Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 Malam Ulang Tahun Aliya
Aliya menunggu Banyu yang sedang mandi di teras kabin yang ia sewa sambil menum kopi hangat yang sudah di pesanya dan juga ada beberapa camilan dimeja. Aliya menarik nafas dalam dalam sambil berpikir bagaimana caranya ia mengatakan semua nya pada Banyu.
Aliya bimbang antara menceritakan hal sesungguhnya atau merahasiakannya dari Banyu. Lalu bagaimana caranya harus mulai dari mana kepalanya dipenuhi dengan banyak hal yang dia sendiri juga tidak tau jawabannya.
Aliya masih terberpikir dan melamun sampai Banyu datang dan mengagetkannya, bahkan gelas yang Aliya pegang hampir saja terjatuh.
Banyu sebenarnya cukup curiga dengan tingkah laku Aliya yang memang tidak seperti biasanya dan Aliya lebih sering melamun.
Banyu sudah menanyakan pada Aliya ada apa tapi Aliya selalu berkata tidak apa apa jadi Banyu berusaha berpikir positif saja mungkin Aliya baru PMS biasanya suka sensitif.
Aliya mengajak Banyu berjalan jalan keliling tempat mereka menginap dan mencari jagung bakar. Banyu pun setuju mungkin perasaan Aliya akan membaik setelah berjalan jalan mencari udara segar.
Mereka berdua berjalan sambil menikmati udara segar dan juga pemandangan lampu lampu kecil dibawa sana. Dan akhirnya menemukan jagung bakar. Mereka duduk sambil menikmati jagung bakar dan juga secangkir teh hangat dicuaca yang cukup dingin.
" Enak ya Sayang...hhmmmm aku bakal kangen banget ini enak rasanya pemandangannya juga bagus dari sini."
" Kang jagung kabar di jakarta juga banyak Aliya gak harus sampe lembang tapi kalau kamu kangen kita bisa kesini lagi nanti oke."
"Beneran ya janji ajak aku kesini lagi besok."
"Iya janji.......apa sih yang gak buat kamu kalau bisa bintang itu aku ambil pasti akan aku ambil buat kamu."
" Aku gak perlu bintang bintang dilangit itu cukup ada kamu disisi aku, ada pundak ini yang selalu bisa aku buat bersandar, ada tangan ini yang selalu aku genggam itu sudah lebih dari cukup, dingin......yuk kembali ke kabin ada api unggun disana jadi bisa lumayan hangat."
Mereka kemudian beranjak kembali ke kabin dan duduk didepan perapian untuk menghangatkan diri karena cuaca yang cukup dingin. Aliya bersandar dibahu Banyu, banyu sambil membelai rambut panjang Aliya dan beberapa kali mengecup kepala Aliya.
Pandangan mata Aliya yang tajam memandang mata Banyu di malam dingin itu. Seolah ingin menjerit dan mengatakan semua bebannya pada Banyu tapi mulutnya terkunci dia hanya bisa diam seribu bahasa dan malam itu berlalu begitu saja tanpa sepatah katapun dari Aliya.
Paginya mereka segera kembali ke ibu kota karena harus kembali bekerja. Banyu turun didepan gang rumahnya dan naik ojek pangkalan untuk sampai rumahnya, sengaja supaya Aliya bisa langsung segera pulang.
Setelah sampai rumah Banyu menyapa ibu nya dan segera masuk kekamarnya untuk sejenak beristirahat karena lelah semalaman dia sama sekali tidak tidur. Semalaman menghabiskan waktunya didepan perapian dengan Aliya dan berbicara banyak hal tentang masa depan. Yang tidak Banyu sadari itu semua sudah akan pupus dan tidak akan pernah terjadi.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
Ponsel banyu berbunyi pesan dari Aliya
Sayang malam ini aku tunggu di restoran Hotel Borobudur ya jam 8 tepat jangan sampai telat oiya pake pakaian resmi ya love you.
Ya hari ini Aliya ulang tahun sudah biasa mereka merayakan dengan makan malam berdua saja, tapi Banyu cukup heran kenapa tiba tiba Aliya mengajaknya makan malam ditempat seperti itu yang tidak biasanya. Biasanya cukup makan di cafe langganan atau di restoran di mol tapi ya sudahlah tidak begitu dipikirkan mungkin Aliya ingin ganti suasana saja pikirnya. Sepulang kerja Banyu akan langsung bersiap siap.
Banyu juga sudah mempersiapkan kado special yang sudah tertunda cukup lama kepada Aliya dan merasa hari ini adalah hari yang tepat untuk memberikanya.
Kemaren Banyu melihat tabunganya sudah cukup untuk membelikan Aliya cicin berlian emas putih ya walau tidak besar tapi sepertinya ini sudah pantas untuk diberikan kepada Aliya untuk mengisi kotak cicin warna biru yang Aliya bawa selama ini.
Banyu udah bekerja keras siang malam untuk menyisihkan uang utuk membeli cicin berliatan itu walau permatanya kecil tidak begitu besar tapi itu hasil jerih payah Banyu selama ini pasti Aliya akan sangat suka menerimanya.
Dan janji Banyu untuk melamar Aliya akan segera dia penuhi hari ini. Setelah selesai bekerja hari ini banyu sempatkan mampir di barber shop untuk merapikan rambutnya dan juga membeli stelan jas untuk malan malam nanti.
Banyu sudah terlihat begitu tampan, dengan potongan rambut baru yang rapi setelan jas baru yang licin dan juga semprotan parfum yang khas wanginya sudah menghujani seluruh tubuhnya. Dia sudah siap pergi ke tempat makan malam bersama Aliya.
Flash back setelah Aliya pulang dari lembang.
Sesampainya dirumah Aliya semakin sedih dia menangis, bahkan dia memohon mohon kepada papa dan mamanya untuk memberinya sedikit waktu lagi karena Aliya tidak sanggup berpisah dengan Banyu.
Setelah bernegosiasi dengan orang tuanya akhirnya mereka memberi Aliya sedikit waktu lagu untuk segera meninggalkan Banyu. Dan hari yang Aliya pilih untuk mengatakan semuanya adalah hari ulang tahunya.
Entah bagaimana ide gila itu bisa terlintas di benaknya, mungkin ini adalah pengorbanannya yang harus diingat dan tidak terlupakan baik untuk dirinya maupunya Banyu.
Aliya harus menyerah kalah terhadap ke egoisan kedua orang tuanya tapi jangan dipikir Aliya akan menyerah begitu saja, suatu saat nanti dia berencana pasti akan kembali entah kapan waktunya dan sperti apa jalan ke depan yang harus dia tempuh terlebih dahulu.
Hujan rintik rintik turun malam itu menghiasi langit ibu kota. Aliya masuk kedalam mobilnya dan kali ini ia bersama seorang supir. Mengenakan gaun berwana biru metalik yang memperlihatkan punggung indahnya denga rambut terurai dengan makeup soft glam bahkan Aliya menggunakaan jasa mekup artis ternama untuk terlihat canti malam ini.
Dan juga menggunakan sepatu hak tinggi serta tas kecil bermerk yang ia tenteng. Sesampainya di hotel Aliya turun disambut dengan hujan yang cukup deres. Lalu dia menunggu Banyu di restoran yang sudah dia pesan.
Banyu yang sudah dijalan dan tidak lupa dia mengambil buket bunga yang dia pesan hari sebelumnnya. Karena hujan turun semakin lebat Banyu terjebak macet sebentar sehingga Banyu sedikit terlambat sampai di hotel.
Banyu memarkirkan mobilnya dan segera naik ke restoran menghampiri Aliya yang sudah menunggu sekitar tiga puluh menit disana.
Aliya melihat Banyu dari kejauhan pri tampan dan berhati baik yang dia cintai telah datang.
Banyu menghampiri Aliya dan memberikan buket bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun sayang lalu mengecup pipi dan dahi Aliya.
" HAPPY BIRTH DAY SAYANG......."
Bersambung......disini dulu ya.
Please buat aku semangat buat lanjut dengan like dan komen.
Terima kasih banyak.
#akumaudibintangi