Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Pagi hari saat Asha baru saja bangun dari tidurnya, ia langsung mencari ponselnya
Kemudian ia melihat satu notifikasi dari aplikasi mencari pekerjaan
Raut wajahnya pun langsung berubah, ia langsung keluar dari kamar untuk memberitahu Naufal sahabatnya itu
" Fal.. "
" Naufal "
Asha berkali kali mengetuk pintu kamar Naufal yang berada disamping kamarnya
Dengan wajah yang masih ngantuk, Naufal membuka pintu kamarnya
" Kenapa sih Sha ? Masih jam 5 loh Sha "
" Hari ini gue wawancara Fal "
" Hari ini ? "
Asha menunjukkan notifikasi ponselnya
" Mahesa Grup " Naufal membaca nama perusahaan itu
" Satu arah sama kantor gue, bareng aja kalau gitu nanti "
" Tapi aneh banget deh Fal "
" Aneh kenapa ? "
" Lo liat deh jam berapa dia apply Cv gue, dan kayak mendadak gitu ga sih. "
" Mungkin lagi butuh banget kali Sha, udah lo mending siap-siap deh sekarang mumpung masih ada waktu "
" Oke deh"
Asha mengangguk dengan raut wajah gembira
Segera Asha kembali ke kamarnya, hari ini ia berharap nasib baik berpihak kepada dirinya.
....
Di kantor Reza sudah siap untuk melihat pertunjukan drama yang akan segera dimulai.
Sejak tadi Dirga terus memperhatikan raut wajah Reza yang terus tersenyum
" Lo kenapa sih Za ?"
" Kenapa apanya sih Dirga ? "
" Aura lo bikin gue merinding tau nggak "
" Aura ganteng gini lo bilang merinding "
Ditengah obrolan mereka Reza mendapatkan panggilan masuk dari bagian personalia
" Gue angkat telpon dulu ya my friend '
Reza keluar dari ruangan Dirga..
" Pagi Pak Reza, saya mau kasih tau untuk kandidat sekretaris Pak Dirga sudah datang "
Ucap bagian personalia dari telpon
" Pagi, oke. Kamu urus dulu aja ya, siapin kontrak kerja untuk kandidat tersebut "
" Baik Pak Reza "
Panggilan berakhir, Reza pun semakin tersenyum lebar
" Siap-siap Dirga, sebentar lagi hidup lo bakal lebih rame "
" Dan lo nggak akan bisa kabur lagi Asha "
Reza pun segera kembali masuk kedalam ruangan Dirga
Asha sudah berada diruangan bagian personalia
Besar harapannya untuk bisa diterima kerja di perusahaan besar ini
" Asha, ini kontrak kerja kamu silahkan kamu baca ya "
Asha terkejut
" Kontrak kerja ? Saya di terima Bu ? "
" Iyah kamu diterima "
Asha merasa semakin bingung..
Selama pengalamannya mencari pekerjaan Asha selalu melewati banyak proses, tapi disini bahkan ia belum menerima pertanyaan apapun
Asha membaca satu persatu isi kontrak kerja, semua terlihat normal dan tidak ada yang aneh maupun mencurigakan
" Kalau kamu setuju, kamu bisa tandatangan ya "
" Untuk gaji dan lain-lain nya nanti akan dibahas dengan CEO kita langsung "
Asha mengangguk sambil tersenyum
" Baik Bu "
Asha pun membubuhkan tandatangan kontrak itu
" Setelah kamu tandatangan isi kontrak ini, itu artinya kamu sudah tidak bisa membatalkan lagi ya "
" Baik Bu "
" Baik, setelah ini kamu boleh tunggu dulu untuk bertemu dengan CEO kami "
" Baik Bu "
Asha pun kembali menunggu..
Namun entah kenapa, ia merasa tidak enak saat ini..
Diruangan Reza sudah mendapatkan informasi mengenai Asha,ia pun tersenyum lebar
Dirga yang berada disampingnya merasa mulai curiga dengan sahabatnya itu
" Jujur gue mulai curiga sama lo, Reza "
" Tapi habis ini lo bakal bilang makasih sama gue "
" Makasih ? "
" Hmm, karena gue udah dapetin sekretaris yang cocok buat lo "
" Seberapa yakin lo kalau dia sekretaris yang cocok buat gue ? "
" 1000% "
Dirga mengangkat satu alisnya
" Dia udah tandatangan kontrak kerja "
" Gue aja belum tau dia siap, kenapa tiba-tiba udah diterima ? "
Reza menunjukkan tabnya kepada Dirga..
Dirga membeku seketika saat mengetahui siapa yang akan menjadi sekretaris nya
" surprise"
Ucap Reza tanpa rasa bersalah
Dirga langsung mengembalikkan kepada Reza
" Gue nggak mau, tolak "
" Yakin ? "
"Iyah "
" Bukannya lo masih sayang sama dia ? "
" Nggak gue udah ga ada rasa apapun sama dia "
" Ya mungkin lo butuh jawaban dari tujuh tahun yang lalu ? "
" Engga butuh juga "
" Yaudah kalau lo nolak, biar dia jadi sekretaris gue aja "
Dirga menatap Reza dengan tatapan sinis
" Pengalaman dia bagus bro, sayang kalau ga dimanfaatin "
" Oke gue terima "
" Halah so soan nggak mau, gengsi terlalu gede "
Ucap Reza sambil meninggalkan ruangan Dirga
Dirga kembali teringat akan kejadian tujuh tahun yang lalu
Dimana Asha yang meninggalkan dirinya begitu saja tanpa alasan yang Dirga tau
Dirga masih merasa marah dan kecewa, hingga akhirnya ia pun menyusun strategi untuk membalas dendam kepada Asha
Asha menunggu dengan perasaan yang tidak enak..
Tiba-tiba seseorang memanggil namanya
" Hallo Asha "
Asha mengangkat wajahnya dan melihat Reza teman sekolahnya dulu
" Reza kan ? "
" Lo masih inget gue ternyata "
Asha dan Reza saling berjabat tangan
" Jadi gue ini sekretaris lo ? "
Reza menggeleng
" Bukan "
" Ohh " Asha mengangguk
" Tujuh tahun kemana aja Sha ?"
" Adalah Za "
" Kangen nggak ? "
" Kangen sama lo ? Enggaklah, ngapain "
" Bukan, tapi sama sahabat gue. Dirga "
Senyum Asha menghilang begitu saja saat mendengar nama Dirga
" Bisa nggak kita ga bahas dia ? "
" Hahaha, yaudah oke sekarang lo ikut gue buat ketemu sama bos lo "
Asha mengangguk
Asha berjalan mengekori Reza
Jantungnya berdebar-debar dengan cepat
Bukan karena jatuh cinta, melainkan karena ia gugup
Sebelum masuk, Asha mengatur nafasnya dengan baik
" Udah siap ? " tanya Reza
" Udah "
Reza membuka pintu ruangan itu
Dengan langkah percaya diri, Asha melangkah masuk kedalam ruangan itu
Asha melihat seseorang yang sedang berbalik badan menatap kearah kaca
" Bos kenalin, ini Asha sekretaris baru anda "
" Selamat pagi Pak, perkenalkan nama saya Asha Prameswari "
Pria itu beralik badan..
Tubuh Asha membeku seketika saat mengetahui sosok pria yang ada di hadapannya saat ini
Sosok pria tujuh tahun yang lalu pernah mengisi kehidupannya
Beberapa detik keduanya hanya saling bertatapan tanpa sepatah katapun