NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 08. Terus mencari

"Kami main di sana saja, tapi Nasya tidak mau kami ajak pulang sehingga aku pulang duluan bersama dengan Lala juga." Khodijah menjawab pertanyaan Purnama.

"Nasya berarti sendirian saja Setelah kalian berdua pulang dari sana?" Purnama bertanya dengan lemah lembut.

"Iya, sebab Nasya bilang dia mau mencari keong emas itu untuk sekalian dijual biar bisa dapat uang." ujar Khodijah kembali.

Purnama yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi tambah sedih setelah mengetahui bahwa Nasya tidak mau pulang hanya karena ingin mengumpulkan banyak keong emas, memang keong itu akan laku bila mereka jual di pasar dan pasti nanti akan mendapatkan uang untuk makan sehari-hari.

Tapi apa mau dikata karena sekarang sudah tidak bisa lagi mereka untuk mencari keberadaan Nasya yang entah di mana karena dia kemungkinan menghilang di dalam Rawa itu, Purnama juga masih bingung dan tidak tahu mau mencari pada bagian rawa saja atau mencari pada bagian lain karena dia juga belum memiliki petunjuk yang jelas.

Arya masih dengan kekeh mengatakan kalau kemungkinan besar Rawa itu memang telah banyak menelan korban seperti ketika dia menelan Pak Paimin, Arya masih tidak ingin menyerah dan dia akan berusaha mencari tahu tentang penghuni Rawa itu sampai mendapatkan sesuai dengan yang dia mau sekarang.

Purnama juga tidak tahu harus bagaimana untuk menghentikan Arya karena sesungguhnya di dalam hati ini ada juga rasa curiga tentang Rawa itu, namun mereka sudah mencari sampai ke dalam tapi tidak ada yang aneh dan kemungkinan besar Rawa itu tidak ada penghuni iblis seperti yang mereka duga di dalam pikiran masing-masing.

''Khodijah memang cepat aku suruh pulang saat itu, karena hari memang sudah mau magrib.'' Bintari juga ikut membuka suara.

''Pas Khodijah dan Lala pulang Ini kemungkinan dia menghilang, entah Memang dimakan penunggu rawa atau dia pergi ke tempat lain.'' ujar Purnama dengan nafas yang begitu lelah.

''Mama bilang Rawa itu tidak ada yang aneh sama sekali.'' Arka menatap Purnama untuk sesaat.

''Ya memang tadi saat mama dan ayah kamu pergi ke sana untuk melihat tidak ada yang aneh, tapi kita tidak bisa langsung percaya juga Karena sekarang iblis sudah memiliki berbagai macam cara untuk memperdaya iblis lain.'' jawab Purnama kembali.

Arka terdiam dan dia tidak berani bila banyak berbicara tentang masalah seperti ini karena dia memang sudah tidak ikut campur lagi dalam dunia gaib itu, urusan purnama dan Alya memang sejak dulu hanya tentang masalah setan saja dan itu sudah cukup membuat para generasi lain tidak ingin melanjutkan hal tersebut.

Anak pangeran ular ini sama sekali tidak ada niat untuk melanjutkan perjuangan para pangeran serta Ratu Ular itu karena dia ingin menjadi manusia biasa, sebab kalau dia tidak melanjutkan maka masih ada Kiara yang akan melanjutkan generasi dan itu tentu saja tidak mudah karena butuh perjuangan yang begitu besar disertai dengan pengorbanan juga.

''Ya sudah bila memang begitu maka Mama pamit dulu.'' Purnama segera bangkit meninggalkan rumah Bintari dan Arka.

''Mama kalau sudah bekerja seperti itu jangan terlalu dipikirkan lah ya, kapan Mama akan istirahat bila terus melakukan perjalanan seperti ini.'' Arka cemas juga dengan keadaan Purnama.

''Ah sudah biasa dan tidak perlu kau merasa takut dengan kemampuan yang Mama miliki ini.'' Purnama tersenyum kecil dan dia segera berlalu pergi.

''Mama adalah wanita yang hebat dan tidak akan pernah menyerah begitu saja, tapi karena saking hebatnya dia maka masalah ini seolah tidak mau berhenti dan terus mengejar mama!'' ujar Bintari.

Arya yang mendengar hal itu rasanya ingin tertawa karena memang benar semakin Purnama menunjukkan kekuatan yang ada di dalam diri maka semakin banyak pula masalah datang dalam hidup mereka ini, seolah masalah demi masalah itu terus saja antri dan ingin di tangani oleh ratu ular dan dia juga di sini.

...****************...

"Loh kok bisa hilang ini gimana to?" Bu Nur kaget ketika Bu Apri mendatangi rumah dia untuk bertanya kembali kepada Lala.

"Iya, Lala tadi pulang sendirian dan Nasya sama sekali tidak ada di Rawa itu lagi.'' ujar Bu Apri sambil menangis.

''La, jadi Nasya ke mana Kok mereka ini tidak bisa menemukan keberadaan dia?'' Bu Nur berteriak memanggil Lala.

Lala keluar dari dalam rumah dan dia memasang wajah polos karena sama sekali tidak mengetahui bahwa sang teman akan menghilang seperti ini, tadi dia memang pulang sendirian dan Nasya tetap kekeh ingin mencari keong emas itu terlebih dahulu sampai dapat seember penuh.

''Apa sudah mencari di tempat lain juga, Bu?'' Bu Nur bertanya dengan nada cemas juga.

'' Purnama juga sudah ikut membantu dan sekarang dia masih belum menemukan keberadaan Nasya, Aku tidak tahu harus mencari kemana lagi ini.'' Bu Apri menjawab dengan perasaan gelisah bukan main.

''Ya allah, Ayo lapor Pak RT terlebih dahulu biar para warga nanti akan membantu lebih cepat lagi.'' ajak Bu Nur karena mereka memang membutuhkan bantuan.

Lala hanya diam saja karena bocah kecil ini juga tidak paham kenapa mendadak Nasya menghilang seperti ini dan membuat semua orang menjadi panik, ini sekarang bukan hanya Bu Apri saja yang merasa cemas dengan Nasya tapi bahkan seluruh yang ada di tempat ini juga takut kehilangan dia.

"Sekarang tenang dulu ya, nanti Nasya pasti akan segera ketemu karena dia pasti hanya mencari keong emas saja.'' Bu Nur berusaha meyakinkan Bu Apri.

''Saya takut sekali kalau sampai Nasya menghilang dan tidak bisa ketemu.'' rintih Bu Apri.

''Enggak, Pokoknya tenang dulu biar tidak semakin runyam dan nanti kita bisa mencari Nasya dengan tenang.'' Bu Nur merangkul Bu Apri.

Bu Apri hanya bisa mengangguk dengan perasaan pasrah karena dia juga tidak tahu apakah sang anak masih bisa ketemu dalam keadaan selamat atau sudah tidak lagi, istri Pak Paimin juga mendengar kabar tersebut dan dia segera berlari keluar untuk memastikan apakah ada orang lain yang menghilang dari desa mereka juga.

''Benar kalau Nasya hilang di rawa itu juga, Bu?'' tanya istri Pak Paimin.

''Masih belum tahu hilang di bagian mana tapi yang jelas tadi dia memang main di Rawa itu dan sekarang sudah tidak ada lagi.'' Bu Nur yang menjawab.

Sebab Bu Apri sudah tidak bisa menjawab walau hanya sedikit saja akibat perasaan yang cemas timbul di dalam hati ini, ketakutan dan juga perasaan takut ditinggalkan itu semakin menguat di dalam hati karena dia juga sudah mulai mengikuti kata otak bahwa kemungkinan besar nasihat telah meninggal dunia.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya, Terima kasih semua nya.

1
ismi
jiahhhh benerkan andini palsu ,,yg asli masih didalam rawa
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!