NovelToon NovelToon
Lembayung Senja

Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:223.6k
Nilai: 5
Nama Author: Raga Senja

Cinta bisa menembus ruang dan waktu.Mungkin ungkapan itulah yang tepat untuk menggambarkan perasaan Nawang wulan.Gadis cantik yang jatuh cinta pada makhluk dari alam yang berbeda,yang konon merupakan putra dari penguasa samudra.

Akan kah kisah cinta Wulan berakhir bahagia,atau justru penuh luka karna dimensi yang berbeda..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raga Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 27

Setelah hampir tiga jam terlelap, Wulan akhirnya terjaga dari tidurnya. Dia membuka matanya perlahan dan mendapati Bayu yang masih setia menunggu di sampingnya.

"Kau masih di sini?" tanya Wulan pelan, karena masih merasa sedikit lemas.

"Tentu, aku tidak mungkin meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini."

"Berapa lama aku tertidur?" tanya Wulan lagi.

"Hampir tiga jam." jawab Bayu seraya mengambil gelas berisi air di atas meja lalu memberikanya pada Wulan.

" Minumlah, supaya kau tidak lemas lagi."

"Terimakasih" Wulan menerima gelas tersebut lalu meminumnya perlahan.

"Lalu selama aku tidur apa yang kau lakukan?" memberikan kembali gelas kepada Bayu dan Bayu meletakkannya kembali di atas meja.

Bayu tersenyum. "Aku memandangi wajahmu selama kau tertidur, sama seperti tadi malam." Bayu berhenti sejenak.

"Entah kenapa aku sangat senang memandangi wajahmu, apalagi saat kau tertidur begitu, rasanya damai sekali," sambung Bayu lagi.

Wulan bangkit dari tidurnya sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Kau mau tahu kenapa kau sangat senang memandangi wajahku?"

Bayu mengangguk. "Kenapa memangnya, apa kau tahu?"

"Karena aku sangat cantik dan kau sangat menyayangiku, ya kan?" Wulan memegang dagunya dengan kedua tangan yang di lebarkan lalu memasang ekspresi yang sangat menggemaskan, membuat Bayu tak bisa menahan diri untuk mencubit hidung mancung Wulan.

"Kau ini, jangan menggodaku dengan wajah seperti itu, aku tidak mau kehilangan kendali lagi dan membuatmu kembali sakit." Bayu memalingkan wajahnya tak tahan melihat Wulan.

"Tapi jawabanku benar kan? hey kenapa kau membuang muka, kau tidak ingin melihatku lagi ya?" ketus Wulan sedikit kesal.

Bayu menoleh dan kembali menatap Wulan.

"Jawabanmu salah," ucap Bayu yang membuat Wulan jadi penasaran.

"Lalu apa jawaban yang benar?"

"Jawaban yang benar adalah, karena kau sangat, sangat, sangat cantik dan aku sangat, sangat, sangat menyayangimu." Jawaban Bayu sontak langsung membuat rona merah di wajah Wulan karena tersipu dan juga terharu.

Wulan menunduk, tak berani menatap Bayu. takut kalau dia tak bisa menahan diri lagi, namun Bayu justru memaksa Wulan menatap nya.

"Lihat aku," Bayu mengangkat dagu Wulan sehingga kali ini mereka saling bersitatap. Wulan memaksakan diri untuk tersenyum, mencoba menguasai diri dari perasaan yang mulai berkecamuk. Sementara Bayu masih saja asyik memperhatikan wajah Wulan.

Karena merasa risih dan malu terus menerus di perhatikan, Wulan lalu membuang mukanya ke kanan, tapi Bayu tak membiarkan itu bertahan lama, karena pria itu langsung menyentuh pipi Wulan sehingga mau tidak mau Wulan kembali menatapnya.

"Nawang Wulan, kau hanya milik ku, tidak akan pernah ada orang yang bisa mengambil mu dariku, bahkan mendekatimu saja tidak akan pernah ku ijinkan," ucap Bayu lembut namun tetap tegas seolah menegaskan tentang hak kepemilikan atas Nawang wulan.

Wulan terdiam tak mampu berkata kata lagi, hanya mampu mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Bayu yang membuat hatinya terasa meleleh.

Senyum manis Wulan menuntun tangan Bayu untuk merengkuhnya dalam dekapan.

Hening. Tak ada suara yang terdengar dari keduanya. Baik Wulan maupun Bayu sepertinya sedang meresapi pelukan yang hangat dan cinta yang luar biasa hebat.

Setelah beberapa menit terlena dalam pelukan Bayu, Wulan akhirnya bersuara.

"Bayuu," panggil Wulan lirih.

"ya?"

"Boleh aku menemui Damar?"

Bayu terkejut mendengar pertanyaan Wulan, refleks dia langsung melepaskan pelukannya.

"Untuk apa?" tanya Bayu dengan intonasi sedikit meninggi.

"Aku ingin berterus terang pada Damar kalau aku tidak bisa menerimanya, aku tidak mau dia terus menerus berharap," jelas Wulan.

"Baiklah, aku setuju kau menemuinya, tapi aku ikut."

"Tidak perlu, Bayu. Aku bisa sendiri."

"Tidak bisa, pokoknya aku ikut, aku ingin dia tahu kalau kau sudah punya kekasih," tegas Bayu, lagi lagi menegaskan tentang hak kepemilikan atas Wulan.

Wulan menghela nafasnya. " Baiklah, tapi aku berangkat sendiri dari sini. Kau boleh mengikuti ku, tapu jangan ada yang melihatmu."

Bayu menyetujui usulan Wulan. " Ya sudah tidak apa, tapi apa kau sudah baik baik saja Wulan, sudah tidak lemas lagi?" memegang pipi Wulan.

"Ya, aku baik baik saja, aku sudah sembuh," jawab Wulan meyakinkan.

Wulan lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan pada Damar.

'Damar, apa kau punya waktu, aku ingin bertemu. Ada yang ingin ku sampaikan.' Terkirim dan langsung di baca oleh Damar.

'Tentu Wulan, kapan dan di mana?' Damar membalas.

"Tiga puluh menit lagi, di kafe xx.' Terkirim dan terbaca.

Wulan lalu menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas tanpa menunggu balasan Damar selanjutnya.

"Ayo Bayu kita berangkat. Gadis itu lalu beranjak sambil merapikan diri. Bayu juga ikut beranjak. Mereka menuju kafe xx dengan caranya masing masing. Wulan menggunakan sepeda motornya dan Bayu mengikutinya dari belakang tanpa terlihat oleh siapapun kecuali Wulan.

**

Wulan sudah sampai di tempat tujuan, ia mencari cari di dalam kafe kalau kalau Damar sudah sampai terlebih dahulu, tapi sepertinya Damar belum datang. Wulan lalu memesan sebuah meja di sudut ruangan. Bayu masih setia mengikutinya.

setelah beberapa saat menunggu akhirnya Damar pun datang. Dia langsung menghampiri Wulan setelah netranya menangkap sosok Wulan di sudut ruangan.

"Hai, kau sudah dari tadi?" tanya Damar saat telah sampai di hadapan Wulan, wajahnya tampak sumringah seolah sedang menanti kabar baik dari Wulan.

"Belum terlalu lama," jawab Wulan sambil tersenyum. "Duduklah kau mau minum apa?"

"Terserah kau saja." Damar mendudukkan badannya di samping Wulan.

Wulan lalu memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua. Sementara Bayu yang duduk di depan Wulan terus saja memperhatikan Wulan sambil tersenyum manis membuat Wulan menjadi salah tingkah, untung saja Damar tidak melihat atau merasakan tingkah aneh Wulan.

"Oh ya Damar, maaf aku tadi tidak masuk kerja, aku agak sedikit tidak enak badan tadi." Wulan mulai membuka percakapan.

"Oh tidak masalah, yang penting kau sudah minta ijin," jawab Damar seraya tersenyum. Wulan pun membalas senyum itu. Hari ini dia akan memberi kepastian kepada Damar, supaya pria itu tidak terus berharap, karenanya Wulan mencoba bersikap se ramah mungkin agar nantinya Damar tidak terlalu terluka dengan keputusannya.

Namun sepertinya sosok lain di hadapan Wulan tidak bisa menerima sikap ramah Wulan. di melotot kesal pada Wulan.

"Jangan tersenyum terus padanya, bersikap lah biasa saja," ketus Bayu tak terima kalau Wulan terus tersenyum pada Damar.

"Sstt ... diamlah," ucap Wulan sambil meletakan jari telunjuknya di bibir. Wulan tidak sadar kalau di depannya ada Damar yang tentu saja merasa heran dengan sikap Wulan.

"Ada apa, Wulan. Kenapa kau menyuruhku diam?" Damar mengernyitkan keningnya.

Wulan gugup karena Damar melihatnya berbicara sendiri.

"Oh maaf, bukan kau maksudku, ta-tapi di --" Wulan tidak jadi melanjutkan kalimatnya, dia sadar kalau saat ini hanya dia yang bisa melihat Bayu.

"Sudahlah lupakan saja, aku juga tidak sadar pada apa yang ku ucapkan tadi." Wulan berusaha mengelak, dan di saat bersamaan pesanan mereka sudah datang membuat Wulan bisa cepat mengalihkan pembicaraan.

"Wah makanannya sudah datang, ayo kita makan dulu, setelah itu baru kita bicara."

Meskipun masih merasa aneh tapi Damar berusaha melupakannya. Ia pun mengikuti ajakan Wulan dan mulai menyantap makanannya.

Setelah keduanya sama sama telah menyelesaikan sesi makan siang mereka, Wulan pun mulai bicara tentang maksud dan tujuannya ingin bertemu Damar.

Wulan menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan seolah sedang mempersiapkan diri untuk mulai bicara.

"Damar," panggil Wulan lirih.

"Ya." Damar menjawab dengan dada berdebar.

Semoga apa yang akan kau sampaikan itu adalah kabar baik Wulan.

Wulan terdiam, tidak tahu harus mulai dari mana. Gadis itu lalu memandang sosok lain di depannya.

Bayu mengangguk. "Katakanlah." ucapnya lirih lalu beranjak pergi dari situ supaya Wulan bisa bicara dengan tenang tanpa merasa terintimidasi olehnya.

Wulan hanya menatap sekilas kepergian Bayu, lalu kembali menatap Damar.

"Damar," panggilnya sekali lagi.

"Iya, Wulan. Apa yang ingin kau sampaikan, katakanlah, tidak perlu ragu."

"Maaf sebelumnya." Akhirnya keluar juga kalimat pertama Wulan yang membuat Damar sedikit gelisah.

Kenapa dia meminta maaf, jangan jangan..

"Maaf kalau membuatmu lama menunggu." Wulan melanjutkan ucapannya.

"Maaf aku tidak bisa membalas cintamu, aku tidak bisa menjadi kekasihmu.

Deg ! jantung Damar seolah berhenti berdetak. Hatinya seolah langsung luruh mendengar ucapan Wulan, namun pria itu berusaha tetap terlihat tenang meski hatinya hancur berantakan.

"Tapi kenapa Wulan? apa yang salah denganku sampai kau tidak bisa menerimaku?" tanya Damar, meski berusaha tetap tenang tapi raut kecewa tak bisa di sembunyikan dari wajah tampannya.

Wulan tertunduk, tak sampai hati hendak menatap Damar.

"Tidak ada, Damar. Tidak ada yang salah denganmu, kau bahkan terlalu sempurna untuk ku." Wulan mengatur nafasnya sejenak.

"Hanya saja --"

"Apa ada orang lain yang kau suka, atau kau bahkan sudah punya kekasih?" Damar memotong ucapan Wulan.

"Ya ! Wulan memang sudah punya kekasih." Tiba tiba Wulan dan Damar di kejutkan dengan kehadiran sosok pria memakai kemeja putih yang berdiri di dekat mereka.

pria itu atau yang tak lain adalah Bayu samudra mewakili Wulan menjawab pertanyaan Damar yang belum sempat di jawabnya.

Damar dan Wulan pun spontan menoleh. "Siapa kau?" tanya Damar terkejut melihat kehadiran Bayu yang tiba tiba.

"Aku Bayu, kekasih Wulan." Bayu memperkenalkan dirinya.

Damar tertegun tak percaya, ia lalu memandang Wulan untuk memastikan kebenarannya.

"Wulan, apa benar dia --"

Wulan mengangguk. "Benar Damar, Bayu memang kekasihku," jawab Wulan sambil menunduk. Ia benar benar tak berani menatap wajah Damar.

Damar pasti sangat kecewa, kenapa kau harus muncul di saat seperti ini Bayu.

"Kau dengar sendiri kan, Wulan itu sudah punya kekasih, jadi ku harap kau jangan mengharapkan ataupun mengganggunya lagi," tegas Bayu sambil menatap tajam ke arah Damar.

Damar dan Bayu saling menatap tajam, dan di situlah Damar merasa seperti pernah melihat wajah Bayu.

Tapi di mana ya. Bathin Damar sambil berusaha mengingat.

"Hei kau dengar ucapan ku?" Bayu mengulang perintahnya karena melihat Damar hanya terdiam. Namun kali inipun Damar tetap tidak ingin menanggapi ucapan Bayu, ia justru menatap Wulan yang masih tertunduk.

"Wulan." panggilnya lirih.

Wulan mendongak dan melihat jelas raut kecewa di wajah Damar.

"Aku pergi dulu," ucap Damar masih dengan suara yang lirih seolah sedang menahan perih.

"Baiklah." hanya itu yang terucap dari mulut Wulan.

Damar lalu beranjak meninggalkan Wulan dan Bayu, namun saat baru beberapa langkah Damar berhenti karena Wulan memanggilnya.

"Damar."

Damar menoleh.

"Maaf ... maafkan aku," pinta Wulan dengan suara sedikit bergetar, dia benar benar merasa bersalah telah melakukan ini pada Damar.

Damar tidak menjawab, hanya sedikit mengangguk lalu kembali melanjutkan langkahnya, tatapan lukanya benar benar meluruhkan hati Wulan.

Wulan terus menatap kepergian Damar sampai Damar tak terlihat lagi. Wulan bahkan lupa kalau masih ada Bayu di sampingnya.

"Wulan," panggil Bayu karena merasa di abaikan oleh Wulan. Wulan terkejut lalu menoleh kepada Bayu.

"kenapa kau terus melihatnya, apa kau menyesal karena telah menolaknya?"

Wulan menghela nafasnya lalu menghembuskan nya perlahan seolah sedang membuang sesak di dadanya.

"Wulan, kau tidak menjawab ku?" Bayu tidak percaya wulan benar benar mengabaikannya.

"Aku hanya iba padanya, Bayu. Aku merasa telah menyakitinya," jawab Wulan akhirnya.

Bayu mendekati Wulan lalu duduk di sampingnya.

"Tapi Damar tetap harus tahu, kau sendiri yang bilangkan kalau tidak ingin membuat Damar terus berharap?"

Wulan mengangguk. "Tapi tetap saja aku merasa bersalah, apalagi kau tiba tiba muncul begitu."

"Aku hanya ingin dia tahu kalau kau milik ku." Bayu menggenggam jemari Wulan.

"Aku yakin Damar pasti mengerti dan bisa menerima keputusanmu, dia hanya perlu waktu," imbuh Bayu lagi.

"Yah semoga." Wulan mengamini ucapan Bayu. Dia juga berharap Damar bisa menemukan penggantinya supaya dia tidak terlalu lama larut dalam duka, karena tatapan luka Damar sungguh membuat Wulan menjadi tidak tenang.

Bersambung.

1
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
wulannya sungguh cantik jelita, dari manusia smpai dunia lain kepincut sma dia😃
Edelweiss🍀
Bikin penasaran, agak horor nih krna cowo ya dari dunia lain.😂
Raga Senja: Biar gk penasaran, lanjut trs bacanya sampe akhir yaa, jangan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
then_must_nanang
kang Damar pancen oye...
Edelweiss🍀
Aku yg gak pernah ke pantai, selain jaraknya jauh jd dlu selalu dilarang oleh alm.bapakku. kalau dulu di sekolah ada acara ke pantai pasti aku gak dibolehin ikut
Edelweiss🍀
untuk bab pertama di karya pertama penulisan sdh cukup rapi, ceritanya jg menarik. lanjut baca pelan2🤭
Ig : Author_fanie.liem: Hai kak perkenalkan saya poicpan dan Gc Bcm, kita di gc akan belajar bersama kaka mentor senior jg kita kemarin sudah mengadakan event tertentu dan mendapatkan reward.


Saya Mau mengajak kaka untuk bergabung bersama kami

caranya hanya wajib follow akun saya pemilik Gc Bcm ya, maka otomatis akan mendapatkan undangan.

Terima Kasih.
total 1 replies
Desi Ragiel Nst
saat aku baca ini.. bulan depan puasa thor 😁 2024
Raga Senja: wah iya, sbentar lagi puasa😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, karena ada sequel nya jg, seru banget deh pokoknya😊
total 1 replies
Ranny
jangan sampai kau perkosa Wulan damar hanya karena ingin memiliki nya berarti cintamu tak benar² tulus
Ranny
ikhlaskan saja Damar suatu saat kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu
Ranny
damar cari masalah nih ceritanya
Ranny
Bayu terlalu posesif terhadap Wulan
Ranny
buat Anjani jadian dengan Damar aja thor
Ranny
Damar tak usah cari bukti lah wong sejak awal Wulan sdh tau siapa sebenarnya Bayu
Ranny
itu gertakan sambel ibu mu Bayu supaya kau segera pulang
Ranny
Anjani sdh tau kalau Bayu tak menyukainya tapi kok tetap maksa ya 🙄
Ranny
waduh kok aq deh deg kan ya menunggu kelanjutan ceritanya 😱🤭
Raga Senja: Trimakasih utk semua dukungannya kk😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, dan jngan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
Ranny
demi cinta apapun bisa di halalkan 🙄
Ranny
Wulan seharusnya bisa lebih tegas lagi
Ranny
namanya juga cinta buta asalkan jangan sambil raba² ya 🤭😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!