Anak Konglomerat ternama,Dia dicelakai oleh temannya sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Namun berkat kalung giok naga pemberian Nenek, Jiang Are melintasi ruang waktu.
Begitu bangun, Jiang Are menyadari bahwa dirinya masih hidup! dan mendapatkan System yang akan membantunya menggapai puncak keabadaian didunia kultivasi dengan menyelesaikan Quest, agar dapat kembali ke bumi lagi.
Akankah Jiang Are mampu membalas dendam kepada orang yang telah mencelakainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 - Mengajari Murid Bodohnya!!
Bagian 27 - Memohon
— Setelah selesai Makan —
“Enak sekali makanannya. Terima kasih Are” Ucap Chi’er sambil merapikan makanan
“Bukan masalah, itu adalah kewajiban bila ada orang yang bertamu…” Ucap Are
Jiang Yan merapikan semua Mangkuk dan Gelas untuk dicuci…
“Sebentar Jiang Yan, duduklah dahulu. Guru ingin menceritakan sesuatu kepada kalian.” Ucap Are dengan menatapi Jiang Yan
Jiang Yan kembali duduk dan mendengarkan apa yang Gurunya ucap
Are memulai kisahnya mulai saat bertemu harimau (Huan) hingga sampai sekarang, dan menyembunyikan asal usul datangnya dari mana. Tanpa menyebutkan System didalamnya Kepada Murid bodoh nya dan Chi’er
Mereka berdua mendengarkan apa yang telah dialami Are selama ini. Dan mereka bersimpati kepada Are
“Putri Chi’er, Apakah kamu masih marah padaku?” Ucap Are
“Tidak tidak!!, setelah mendengar cerita yang menyedihkan itu membuat diriku. Tiba tiba telah memaafkan mu” Ucap Chi’er suara imut
“Syukurlah. Itu membuatku senang” Ucap Are. Are teringat bila terus di sini mungkin akan sangat lama untuk mencapai tingkat keabadian
“Guru. Murid mohon izin untuk membersihkan gelas dan mangkuk yang kotor ini” Ucap Jiang Yan nada Sopan
“Baiklah, Setelah mencuci segera kemari. Ada yang ingin Guru katakan dan ini sangatlah penting.” Ucap Are sambil memandangi Muridnya
Jiang Yan mengambil semua mangkuk dan gelas yang kotor, lalu bergegas berjalan membawanya ke dapur untuk mencucinya
Chi’er tiba tiba tersipu malu lagi ‘Ah bagaimana ini tinggal kami berdua ditaman. Apakah ini termasuk kencan?’ Pikir Chier dalam hati
“Em, Chi’er aku sangat ingin meminta bantuan mu apakah bisa?” Ucap Are
“Ah, bisa bisa selagi dalam jangkauan kemampuanku akan aku tolong sebaik mungkin” Ucap Chi’er
Sebelum meminta pertolongan Are menceritakan semua tentang Jiang Yan termasuk Tungku Jiwa. Kepada Putri Chi'er
“jadi untuk sementara waktu tolong jagalah Jiang Yan untukku. Putri Chi’er boleh tinggal di sini menemaninya. Pilihlah 1 Kunci kamar atau Putri Chi’er boleh menempati tempat tidurku bila mau.” Ucap Are
‘Are mau pergi tetapi ke mana? jika lama mungkin akan membuatku sedih’ Ucap Chi’er dalam hatinya. wajah Putri Chi’er lesu seketika mendengar apa yang ucapkan Are.
“Hanya sebentar saja koo, Aku akan segera kembali bila urusanku telah selesai” Ucap Are
“Memangnya kamu ingin pergi ke mana?” Ucap Chi’er.
“Aku ingin menemukan beberapa Pedang dan menyelesaikan Misi untuk mendapatkan Uang. Jadi ini akan memang waktu yang lumayan cukup lama.” Ucap Are
Karena aku punya murid yang masih belum saatnya, Akan lebih aman meminta tolong pada Putri Chi’e.untuk menjaganya selama Aku pergi.
“Oleh karena itu aku ingin meminta bantuan Putri Chi’er. untuk menjaga murid kesayanganku untuk sementara waktu.” Ucap Are
“bukannya Aku tidak ingin membantumu, Namun aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Setelah kepergian mu nanti harus ku ajarkan teknik apa padanya?” Ucap Chi’er
"Baiklah jika begini aku tidak boleh sungkan.." Ucap Are sambil mendekati Puti Chi'er
Wajah Putri Chi'er tiba tiba memerah dan memejamkan matanya…
Are mengarahkan tangan kanan telunjuknya ke titik tengah Jidatnya... Lalu menyalurkan ilmu bagaimana untuk melatih Jiang Yan, dan memberikan ilmu yang dipahami Are untuk melatihnya
“Untuk sekarang… Itu bukan masalah besar. Aku sudah memberikannya 3 Gulungan ilmu utama yang harus ia kuasai, Setelah dapat menguasainya. Yakinlah Putri Chi’er pasti tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya” Ucap Are
“Baiklah demi keberhasilan mu akan ku jaga Murid mu untuk sementara waktu, tolong kembalilah dengan cepat setelah selesai menyelesaikan Misi” Ucap Putri Chi’ er
‘syukurlah Putri Chi’er mau membantuku. ini membuatku sangat senang, disaat aku pergi nanti jadi tidak perlu khawatir dengan Murid Bodoh ku’ Pikirnya
“Aku sangat berterima kasih padamu Putri Chi’er. Suatu saat aku akan membalas kebaikanmu ini” Ucap Are Sambil tersenyum pada Chi’er
wajah Chi’er tiba tiba memerah melihat Tuan Are tersenyum “Ah.. Itu bukanlah masalah besar hehe, Aku akan berusaha sebaik mungkin” Ucapnya Chi’er
Bagian 27.1 - Memberitahukan
Jiang Yan yang telah menyelesaikan tugas mencucikan Mangkuk dan Gelas segera berjalan kembali menuju taman kembali.
Are melihat muridnya telah datang menghampirinya.
“Murid ku Perkenalkan dia adalah Putri Chi’er, Orang yang sangat Guru hormati, jadi kedepannya perlakukan Putri Chi’er selayaknya kamu memperlakukan Gurumu ini. Ingat jangan terpaksa!, bila terpaksa setetes darahku pun Guru sudah tidak sudi memberikan padamu” Ucap Are
‘Apakah jangan jangan Guru mempunyai hubungan istimewa dengan Putri Chi’er’ Pikir Jiang Yan sambil memandangi Putri Chi’er
“Jiang Yan berhentilah memandangnya terus-menerus!. Apakah kamu mengerti apa yang telah Guru ucapkan tadi?” Ucap Are
“Murid mengerti Guru!!, untuk kedepannya dan seterusnya akan sebaik mungkin Putri Chi’er akan selalu kuhormati. Seperti Aku menghormati Guru!!.” Ucap Jiang Yan
“Baguslah, Jika kamu mengerti. Oh ia ada satu hal lagi yang ingin Guru katakan kepadamu” Ucap Are
“Apa itu Guru?” Ucap Jiang Yan dengan penasaran
“Mulai beberapa hari kedepan Guru akan meninggalkanmu dirumah ini. Rumah ini telah aku pasangkan Rune Yin Yang tingkat tinggi jadi siapa saja yang masuk dengan paksa Kultivasinya pasti akan Hancur.” Ucap Are nada Serius
“Kalau begitu murid ikut Guru saja!!, murid akan berusaha sebaik mungkin supaya tidak menghambat Guru” Ucap Jiang Yan sambil menunjukkan ekspresi Kasihannya
“Hais Perjalanan Guru kali ini sangatlah berbahaya Murid Bodohku. Bila aku mengajakmu sekarang bisa saja Nyawamu melayang, Guru tidak ada waktu bertarung sambil melindungi mu.” Ucap Are nada Kesal
“Lalu bagaimana!!. Caranya supaya aku tidak menjadi beban bagimu Guru, dan dapat bertarung di sisimu!!” Ucap Jiang Yan sambil berteriak
Putri Chi’er yang melihat mereka berdua bertengkar hanya bisa diam dan melihat saja
“Jika kamu sudah cukup kuat untuk melindungi dirimu sendiri, dan kamu dapat memahami dengan sempurna 3 Ilmu utama yang Guru berikan padamu, Syukur saat Guru sudah pulang kamu sudah lebih hebat lagi. Tidak selemah dan Schengen ini” Ucap Are sambil melihat Jiang Yan dengan emosi
Jiang Yan yang melihat Gurunya mengucapkan itu melihat dirinya sendiri, bahwa ia sudah dibantu sebaik mungkin oleh Gurunya. Namun ia tersadar bahwa tingkat Kultivasinya sangatlah rendah…
Are melihat pandangan Murid Bodohnya melihat kebawah… ‘Ku Harap dirimu dapat mengerti apa yang Guru harapkan Jiang Yan’ Pikir Are dalam Hati
“Serta Guru berharap suatu saat pasti akan ada hari di mana Guru sangat membutuhkanmu. Pada saat itu berdirilah di samping Gurumu ini.” Ucap Are
Bagian 27.2 - Sumpah Jiang Yan
Ekspresi Jiang Yan tiba tiba bercahaya lagi… ‘Mungkin hari ini aku menjadi beban buat Guruku, namun kuharap suatu hari nanti aku dapat berdiri disamping Guru membantunya untuk meraih puncak tertinggi’ Pikirnya dalam hati sambil melihat kedua tangannya. dan mengepalkan lalu mengangkatnya ke atas melewati kepala
“Aku Jiang Yan. Murid dari Guru Are berjanji kepada langit bumi, bahwa akan menjadi yang terkuat. Supaya suatu saat nanti dapat berdiri disamping Guru, membantu Guru hingga ke ranah Tertinggi. Dan tidak akan pernah mengkhianati Guru” Ucap Jiang Yan
Jiang Yan tiba tiba mengeluarkan benda tajam dan mengeluarkan darah “Serta darah ini akan menjadi bukti… Putri Chi’er dan Guru adalah Saksinya. Bila aku sampai mengkhianati Guru, maka langit bumi akan menghukum ku. Menghapus Kultivasi Ku, dan membuatku menjadi orang yang tidak berguna!!”
Putri Chier terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Murid Jiang Yan hingga mengambil sumpah… Hal itu membuat Putri Chi’er yang melihat ketulusan hati Jiang Yan membuatnya mengakui. Bahwa Jiang Yan memang orang yang pantas menjadi murid dari Tuan Are.
‘Hais dasar Murid kesayanganku ini’ Pikir Are Sambil ingin Tertawa. “Hahahahaha… Jiang Yan kamu adalah Murid kesayanganku.” Ucap Are sambil memegang tangan Jiang Yan “Jadi cepatlah menjadi kuat dan berdiri disamping Gurumu ini” Ucap Are sambil mengobati bekas luka Goresan
Putri Chi’er yang melihat rasa keluarga antara Murid dan Guru membuatnya ikut tersenyum senang
“Sudah… Lukamu sudah Aku obati, Sekarang Guru akan menjelaskan secara lengkap kepadamu” Ucap Are sambil melihat Jiang Yan
“Terima kasih Guru… Apa yang ingin Guru sampaikan?” Ucap Jiang Yan
“Yang pertama. Guru akan pergi untuk beberapa Hari, meningkatkan Kultivasi serta melihat seberapa luasnya daratan ini. entah berapa lama Guru akan pergi ada kalanya nanti kamu sudah menjadi Naga saat guru kembali nanti, entah di mana kamu berada Rumah ini adalah tempatmu pulang, Guru berharap kamu dapat menjadi Naga yang jalan di jalan kebenaran.. dan suatu saat nanti disaat pertemuan kita lagi…” Ucap Are sambil menahan air mata
Jiang Yan mencoba menahan tangisan namun apalah daya hatinya yang menggerakkan membuat air matanya mengalir
“Guru akan membuatkan Nasi Goreng yang kamu makan pertama kali dengan tambahan spesial lagi nantinya” Ucap Are sambil menghilangkan tangisannya
“Sudahlah jangan Menangis, Jadilah Muridku yang kuat… Antara Guru keluar nanti dengan Senyuman Semangatmu jangan dengan tangisan mu” Ucap Are
“Yang kedua. Anggaplah Putri Chi’er sebagai Guru keduamu, Guru Chi’er telah mengetahui semua tentangmu termasuk Tungku Jiwa. Guru telah memberikan ilmu cara terbaik untuk melatih mu juga” Ucap Are
“Yang ketiga Selama Rune ini masih hidup. Berarti Guru juga masih hidup. dan begitu juga sebaliknya” Ucap Are
“Yang terakhir Aku memberikanmu 1.000.000 Tael. Gunakanlah sebaik mungkin, terutama untuk kehidupanmu pada masa mendatang!” Ucap Are dengan tegas
“Baiklah Guru!!. Murid akan mengingat semua pesan Guru” Ucap Jiang Yan dengan tegas dan kuat!!
Putri Chi’er hanya bisa melihat untuk sekarang ~
—-------------
Tolong Support yah T~T
karena alur bagus ya lanjut ajalah😌
Contohnya :
"Aku sangat bosan hari ini" Ucap Are sembari menyandarkan kepalanya pada meja.
Kalo versi pikiran tuh pake : "Batin,Pikir"
Contohnya :
'Aku sangat bosan' Pikir Are setelah pulang ke rumah.