NovelToon NovelToon
Bukan Salahku Selingkuh

Bukan Salahku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:195.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

WARNING...!! SIAPKAN KOMENTAR TERPEDAS KALIAN YA😁

Novel ini di angkat dari kisah nyata mungkin pada awalnya si pihak perempuan bisa di bilang bodoh, kalau penasaran yuk lanjut baca kalau gak skip aja ya😁




"Tidak, bukan aku yang memulai. Kau yang lebih dulu mengkhianati ku. Lalu kenapa sekarang kau merasa paling tersakiti?" Winda menatap wajah suaminya dengan sesak di dadanya.

"Maafkan aku, aku khilaf. Tapi, kenapa kau malah berselingkuh dari ku?"

Lelaki yang tidak memiliki perasaan ini dengan entengnya melontarkan pertanyaan yang membuat Winda tertawa geli.

Bukan kesalahan Winda berselingkuh, sejak mereka menjalin hubungan di saat kuliah, Tama lah yang sudah mengkhianatinya terlebih dahulu.

Memaafkan berulang kali, begitu seterusnya hingga mereka menikah. Hati Winda benar-benar patah, wanita ini membalas pengkhianat suaminya. Mempertahankan rumah tangga demi nama baik masing-masing dari keluarga mereka. Linda dan Tama, hidup dalam kemunafikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

"Bukan kah kau anaknya Anwar?" tanya seorang pria yang kurang lebihnya seumuran Anwar.

"Iya om, aku juga tahu om siapa!" ucap Winda semakin membuat Nita bingung.

"Kalian saling kenal?" tanya Nita heran.

Winda dan Pak Anton hanya mengangguk.

"Nita sudah menceritakan semuanya pada om. Om tidak pernah menyangka jika suami dan mertua mu memperlakukan mu sekejam ini."

"Sudah biasa om," ucap Winda lesu.

"Kenapa kau tidak meminta cerai saja?" tanya Anton.

Winda menghembuskan nafas pelan, menatap ke arah Nita dengan wajah lesu.

"Sudah berulang kali aku menggugat cerai tapi Tama tidak pernah mau. Lagian aku selalu memikirkan kedua anak ku om, tidak mungkin mereka tumbuh besar dengan keluarga yang tidak lengkap."

"Dari pada kedua anak mu tumbuh besar dalam keluarga yang munafik...!" sahut Anton membuat Winda terdiam.

Mereka bertiga terus mengobrol, membuat Winda merasa nyaman dan lupa pada kedua anaknya di rumah. Tama sejak siang terus menghubungi istrinya tapi Winda sama sekali tidak mengangkat telpon dari Tama bahkan membalas pesannya saja tidak.

Pukul sebelas malam baru lah Winda pulang, dengan wajah marah Tama menghadang langkah istrinya.

"Kemana saja kau, kenapa jam segini baru pulang?" tanya Tama dengan nada marah.

"Terserah aku mau kemana, bukan urusan mu!" jawab Winda ketus.

"Win, kau benar-benar keterlaluan!"

Winda tertawa masam, maju selangkah menatap wajah suami tajam.

"Kau atau aku yang keterlaluan?" tanya Winda balik marah, "kejadian beberapa hari yang lalu di restoran tidak akan pernah aku lupakan!" ucapnya membuat Tama terdiam.

Dengan santainya Winda berjalan masuk kedalam rumah tidak memperdulikan Tama lagi.

"Win, aku belum selesai bicara. Dari mana kau seharian ini hah?" Tama menyusul Winda masuk.

"Terserah aku mau kemana, selama kau belum menceraikan ku, aku akan tetap seperti ini."

"Dan aku tidak akan pernah menceraikan mu!" ucap Tama dengan tegas.

Winda tersenyum sinis,

"Kalau begitu nikmati saja hari-hari kita seperti ini. Ingat Tam, bukan aku yang memulai. Tapi kau...!"

Winda langsung masuk ke kamar mandi, meninggalkan suaminya yang sedang menahan amarah.

Begitu acuhnya Winda, bahkan tidur saja wanita ini membelakangi suaminya.

"Win, jangan acuhkan aku seperti ini. Masalah perjodohan aku dan Nadia kemarin aku benar-benar tidak tahu."

"Diam, aku mau tidur!" seru Winda kesal.

Malam semakin larut, Winda sudah terlelap tidur sedangkan Tama tidak bisa tidur. Pria ini mencoba memeluk istrinya dari belakang, hangat terasa karena Winda yang tidur sangat nyenyak tidak merasa di peluk oleh suaminya sendiri.

Malam telah berganti pagi, sikap Winda semakin menjadi-jadi. Di pagi buta tanpa pamit dan memberitahu Tama, Winda membawa kedua anaknya pergi ke rumah sang mamah sedang Winda sendiri sudah pergi entah kemana.

Tama hanya bisa bergeleng kepala, membuat mertuanya kembali curiga pada rumah tangga mereka.

"Winda tidak akan berbuat demikian jika tidak ada masalah di antara kalian. Tama, kau apa kan lagi anak ku?" tanya Weni yang sudah curiga dengan rumah tangga anaknya, "aku sebagai orang tua sebenarnya tidak mau ikut campur dalam rumah tangga kalian. Tapi, aku yakin jika kau atau pun mamah mu pasti sudah menyakiti hati anak ku!"

"Tama tidak bisa menceritakannya mah!"

"Terserah kau mau cerita atau tidak. Jika kau tidak bisa menuntun keluarga mu sendiri ada baiknya kau kembalikan anak ku," ucap Weni sungguh sangat mengejutkan Tama.

"Mah, sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Winda. Aku sangat mencintainya!"

"Cinta seperti apa yang kau berikan pada anak ku?" Weni bertanya, "sejak kalian bertunangan, kau hanya sibuk menyakiti hatinya."

Tama tidak bisa menjawab pertanyaan dari mertuanya.

"Tama mau pulang mah, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Aku akan membawa Azam."

"Biarkan Azam di sini, kasihan Asya jika harus di tinggal kakaknya!"

Tama hanya mengiyakan, rasanya tidak enak hati juga jika harus merepotkan mertuanya hampir setiap hari seperti ini.

Sedangkan Winda, ia pergi bersama Nita dan om Anton juga teman pria Nita yang selama ini menghidupi Nita. Jauh mereka pergi, ke kota M. Sebuah Villa pribadi milik om Anton.

Entah ada hubungan apa Winda dan om Anton, Winda merasa nyaman berada di samping Anton.

Winda tidak pernah mendapatkan sosok pria yang hangat dalam hidupnya, beberapa kali menjalin hubungan dengan pria lain di belakang Tama ujung-ujungnya harus kandas juga.

Meskipun Anton sudah tua bahkan seumuran dengan Anwar, tapi Winda merasa senang dan nyaman di beri perhatian.

"Apa yang kau rasakan setelah kau berhubungan dengan pria tua itu?" tanya Nita penasaran.

"Entahlah, aku hanya merasa nyaman saja. Om Anton bisa memberi ku segala yang tidak pernah aku dapat dari papah dan Tama. Dia mau mendengarkan apa yang aku katakan. Aku merasa nyaman saja."

"Sebenarnya kau dan Tama hanya perlu pergi berdua dan bicara dari hati ke hati. Jika rumah tangga mu masih bisa di perbaiki kenapa tidak?"

"Kau tahu sendiri mertua ku itu bagaimana!"

"Ingat Win, kau harus menjaga rahasia ini. Om Anton kenal dengan orang tua mu bahkan berteman baik dengan papah mertua mu." Nita mengingatkan.

"Biarkan saja mereka tahu. Itu sangat bagus!" sahut Winda kemudian meninggalkan Nita di balkon kamarnya.

Nita hanya bisa menghela nafas panjang, menatap punggung Winda yang berjalan ke arah pintu keluar.

"Ini nyata, orang jahat terlahir dari orang baik. Winda,...Winda,...malang betul nasib mu. Sama seperti aku!" ucap Nita lesu.

Jika sedang pergi begini, sudah pasti Winda akan mematikan ponselnya. Tama tidak bisa menghubungi atau pun melacak keberadaan istrinya.

"Kamu itu loh Tam, kenapa gak menceraikan Winda saja setelah itu menikah dengan Nadia. Nadia pasti bisa kok jadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak mu."

"Jika bukan karena ulah mamah, tidak mungkin hubungan aku dan Winda kembali berantakan seperti ini."

"Ah, kok gara-gara mamah sih. Dasar istri kamu aja yang bodoh terbawa perasaan!"

"Mamah ini sudah gila, bisa-bisanya menjodohkan aku dengan perempuan lain. Ku mohon jaga perasaan Winda mah, aku sedang berusaha merubah diriku ke arah yang lebih baik."

"Tama, papah kamu aja setuju kalau kamu menikah lagi dengan Nadia. Sudahlah, ceraikan saja Winda. Hak asuh anak-anak mu pasti akan jatuh ke tangan mu, kau kan pengacara yang hebat!"

Tama menarik nafas panjang, tidak tahu lagi ingin bersikap seperti apa pada mamahnya sendiri.

"Ada baiknya mamah pulang sekarang. Aku pusing, jangan hubungkan aku lagi dengan perempuan itu...!"

Tama langsung mendorong mamahnya keluar dari dalam rumahnya. Diana mengomel tidak terima atas perlakuan Tama yang menurutnya sekarang suka melawan sang mamah.

1
Nurul Aeni
baru jg tunangan kesalahan fatal di maafin,klo udh nikah makin menjadi nantinya
Rita Juwita
bagus thor...
mak² rempong
semoga mereka sama² bertaubat dan d beri hidayah oleh Allah.. dan semoga kebahagian akan menghampiri keluarga mereka
Rani Anggraeni
syukaaa karakter winda
hajar terus win 🤣🤣🤣
komalia komalia
balasan buat si Diana nya coba sampai
komalia komalia
sampai aku skip baca bab sebelum nya saking muter cerita nya jadi gitu gitu aja yang ada tambah mendidih ujung ujung nya masih juga bertahan
komalia komalia
berbelit tak berkesudahan terus aja gitu
Fay
Luar biasa
Dyah Oktina
wah...hamil lagi kah... haduh.. anak dah 2 ngak keurus. nambah anak lagi...anak siapa tuh...hah... pd bodoh ya..
Dyah Oktina
emang keluarga sableng...herman ini
Dyah Oktina
memiliki anak
Farika Willesden
Luar biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
cerita paling gila' yg pernah dibaca. serasa baca rumah tangga kucing 🗿
niat hati baca novel untuk melepas penat , eh yang ada malah bertambah bahkan max level lagi
Firgi Septia
tapi knapa sampai mengulangi perbuatannya berzinah dan hamil ke dua kalinya dengan laki2 lain
Firgi Septia
knapa mereka TDK bercerai padahal rumah tangganya sdh TDK bisa tertolong lagi
Firgi Septia
heran dgn kelakuan winda
Firgi Septia
bingung mau ngomong apa
Firgi Septia
memang ortu TDK benar ini
Firgi Septia
ayahnya ini begitu menjerumuskan anaknya ke hal yg salah bukannya menasehati malah mengajak anaknya berbuat salah
Firgi Septia
Winda jadi begitu kelakuannya sama saja dengan kelakuan suaminya dulu kalau sakit kenapa harus melakukan perbuatan zina knapa tidak berdoa dan meminta nasehat misalnya dari ustad dan ayahnya jg sebelumnya sdh mendukung perceraiannya knapa tdk bercerai saja,memikirkan kembali untuk melanjutkan pernikahan tetapi selingkuh berakhir zina dan hamil sama saja dengan kelakuan suaminya, jadi bingung mau bagaimana lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!