NovelToon NovelToon
SIAPA YANG MENYIMPAN NAMAKU?

SIAPA YANG MENYIMPAN NAMAKU?

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:45
Nilai: 5
Nama Author: Omni Tales

"Dunia ini riuh oleh nama-nama, sementara aku tersisa di sela-sela kata." Nio tidak memiliki identitas, gender yang jelas, maupun ingatan masa lalu. Dia hanya hidup bersama pendar layar monitor dan residu informasi yang dibuang orang lain.
Ketika sebuah kasus anomali mendatangi meja kerjanya, Nio menemukan bentuk kejahatan yang tidak biasa: seseorang sedang mencabut sejarah manusia hingga tak bersisa. Di balik berkas-berkas mati yang membusuk dalam sistem, sebuah teror berinisial Zero mulai mengawasi setiap geraknya. Berpacu dalam kesepian dan ketakutan, Nio harus memilih: membongkar rahasia yang terkunci, atau menjadi lembaran kosong berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Sirkuit

Pendar merah mendadak menyala liar dari panel server di sudut laboratorium tua, memotong kalimat Zero yang menggantung di udara.

Suara sirine bahaya melengking tinggi, memekakkan telinga di dalam ruangan beton yang senyap itu.

"Cih! Dia mengumpan kita dengan proyeksi visual?!" maki Nio sambil mengarahkan senternya ke pilar lantai atas.

Sosok bertopeng di atas sana perlahan memudar, berubah menjadi gumpalan piksel halus yang terurai di udara.

'Bangsat! Ternyata cuma holografis pantulan sinyal! Zero keparat!' batin Nio menggeram gusar.

"N-Nio! Apa yang terjadi dengan komputer di meja?!" jerit Nora panik sambil menunjuk ke arah layar utama yang berkedip cepat.

Layar monitor yang tadinya memuat berkas dekripsi Milo mendadak dibanjiri deretan kode berwarna merah darah.

"Malware termal... Zero mencoba membakar seluruh drive penyimpanan secara fisik dari jarak jauh!" desis Nio cepat.

Kael melangkah mendekati rak server yang mulai mengeluarkan asap tipis dan bau plastik terbakar. "Nio! Suhu mesin ini naik sangat cepat!"

"Paman, jaga pintu luar! Jangan biarkan siapa pun masuk!" perintah Nio tegas.

"N-Nio... berkas dekripsi Milo... a-apa bakal terhapus?!" rintih Nora dengan vokal bergetar, matanya mulai berkaca-kaca.

"DIAM DAN JANGAN MENYENTUH APAPUN!!" bentak Nio penuh dominasi, menatap tajam ke arah Nora.

Nora melonjak kaget, merapat pasrah ke dinding beton dengan napas terengah-engah. "I-iya... maaf..."

'Kalau server ini meledak, seluruh jejak Milo tereliminasi total tanpa preseden!' batin Nio sambil meraba kain kertas kosong di sakunya demi menenangkan fokus.

Nio melompat ke depan meja utama, jemarinya menari sangat cepat di atas papan ketik mechanical yang berderet.

Garis-garis perintah terminal terbuka beruntun, memblokir eksekusi program jahat yang menggerogoti memori inti.

"Argh! Virus ini memotong jalur pendingin cair secara otomatis!" umpat Nio menyapu keringat dingin di pelipisnya.

"Nio... asapnya semakin pekat! Kita bisa kehabisan oksigen di sini!" panggil Kael dari dekat pintu besi.

"Beri aku waktu dua menit, Paman!" balas Nio tanpa mengalihkan pandangannya dari monitor.

"T-tapi Nio... kepalaku... mulai terasa pusing..." cicit Nora pasrah, tubuhnya meluncur turun menyandar di dinding.

Nio menoleh sekilas, menatap Nora yang tampak lemas tak berdaya di bawah kendali kepanikannya sendiri.

"Nora! Dengarkan suara gue! Berdiri dan ambil tabung pemadam di dekat kaki Paman Kael!!" perintah Nio dingin.

"T-tapi... kaki aku... gemetar... N-Nio..." rintih Nora menatap Nio dengan pandangan memohon bantuan.

"TUNDUK PADA PERINTAH GUE ATAU ADIKMU TERHAPUS SELAMANYA!!" jerit Nio menekan ego cewek itu sampai batas terendah.

Kata-kata Nio memukul kesadaran Nora secara telak, memaksanya bangkit menyeret kaki dengan tubuh bergetar hebat.

"I-iya! A-aku ambil... aku ambil tabungnya!!" seru Nora histeris sambil merangkak meraih pemadam merah di sudut.

'Bagus. Anak ini harus bisa dikendalikan kalau mau selamat dari perangkap Zero,' batin Nio puas melihat ketundukan Nora.

Jemari Nio kembali bergerak secepat kilat, meretas protokol balik untuk mengisolasi kluster data Milo ke dalam drive portabel.

Residu panas dari prosesor mulai menyengat kulit wajah Nio, menciptakan anomali suhu yang berbahaya di dalam lab.

"Tinggal sepuluh persen lagi... cepat!" bisik Nio mengepalkan sebelah tangannya.

"Nio! Api mulai menyambar kabel utama di bawah meja!" teriak Kael menunjuk pendar merah yang membesar.

Nora berlari mendekat sambil mengikatkan tabung pemadam ke dada, matanya menatap Nio dengan kepatuhan total. "N-Nio... tabungnya sudah siap... a-apa yang harus aku semprot?!"

"Semprot bagian bawah rak server! SEKARANG!!" bentak Nio memberi komando.

PSSSHHHHH!!

Busa putih menyembur deras dari mulut tabung, memadamkan lidah api yang hampir membakar kabel komunikasi utama.

Nora batuk terbatuk-batuk di tengah kepulan asap kimia, namun matanya tetap terkunci pada Nio tanpa berani mengeluh sedikit pun.

"N-Nio... a-aku sudah semprot... a-apa sudah benar?!" tanya Nora dengan vokal terputus-putus, menantikan validasi dari Nio.

"Cukup. Tahan posisi itu," sahut Nio datar, memindahkan kuisen transfer data ke kartu memori terenkripsi.

Bip! Bip! Bip!

Layar monitor utama mendadak mati total, menyisakan pendar hijau kecil pada indikator drive portabel di tangan Nio.

"Proses pemindahan selesai. Ekstraksi data berhasil," desah Nio melepas napas lega yang tertahan.

'Gue berhasil mengamankan bagian awal dari rekonstruksi identitas Milo. Zero, lu kalah cepat kali ini,' batin Nio tersenyum sinis.

"Nio! Ada pergerakan fisik di luar gedung! Seseorang memotong rantai pagar!" peringatkan Kael dengan vokal menegang.

"Bukan lagi transmisi jarak jauh. Kali ini pasukan eksekutor nyata," analisis Nio merapikan peralatan portabelnya.

Nora mendekati Nio dengan langkah ragu, meraih bagian bawah kemeja Nio seperti anak kecil yang takut kehilangan arah. "N-Nio... kita... kita bakal lolos kan?!"

Nio menepis tangan Nora pelan namun tegas, lalu menatap matanya yang basah oleh ketakutan.

"Ikuti setiap instruksi gue tanpa bantahan. Paham?" ucap Nio dengan nada mengintimidasi yang sangat dominan.

"P-paham, Nio... aku janji... aku bakal turuti semua perkataanmu..." bisik Nora menyerahkan seluruh kendali dirinya pada Nio.

"Bagus. Paman Kael, kita gunakan jalur pembuangan air di bawah basement," panggil Nio.

"Jalur itu terhubung ke saluran kota kuno yang mati jaringan?" tanya Kael memastikan.

"Tepat. Tempat itu adalah nirnama bagi sistem pelacak Zero," jawab Nio mantap.

Nio mencabut drive portabel berisi data Milo lalu memasukkannya ke dalam saku jaket, tepat di sebelah kertas kosong miliknya.

Kehadiran dua benda itu memberikan presensi nyata di tengah kekacauan ruangan yang hancur terbakar.

DUAMM!!

Pintu besi depan laboratorium terhantam keras dari luar, menciptakan lekukan besar pada permukaan logamnya.

"Mereka sudah di depan pintu!" seru Kael bersiap menahan engsel pintu dengan linggisnya.

"Nora, buka penutup besi di lantai sudut kanan!" perintah Nio pendek.

Tanpa bertanya lagi, Nora langsung melompat ke sudut ruangan, menarik tuas besi lantai dengan sisa tenaganya. "N-Nio! Penutupnya sudah terbuka!!"

"Masuk duluan, Nora!" seru Nio.

"T-tapi bawahnya gelap sekali... Nio..." desah Nora ragu menatap lubang hitam di bawahnya.

"MELOMPAT SEKARANG ATAU GUE TINGGAL!!" ancam Nio tanpa kompromi.

Tanpa membuang waktu lagi, Nora memejamkan mata erat-erat dan melompat masuk ke dalam lorong gelap bawah tanah.

DUAMM!! DUAARR!!

Engsel pintu utama jebol diterjang tembakan jarak dekat, memperlihatkan tiga bayangan amorf berjaket taktikal di balik asap.

"Paman, melompat!" teriak Nio sambil melempar bom asap manual ke arah pintu.

Kael melompat masuk ke lubang saluran air, disusul Nio yang turun paling akhir setelah mengunci penutup besi dari dalam.

Kegelapan pekat lorong bawah tanah langsung menyerap presensi mereka bertiga, menyisakan deru air yang mengalir deras di bawah Distrik Selatan.

"N-Nio... kamu di mana?!" bisik Nora gemetar di tengah kegelapan pekat.

Nio meraih pergelangan tangan Nora, mencengkeramnya kuat untuk memberi petunjuk arah di dalam lorong yang terasing.

"Gue di sini. Diam dan terus jalan mengikuti dorongan tangan gue," desis Nio dingin.

"I-iya, Nio..." sahut Nora pasrah, membiarkan dirinya dituntun sepenuhnya oleh Nio di dalam kegelapan bawah tanah.

'Perang data ini baru saja dimulai, Zero. Dan gue adalah anomali yang gak akan bisa lu hapus!' batin Nio bertekad kuat di tengah kesenyapan lorong.

Tiba-tiba, suara dengungan frekuensi tinggi berbunyi dari dalam saku jaket Nio, berasal dari drive portabel yang baru saja diunduhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!