Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
-
Suatu sudut Alam Semesta.
Dalam Kekosongan terdapat lapisan pelindung tak kasat mata yang berlapis-lapis, mustahil untuk dilihat maupun di tembus oleh apapun dan siapapun.
Di dalam formasi pelindung yang menjulang, terdapat sebuah istana dimana kemegahannya mustahil diucapkan dengan kata-kata.
Dan didalam istana, di sebuah ruang rahasia, berdiri seorang pria paruh baya berambut ungu keemasan, terlihat agung meskipun terlihat dari belakang, dengan memunggungi Astronomi yang dikelilingi kekuatan Waktu dan Takdir, yang terlihat sangat misterius dan rumit.
"Hah, Dia tidak mengambil Hukum Kaisar, apakah aku harus membuat dan menciptakan seorang Variabel?". Dengan senyum tipis pria paruh baya tersebut bergumam, suaranya menggema diseluruh istana tersebut.
"Apa tujuan pria tersebut? Apakah agar Kaisar berikutnya menjadi yang terkuat sepanjang masa? Apakah yang dimaksud 'Kengerian Semesta' benar-benar semenakutkan itu? Hmph, dia benar-benar rela tidak mengambil Hukum terkuat itu dan melepaskannya begitu saja!"
Hukum Kaisar atau bisa juga disebut Hukum Dao Kaisar Tertinggi, yang diperoleh jika ada suatu makhluk mengalahkan semua jenius hebat seluruh Semesta di dalam Era nya dan memperebutkan Takhta Kaisar, yang berdiri diatas gunung mayat para jenius dengan Takhta Tulang belulang para Jenius dari seluruh Ras.
Kaisar adalah jenius sejati, dengan seorang jenius yang menginjak-injak para jenius lainya, tidak peduli Kultivasi nya lebih tinggi atau sama, ia adalah Puncak Jenius Semesta, yang Nama-Nya saja membuat seluruh Alam Semesta gemetar, dan para Ras bersujud memuja-Nya yang Agung.
Hingga dengan Nama-Nya saja membuat orang dan makhluk dari 'Tanah Kuno', 'Tanah Terlarang', dan semua tempat-tempat berbahaya yang dihuni makhluk kuat puncak bergetar dan berkeringat dingin jika Nama-Nya diucapkan!
Dan, Nama Kaisar Agung saat ini adalah 'Hao Tian'!!
Pria paruh baya tersebut seolah berbicara pada dirinya sendiri, tidak ada yang tahu apa yang ia bicarakan dan ia mulai merenung bergulat dengan pikirannya sendiri.
Di tempat lain
Area Terlarang
Dalam kehampaan yang tak berujung, tidak ada satupun benda maupun makhluk hidup yang ada di wilayah tersebut, karna disitulah tempat yang disebut 'Kaisar Tertinggi' berada.
"Aku sudah sejauh ini membantu Generasi mendatang. Apakah aku sebaik itu?". Mahluk tersebut tersebut berbisik hingga ruang dalam radius jutaan cahaya bergetar dan mengalami kekacauan.
Hanya bisikannya saja ruang disekitarnya saja mengalami kekacauan hingga tidak ada planet maupun benda lain dan makhluk hidup disekitar Makhluk Agung tersebut, dan itulah mengapa tidak ada mahluk hidup yang berani mendekati tempat Orang Dewasa itu berada, karna ia adalah Puncak dari Kultivasi, Kekuatan, dan 'Dao', dan ada yang menyebut "Ujung Jalan".
"Aku sudah melewati pembantaian yang tak terhitung jumlahnya untuk mencapai keadaan saat ini, hingga membentuk lautan darah dan gunung dari tulang dan daging banyak jenius dari awal hingga saat ini, siapa yang berani menyebutku Orang Baik?
Dan Siapa yang berani memanggilku Orang Jahat? Jika bukan karena para Yang Tertinggi dan Orang yang berada di 'Ujung Jalan' saja tidak yakin, maka aku rela menyerahkan "Hukum Dao Kaisar"!!
Ledakan!!
Dengan kata-kata terakhir Makhluk Agung tersebut seluruh ruang runtuh, dan banyak ruang spasial yang retak dan muncul, hampir menimbulkan badai ruang, tapi itu dengan paksa dikendalikan dengan lambaian tangan 'Orang Dewasa'.
"Hah, baiklah, aku sudah berbuat baik hingga sejauh ini, 'Kaisar Masa Depan' jangan mengecewakanku!"
Dari semua kata-kata Nya mengandung, kekuatan, keberanian, tekat, dan ketidak percayaan dari awal hingga akhir.
Dengan desahan, Makhluk Agung tersebut kemudian memejamkan mata dan tertidur dalan Kultivasi, karna ia sendiri saja tidak yakin untuk bisa dengan bebas bertindak sembrono, masih ada 'Tanah Terlarang' dimana Makhluk-Makhluk Tua itu masih membuatnya kerepotan, meskipun sudah lama tidak ada pergerakan.
Dalam miliaran cahaya jauhnya dari Makhluk Agung tersebut, banyak makhluk yang lebih rendah darinya cemas dan ketakutan.
"Orang Dewasa tersebut akhir-akhir ini sering membuat pergerakan, siapa yang berani membuatnya marah?"
"Sialan! Jika sampai Makhluk Agung tersebut kemarahannya dilampiaskan padaku, berapa banyak ras yang bisa menanggung kemarahannya?"
"Terkutuk! Jika itu terjadi aku tidak rela, jangan beritahu aku siapa yang membuat Orang Dewasa itu marah atau aku akan mencabik-cabik nya dan memakan tulang orang tersebut!"
"Hah, lebih baik kita bersiap-siap, ras kita akan bermigrasi ke Galaksi yang lebih jauh, daripada menghadapi pemusnahan yang akan datang seperti ini."
"Aku tidak rela jika ras kecilku, yang dipimpin oleh Saya berakhir disini, lebih baik cepat berkemas dan pergi!"
"Hmph, bahkan jika Kaisar Agung tersebut marah, mereka tidak mungkin berani melenyapkan ras ku."
"Ya! Benar sekali, apakah dia benar-benar berani mengacaukan keseimbangan di planet ini? Galaksi seluas ini tidak mungkin dia menghancurkan semuanya, apalagi melirik planet tempat tinggal kami."
Banyak Makhluk-Makhluk dari semua ras yang berada dekat dengan area terlarang mulai gemetar ketakutan, dan langsung mengeluarkan keringat dingin saat dekat area terlarang terguncang.
Dan meskipun ada yang tidak takut dengan kemarahannya, jauh di lubuk hati Makhluk tersebut sudah ketakutan, dan bersiap melarikan diri kapan saja jika ada pergerakan sedikitpun.
Sekarang, banyak ras yang bersiap-siap untuk berpindah tempat, dan mencari Galaksi yang lebih jauh dari tempat tinggal mereka saat ini.
Kembali ke dalam istana Pria paruh baya berambut ungu keemasan, ia saat ini masih berpikir dan kemudian berbicara perlahan dengan suaranya yang bergema diseluruh istana sangat Agung.
"Hmm? Ada beberapa orang puncak yang sedang melakukan sesuatu, bahkan diantara mereka ada 'Yang Maha Tinggi' dan 'Yang Tertinggi', ada juga beberapa Makhluk Kuno yang juga melakukan sesuatu, dan tujuan mereka adalah memusatkan kesempatan disuatu planet kecil, yang bahkan orang yang hampir mencapai tingkat Kaisar mustahil untuk bisa memasukinya."
"Bahkan 'Orang Suci' juga terlibat!"
"Kalau begitu, aku juga akan ikut serta, mencari seseorang yang bisa mengambil kesempatan Puncak, bahkan aku sendiri juga akan tergoda oleh kesempatan besar mereka."
Pria berambut ungu keemasan tersebut bergumam, dan apa yang disebut kesempatan, itu pasti adalah kekuatan yang bisa membuat seseorang melambung ke puncak, apalagi orang sekuat dirinya saja tertarik dengan 'itu'.
"Maka, aku sendiri yang akan memilih seseorang yang bisa mengambil kesempatan tertinggi tersebut, dan membuat perebutan Takhta Kaisar Agung berikutnya menjadi semakin menarik."
Dengan kata-kata terakhirnya, dia mulai mengerahkan kekuatan Hukum Waktu dan Takdir, yang disebut hukum puncak, hanya sedikit orang kuat di puncak kekuasaannya yang memahami salah satu hukum tersebut, apalagi keduanya, dia bisa disebut sebagai satu-satunya orang yang menguasai kedua hukum tersebut hingga puncak batasnya.
Hukum Waktu adalah hukum yang paling sulit, hanya segelintir jenius yang bisa menguasainya, dan dalam menerobos Kultivasi tertentu, harus memahami hukum Waktu yang sulit tersebut, yang mengakibatkan hanya sedikit orang yang kuat.
Ada juga yang mengatakan hukum Waktu lebih sulit dipahami dari pada Hukum Ruang Angkasa, dimana setiap praktisi harus memahami hukum ruang terlebih dahulu untuk mencapai Kultivasi tertentu, baru setelah itu harus memahami Hukum Waktu untuk menembus kekuatan yang lebih tinggi.
Sedangkan Takdir, bahkan yang menguasai hukum tersebut bisa dihitung dengan jari, dan mustahil ada seseorang yang menguasai Hukum Takdir hingga Sempurna, sehingga Hukum tersebut disebut sebagai Puncak Hukum Dao Tertinggi yang paling sulit dan paling misterius untuk dipahami oleh semua Ras di Alam Semesta.
"Oh? Ternyata Kaisar tersebut sudah menemukan seseorang yang bisa mengambil kesempatan besar itu, dan itu sesuai dengan seseorang yang kubutuhkan."
"Maka aku akan membuatnya bisa mengacaukan perebutan Kaisar Agung berikutnya, sehingga semuanya akan menjadi semakin menarik."
"Takhta Kaisar Agung! Entah jenius mana yang akan memenangkan nya! Dan menjadi yang teratas! Dan Terakhir!! Hahaha~"
Ledakan!
Setelah pria paruh baya tersebut tertawa terjadi lonjakan kekuatan Waktu yang pekat, dan auranya membumbung keatas, terlihat sangat megah dan dahsyat.
Pria berambut ungu keemasan tersebut menggunakan kekuatan Hukum Waktu miliknya untuk melihat orang yang dipilih oleh Kaisar Agung dan kemudian bersiap untuk mengambil rencana dalam langkah berikutnya, siap mengambil langkah kapan saja.
Di tempat lain.
Provinsi Liaoning.
Kota Dandong.
Disebuah kamar apartemen sederhana, terlihat seorang pemuda tampan sedang fokus menatap layar komputernya, menelusuri situs-situs web.
"Hargh, apakah sekarang tidak ada tayangan vidio yang terbaru? Sudah berapa lama mereka tidak membuatnya?"
Sambil menggaruk kepalanya dengan frustasi, pemuda tersebut terlihat mengeluh, seperti sedang mencari sesuatu.
Qian Yu, seorang yatim piatu yang hidup sederhana sendirian tanpa kerabat maupun teman.
Karna tidak menemukan yang di inginkan nya, Qian Yu kemudian keluar dari apartemennya dan berjalan menuju suatu tempat dengan linglung.
"Apakah aku memang tidak seberguna itu? Sudah lebih dari dua Minggu tidak menemukan pekerjaan, stok makanan hampir habis, sesulit itukah menemukan pekerjaan yang cocok untukku?"
Qian Yu mulai berbicara pada dirinya sendiri hingga ia berjalan menuju danau yang tenang, sekitar beberapa ratus meter dari tempat tinggalnya berada.
"Hah, tidak ada yang lebih baik dari ketenangan, disini selalu sepi sehingga sangat cocok untuk orang sepertiku yang tidak menyukai keramaian."
Sambil menghela nafas, Qian Yu mulai menatap air danau yang jernih, dengan beberapa ikan kecil yang berenang di permukaannya.
Sambil memandangi langit yang cerah, Qian Yu duduk di atas rerumputan hijau yang subur, dan mengambil sebuah batu kecil lalu melemparkannya kearah permukaan danau, hingga menimbulkan percikan air yang kecil.
Tiba-tiba langit yang semula cerah menjadi mendung, awan hitam bergulung membentuk pusaran raksasa diatas tempat Qian Yu berada.
Qian Yu mendongak keatas melihat perubahan yang tiba-tiba, setelah itu awan hitam yang bergulung membentuk pusaran besar tiba-tiba berubah warna menjadi merah kehitaman, terlihat sangat mengerikan.
Tapi, Qian Yu tidak merasakan takut sedikitpun, di kedalaman pupil matanya ia sudah merasakan bahwa hidupnya hari ini dari awal hingga akhir seperti ilusi, dan meskipun merasakan kematian yang menyelimutinya sekarang tidak ada yang perlu disayangkan darinya sekarang.
Setelah itu cahaya merah kehitaman dari langit langsung turun dengan cepat menghantam Qian Yu.
Meski tidak takut akan kematian, tapi pupil mata Qian Yu menyusut, krisis kematian menyelimuti tubuhnya, yang membuat tubuhnya sedikit gemetar ketakutan oleh nalurinya.
Pandangan Qian Yu sedikit redup dan ia mulai merasa matanya susah dikendalikan dan sedikit tertutup, setelah itu Qian Yu tiba-tiba melihat cahaya merah kehitaman di sekitarnya berubah menjadi abu-abu dan putih yang menyilaukan.
Hingga membuat Qian Yu tidak sadarkan diri, seolah yang dirasakannya sekarang adalah mimpi.