NovelToon NovelToon
Gus, Please Jangan Kejar Aku!!

Gus, Please Jangan Kejar Aku!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilaarumi

namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.

ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.


sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.

bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.

aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4 kenapa tidak mendidik saya sedari kecil

Rina duduk santai didepan tv,menonton ceramah singkat dari Gus Hanif yang beberapa waktu ini selalu dinanti nantikanya setiap sore.

Entah kenapa ceramah singkat yang selalu disampaikan Gus Hanif disebuah acara tausyah yang ditayangkan ditv membuatnya begitu terkesan dengan Gus itu, menurutnya Gus Hanif membawakan ceramah yang menyentuh hati, kalimat kalimat yang disampaikannya selalu membuat Rina begitu merinding.

Kkekkkkkkk

Pintu terbuka,seira masuk dengan dress merahnya yang sedikit kusut, dengan pelan ia melepas high heels nya,ekspresinya datar,ekor matanya melirik sang mami yang terlihat fokus menonton tv.dan itu cukup membuat seira lega karna Rina tidak berkomentar tentang pakaiannya hari ini.

Sejenak seira menatap Rina,ada sedikit perasaan asing didalam hatinya,jujur ia sangat rindu dengan maminya itu.penekanan yang dilakukan Rina terhadap hidupnya sedikit membuat jarak diantara mereka.seira menarik nafas lalu berlalu.

Tapi lagi dan lagi langkah seira terhenti saat ia kembali menatap punggung Rina yang masih terlihat tidak peduli dengan kehadirannya,mungkin kali ini seiralah yang harus menekan sedikit egonya,biar bagaimanapun ia tidak boleh membiarkan hubungannya dengan sang mami menjadi renggang.hanya Rina satu satunya orang tua yang dimilikinya saat ini.

Selesai Menganti bajunya dengan piyama.seira bergegas kedapur untuk membuat dua cangkir teh untuk Rina dan untuk dirinya.lalu melangkah kearah ruang tv.disana Rina masih duduk masih terlihat fokus dengan acara yang ditontonnya.

Seira meletakkan tehnya dimeja lalu memdudukan bokongnya diujung sofa, didekat Rina.

" Hmmm mami ini aku buat teh buat mami.diminum dulu."

Rina masih fokus dengan tausyah yang disampaikan oleh Gus Hanif.

Sssssssttttttt

Rina menoleh dan menekan bibirnya dengan jari telunjuk agar seira tidak berbicara dengannya.membuat seira mengrenyit bingung.

Seira menoleh kelayar tv,netranya menangkap sosok laki laki d berbaju kokoh berwarna merah maroon dengan peci yang melekat dikepalanya.kedua alis seira bertaut menatap sosok laki laki yang terasa tidak asing di matanya.hingga ikatannya beralih kedua hari yang lalu saat bibirnya dan area sensitifnya tidak sengaja disentuh oleh seorang laki laki didalam sebuah lifff.

Seira membekap mulutnya tapi berusaha menepis perasaan kesalnya dan berusaha melupakan pelecehan yang tanpa sengaja itu.

" Huuu ceramah Gus Hanif itu bener bener menyentuh." Rina menyeka sudut matanya yang berembun.

Seira menoleh kearah Rina,ternyata Rina bukan mendiaminya seperti apa yang ada difikirkannya tapi maminya itu begitu fokus mendengarkan tausyiah.

"Seira.mama berdoa semoga kamu berjodoh dengan laki laki seperti Gus hanif.mami yakin laki laki seperti dia pasti bisa membimbingku kearah yang lebih baik."

Seira memutar bola matanya.

" Jangan mulai deh mami,hari ini aku tidak mau berdebat dengan mami tentang hidup seira.aku ini hari ini kita berdamai."

" Berdamai? Memang kita musuhan.seir jangan sampai kamu menganggap mami itu musuhmu karna ingin yang terbaik untukmu."

Seira diam lebih lama.tatapanya ia alihkan kelayar televisi.

" Seir.semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya."

" Aku takut berubah mi,aku takut akan gagal dan kehilangan semuanya, kehilangan sesuatu yang sudah kuperjuangkan hingga sampai dititik ini.lagi pula aku cukup nyaman dengan hidupku sekarang."

" Dan kenapa baru sekarang mami ingin mendidik seperti apa yang mami harapkan, kenapa mda sedari dulu ,sedari aku kecil mami mendidiku seperti itu mi."mata seira berkaca kaca saat mengatakan itu.ingatan tentang masa kecilnya yang hanya diisi oleh pertengkaran orang tuanya kini berputar dikepalanya.

Hati Rina terasa ngilu, bibirnya bergetar seakan tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. selama ini luka yang ditorehkan untuk anaknya sendiri begitu dalam.

Ia meraih putrinya merekah tubuhnya,memeluknya dengan erat.

" Maafin mami nak,maafin mami." Ucapnya.

Dalam pelukan sang mami seira menangis sejadi jadinya.

***

Malam ini bulan terlihat tidak muncul dilangit yang terlihat kelabu.

" Gus,apa Gus siap syuting lagi besok pagi.kata sutradara rating tausyah yang Gus bawakan ditv itu bagus."

" Entahlah mang, saya senang jika banyak yang menyukai ceramah saya ditv.tapi disisi lain ummi terus mendesak untuk saya untuk pulang kepesantren."

" Gus.tidak usah memikirkan tentang pesantren kan dipesantren ada Ning hahla yang bisa menghadle tentang pesantren."

" Mang benar, semoga ummi bisa mengerti keputusan saya.saya ingin mengajarkan ilmu saya kepada orang banyak.dan saya yakin jalur media menjadi cara yang paling efektif bagi saya."

Sebenarnya alasan lain Gus Hanif masih betah dijakarta,ingin menemui seira Aurora.

Sekarang hatinya telah mantap untuk mendekati perempuan yang baru pertama kali merebut ciuman pertamanya meskipun dengan cara tidak sengaja.

Beberapa kali ia shalat istikharah untuk memantapkan hatinya tapi hatinya selalu condong kesang artis seira Aurora.

" Saya yakin sebentar lagi Gus Hanif akan menjadi pendakwah yang dikenal banyak orang."

" Saya hanya ingin ilmu yang saya sampaikan bisa menyentuh hati orang banyak dan mengubah hidup mereka menjadi lebih baik."

" Aminn Gus."

Gus Hanif menatap langit gelap, berharap semoga esok Allah mempertemukannya dengan seira Aurora dan menyampaikan buat baiknya.

1
endah setyowati
maju, jangan menyerah Gus hanif,itulah tantangan hidup
endah setyowati
ngk tahu aja mamanya seira,kalau sebenarnya seira sudah diajak menih sama Gus hanif🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!