NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Butuh waktu hampir semenit sebelum layar sistem kembali stabil, kotak misi keemasan yang sempat terganggu tadi akhirnya terbuka sepenuhnya, menampilkan detailnya dengan jelas.

...[MISI DITERIMA: "JEJAK YANG HILANG"]...

...[DESKRIPSI: KUMPULKAN Rp15.000.000 DALAM WAKTU 14x24 JAM MELALUI USAHA MANDIRI YANG SAH.]...

...[HADIAH: KARTU DISKON 25% DAN SATU PETUNJUK TERKAIT KEBERADAAN ORANG TUA HOST.]...

...[WAKTU TERSISA: 335:59:58]...

Lin Liu menatap angka lima belas juta itu lama, mencoba mencerna kenyataan bahwa targetnya kini semakin besar seiring waktu berjalan. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda—bukan lagi sekadar soal bertahan hidup, melainkan soal menemukan jawaban yang selama ini dia cari.

"Empat belas hari," gumamnya pelan, menghitung dalam hati. "Kalau aku bisa dapat rata-rata satu juta lebih tiap hari, aku bisa kejar target ini."

Su Yan yang sedari tadi duduk di seberangnya, menyeruput tehnya sambil memperhatikan wajah Lin Liu yang berubah-ubah ekspresi. "Kau ngomong sendiri dari tadi. Ada rencana?"

Lin Liu tersentak, baru sadar dia sudah bergumam cukup lama tanpa sadar. "Maaf, Kak, aku cuma lagi mikirin cara cari uang lebih cepat. Aku butuh penghasilan tambahan selain kerja di sini."

"Kau masih mau lanjut jadi pengemudi ojek online? Motor pinjaman kau kan sudah rusak karena kecelakaan kemarin," Su Yan mengingatkan, alisnya sedikit terangkat khawatir.

"Aku sudah pikirkan itu," Lin Liu mengangguk. "Aku mau coba tawarkan jasa serabutan lewat aplikasi—bersihkan rumah, angkut barang, apa saja yang bisa menghasilkan uang cepat. Selain itu, aku tetap bantu di toko kalau Kak Su Yan masih butuh."

Su Yan terdiam sebentar, lalu mengangguk pelan. "Kebetulan, ada acara pameran UMKM minggu depan, toko kita ikut jadi peserta. Aku butuh orang buat bantu jaga stan sekaligus antar barang selama tiga hari acara berlangsung. Bayarannya lumayan besar kalau kau serius."

Mata Lin Liu berbinar mendengar tawaran itu. "Aku mau, Kak. Aku serius."

Selama beberapa hari berikutnya, Lin Liu menjalani rutinitas yang jauh lebih padat dari sebelumnya—pagi hari membantu Su Yan menyiapkan stan pameran, siang hingga sore menerima pekerjaan serabutan lewat aplikasi, dan malam hari kembali ke toko untuk membereskan sisa pekerjaan. Tubuhnya lelah, namun ada semangat baru yang membakar dadanya, jauh berbeda dari keputusasaan yang selalu menghantuinya sebelumnya.

Pada hari ketujuh, saat dia sedang beristirahat sejenak di sebuah bangku taman setelah menyelesaikan pekerjaan mengangkut barang, ponselnya berbunyi menampilkan sebuah pesan dari aplikasi jasa serabutan yang dia gunakan.

"Dibutuhkan: Kurir kepercayaan untuk mengantar paket khusus ke Mal Grand Victoria. Bayaran Rp300.000 untuk satu kali antar. Syarat: berpenampilan rapi dan sopan."

Lin Liu menatap pesan itu, alisnya berkerut. Bayaran tiga ratus ribu untuk sekali antar jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan serabutan lainnya, namun syarat "berpenampilan rapi" membuatnya sedikit ragu—satu-satunya pakaian layak yang dia miliki hanyalah kaus dan celana yang sudah dipakainya berhari-hari.

Dia menghitung sisa uang yang sudah dikumpulkannya, lalu teringat pada kartu diskon 10% yang masih tersimpan di sistemnya sejak misi pertama. Sebuah ide muncul di kepalanya—mungkin ini saatnya membeli pakaian yang lebih pantas, sekaligus menguji lebih jauh kegunaan kartu diskon itu.

"Kalau aku beli baju bagus pakai diskon, terus dapat kerjaan bayaran besar ini," gumamnya sambil tersenyum tipis, "mungkin ini kesempatan buat sedikit merasakan jadi orang yang tidak selalu susah."

Dia segera membalas pesan itu, menyanggupi pekerjaan tersebut, sebelum bergegas menuju kawasan pertokoan pakaian murah yang biasa dia lewati. Namun yang tidak dia sadari, keputusan sederhana untuk membeli pakaian baru itu akan membawanya pada pertemuan yang akan mengubah banyak hal dalam hidupnya.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!