NovelToon NovelToon
Arley & Ana

Arley & Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:292.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

Pertemuan yang tak di sengaja dalam sebuah pesawat. Hingga menimbulkan ketertarikan dan akhirnya menghadirkan benih cinta di hati seorang pria tampan
Arley Mahardika Altezza pada seorang
gadis cantik Attilah Nasya Ardilla (Ana).
Sementara sang Presdir mempunyai kekasih yang telah dijodohkan dengannya karena balas budi.

Kisah cinta mereka semakin rumit setelah di ketahui ternyata mereka adalah kakak dan adik, sementara mereka telah melakukan hubungan terlarang.

Bagaimana kisah cinta Presdir tampan bersama adiknya ini selanjutnya?
Mampir dan Ikuti yaah...🙏

Dukung author...🙏
dengan memberi like, rate, hadiah, vote, komentar biar author tambah semangat untuk up terus 😊

Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia. Isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Sebulan berlalu begitu cepat.

Berbagai rangkaian kejadian terjadi dalam sebulan ini. Hubungan Ana dan Arley berjalan sangat baik. Hingga sampai saat ini hubungan mereka belum di ketahui Savira.

Sebisa mungkin Arley menyembunyikan

Ana dari wanita itu.

Meski Savira siang malam, 1x24 jam menyuruh orang orangnya untuk mengikuti Arley, dia tetap tidak mendapatkan informasi apapun tentang perempuan yang di yakini punya hubungan dengan Arley. Savira sangat yakin Arley mempunyai perempuan yang di cintainya. Perempuan yang di sembunyikan darinya secara rapat rapat.

Tentu saja Savira tidak mendapatkan informasi apapun, karena sebagian dari orang orangnya telah bekerja pada Arley. Mereka tidak tahan bekerja lagi pada Savira. Jika tidak dapat memberikan informasi apapun, mereka mendapat tindak kekerasan dan tidak di gaji sama sekali.

Makanya sebagian dari mereka memilih mengundurkan diri. Dan sebagian lagi bekerja pada Arley secara diam-diam. Mereka mengaku dan berterus terang telah bekerja pada Savira untuk membututi dirinya selama ini, dan juga mencari tahu wanita wanita yang dekat dengannya.

Arley semakin memperlihatkan rasa cintanya pada Ana. Membuat Ana memutuskan untuk menikah dengannya. Dia mulai memikirkan hal ini sejak beberapa hari yang lalu, tapi dia ragu dan takut untuk mengatakan pada Arley.

"Jadi lo mau menikah dengan pimpinan?" tanya ketiga temannya ketika dia menyatakan keinginannya untuk menerima lamaran Arley untuk menikah.

"Iya....aku sudah memikirkan matang matang."

"Keputusan yang tepat." kata Roy

"Dengar Ana...lo hanya hidup berdua dengan nenek lo. Nenek lo sekarang sudah semakin tua dan sakit-sakitan. Beliau tidak akan mungkin bisa terus menerus bersamamu, mendampingi mu dan menjagamu. Kita gak akan tahu rencana Allah ke ke depan. Jadi, lo harus segera punya pendamping hidup sebagai tempat untuk bersandar hidup, tempat lo berbagi suka dan duka. Berbagi kesedihan dan kebahagiaan. Yang menjaga lo, lindungi lo, dan nafkahi hidup lo..."

"Dan pak Arley pria yang sangat cocok buat lo, dia serius sama lo, cinta banget sama lo." timpal Risma.

"Dia juga pria baik, sangat mapan, tajir melintir gak akan habis duitnya. Lo akan mandi duit setiap hari, gak pakai air. Dan yang paling utama... pak Arley sangat tampan.. idaman setiap wanita... termasuk gua dan Risma." sambung Ririn gemas, kemudian tertawa kecil. Risma, Roy dan Ana cengengesan mendengar ucapannya.

"Terus kapan lo mengatakan keinginan lo ini pada pak Arley?"

"Aku maunya secepatnya, tapi aku takut dan malu, karena dulu pernah menolaknya. Bagaimana kalau hatinya telah berubah? Bagaimana kalau dia tidak mau lagi menikah dengan ku dan menolak sama seperti yang aku lakukan dulu padanya??"

"Ya ampun An, justru pak Arley sedang menunggu keputusan lo ini. Dulu dia pernah bilang kan akan menunggu sampai lo siap, dia sangat menantikan hal itu. Kenapa lo harus malu?"

"Udah, lo gak usah takut dan ragu. Pak Arley sangat mencintaimu. Gak mungkin hatinya berubah. Atau kalau lo mau kami temani untuk bicara dengannya?" kata Risma.

Ana geleng geleng kepala.

"Gak usah, biar aku sendiri aja. Aku akan temui dia setelah pulang dari kantor cabang lima."

"Ya udah terserah lo aja. Tapi ingat, hubungi kami jika perlu bantuan." kata Roy menepuk bahunya.

Ana mengangguk tersenyum.

Ponselnya berdering. Dia segera mengambil benda itu di atas meja. Dahinya mengernyit melihat siapa yang menelepon. Dia menatap sesaat layar ponselnya. Raut wajahnya menegang.

"Siapa An...?" tanya Roy.

Roy melirik ke layar ponsel Ana. Di situ tertulis "Mama".

Risma dan Ririn saling berpandangan. Mereka tahu Ana membenci mamanya karena telah mengabaikan dirinya dan neneknya selama ini. Ibunya tidak perduli pada Ana dan Murni yang notabenenya adalah ibu kandungnya sendiri, meski nenek tua itu sedang sakit parah.

Telepon mati, kemudian berdering lagi.

"Brengsek, kenapa dia terus terusan menghubungi ku. Manusia tidak tahu malu." umpat Ana kesal.

Nandita baru saja kembali dari luar negeri setelah melangsungkan pernikahan dan juga bulan madu bersama pria yang menikahinya. Nandita menghubunginya sejak tadi pagi.

Bukan tanpa alasan Nandita menghubunginya setelah 22 tahun berlalu telah mengabaikannya, tidak mengakui dirinya sebagai anak, bahkan tega ingin membunuhnya sejak dia masih dalam kandungan. Dan sekarang wanita itu ingin meminta dirinya untuk hadir pada acara syukuran pernikahan dengan suami barunya.

Karena sang suami menginginkan keluarga Nandita ikut hadir bergabung bersama keluarganya untuk bisa saling mengenal satu sama lain. Sang suami tahu, Nandita mempunyai seorang putri dan ibu yang masih hidup.

Nandita tidak dapat menolak keinginan suami barunya karena pria itu sosok yang keras dan tegas. Setiap keinginannya tidak bisa di bantah. Karena untuk hal itu Nandita menemui Ana semalam. Dia harus bisa membawa Ana untuk hadir dalam acara tersebut. Karena dia tidak ingin hubungannya dengan suaminya yang baru berjalan tiga minggu itu bermasalah. Dia tidak mau kehilangan pengusaha sukses berkelas itu.

"Penuhi keinginanku Ana, anggap sebagai balas budi mu kepadaku karena telah mengandung, melahirkan mu ke dunia ini." kata Nandita kepadanya dengan membawa bawa budi.

Ana mengumpat.

"Memang siapa juga yang meminta di lahir kan ke dunia ini? Aku tidak meminta mama untuk mengandung dan melahirkan ku." katanya ketus

"Aku pun tidak mengharapkan hal itu Ana. Ayahmu yang menginginkanmu. Ayahmu yang membuat dirimu tumbuh di rahimku selama 9 bulan hingga lahir ke dunia ini dengan cara memaksa. Ayahmu memperkosaku. Aku sama sekali tidak menginginkanmu. Makanya aku berusaha melenyapkan mu dalam perutku. Tapi ternyata tuhan berpihak kepadamu. Dan aku benci hal itu." kata Nandita tersenyum menyeringai padanya.

Ana menjerit dan menangis keras mendengar pengakuan menyakitkan dari mamanya. Sebagai anak yang tak di anggap dan tak di inginkan. Entah apa salahnya sehingga mamanya begitu membencinya.

Saat semua orang dewasa yang telah menikah sangat menginginkan anak setelah menikah. Bahkan sebagian besar orang yang tidak beruntung berusaha keras dengan segala cara untuk bisa hamil dan mendapatkan anak. Tapi kenapa mamanya sama sekali tidak menginginkan dirinya?

Di saat sebagian wanita berjuang keras untuk bisa hamil, tapi mamanya malah ingin melenyapkannya dalam perut.

Ana tidak tahu terbuat dari apa hati mamanya sehingga begitu membencinya. Wanita kejam yang tidak mempunyai hati dan perasaan.

Hanya karena kebencian mamanya pada ayah dan neneknya, kenapa dia harus kena imbasnya? Dia yang sama sekali tidak tahu permasalahan orang dewasa saat itu.

"Apa salahku? Apa dosaku?" teriaknya histeris. Selama hampir tiga jam dia menangis meratapi nasibnya semalam. Hingga akhirnya dia lelah menangis dan tertidur.

Sebuah sentuhan di bahu membuyarkan lamunannya.

Ana segera menyapu air matanya.

"An, meski kau anak yang tidak di anggap oleh ibumu. Dan juga tidak minta untuk di lahirkan, Tapi ayah dan nenekmu sangat senang dan bahagia dengan kehadiranmu. Jangan melihat dari Budi ibu mu yang telah mengandung dan melahirkan mu. Tapi lihat lah nenekmu, berkat ibumu kau bisa melihat nenekmu, hidup bersamanya selamnya ini, mendapatkan kasih sayang dan cintanya.

Kau sangat menyayangi nenekmu kan? Anggap saja kau membalas budi kepada ibumu karena nenekmu." kata Roy.

"Roy benar An, hingga di hari tuanya yang sakit sakit tan, nenekmu tetap berusaha memberikan cinta dan kasih sayangnya kepadamu. Bahunya yang kurus terbungkuk berusaha di tegakkan untuk tempatmu bersandar, berkeluh kesah, tempat tangis dan kebahagiaan mu." tambah Ririn.

Ana terisak-isak mendengar ucapan Ririn.

"Seburuk dan sejahat apapun ibumu, dia tetap orang tua. Sebagai anak kita tetap harus menghargai dan menghormatinya. Kau jangan ikut ikutan bersikap buruk dan membenci ibumu selayaknya dia benci kau dan nenek. Serahkan semua kepada Allah. Pasti Allah telah menyiapkan suatu rencana yang indah buat kau nanti. Dan kau harus percaya itu." kata Risma ikut menyemangati.

Ana menatap ketiga temannya bergantian.

Teman yang selama ini menjadi tempat membagi keluh-kesah nya. Tempat berbagi setiap masalah dan kesedihannya. Teman yang selalu mensupport dirinya, menyemangati, membantu, meski baru empat bulan berteman.

Bersambung.

Terimakasih yang masih setia menunggu terus kelanjutan Arley dan Ana 😘

Jangan lupa tinggalkan jejak ya....😘

1
Lilis Sumarni Lisvhancho
kok jadi ilfill dengan ana..
Zugix Huawei
gantung ceritanya,hidup segan mati tak mau
Nani Rosmiati
cerita nya bagus...tpi ending nya deuhh...apa cuma aku az yg baca langsung bab terakhir 60😂 krna ending nya gtu..jadi gk mood
Samudra Rohul
padahal cerita nya menarik tpi koq tamat tba² ya. gmna nasib mereka kalo memang benar ana adik kandung nya . penasaran thour lanjut km knpa
Amilia Indriyanti
goblog
LOVE YOURSELF
sukaaaaaa
Amilia Indriyanti
goblog ai arley. ginjele di CT scan kan ngetoro
Amilia Indriyanti
kemayu
Amilia Indriyanti
bener. kemayu
noers
waduh gk tak woco es endinge aneh....
Kartikagusty 22
author nya seneng tapi readernya kecewa dengan endingnya
plisss buat season 2 nya
🌻Ruby Kejora
Sukses bwt kk
Aris Pujiono
mampir lagi kak ana
Aris Pujiono
semangat up
Aris Pujiono
lebih baik menikah ana
Aris Pujiono
ayo lanjut...
Tau Lo Hulandalo
ceritanya bagus tapi endingnya gak memuaskan. Kecewa aku Arley dan ana kakak adik kandung, bgmn dengan kehamilan ana?
Ningsih Abdullah
aku suka ceritanya, gak nyangka ana dan arley kk adik kandung
Aris Pujiono
mantap
Aris Pujiono
ayo semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!