NovelToon NovelToon
Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ucum_alattas

Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.

Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.


Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 (revisi)

[“Tuan, kenapa kau meninggalkan pria itu. Seharusnya, kau tetap di sana, sampai pria itu bangun. Biarkan dia menyadari apa yang dia lakukan, dan bertanggung jawab padamu.”]

Selina yang sedang bersandar di kursi dan menikmati segelas susu hangat itu tampak marah.

"Kau baru saja memintaku tidur dengan pria beristri."

Sistem terdiam.

Selina mengepalkan tangan.

"Aku seorang pengacara."

"Aku menghabiskan seluruh hidupku membela korban perselingkuhan, kekerasan, dan penipuan."

"Lalu sekarang kau memintaku menjadi orang ketiga?"

Nada suaranya semakin dingin.

"Kalau ini yang kau sebut keadilan..."

"...aku menolak."

Keheningan menyelimuti beberapa detik.

Kemudian...

Suara sistem kembali terdengar.

[Permintaan penolakan ditolak. Anda sudah terikat dengan sistem, dan anda tidak bisa menolak perintah sistem begitu saja)

Selina mencibir.

"Aku tidak peduli. Bahkan, jika aku berakhir harus kehilangan nyawaku, aku tidak peduli."

"Aku tidak akan menghancurkan rumah tangga orang lain."

[Lalu, bagaimana jika saya memberitahu Tuan jika apa yang anda lakukan tidak lah salah.]

Selina sama sekali tak peduli. namun, sedetik kemudian sebuah layar transparan perlahan terbuka.

Bukan berisi misi.

Melainkan...

Foto-foto.

Nama-nama.

Dan berkas kematian.

Selina mengerutkan kening.

[“Target balas dendam anda adalah Helena. Dia kakak kandung anda saat ini. Semasa hidup, Helena sudah melakukan berbagai kejahatan. Bahkan, di usianya yang berumur tujuh belas tahun, dia sudah menghancurkan pernikahan mentornya. Membuat istri mentornya meninggal bersama janin yang dikandungnya saat mengetahui perselingkuhan mereka.]

Rahang Selina mengeras. Pandangannya bahkan menggelap. Namun, ia mencoba tenang.

"Bagaimana jika data yang kau berikan itu palsu?" tanyanya sambil mengetuk meja cafe.

namun, alih alih menjawab, sistem malah memunculkan bukti baru.

[“Tidak hanya itu, saat dia menjadi mahasiswa, ia memiliki seorang sahabat. Dia berasal dari keluarga kaya, memiliki banyak pelamar hingga akhirnya menikah dengan pria yang menjanjikan. Namun, karena Helena yang dari awal membenci sahabatnya itu, ia sengaja merayu suami sahabatnya itu, sehingga membuat pernikahan mereka hancur. Tidak hanya itu, saat sahabatnya memutuskan untuk bercerai, dan menyerahkan mantan suaminya pada Helena, alih alih menyerah, Helena malah semakin membenci sahabatnya.”]

Tangan Selina mengepal. Bukti bukti yang diberikan sistem terlalu nyata, namun ia benar benar tidak ingin merasa tertipu seperti semalam.

[“Saat sang sahabat menikah untuk kedua kalinya, dengan pria yang jauh lebih menjanjikan dibanding mantan suaminya, Helena kembali berulah. Kali ini, ia tidak hanya menggoda suami sahabatnya itu, bahkan dengan sengaja menghasut suami sahabatnya untuk membunuh sahabatnya dengan imbalan pernikahan dengannya. Namun, setelah suami sahabatnya membunuh istrinya sendiri, alih alih menikahinya, Helena malah memanggil polisi, mengatakan jika sahabatnya dibunuh oleh suaminya, dan melemparkan semua kejahatannya pada pria itu hingga membuat pria itu berakhir gila di penjara.”]

Nafas Selina naik turun, pertanda emosinya sedang mempermainkannya. Jika semua data ini benar, wanita bernama Helena benar benar menjijikan. Namun, ia benar benar berusaha menahan diri.

"Karena ini, kau memintaku untuk tidur dengan suaminya?"

【Karma tidak mengambil nyawa. Karma mengambil apa yang paling dicintai pelakunya.】

Sistem melanjutkan.

[Helena menghancurkan rumah tangga orang lain untuk memperoleh kepuasan.]

[Karena itu, hukuman yang paling setara adalah kehilangan rumah tangganya sendiri.]

Selina terdiam cukup lama.

(Tuan, saya tahu mungkin anda tidak mempercayai saya, tapi Tuan bisa menilai wanita itu secara langsung saat bertemu. Dengan pengalaman anda sebagai pengacara, saya yakin, anda akan langsung melihat karakter seseorang)

Setelah mengucapkan itu sistem kembali menghilang. Hal itu membuat Selina menggertakkan gigi karena marah.

Entah marah karena sistem tidak menjelaskan semuanya secara langsung dari awal, dan membuatnya serasa tertipu, atau karena kejahatan wanita bernama Helena.

***

Sementara itu, di dalam hotel, Maxime yang baru saja bangun dan langsung melihat kekacauan di kamarnya tertegun.

Ingatan malam panas antara ia dan wanita asing bernama Selina membuat kepalanya terasa berat, ditambah, surat yang yang baru ia temukan dari Selina.

[“Tuan, aku benar benar minta maaf. Aku tidak tahu anda sudah menikah. Jika saya tahu, saya tidak akan pernah meminta bantuan anda malam itu. Aku harap, kita bisa melupakan malam ini, dan ... lebih baik kita berpura pura tidak saling mengenal nanti.”]

Secercah rasa bersalah tidak bisa ia tahan. Bukan hanya pada Selina, tapi pada istrinya yang belum pernah ia temui.

“Apa yang harus aku lakukan,” gumamnya merasa pusing.

Terlebih, saat ia mengingat dengan jelas jika malam itu adalah malam pertama wanita itu, dan juga malam pertamanya.

Ia juga teringat, di tengah tengah pergumulan mereka, wanita itu kembali menolak. Sepertinya, wanita itu sadar jika ia sudah memiliki istri.

“Sial, aku benar benar menghancurkan kehidupan gadis kecil,” gumamnya yang teringat jika wanita itu masihlah seorang remaja berusia delapan belas tahun.

Drt ... Drt ...

Suara getaran ponsel membuat Maxime langsung tersadar. Ia menunduk, melihat nama Helena di sana, tubuhnya tiba tiba menegang.

[“Maxime, aku dengar, kau kembali hari ini. Apa aku perlu menjemputmu di bandara?”]

Melihat pesan itu, rasa bersalah kembali mucul.

“Bagaimana jika dia tahu, suaminya sudah tidur dengan wanita lain,” gumamnya pelan.

Drt ... Drt ...

Suara getaran kembali muncul. Kali ini bukan sebuah pesan, melainkan panggilan masuk.

Melihat nama mamanya yang tertera di sana, wajahnya yang muram semakin muram.

“Iya, Ma.”

“....”

“Hmm, aku akan pulang sekarang juga. Jangan khawatir.”

Setelah menutup panggilan itu, maxie kembali melalukan panggilan. Kali ini pad asistennya.

“Tolong selidiki apa yang terjadi semalam. Selidiki, semua orang yang hadir malam itu.”

“....”

“Satu lagi, siapkan hadiah mewah untuk istriku.”

Setelah itu, ia mematikan sambungan telfonnya. Matanya kembali melirik ke arah noda di seprai putih itu. Mengingat kembali malam panas itu, perasaannya kembali rumit.

“Aku tidak bisa mengulangi kesalahan ini lagi. Aku akan menebusnya,” putusnya akhirnya.

Ya, seperti yang dikatakan Selina dalam surat itu. Mari kita lupakan malam itu. Menganggap jika malam itu tidak pernah ada.

“Aku akan memperlakukan Helena jauh lebih baik,” gumamnya merasa jika ia harus menebus kesalahannya pada istrinya itu.

***

“Apa kau berhasil semalam? Katakan, pria seperti apa yang mendapatkan keper4wananmu. Apa ia sekuat itu?” tanya Helena tepat saat Selina muncul.

Selina yang melihat penampilan Helena yang terlihat lembut menatap wanita itu penuh penilaian.

“Kenapa? Apa pria itu kurang bagus di ranjang? Apa perlu kakak carikan pria yang sudah teruji?”

Pertanyaan itu langsung dibalas dengan gelengan kepala.

“Tidak, tidak perlu. Dia ... baik baik saja,” tolak Selina seadanya.

Helena menatap adiknya dengan pandangan curiga. “Tidak ada yang kau tutupi kan?”

Selina menggelengkan kepala. “Tidak, tidak ada. Sejak kapan aku bisa menutupi sesuatu dari kakak. Bahkan, jika aku kehilangan satu celana dalam, kakak pasti akan mengetahuinya,” jelasnya dengan wajah cemberut. Ia baru saja mendapatkan detail ingatan tentang hubungannya dengan Helena. Dan seperti ini lah sikap Selina asli pada kakaknya.

Helena yang melihat itu mengangguk. Ya, tidak ada yang bisa lepas dari pengamatannya.

“Lalu kenapa dengan ekspresimu. Apa ada masalah?”

Selina tampak ragu sejenak.

(Tuan, anda bisa menguji Helena saat ini. setelah itu, anda akan tahu, apa data data yang saya berikan benar atau salah.)

Melihat wajah Helena, dan bagaimana ketergantungan pemilik asli pada kakaknya itu, ia tanpa ragu menceritakan semuanya.

Helena yang mendengar itu terdiam. Sedetik kemudian, ia menyeringai.

“Kalau begitu, rebut saja dia dari istrinya,” ucap helena tanpa bersalah.

Selina terkejut. Matanya menatap Helena yang tampak sungguh sungguh dengan kata katanya itu.

“Ini ... bukankah itu tidak baik. Aku akan menjadi wanita simpanan.”

Mata Helena melotot. “Siapa yang kau maksud simpanan. Hanya wanita yang tidak dicintai yang disebut simpanan.”

Selina menunduk ketakutan. Selama ini, karakter pemilik asli akan selalu patuh dan takut pada kakaknya. Bahkan, kejadian semalam tak luput dari campur tangan kakaknya yang ingin adiknya cepat menjadi dewasa.

namun, hanya dia yang tahu, ia menunduk karena ingin menyembunyikan emosi di matanya.

“Kalau kau menyukai pria itu, rebut dia. Omong kosong dengan kata simpanan. Selama kalian saling mencintai, itu sudah cukup!” tegas Helena yang tak pernah tahu jika pria yang disebutkan Selina adalah suaminya sendiri.

Pria yang tak pernah bisa ia taklukan, dan hanya bisa ia taklukan dengan sebuah pernikahan bisnis saja.

“Nyonya, tuan sudah kembali,” lapor kepala pelayan yang sejak tadi sudah diberi perintah oleh Helena untuk memberitahu dia jika Maxime kembali.

Wajah Helena yang awalnya tegas berubah melembut. Senyum manis pun tersungging, berbeda dengan tatapan tegasnya tadi.

“Oh, aku akan menyambutnya,” ucapnya yang langsung berdiri.

Selina yang sejak tadi menunduk perlahan mendongak. Matanya menatap punggung punggung Helena.

“Maxime,” sapa Helena lembut.

Wajahnya terlihat lemah lembut, membuat Maxime yang sudah melupakan wajah istrinya sendiri tertegun.

Bukan karena kecantikannya, melainkan, karena bentuk mata wanita itu yang cukup mirip dengan bentuk mata Selina.

Helena yang melihat Maxime menatapnya terus terusan diam diam tersenyum puas.

“Apa ada yang salah dengan wajahku?” tanya Helena dengan ekspresi bingung.

Maxime yang tersadar itu mengerjap. Ia menggelengkan kepalanya, kemudian berdahem.

“Tidak, ayo masuk.”

Helena tersenyum. Ia mengikuti Maxime dari samping. Kemudian dengan lembut bercerita tentang enam bulannya tinggal di sini.

Namun, saat mereka memasuki ruang tamu, langkah Maxime terhenti. Helena yang masih ingin berbicara itu tampak kebingungan. Baru setelah ia melihat Selina yang berdiri mematung di tempatnya, dan Maxime yang juga memiliki ekspresi sama ia tersenyum.

“Oh ya, dia adikku. Selina. Karena ia akan kuliah di kota ini, dia akan tinggal di sini untuk sementara. Maaf, aku tidak memberitahumu sebelumnya. Kau tidak keberatan kan?” tanya Helena hati hati, tanpa menyadari jika mata Maxime tampak berkabut saat bertemu dengan tatapan Selina, terlebih saat melihat bekas merah di sekitar lehernya itu.

(Misi selanjutnya, taklukan Maxime, buat dia jatuh cinta dan hancurkan Helena)

(Biarkan Helena merasakan apa yang dirasakan wanita wanita yang kehidupannya dia hancurkan di masa lalu)

(Pengingat, Tuan tidak boleh mengubah karakter Selina asli, dan membuat Helena curiga.)

(Tetaplah menjadi adik polosnya, yang tampak bergantung pada kakaknya, Helena)

Selina yang sejak tadi diam akhirnya mengangkat kelopak matanya.

"Misi diterima."

1
irena
sedikit banget thor... nanti deh saya simpan dulu episodenya... klo perlu sampai tamat baru saya baca lagi...
irena: iya makanya.. saya tunggu selesai dulu.. habis klo satu bab dibaca.. bikin greget
total 2 replies
irena
sedikit banget thor..
Althoza_$: udah 1000 kata lebih itu KK 🙈
total 1 replies
irena
kapan terbongkar busuknya Helena.. supaya mamanya max semakin menyesal krn sudah memilih Helena..
Althoza_$: besok KK, sabar ya 😄
total 1 replies
irena
saya jadi ga suka thor,. klo ceritanya kayak gini.. si Helena sama mamanya max menang... saya ingin si mama max kapok dan Helena dipermalukan... bukan menang karena disentuh sama max sesuai obsesinya..
Althoza_$: tunggu bab selanjutnya, KK 😄 maaf ya kalau bikin emosi bab ini
total 1 replies
irena
klo sampai si Helena tidur sama max.. berarti Helena menang krn dia memang ingin sekali tidur sama suaminya.. kan itu obsesinya
irena
jangan dong thor.. sampai tidur dengan maxim.. harusnya datangkan saja dokter yg pernah mengoperasi keperawana si Helena.. supaya si max jijik. jng sampai menyentuh Helena.. jadi ga seru dong klo tersentuh sama Helena.. max sudah pernah tidur sama si selena yg gadis..
irena: ok... 💪💪💪
total 2 replies
irena
harus terbongkar sifat pelakor nya dulu Helena.. supaya mamax max tau.. klo Helena sudah dua kali jd pelakor.. dan dia bukan perawan.. tapi sudah operasi
irena
biar ibunya max jijik sama Helena... dan menganggap karma buat helena
irena
bongkar kebusukan Helena.. klo perlu di viralkan.. yg harus tau lebih dulu ibunya max
irena
kenapa ga dibongkar sekalian kelakuan si Helena kalo dia juga pernah jadi pelakor dia kali.. bahkan sengaja jadi pelakor untuk sahabat nya.. klo perlu si max cari tau tentang Helena.. supaya dia bisa semakin membuat Helena tertekan ga bisa melawan
Althoza_$: tunggu part terbongkar nya ya kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!