Revisi dari OM DADDY, I LOVE YOU sebelumnya. Terimaksih masih setia menunggu 🙏🙏
Jatuh cinta adalah hal yg biasa bukan ?
Namun tidak dengan Clarisa Andriani. Dia jatuh cinta dengan sahabat papahnya yg dulu dia panggil daddy.
Lalu, apakah sang papah akan merestuinya atau justru melarangnya ?
18+
⚠ WARNING ⚠
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diani Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEPERTI SOANG
Mempersiapkan sebuah pernikahan bukanlah hal mudah, apalagi ini adalah pernikahan dua perusahaan besar. Seperti halnya hari ini, Alex sedang berada di N.G GROUP untuk menjemput calon istrinya fitting gaun pengantin.
"Clarisa ada mbak" tanya Alex pada Widia
"Ada pak tapi .. " belum sempat melanjutkan Alex sudah berjalan ke ruangan Clarisa
tok .. tok .. tok
CEKLEK
"Loh"
"Apa .. ngapain ke sini" tanya Andri
"Gua mau jemput istri gua lah, masa mau nemuin lo, hiih"
"Widia, kamu gak kasih tau perjaka tua ini untuk tunggu di ruangan saya" tanya Andri pada sekertarisnya
"Saya mau menyampaikannya pak, tapi pak Alex nya sudah pergi"
"Ganjen" ucap Andri dan keluar ruangan Clarisa
Tidak sampai situ, sebelum Andri menutup pintu ruangannya, dia menyempatkan mengancam Alex agar tidak bertindak macam macam sebelum hari H pernikahan mereka.
"Heh .. jangan macem macem di dalem .. gua udah pasang cctv di setiap sudut" ancam Andri meski sebenarnya hanya sebuah gertakan
Sedangkan Clarisa yg sudah menunggu dan mendengar perdebatan papah dan calon suaminya, hanya bisa tertawa di dalam ruangannya.
"Seneng .. suami nya di tindas, seneng"
"Laah .. hahaha .. lagi kalian tuh setiap hari kerjaannya berantem terus." ucap Clarisa masih dengan tawanya
"Ayo .. jadi gak .. sekalian makan siang di luar ya"
"Kuy"
"Apaan itu" tanya Alex
"Astaga .. lupa kalo laki gua orang zaman dulu" balas Clarisa dengan menepuk keningnya
"Maksudnya, yuk. Kan di balik jadi kuy" jelas Clarisa
Sebelum pergi Clarisa sempatkan ke ruangan papahnya untuk meminta izin dan berpamitan.
tok .. tok .. tok
"Masuk"
"Papah .. kakak pergi dulu ya" ucap Clarisa setelah masuk dan berdiri di samping Andri
"Papah mertua .. izin bawa calon istri saya kawin lari ya"
"Brisik lo" ucap Andri dan di balas tawa oleh Clarisa dan Alex
"Kalo udah selesai langsung pulang ke rumah aja ya" ucap Andri
"Lo jangan aneh aneh .. gua undur aja nanti pernikahan lo" ancam Andri pada Alex
"Siap papah mertua .. satu aneh aja kok papah mertua" goda Alex dan berlalu keluar ruangan Andri menghindari amukan Andri
"Alex duralex" teriak Andri setelah Alex pergi
CUP
Kecupan Clarisa berikan di pipi sang papah, dan berlalu pergi menyusul Alex yg sudah menunggu di depan lift.
TRING
Pintu lift terbuka, Clarisa dan Alex masuk ke dalam. Seketika Clarisa mengingat kejadian di Lift yg sudah membuatnya jatuh hati pada sosok Alex.
"Kamu kenapa .. kesurupan"
"Ngawur aja .. aku keinget waktu mas nyosor di sini tau" jelas Clarisa
Alex mendekatkan wajahnya, tapi Clarisa justru menjauh. Dan itu membuat Alex sadar dengan apa yg di lakukannya.
"Maaf" ucap Alex dengan sendu
"Dua minggu lagi ya mas sayang .. setelah itu mas bebas mau berbuat apa"
"Tentunya mas mau ajarin kamu jurus jurus yg belum pernah kamu pelajari" goda Alex dengan menaik turunkan alisnya
"Mesuuuuum"
TRING
Lift terbuka dan keluarlah Clarisa di parkiran tempat mobil Alex. Setelah masuk, Alex melajukan mobilnya menuju butik dimana gaun Clarisa di buat.
"Sayang" panggil Alex dengan tangan menggenggam tangan Clarisa
"Abis nikah, tinggal di rumah mas kan" lanjut Alex
"Bukannya pulang ke hotel dulu, kan acaranya di ballroom hotel"
"Iya .. maksudnya, setelah itu kita tinggal di rumah mas kan" tanya Alex lagi
"Aku ikut aja, lagi pula mau tinggal dimana lagi coba. Kasian ibu nanti di tinggal sendirian. Toh, jarak rumah papah ke rumah mas gak begitu jauh kan."
"Makasih ya sayang"
CUP
Kecupan Alex berikan di tangan Clarisa, karna merasa bahagia memilik Clarisa yg bisa mengerti dirinya.
20 Menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di butik. Mereka langsung masuk ke dalam dan menemui pemilik butik yg juga teman mamah Clarisa, Riani.
"Siang tante"
"Eh calon manten .. siang sayang" ucap Tante Susi
"Udah di siapin semuanya Sus" tanya Alex
"Ashiap pokoknya buat pasangan fenomenal ini .. Cus kita masuk" ajak Tante Susi
Alex dan Clarisa mengikuti Tante Susi untuk masuk ke dalam melihat hasil rancangannya. Sebenarnya, ini adalah fitting ke 3 Clarisa. Dan fitting terakhir akan di lakukan 3 hari sebelum acara berlangsung, untuk memudahkan penjahit agar bisa merubah jahitan jika ada yg salah.
"Lo jangan ikut, tunggu aja calon istri lo di sini" pinta Tante Susi
"Ngintip dikit boleh kali sus"
"Nanti aja kalo udah sah, ntar toko gua di tutup Andri kan berabeh" ucap Susi beralibi
Alex menunggu tepat di depan kamar pass, di mana Clarisa mencoba baju pengantinnya. Setelah 10 menit menunggu, Clarisa keluar berbalut gaun putih simpel, dengan belahan di dada yg tidak terlalu rendah sesuai dengan request Alex.
"Gimana mas" tanya Clarisa
"Seksi"
Clarisa membulatkan matanya saat mendengar jawaban Alex. Tapi tidak dengan Susi yg sudah tertawa terbahak bahak.
"Sengebet itu kah lo Lex .. hahaha"
"Astaga" ucap Alex setelah sadar dengan ucapannya
"Mas fokus ke baju nya dong, jangan ke yg lain." kesal Clarisa
"Gimana mau fokus ke yg lain, kalo itu gunung paling menonjol dari semuanya."
Clarisa kesal dengan jawaban Alex. Dia selalu saja menjawab seperti itu setiap kali di ajak fitting baju.
"Mau makan di mana sayang" tanya Alex setelah mereka keluar dari butik
Diam, Clarisa memilih diam karna masih kesal dengan kejadian memalukan sewaktu di butik tadi.
"Iya iya mas minta maaf ya sayangku, cintaku, hidupku, belahan dadaku .." ucapan Alex terhenti karna mendapat cubitan dari Clarisa
"Belahan jiwaku maksudnya sayang" lanjut Alex
"Mesum dasar"
Alex terus melajukan mobilnya sampai ke gedung ANTARA GROUP. Clarisa yg sedari tadi diam baru menyadari jika dirinya bukan di bawa ke restoran melainkan ke kantor calon suaminya.
"Ngapain" tanya Clarisa
"Tadi Angga telfon katanya ada berkas penting yg butuh tanda tangan aku"
Clarisa menyipitkan matanya mendengar jawaban Alex. Dia berfikir jika itu hanyalah alasan Alex agar bisa berbuat lebih. Karna semenjak kejadian di villa, Alex sudah tidak pernah lagi menyerang Clarisa secara tiba tiba.
"Beneran sayang gak bohong .. kamu tuh ya, pasti lagi pikirin hal mesum"
"Lah .. wajar dong aku mikir gitu. Secara gitu kan, udah dua bulan lebih kamu gak main nyosor aja kaya soang." jelas Clarisa
"Aku sosor sekarang boleh" ucap Alex setelah mereka sampai di parkiran
Tapi belum sempat Alex menyerang, Clarisa sudah membuka pintu dan keluar dari mobil.
"Hahaha .. kamu tidak tau sekuat apa mas menahan untuk tidak menyerang kamu. Huuuh, sabar Jo, tinggal dua minggu lagi."
Sabar ya Jo, kalo gak sabar hubungi author 🙈
Jangan lupa tinggalkan jejak 😘😘