NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:157k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalang

Dengan satu hentakan kuat kakinya, Xavier mendobrak pintu kayu di sampingnya hingga terlepas dari engselnya dan terlempar ke sembarang arah. Xavier melompat keluar membawa Azura terguling bersamanya ke tumpukan semak belukar dan tanah lunak di pinggir jalan yang sedikit lebih rata. Tubuh besarnya berputar di udara seolah memiliki insting sendiri, memastikan posisi dirinya berada di bagian paling bawah saat jatuh, menjadi bantalan empuk bagi wanita yang ia peluk erat itu.

Mereka menggelinding beberapa kali menuruni lereng bukit yang cukup curam namun tertutup rumput tebal dan semak belukar, berguling bersama-sama hingga akhirnya tubuh mereka tersangkut dan berhenti tepat di balik rimbunan semak besar yang kokoh.

Di saat yang sama, di atas sana, tepat di tikungan tajam itu, terdengar suara dentuman keras yang menggelegar, disusul bunyi pecahan kayu yang berantakan dan suara deru kuda yang panik sebelum akhirnya semua menghilang jatuh ke dalam jurang yang dalam dan gelap. Suara gemuruh itu bergema panjang, menandakan hancurnya kereta mewah itu menjadi kepingan-kepingan tak bernilai di dasar sana.

Keheningan mendadak menyelimuti suasana, hanya sesekali dipecahkan oleh suara ranting yang patah dan napas terengah-engah keduanya.

Xavier merasakan berat tubuh kecil Azura yang masih terbaring sepenuhnya di atas dadanya, kedua tangan wanita itu masih melingkar erat di lehernya, wajahnya tersembunyi rapat di lekukan bahu kekarnya. Pelukan itu begitu kuat, penuh ketakutan, namun juga penuh ketergantungan yang mendalam.

Xavier sendiri berbaring diam, punggung dan lengannya terasa nyeri luar biasa akibat benturan keras dengan tanah dan bebatuan, tapi ia sama sekali tak mempedulikannya. Yang ada di benaknya saat ini hanya satu hal, wanita ini selamat.

Napas berat Xavier mulai teratur kembali. Ia mengangkat satu tangannya yang bergetar sedikit, lalu menyentuh kepala Azura, menyisir rambut hitam panjang yang kini berantakan dan penuh debu itu dengan lembut. Sentuhan itu begitu berbeda dari biasanya, begitu tak terduga hingga membuat Xavier sendiri tertegun sejenak atas tindakannya sendiri.

"Azura..." panggilnya pelan, suaranya sedikit parau dan serak, jauh lebih rendah dan lembut daripada nada bicaranya selama ini pada wanita itu.

"Kau... kau tidak apa-apa? Ada bagian tubuhmu yang sakit?"

Azura mengangkat wajahnya, pipinya kotor oleh debu tanah dan daun-daun kering yang menempel. Nafasnya masih terengah karena syok.

Ia sama sekali tidak terluka. Tidak ada satu pun goresan atau memar yang menghiasi kulit putihnya. Semua benturan keras, semua gesekan kasar dengan tanah dan bebatuan saat mereka menggelinding tadi, semuanya diterima oleh tubuh kokoh Xavier. Dan saat matanya menelusuri wajah dan tubuh pria itu, ia melihat darah segar berwarna merah terang sudah mulai merembes keluar dari luka goresan panjang di pelipis kiri Xavier.

Ada juga luka robekan di punggung tangan kanan pria itu, serta noda-noda merah samar yang mulai membasahi bagian bahu dan punggung kemeja putihnya, tanda jelas bahwa kulit di sana telah terkoyak parah demi melindunginya.

"Kau... kau berdarah ..." bisik Azura dengan suara gemetar, tangannya yang halus dan dingin terulur ragu menyentuh sisi wajah Xavier, tepat di mana darah itu mengalir.

Ujung jarinya bergetar saat menyeka cairan merah itu. Xavier menahan napasnya saat sentuhan jari-jari lembut itu menyentuh kulitnya yang terluka. Rasa perih itu ada, namun entah kenapa rasa itu terasa samar, kalah oleh rasa hangat yang menjalar dari ujung jari wanita itu.

Ia menatap wajah Azura yang terlihat sangat cemas. Tidak tampak sedang berpura-pura. Tatapan itu begitu tulus. Jantungnya kembali berdebar kencang, bukan lagi karena bahaya yang baru saja berlalu, melainkan perasaan yang entah kenapa perlahan meruntuhkan tembok kebenciannya.

"Cuma luka kecil," jawab Xavier pelan, matanya tak berkedip menatap manik mata Azura yang tampak khawatir.

Ia berusaha terdengar tenang dan acuh tak acuh, namun nada suaranya terdengar jauh lebih lembut dari biasanya.

"Sampai kapan kau berencana menindihku seperti ini?"

Perkataan Xavier membuat Azura sadar dirinya masih berada di atas tubuh lelaki itu. Ia cepat-cepat bangkit. Pada saat yang sama Yann, kusir sekaligus pengawalnya dan Hugo, panglima perang sekaligus pengawal pribadinya muncul.

"Pangeran!"

Hugo menatap tajam pada Azura, lalu menyuruhnya minggir dengan nada sedikit kasar.

"Tolong minggir, putri!"

Azura sempat tersentak kecil tapi tetap minggir, membiarkan Hugo membantu Xavier berdiri. Xavier mengerutkan kening saat melihat sikap Hugo yang kasar pada Azura. Ia hendak menegur, namun rasa nyeri yang menjalar di sekujur tubuhnya membuat kata-kata itu tertahan. Dengan bantuan Hugo dan Yann, ia berdiri tegak meski sedikit terhuyung, darah di pelipisnya masih terus menetes, meninggalkan jejak merah di sepanjang rahang tegasnya.

"Jalanan itu sengaja dirusak, pasti." geram Xavier rendah, matanya berkilat penuh amarah saat menatap ke arah jurang dalam di belakangnya. Ia tahu betul ini bukan kecelakaan biasa, melainkan jebakan maut yang direncanakan rapi.

Sementara itu, Azura berdiri agak jauh, menunduk diam di bawah tatapan tajam Hugo yang seolah menuduhnya sebagai biang kerok semua ini. Ia anya bisa menggenggam tangannya sendiri erat-erat untuk menahan rasa cemas akan luka-luka di tubuh Xavier.

Sementara itu di jarak entah berapa meter darinya itu, Xavier bertanya kenapa Hugo bersikap seperti itu pada sang putri. Padahal biasanya dialah yang selalu kasar pada Azura.

"Kenapa sikapmu seperti itu padanya?" tanya Xavier.

Hugo masih menahan emosi.

"Karena dalang dari jalan yang sengaja di rusak itu adalah wanita itu, dia yang sengaja ingin menghabisimu dan berakting di sana. "

Xavier kaget.

1
memei
xavier ayo cepat datang
Cristella Tella
moga ada penyelamat.... ksihan bnget orion.. moga dia bsa bersama mamanya
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Bunda Dzi'3
xavier Pasti datang yaa kaa Mae...
kan ga ada yg bisa kendalikan Xavier di kerjaan Utara skalipun...
ayooo xavier bantu Azura&Orion😭
sr
huaaa tambah lgi thorr mmpung lgi libur gregetan😭
Vie
apakah orion itu sebenarnya adalah anaknya pangeran Xavier gitu? karena dulu pangeran wessel pernah heran mendengar Xavier menyebut dirinya mandul??? iiihhhh plot twist banget deh....
Syifa Azhar
Orion jangan takut mama dan kak roel pasti akan melindungi mu.azura jangan takut sama selir Evelin dan ayah tirimu karena mereka tanpa kamu gak ada artinya apa-apa.kekuasaan cuma menumpang aja sok berkuasa, tunjukan pada mereka kamulah pemilik kerajaan Utara sesungguhnya 💪💪
itin
maju kena mundur kena hidupnya azura saat ini
Nandi Ni
Semoga Xavier mata dan hati serta pikirannya terbuka,ttg kesusahan,kesakitan dan derita Azura,sehingga bisa menolong keluar dr penderitaan itu
Nandi Ni
kasihan sekali...hanya demi kekuasaan nilai kekelyargaan diabaikan,rakus.
Seorang ibu tdk akan rela,anak disakiti dan telantarkan,sungguh biadab mereka.
Hindra Cechen
jgn cuma 2 bab thorrrr
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!