NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Raka berlari melewati koridor rumah sakit, setelah mendapatkan kabar dari Tika jika Naya pingsan, Raka segera meninggalkan semua pekerjaannya dan pergi kerumah sakit yang dikatakan oleh Tika.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Raka pada salah satu pelayan yang menunggu Naya dirumah sakit.

"Ta-tadi ada wanita marah marah sama Bu Naya direstoran pak, bahkan semua pengunjung restoran terlihat membela wanita itu yang mengatakan jika Bu Naya perebut suami orang." jelas pelayan itu yang masih terlihat ketakutan.

"Apa? Sial, pasti Clara." Raka terlihat kesal, mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Cari tau siapa yang membuat rusuh direstoran Naya, jika benar Clara cari dia dan sekap dirumah." kata Raka lalu mematikan panggilannya.

Shittt!!! bisa bisa nya Raka kecolongan, Ia merasa kesal dengan dirinya sendiri.

"Keluarga Bu Naya." tanya Dokter yang baru saja keluar.

"Saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Raka segera mendekati Dokter wanita itu.

"Maafkan kami pak, istri bapak mengalami keguguran karena shock hebat yang membuat janinnya tidak bisa bertahan dan kami akan segera melakukan kuret." kata Dokter itu yang membuat Raka ambruk seketika dilantai.

"Kami harap bapak sabar yang, permisi." kata Dokter itu segera meninggalkan Raka yang juga shock.

"Clara sialan! aku pasti akan bales semua perbuatan kamu!" kata Raka menggepalkan tangannya penuh kebencian.

...

Setelah proses kuret selesai, Naya masih terpejam dan belum sadar sementara Raka terlihat mengenggam tangan Naya sambil menangis.

"Maafin aku sayang, lagi lagi aku nggak bisa jagain kamu." kata Raka lirih.

Ceklek... pintu terbuka dan terlihat raut wajah panik Anna disana.

"Mbak Naya kenapa bisa gini?" Tangis Anna pecah kala melihat Naya terbaring lemas dengan selang infus di tangan nya.

"Cowok brengsek! semua pasti gara gara Lo!" Anna menatap Raka tajam.

"Sudahlah, jangan seperti itu." Nathan yang datang bersama Anna terlihat membela Raka membuat Anna mendengus kesal.

"Apa kau sudah mendapatkan apa yang ku pinta?" tanya Raka pada Nathan.

"Sudah pak, apa Bapak ingin melihatnya sekarang?" tanya Nathan.

"Ya ayo kita keluar." ajak Raka yang langsung diikuti oleh Nathan.

Kini Nathan dan Raka sudah berada ditaman rumah sakit.

"Apa dugaan ku benar jika itu Clara?" tanya Raka.

"Benar pak, saya sudah menangkap Non Clara dan membawanya kerumah." jelas Nathan.

"Pastikan dia taakan kabur." perintah Raka dengan penuh kegeraman.

"Baiklah pak, dan ini rekaman dari salah satu pengujung yang melihat kejadian sewaktu direstoran." Nathan memberikan ponselnya pada Raka.

Raka mengambil ponsel ditangan Nathan dan langsung melihat video berdurasi 15menit yang langsung membuat Raka mendidih, bahkan Ia sampai melempar ponsel Nathan saking emosinya.

"Benar benar sialan!" teriak Raka marah.

"Haduh ponsel gue." batin Nathan menatap ponselnya miris.

"Segera cari siapa saja yang merekam kejadian dan pastikan tidak tersebar dimanapun." perintah Raka "Dan ambil ini untuk menganti ponselmu! beli merk  apapun yang kau inginkan." Raka memberikan credit card nya pada Nathan membuat Nathan bernafas lega karena ponselnya diganti.

"Baiklah Tuan, terimakasih." kata Nathan segera pergi.

Raka kembali keruangan Naya dan mendengar suara isakan tangis Naya.

"Apa Naya sudah sadar?" batin Raka senang dan langsung memasuki kamar membuat Naya dan Anna terkejut.

"Aku keluar dulu ya mbak." kata Anna yang hanya diangguki oleh Naya.

Anna sadar jika Naya dan Raka butuh bicara berdua jadi Ia tak ingin menganggu mereka, lebih baik Anna keluar dulu.

Setelah Anna keluar, Raka berjalan mendekati ranjang Naya.

"Sayang." Raka mengelus rambut Naya, sedangkan Naya terlihat memandang dengan pandangan kosong.

"Semua akan baik baik saja sayang hmm, jangan sedih." Raka mencoba menghibur Naya yang masih enggan mengatakan sesuatu.

"Sayang, aku mohon jangan seperti ini." Raka terlihat sedih melihat keadaan Naya.

"Aku udah bunuh bayi kita." kata Naya lirih sambil memeganggi perutnya.

"Sayang, aku mohon jangan berkata seperti itu."

"Aku sudah membunuh dia, aku ini pembunuh " Naya kembali menangis.

Raka ingin mengenggam tangan Naya namun segera ditepis oleh Naya.

"Jangan, jangan sentuh aku lagi." kata Naya menatap Raka takut.

"Sayang, jangan seperti ini."

"AKU BILANG JANGAN MENYENTUHKU!" Naya terdengar histeris membuat Raka terkejut.

"Apa salahku padamu? mengapa kau harus datang dan membuat hidupku seperti ini lagi? apa kau tak tau sebarapa keras aku melupakan semua yang terjadi dulu?" kata Naya sambil menangis.

"Ak-aku bukan wanita perebut suami orang, aku bukanlah wanita seperti itu," kata Naya lagi "Dan kamu? kamu yang memaksaku! kamu yang menjadikan aku wanita seperti itu!" Naya memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya untuk menguatkan dirinya sendiri.

"Sayang, aku tak bermaksud melakukan ini semua padamu." kata Raka lirih, ingin rasanya Raka merengkuh tubuh lemah Naya namun apalah daya, Naya bahkan tidak ingin Raka menyentuhnya.

"berhenti! berhenti memanggilku sayang, aku tidak ingin mendengarnya darimu!" kata Naya.

"Aku mohon jangan seperti ini." kali ini Raka benar benar menangis dihadapan Naya.

"Pergi.! kumohon pergi! jangan ganggu hidupku lagi, pergi sejauh mungkin." pinta Naya.

"Nggak! itu nggak akan pernah terjadi Naya, kita akan menikah, sebentar lagi kita akan menikah, aku mohon jangan seperti ini!"

"Apa aku harus bahagia disaat wanita lain harus tersiksa karena kehilangan suaminya?" tanya Naya sinis.

"Jangan pernah mempercayai perkataan Clara karena semua itu hanya kebohongan, aku mohon percaya padaku." kata Raka

Naya terkekeh "Jadi aku harus mempercayai pria yang dulu sudah mencampakanku?"

"Sayang, kamu hanya salah paham, selama ini Clara sudah menjebak kita." Raka terlihat sudah frustasi.

"Aku sudah tidak peduli lagi, yang aku inginkan kamu pergi jauh dan jangan mengangguku lagi."

"Nggak, aku nggak akan ngelakuin itu semua, aku nggak mau kehilangan kamu!" kata Raka.

"Jika kamu tak ingin pergi maka aku yang akan pergi, aku yang akan pergi sejauh jauhnya dari hidup kamu!" ancam Naya.

"Sayang, aku mohon jangan seperti ini."

"Aku lelah ingin istirahat, jadi lebih baik segera pergilah dan jangan pernah kembali lagi, aku mohon." pinta Naya.

"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu! jika memang kamu butuh waktu untuk sendiri, aku tak akan menganggumu sementara waktu tapi jika kamu ingin aku pergi meninggalkanmu, aku tidak akan pernah melakukannya." jelas Raka.

"Baiklah, jika memang kau tetap meninggikan egomu, biarkan aku yang pergi."

"Jangan Gila Naya!" bentak Raka marah.

"Kamu yang membuatku seperti ini, tak taukah kamu jika semua ini benar benar melukaiku?"

Raka menatap sorot mata Naya yang terlihat terpuruk, Naya terlihat lelah.

"Apakah aku seburuk itu dimatamu sayang?" tanya Raka penuh kepedihan.

Naya hanya membisu tak menjawab.

"Baiklah, aku akan pergi."

1
lia juliati
knapa hidup naya masih terjebak d pusaran.... mengingat naya cantik pengusaha knapa ga da yg deketin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!