NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Kasta

Pernikahan Beda Kasta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:458.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: NCY

Calina Sanders menikahi seorang putra mahkota karena ingin mencari keadilan atas kematian ibunya.

Sedangkan Kama El Barrak menikahi Calina karena ingin mencari seorang pendonor yang sesuai untuk penyakit langkanya.

Siapa yang menyangka, Calina malah terjebak didalam istana megah itu seperti seorang tahanan. Sedangkan Kama perlahan mulai mencintai wanita yang dinikahinya.


Bagaimana mereka bersama setelah kehadiran orang ketiga diantara keduanya? Sedangkan sang Ratu begitu membenci Calina yang hanya seorang wanita dari kasta terendah.

Yuk Simak bersama Kisah Cinta menarik antara Kama dan Calina.
Jangan lupa dukung author berupa like, koment dan vote ya gaes. Jiayou 💪🏻🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spring Festival

Malam itu adalah pembukaan Spring Festival dihalaman luas depan istana kerajaan Artilyc. Setiap masyarakat turut serta pada pembukaan yang dipandu langsung oleh Ratu Sophia.

Calina mendampingi Sophia mengucapkan sepatah dua patah diatas panggung kecil yang dipersiapkan untuk pentas musik. Dihadapan lampu sorot kamera. Sophia meresmikan pembukaan festival hari itu dengan sangat ramah.

Diikuti dengan pesta kembang api dan iring iringan musik band ibukota yang tengah populer.

Dari panggung Sophia menuju tenda belakang panggung yang telah dipersiapkan. Sedangakan Calina terus melanjutkan beberapa kata singkat sebagai mc acara.

Disudut panggung, Kama dan Odette sedang berbincang akrab didekat telinga mengingat musik dipanggung yang lumayan menggema dihalaman itu. Odette terlihat tertawa ringan mendengar ucapan Kama.

"Calina," panggil Sophia saat Calina memasuki tenda itu.

"Bantu saya melepas selempang ini," pinta Sophia yang saat itu tengah duduk didepan meja rias.

Sophia sengaja menahan Calina disitu agar tak mendekati putranya.

"Bukankah mereka terlihat begitu serasi? Sejak awal Odette adalah tunangan Kama. Namun beberapa kendala membuat Kama tak bisa menikahinya," ujar Sophia.

Calina terdiam mendengar ucapan Sophia dan tak berani berkomentar apapun.

"Setelah menandatangani perjanjian donasi stemcel kamu bisa bercerai dengan Kama, dan kamu akan memiliki 1 persen saham perusahan. Bukan kah lumayan, hanya menikah beberapa bulan dan kamu akan menjadi milioner?" ucap Sophia lagi dengan senyum ramah menghias dibibirnya.

"Apa yang mulia sedang meminta saya untuk bercerai dengan Kama?" tanya Calina.

"Ya, apa kamu pikir kamu bisa menggantikanku menjadi Ratu diistanaku? Oh ya, jika kamu setuju dengan perjanjian itu. Saya tak akan mencopot gelar bangsawanmu. Kamu akan diceraikan secara hormat oleh anak saya," ucap Sophia pelan.

"Buat apa perjanjian segala? Aku bukan seorang materialistik yang masuk kedalam istanamu untuk harta dan kekayaan. Jika Kama memang sudah tak bahagia bersamaku aku dengan ikhlas akan menceraikannya,"

Calina tersenyum menahan perih dalam hatinya, sambil tangannya terus membuka pengait dibelakang selempang sang Ratu. Calina menatap Kama dan Odette dari pantulan cermin meja rias dihadapannya. Mereka memang terlihat sangat serasi.

Semakin lama ruangan dalam tenda itu semakin penat. Usai membuka selempang, Calina keluar mencari Rosa diluar.

Saat menoleh dikerumunan, ketiga sahabaatnya berada ditengah kerumunan anak anak abg yang sedang ikut bernyanyi bersama idola mereka.

"Calina," teriak Vania dari kejauhan.

Calina tersenyum kemudian berlari menghampiri mereka.

"Wahh, princess ku lama nggak jumpa. Kami kangen," ucap Lupita.

"Aku juga kangen kalian," ucap Calina kemudian memeluk ketiga sahabatnya itu.

"Ngobrol disana yuk, musiknya terlalu bising," ajak Dita sembari menunjuk arah sebuah boot gorengan.

"Ya ayo."

Mereka menuju boot gorengan yang telah tersaji beraneka macam gorengan.

Sambil bercengkrama mulut keempatnya tak berhenti mengunyah apa saja yang ada dihadapan mereka. Celoteh teman temannya membuat Calina lupa sejenak akan rasa perih yang melandanya barusan.

Calina duduk diatas trotoar disamping boot itu mangkal.

"Yang mulia, silahkan duduk dikursi ini," ucap ibu penjual gorengan sembari menggeser kursi nya kehadapan Calina.

"Bu, ambil lagi kursinya. Mana mungkin saya duduk dikursi sedangkan teman teman saya tidak," ucap Calina sambil mengembalikan kursi tersebut.

"Yang mulia, saya nggak apa apa kok jika yang mulia duduk dikursi itu," canda Vania.

"Kalau begitu saya juga akan ikut duduk disini," ucap penjual gorengan itu sambi ikut duduk bersama mereka.

"Loh bu?" ucap Calina tak bisa melarang keinginan ibu itu.

"Mana mungkin saya duduk dikursi sedangkan yang mulia duduk ditrotoar," jawab ibu itu.

Lupita tertawa kecil melihat tingkah penjual gorengan itu, Calina dan ibu penjual pun ikut tertawa bersama mereka saat itu.

Sementara dikejauhan, diam diam Kama sedang memperhatikan Calina. Dia terlihat sedang menghitung jumlah tusukan gorengan yang telah mereka makan.

"Lima puluh dua," teriak Calina.

"Siapa nih yang makan 20 tusuk? Ayo bayar," ucap Dita.

"Aku makan dua doang," jawab Lupita.

"Gue juga dua doang, ye kan Pit?" ucap Vania sambil dijawab anggukan oleh Lupita.

"Jadi maksud lu pada, gue makan 40 tusuk gitu?" bantah Calina.

Kama tertawa melihat tingkah istrinya. Karena sejak awal Kama sudah memperhatikan mulut istrinya itu tak berhenti mengunyah.

Ketiga temannya sepakat mengangguk bersamaan agar Calina membayar gorengan itu.

Calina terlihat merogoh kantong celana kiri dan kanannya kemudian meraba kantong coat bagian dalam namun Calina tak menemukan sepeser pun uang disana.

"Aku nggak bawa uang," ucap Calina.

Lupita, Dita dan Vania ikut merogoh kantong mereka masing masing.

"Lu bawa dompet gak Dit?" tanya Vania.

Dita menggeleng. "Dompet gue ketinggalan dimobil."

"Dompet gue juga dimobil," ucap Lupita.

"Jadi tak satu pun yang?" tanya Calina, wajahnya berubah seketika. "Yaaa, apes."

"Nggak usah dibayar yang mulia. Gorengan nya saya gratiskan untuk yang mulia," ucap ibu penjual itu.

"Ye, jangan dong bu. Gue gak mau utang bu," ucap Calina.

"Rosa," teriak Calina memanggil Rosa beberapa kali.

Disaat bersamaan Kama ikut memanggil Harley yang berdiri tak jauh dari Kama.

"Harley," panggil Kama.

"Ya tuan."

"Kamu pasti bawa uang kan? Bayar gorengan ibu itu dua kali lipat," ujar Kama.

Saat Harley hendak menuju ke arah Calina, Rosa sudah berada disitu untuk membayar gorengan yang dimakan Calina dan teman temannya.

Segepok uang tunai 1 juta diberikan Calina ke ibu penjual gorengan itu.

"Yang mulia, ini terlalu banyak jumlahnya. Gorengan yang mulia hanya seharga 260 ribu saja," ucap ibu penjual.

"Gapapa bu ambil aja,"

"Saya nggak berani yang mulia. Saya tak pantas menerima ini,"

"Ibu ambil aja bu, nanti selama festival jika ada yang layak ibu berikan gorengan gratis maka berbagilah dengan mereka," ucap Calina.

Wajah oenjual itu sedikit ragu namun akhirnya setuju dengan yang diucapkan Calina.

"Baiklah, akan saya lakukan sesuai amanah yang mulia," ucap ibu itu.

"Nona nona semua apakah sudah makan? Kalian terlihat sangat kelaparan," tanya Rosa pada Calina dan teman temannya.

"Oh ya gaes, ini Rosa yang gue cerita kemaren ditelpon," ucap Calina.

Ketiga temannya dan Rosa saling memperkenalkan diri.

"Non, apa tidak sebaiknya mengajak mereka masuk. Malam semakin larut. Apa non akan terus berada diluar sini?" ucap Rosa pelan.

"Jangan Sa, jika mereka masuk mereka akan tau kalau aku dan Kama tidak tinggal bersama. Bisa bisa mereka akan menyeretku keluar dari istana ini sekarang," jawab Calina.

"Gaes, gue capek banget, mending kalian balik dulu deh. Besok sini lagi, gue traktir kalian makanan enak. Ok?" ucap Calina pada temen nya sambil mengedipkan matanya.

"Apaan sih lo, langsung ngusir segala," ucap Lupita.

"Udah lah, ayo balik. Dion juga dah telpon telpon gue mulu nih," ujar Dita.

"Lagian mana mungkin putri yang cantik ini menemani kita keluyuran jam segini," ujar Vania.

"Haha, ya udah yuk. Besok kita kesini bawa dion juga ya. Boleh?" tanya Dita.

"Yee, bawa aja. Kan gada yang larang." celetuk Vania.

"Ya udah, kalau ada Dion biar gue ajak Kama deh," ujar Calina.

Usai berpamitan satu sama lain. Calina menggandeng lengan Rosa kembali pulang. Mengingat jarak halaman depan istana dan gedung istana lumayan jauh dan agak menanjak, wajah Calina jadi terlihat agak malas melangkahkan kakinya.

"Rosa, aku akan bercerai dari Kama," ujar Calina dalam perjalanan pulang.

"Nona ngomong apa? Siapa yang akan menceraikan nona?" tanya Rosa.

"Ratu, dia akan menceraikan aku dan Kama." jawab Calina.

Rosa berpikir sejenak. "Apa non mencintai pangeran?" tanya Rosa.

"Entahlah Sa."

"Apa nona merasa bahagia diistana ini?" tanya Risa lagi.

Calina menggeleng kemudian teringat akan malam pertama yang membuatnya merasa bahagia, namun kejadian bahagia itu bukan didalam istana ini.

Calina teringat saat berdua dengan Kama didanau belakang istana.

"Tidak, tak ada satupun yang membuatku bahagia disini. Aku malah dibatasi dan tak bisa melakukan apa pun disini Sa," jawab Calina.

"Ya sudah, nona bercerailah segera dengan pangeran," saran Rosa.

"Tapi tujuan utamaku ke sini belum terwujud. Kematian ibu, dan nasib pelayan ditanah pertanian itu. Aku belum melakukan apapun untuk mereka," ucap Calina lirih bahkan hampir meneteskan airmatanya.

"Apa terjadi sesuatu dengan nona?" Rosa memegang lengan Calina kemudian menatap matanya Calina yang terlihat begitu tertekan.

"Ratu, dia berulang ulang mengatakan aku tak pantas berada diistana ini. Bagaimana pun posisi ratu tak layak untuk ku. Ratu terus menerus menginaku," ucap Calina.

"Sudah lah non, jangan menangis disini. Jika ada yang melihat nona. Cerita akan semakin ruwet dan panjang," ucap Rosa sambil menarik lengan Calina agar mempercepat langkahnya.

"Rosa aku lelah."

"Begitu sampai nona mandi kemudian istirahat. Oh ya, gimana jika Rosa bikit kaki nona. Nona pasti akan langsung seger," ucap Rosa.

"Baiklah." Calina akhirnya mempercepat langkahnya. Setelah Berjalan beberapa saat, Calina dan Rosa tiba diparkiran depan gedung istana.

Sophia, Odette dan Kama terlihat turun bersama dari mobil yang baru saja berhenti didepan pintu utama.

"Lihat itu? Saya benar benar tak dianggap disini," ucap Calina.

"Sudah non, ayo. Saya akan buatkan non teh jahe agar badan dan pikiran nona fresh kembali. Jangan melihat orang orang yang jahat itu." Rosa menarik lemgan Calina berlalu dari situ.

Rosa dan Calina berjalan melewati parkiran samping

hingga tiba dikediamannya.

Rosa menyiapkan rendaman air hangat aromatherapi, teh jahe untuk membantu Calina terlelap malam itu.

Sedikit banyak Rosa membantu Calina melewati hari hari buruknya saat berada diistana asing itu.

Bersambung...

(Terimakasih readers, tetep stay tune disini ya.)

1
[🦉]Susi Soemarsi
puas bgt sama alurnya ceritanya. recommand bgt buat yg suka baca novel🤗🤗
[🦉]Susi Soemarsi
yeyy akhirnya selesai juga bacanya😍. suka sama alurnya plus konfliknya yg nggc mbulet jadi nggc pening bacanya.thank' dan
semangat terus ya thor berkaryanya💪😇
[🦉]Susi Soemarsi
sudah kuduga kalo shopia itu selingkuh sama adipati. soalnya kek gitu bgt sih ngebelanya😌😌
[🦉]Susi Soemarsi
wahh nggc nyangka ternyata calina itu anak bangsawan😍😍
[🦉]Susi Soemarsi
semoga calina cepet hamil, biar nggc jadi cerai🤗
Nurma sari Sari
hadiah Rio mungkin aquarium yg pernah di beli Rio waktu dipelelangan barang antik di kerajaan
Nurma sari Sari
ya ampun sampai segitunya, kok yg lebih berperan memberi perintah adalah ratu, kemana rajanya. kok rajanya seperti GK ada fungsinya di dlm istana
Nurma sari Sari
lanjut
Nurma sari Sari
seru...😊
Nurma sari Sari
lanjut thor 👍
Nurma sari Sari
oooh....sombong nya....
Nurma sari Sari
semangat Carlina karena kamu lah pilihan Kama sang pangeran
Nurma sari Sari
sekolah tinggi bahkan sdh menjadi dosen dan model, diusia yg sdh 27 th Carlina baru merasakan ciuman untuk yg pertama kalinya ???? 🤔
Nurma sari Sari
mampir...
Nurma sari Sari
menyimak
🫧Alinna 🫧: Selamat membaca, semoga terhibur 😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
jadi penasaran deh, pangeran cinta beneran pa nggak
🫧Alinna 🫧: Terima kasih sudah mampir 🙏🏻😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
kapan malam pertamanya
🫧Alinna 🫧: Udah deket 🤭
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
ikut bahagia deh tapi juga sedih gimana lanjutnya..
R Ghofur Hidayat
l@njut Thor..
R Ghofur Hidayat
penasaran jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!