SEMUANYA!,BEBAS PROMOSI YA,YANG MAU PROMOSI BOLEH SILAHKAN,ASALKAN NGGAK BERLEBIHAN!
arka dan Laura, kedua orang yang mengikat janji sejak kecil akan di pertemukan saat suatu hari nanti.
berawal dari pertemuan yang tak di sengaja pada masa kecil mereka membawa mereka menjadi kedua sahabat yang saling menyayangi.
hingga pada akhirnya, arka, harus terpaksa meninggalkan Laura mengikuti kedua orang tuanya.
dan dengan ini perjuangan Laura di mulai, dari awal niatnya hanya mencari keberadaan laki laki yang ia sayangi.
hingga ia di pertemukan segelintir orang yang menaruh rasa padanya, apakah bisa mereka merajut cinta suatu saat nanti?, dan jangan lupakan beberapa sahabat Laura yang selalu ada untuk Laura.
bagaimana kelanjutan ceritanya?, penasaran?, apakah Laura akan bertemu dengan arka?, simak terus ceritanya, dan jangan lupa dukung novel lain author... 😘
no plagiat!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fadliana rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ingatannya kembali
keesokan harinya.
sesuai yang di beri tau chika kemarin, hari ini Laura beserta teman temannya akan mendapatkan mendapatkan motivasi dari seorang pengusaha muda.
"hay honey, ayo kita ke sana, udah di tunggu ama sahabatmu lo", ucap Adrian sok manja di depan Laura.
" udah deh, kamu duluan aja, aku mau ketemu seseorang dulu", ucap Laura datar.
"siapa honey, kamu kok tega amat ngehianatin cinta aku", ucap Adrian sambil menangis lebay.
" udah deh jangan sok lebay, aku mau ke sana sebentar, terus satu lagi, aku tuh bukan siapa siapa kamu, ngapain aku hianatin cinta kamu, dan oh ya, jangan ganggu aku lagi", ucap Laura bagai sedang ceramah di demo di depan gedung DPR.
"yah kok honey gitu sih, emangnya aku selama ini di anggap apa ? ", ucap Adrian makin me lebay kan suaranya.
" kamu tanya aku nganggap kamu apa?", ucap Laura.
"iya", jawab singkat Adrian.
" ok, aku jawab, aku anggap kamu itu play boy yang deketin aku untuk taruhan gak jelas sama teman temanmu kan? ", ucap Laura lantang.
" hah, dari mana kamu tau? ", tanya Adrian yang kaget tentang Laura yang mengetahui taruhannya.
" tau dari mana itu nggak penting, yang pasti aku nggak sebodoh yang kamu kira ", ucap Laura lagi.
Laura segera meninggalkan Adrian yang masih tidak percaya bahwa Laura tau semuanya.
di tempat lain seorang pengusaha muda itu, sedang bersiap untuk ke panggung.
" kak arka", pekik Laura memanggil arka yang hendak meninggalkan tempat yang ia duduki.
"Laura? ", pekik arka pelan.
" kak, kak arka maaf kemarin aku ninggalin kamu sendirian di kafe itu, soalnya bude aku masuk rumah sakit, dan sekarang dia nggak ada", ucap Laura.
tiba tiba saja arka memeluk Laura dengan erat, bahkan sangat erat.
"Laura", ucap arka di sela pelukannya.
" iya kak ada apa? ", tanya Laura saat arka sudah melepaskan pelukan erat itu.
" aku udah ingat semuanya", pekik arka.
"jadi kak arka udah ngenalin aku? ", tanya lirih Laura.
" iya, kamu gadis kecil yang selalu aku rindukan selama ini, kamu yang selalu terbayang akan suatu janji", ucap arka , tak terasa air matanya menetes.
"kak, kenapa kakak nangis? ", ucap Laura yang melihat air mata jatuh dari pipi seorang pemuda yang memiliki kulit bersih itu.
" aku sedih karena nggak bisa sama kamu selama ini, padahal kita selalu bersama ", ucap arka.
" udah kak, yang penting kakak udah ingat semuanya ", ucap Laura dengan senyum bahagia." tunggu kak, kak arka kok bisa ingat lagi", imbuh Laura.
"itu semua berkat kamu", ucap arka.
" aku?, kok bisa bisa? ", tanya Laura keheranan.
" karena kamu udah tinggalin buku harian kamu ke aku", ucap arka lagi.
"hah?, jadi bukunya ada di kakak, kok bisa? ", tanya heran Laura.
flashback on.
" Laura tunggu, kamu meninggalkan buku kamu", ucap arka memanggil Laura yang sudah masuk ke dalam taksi.
"duh, gimana mau kembaliin ya? ", gumam arka.
" tunggu?, kenapa aku mau kembaliin, lagian dia sendiri yang ninggalin ke aku, kenapa aku harus harus mikirin ini? ", gumam arka lagi.
" lho kenapa aku jadi mikirin dia sih, gadis aneh", gumam arka lagi.
"udah ah, mendingan aku bawa pulang aja nih buku", ucap lirih arka lalu meninggalkan kafe itu.
di apartemen arka.
" buku apaan sih? ", batin arka yang penasaran langsung membuka halaman awal buku.
di situ tampak gambar Laura waktu SD dan biodata Laura.
" akhhh", ucap arka sambil memegangi kepalanya yang mencoba mengingat sesuatu tapi malah kepalanya sakit.
"siapa Laura", gumam arka sambil terus memegangi kepalanya yang sakit.
" akhh", pekik arka keras hingga rian, teman sebelah kamarnya mendengar arka kesakitan.
"kamu kenapa ka? ", ucap rian saat memasuki kamar sahabatnya itu dan melihat arka kesakitan sambil memegangi kepalanya.
sesaat setelah itu arka pingsan.
setelah di bawa ke rumah sakit, arka pingsan cukup lama hingga membuat papanya datang ke jakarta.
setelah satu hari pingsan arka mulai memerjapkan matanya.
" aku dimana", gumam arka.
" nak kamu udah bangun, alhamdulillah ", ucap papah arka.
" pa, siapa Laura? ", tanya arka.
" kamu udah ingat semuanya nak? ", tanya papah Laura antusias.
arka mengangguk pelan.
segera papah arka menceritakan semuanya pada arka.
flashback of.
" oh gitu ceritanya ", ucap Laura.
" iya", jawab singkat arka.
"terus kak arka sebulan ini kemana aja? ", tanya Laura.
" aku di rawat di rumah sakit selama seminggu, jadi kerjaan kantor numpuk, mau cari kamu nggak ada waktu", ucap arka menjelaskan.
"oh gitu ya kak", ucap Laura pelan.
Laura sangat bersyukur sudah bisa melihat kak arka yang selama ini dia cari dan sekarang kak arka sudah sukses.
bersambung....
masih bingung karena....🙈🙈