NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kejar-kejaran dengan Waktu

...Detik demi detik melesat tanpa ampun, menjelma menjadi monster tak kasat mata yang terus mencambuk punggung Rania. ...

...Pukul enam lewat lima belas menit sore. ...

...Di bawah pendar lampu neon bilik yang terasa kian menyengat, jari-jari Rania menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang tidak lagi manusiawi. ...

...Fokusnya telah terbelah menjadi dua, layar monitor yang menampilkan kurva pertumbuhan makro proyek akuisisi kosmetik, dan jam digital di sudut bawah komputer yang terus berkedip merayap maju....

...Otaknya dipaksa membedah matriks risiko finansial Jakarta Utara sembari menganalisis estimasi waktu tempuh menuju Cafe tempatnya bekerja. ...

...Lembar demi lembar dokumen dari map hitam pemberian Arkan dibalik dengan sentakan kasar. ...

...Keringat dingin merembes di balik kemeja longgarnya. ...

...Rasa lelah yang menumpuk dari gudang arsip bawah tanah seolah dipaksa menguap oleh lonjakan adrenalin yang membanjiri pembuluh darahnya....

...Sedikit lagi. ...

...Satu sub-bab lagi, jerit Rania dalam hati, menggigit bibir bawahnya hingga memutih....

...Begitu tabel perhitungan risiko terakhir berhasil diintegrasikan ke dalam draf presentasi eksekutif, Rania tidak membuang waktu untuk melakukan pengecekan ketiga....

... Ia mempercayai insting analitisnya yang tajam. ...

...Dengan tangan yang gemetar hebat akibat kelelahan fisik dan ketakutan yang mencekam, ia mengarahkan kursor pada tombol Send....

...Pukul 18.28. Dokumen analisis pasar resmi terkirim ke alamat email privat Arkananta Narendra....

...Rania tidak menunggu respons....

... Ia langsung mematikan monitor, menyambar tas kain lusuhnya, dan setengah berlari meninggalkan bilik karyawan koridor lantai tiga puluh yang kini telah sunyi senyap....

...Langkah kakinya yang mengenakan sepatu flat murahan berbunyi riuh di atas lantai marmer. ...

...Ia menekan tombol lift berulang kali dengan tidak sabar, bersumpah serapah dalam hati ketika lift bergerak lambat dari lantai bawah....

...Begitu pintu lift terbuka di lantai lobi utama, Rania melesat keluar bagai anak panah yang lepas dari busurnya. ...

...Ia menembus pintu kaca berputar gedung Arkananta Group, mengabaikan sapaan bingung dari petugas keamanan, dan langsung melemparkan dirinya ke dalam taksi yang kebetulan baru saja menurunkan penumpang di area drop-off....

..."Pak! Ke jalan Arjuna, Jakarta Barat. Tolong lewat jalur tikus atau apa saja yang paling cepat, Pak! Saya sudah sangat terlambat!" seru Rania dengan napas terengah-engah begitu pintu taksi tertutup rapat....

...Sopir taksi paruh baya itu melirik melalui spion tengah, melihat wajah Rania yang pias dan berkeringat....

... "Waduh, Mbak, ini Jumat malam. Jalur arteri macet total, tapi saya coba cari jalan potong lewat gang-gang belakang, ya."...

..."Tolong ya, Pak. Sangat mendesak," Rania memohon, suaranya terdengar serak....

...Taksi langsung melaju, membelah lautan kendaraan Jakarta yang merayap merah akibat pendar lampu rem di bawah guyuran temaram langit malam. ...

...Rania melirik layar ponselnya....

... Pukul 18.42. Pesan dari Manajer Tedi kembali masuk, berkedip layaknya peringatan bahaya....

...[Milky, posisi di mana? Pelanggan reservasi jam 19.30 sudah sampai di kafe! Kamar privat sudah siap!]...

..."Tiga puluh menit," bisik Rania dengan tatapan liar....

... Adrenalinnya memuncak ke tingkat tertinggi....

... Ia tidak punya pilihan lain....

...Perubahan yang biasanya ia lakukan di ruang ganti kafe yang aman dan wangi, terpaksa harus ia lakukan di dalam ruang sempit taksi yang berguncang ini....

...Rania menarik napas sedalam-dalamnya, mencoba menstabilkan debaran jantungnya yang menggila....

... Proses perubahan dimulai....

...Dengan gerakan cepat dan terlatih, ia melepas kacamata bulat besarnya, memasukkannya ke dalam tas dengan kasar. ...

...Dunia di sekitarnya mendadak menjadi buram dan kabur, namun memori motoriknya sudah menghafal setiap jengkal pergerakan tubuhnya....

... Ia merengkuh sebuah cermin kecil dari dalam tas, menjepitnya di antara lutut yang merapat....

...Tangan kanannya meraih wadah lensa kontak dari saku tasnya. ...

...Dengan memanfaatkan cahaya lampu jalan yang masuk berkelebat melalui kaca jendela taksi, Rania membuka kelopak mata kanannya dengan jari tengah dan telunjuk, lalu menempelkan lensa kontak berwarna abu-abu terang langsung ke kornea matanya....

... Hanya butuh satu kedipan tajam, disusul dengan air mata refleks yang menetes di sudut matanya akibat goyangan taksi saat melewati polisi tidur. ...

...Ia mengulangi proses yang sama pada mata kirinya....

...Begitu ia mengerjapkan mata, pandangannya kembali jernih....

... Sepasang netra abu-abu yang besar, misterius, dan memikat bagai boneka hidup kini telah aktif....

..."Mbak? Enggak apa-apa di belakang?" tanya sopir taksi, matanya tampak melirik heran melalui spion tengah karena melihat penumpangnya mulai melakukan gerakan-gerakan aneh....

..."Enggak apa-apa, Pak! Lanjut saja!" jawab Rania dengan suara yang sengaja diceriakan sedikit, meski napasnya masih memburu....

...Selanjutnya adalah bagian tersulit, mengganti pakaian....

... Ruang kabin belakang taksi sedan sangatlah terbatas. ...

...Rania harus membungkukkan tubuhnya yang mungil ke bawah, memanfaatkan ruang sempit di antara jok depan dan jok belakang agar tidak terlihat oleh sopir dari spion tengah....

...Dengan gerakan akrobatik yang melelahkan, ia membuka kancing kemeja putih besarnya satu per satu, melepasnya, lalu menyambar gaun pelayan maid dari dalam tasnya. ...

...Kain beludru hitam itu terasa dingin saat menyentuh kulitnya yang berkeringat. ...

...Rania merayap masuk ke dalam gaun tersebut, menarik ritsleting sampingnya dengan sentakan kuat, lalu mengikatkan tali apron putihnya di pinggang hingga membentuk pita besar di belakang. ...

...Rok span longgarnya ditanggalkan dari bawah, digantikan oleh rok mini mengembang berenda hitam-putih yang langsung tertata rapi saat ia menegakkan kembali posisi duduknya....

...Napas Rania tersengal-sengal....

... Otot-otot tubuhnya terasa kram dan pegal akibat dipaksa meliuk-liuk di dalam ruang sempit yang terus bergerak....

... Namun, perubahannya belum selesai....

...Ia meraih sebotol makeup setting spray beraroma stroberi, menyemprotkannya ke wajah untuk memberikan efek segar instan, menutupi rona pucat akibat kelelahan. ...

...Dengan kuas kecil, ia memulas blush-on merah muda di tulang pipinya dan mengoleskan liptint cerah di bibirnya yang kering....

...Sentuhan akhir yaitu wig....

... Rania mengikat rambut hitam aslinya dengan jala rambut (hairnet) ketat, memastikan tidak ada satu helai pun yang lolos. ...

...Kemudian, ia mengambil wig rambut panjang bergelombang berwarna cokelat madu dengan poni depan yang rapi. ...

...Ia memakainya dari depan ke belakang, menyisirnya cepat dengan jari-jarinya yang gemetar, lalu menyematkan bando berenda putih di atas kepalanya....

...Rania menarik napas panjang, lalu menatap pantulan dirinya di cermin kecil....

...Sekretaris magang culun yang malang, yang beberapa menit lalu dihajar habis-habisan oleh tenggat waktu tiran kantor, telah musnah tak berbekas. ...

...Di dalam taksi yang melaju kencang di bawah temaram lampu jalanan Jakarta Barat itu, yang ada hanyalah "Milky"....

...Aset paling berharga dan pelayan paling populer dari Dark Moon Maid Cafe....

...Taksi mengerem mendadak dengan bunyi berdecit pelan tepat di mulut gang yang menuju ke kafe. ...

...Pukul 19.18....

...Rania melemparkan selembar uang seratus ribu rupiah ke arah jok depan tanpa menunggu uang kembalian....

... "Kembaliannya ambil saja, Pak! Terima kasih banyak!" serunya sembari membuka pintu taksi....

..."Walah... Mbak?!" Sopir taksi itu melongo melotot, syok melihat penumpang culun berbaju kedodoran yang tadi naik di Sudirman kini telah berubah total menjadi karakter anime hidup yang luar biasa cantik dan menggemaskan....

...Milky melompat keluar dari taksi, menstabilkan posisi bando rendanya yang agak miring, lalu berlari sekencang mungkin membelah gang temaram menuju pintu belakang khusus staf Dark Moon....

... Sepatu berenda miliknya mengetuk-ngetuk aspal dengan ritme yang cepat. ...

...Adrenalin di dalam dadanya berpacu liar bersama rasa lelah fisik yang luar biasa hebat, namun matanya yang abu-abu memancarkan kilat tekad yang begitu besar....

...Ia telah lolos dari jebakan lembur sang tiran siang hari, dan kini, saatnya ia menguasai panggung malamnya demi nyawa sang ibu....

1
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!