserah kau saja." kata Naya tak memperdulikan keberadaan Raka dan berbaring diranjang memunggungi Raka yang masih berdiri.
Namun Raka tetaplah Raka.
Raka ikut berbaring disamping Naya hingga Naya terkejut dan memberontak.
"Lepaskan aku." kata Naya saat Raka memeluknya dari belakang.
"Kau bilang lelah ingin tidur, tidurlah aku taakan melakukan nya kali ini." kata Raka membuat Naya kembali tenang dan tidak memberontak.
Keduanya pun sama sama diam kalut dalam pikiran masing masing.
"Apa kau tidak merindukan ku selama ini?" tanya Raka tiba tiba.
Naya hanya diam.
"Aku ingin kita kembali seperti dulu." kata Raka lagi dan Naya masih diam.
Karena penasaran akhirnya Raka menilik wajah Naya yang ternyata sudah terpejam, Naya sudah tidur.
Segera Raka membalikan tubuh Naya pelan pelan, menatap wajah cantik yang sudah lama Ia rindukan itu.
"Apa sudah tidak ada aku dihatimu? apa kau benar benar sudah melupakanku Naya?" kata Raka pelan sambil mengelus pipi Naya lembut.
"Aku benar benar tak bisa hidup tanpamu." kata Raka lagi.
"Andai aku tau apa yang membuatmu meninggalkanku, aku akan memperbaiki semuanya agar kau tak kembali meninggalkan ku."
"Aku benar benar gila tanpamu." kata Raka yang semakin lama suaranya semakin serak, Apa Raka menangis? ya Raka memang menangis.
Cukup lama Raka memandangi wajah Naya hingga akhirnya Ia juga ikut tertidur dan masih memeluk Naya.
Paginya, Naya bangun dan sudah tak ada Raka disampingnya, Naya diam memikirkan apa yang Ia dengar semalam dari mulut Raka, semalam saat Raka membalikan tubuh Naya, memang Naya belum tidur Ia hanya pura pura tidur karena malas menjawab semua ocehan Raka. Namun nyatanya ocehan Raka membuatnya kembali memikirkan 5 tahun yang lalu saat Raka pergi dan tak kembali sebenarnya kemana Raka pergi? kenapa Raka menganggap Naya yang meninggalkannya padahal Raka lah yang pergi.
Dan lagi semalam bahkan Raka mengatakan semuanya lalu menangis, sebenarnya apa yang terjadi dulu? mengapa Raka terdengar tulus mengatakan itu semua.
Naya hanya menghela nafas lelah, entahlah apa yang terjadi dulu, dia tak ingin memikirkannnya, dan juga Naya tak ingin memikirkan bagaimana Ia harus bisa lepas dari Raka toh semuanya akan sia sia saja karena Naya cukup tau jika Raka menginginkan sesuatu pasti Ia taakan menyerah untuk mendapatkan nya.
Naya akhirnya bangun, keluar kamar memasak didapur untuk sarapan anak anak, sebelum Ia berangkat kerja.
"Lho An, pagi pagi udah keramas aja kamu." kata Naya saat melihat Anna keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.
"Eh iya mbak, habis olahraga tadi trus gerah banget." jawab Anna.
"Tumben olahraga?" tanya Naya.
"Olahraga malem maksudnya mbak," batin Anna tersenyum geli mengingat permainan panasnya semalam yang membuatnya benar benar hidup, pasalnya baru pertama kali Anna bermain sebrutal semalam, meskipun saat Anna bangun Nathan sudah tidak ada, namun semalam Ia benar benar mendapatkan kepuasan.
"Malah senyum senyum." celetuk Naya.
"Eh iya mbak, lagi seneng aja sih." kata Anna langsung meninggalkan Naya yang masih penasaran dengan Anna.