NovelToon NovelToon
Arjuna Mencari Cinta

Arjuna Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Lari Saat Hamil / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Tamat
Popularitas:611.2k
Nilai: 5
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :
ARJUNA, seorang advokat/pengacara/lawyer yang profesional di bidangnya. Namun, karena pesonanya itu, dia kerap didatangi para wanita-wanita cantik hingga gelar 'Play Boy' pun melekat pada dirinya. Ada alasan tersendiri kenapa rumor yang kurang enak disandang itu menyebar begitu saja.

Persidangan telah mempertemukan Arjuna dengan jaksa muda bernama SHADRINA ARIMBIE. Intrik mewarnai kisah cinta mereka hingga terungkap jati diri Arjuna yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakekku dan kakekmu.

“Nanti saja akan aku ceritakan setelah kita menikah.”

Arimbie tak henti menatap wajah Arjuna yang tengah mengemudikan mobilnya dengan wajah yang gelisah.

“Mau gantian nyetir denganku?” tawar Arimbie.

“Tidak, apa-apa. Kita sudah sampai, kok.” Arjuna memasuki gerbang sebuah rumah milik pengusaha sekaligus mantan pejabat di negeri ini. “Ini rumah kakekku, Bie. Kita akan lebih sering datang ke sini.”

Arimbie mengangguk lalu mengikuti langkah Arjuna dari belakang.

“Di mana, kakek, Ris?” tanya Arjuna pada Asisten Pak Rudi yang baru saja keluar dari kamar majikannya.

“Ada di dalam. Silakan masuk, beliau sudah lama menunggu,” jawab Aris.

Arjuna masuk perlahan karena takut mengganggu istirahat sang kakek.

“Juna, kamu sudah datang?” suara parau sang kakek, lebih dulu menyapanya.

Arjuna segera meraih kedua tangan Pak Rudi yang tengah terbaring di tempat tidur. “Kakek, kenapa?” tanya Arjuna dengan sangat lembut.

“Hanya serangan jantung ringan, jangan khawatir.”

“Juna minta maaf, karena pergi dari rumah.”

“Kembalilah ke rumah ini, kakek tidak bisa hidup tanpa kamu.”

“Arjuna akan membicarakannya dulu dengan Arimbie,” ucapnya sambil menoleh ke belakang, tempat Arimbie berdiri.

“Arimbie? Wanita mana lagi yang kamu kencani, Jun?”

“Arimbie calon istri Juna, Kek.” Kedipan mata Arjuna yang sayu pada Arimbie, mengisyaratkan untuk segera mendekat. Arimbie pun segera melangkah sambil tersenyum ke hadapan lelaki tua itu.

“Calon istri? Kalian sungguh akan menikah?” Rudi menatap gadis yang diperkenalkan Arjuna sebagai calon istrinya.

“Kenapa? Kakek tidak setuju?”

“Bukan begitu. Kakek hanya ingin memastikan bahwa kamu sudah benar-benar menghentikan petualangan cintamu itu.”

“Juna sudah menemukan orang yang Juna cari, jadi tidak ingin berpetualang lagi, kek.”

“Syukurlah kalau seperti itu, kakek senang kalau kamu tidak membuat ulah lagi,” ucap lelaki tua yang di sisa hidupnya hanya mengkhawatirkan Arjuna. Rudi mengalihkan pandangannya pada Arimbie

“Nak, tolong jaga cucu kakek ini. Hibur dan buat dia bahagia.”

Arimbie hanya bisa mengangguk tanpa tahu bagaimana cara menghibur dan membuat Arjuna bahagia.

“Kakek, kita harus pergi ke Bandung untuk melamar Arimbie pada orang tuanya.”

“Bandung? Jauh sekali? Kamu ajak saja orang tuamu sementara kakek akan selalu mendoakan dari sini.”

“Kakek pasti tahu, 'kan, kalau mereka tidak akan mau melakukannya untukku?” gumam Arjuna.

“Kamu cobalah untuk bicara dengan Papamu. Jangan lupa, minta maaf dengan sopan.”

“Baik, kek, Juna akan menemuinya sekarang.”

Rudi tersenyum sambil menepuk pelan tangan cucunya.

Arjuna meminta Arimbie untuk menemani kakeknya sebentar, sementara dia menemui Rully untuk bicara di ruang keluarga.

Arimbie di Brondongi banyak pertanyaan oleh Rudi yang penasaran bagaimana dia bisa menaklukkan hati Arjuna karena selama ini dia hanya bermain-main saja dengan perempuan.

Sementara di ruangan lain Arjuna tengah duduk menunduk cukup lama menunggu pria yang dia anggap sebagai ayahnya.

“Oh, kamu ternyata,” seru seorang pria yang baru saja datang setelah seorang asisten rumah tangga memberitahunya di kamar.

Sontak, Arjuna bangun dari duduknya ingin meraih tangan lelaki itu. Namun, Rully menepiskan tangan Arjuna begitu saja.

“Kamu mau bicara apa?” tanyanya sambil duduk di sofa yang melingkar memenuhi sebagian dari ruang keluarganya.

“Aku, minta maaf, Pa.”

“Tidak perlu. Kamu tidak muncul lagi di hadapanku, itu sudah cukup buatku.”

Arjuna hanya menunduk, dia sudah tahu bahwa Rully akan bicara seperti itu. Sejak dulu dia tidak pernah senang dengan kehadiran Arjuna. Di mata Rully Arjuna tetaplah seorang anak yang dilahirkan Minie—adiknya, di luar pernikahan yang sah.

Bahkan sebelum Arjuna mengutarakan maksud supaya dia merestui pernikahannya, Rully sudah bergegas untuk pergi.

“Tunggu, Pa!”

“Kamu tahu sendiri, 'kan, kalau aku bukan ayahmu? Jadi, tidak perlu lagi memanggilku Papa.” Rully kembali ke kamarnya, ia sudah tak ingin mendengar apa pun lagi.

Arjuna termenung sesaat lalu ia kembali ke kamar sang kakek.

“Loh, ke mana Arimbie, Kek?” tiba-tiba Arjuna tidak melihat calon istrinya di sana.

“Tadi kakek hanya sedikit haus lalu meminta tolong untuk memanggilkan asisten kakek. Tapi sepertinya, dia pergi sendiri ke dapur mengambil air itu.”

“Aku di sini.” Arimbie datang membawa teko kristal berisi air putih dari dapur yang jaraknya cukup jauh untuk ukuran rumah sebesar ini.

“Kenapa tidak menyuruh asisten saja? Ada banyak ART di rumah ini.” Arjuna segera mengambil teko dari tangan Arimbie lalu menuangkannya ke dalam gelas.

“Aku bingung harus mencari mereka(ART) di mana? rumah ini sangat luas, jadi aku pergi sendiri ke dapur.”

“Tidak apa-apa, kamu memang harus tahu seluk beluk rumah ini. Karena kakek ingin kalian tinggal di sini setelah menikah nanti.”

“Tinggal di rumah ini? Ini tidak mungkin,” batin Arimbie. Bukan karena dia tidak suka dengan kakeknya Arjuna, tetapi kehadirannya mungkin tidak akan di harapkan oleh orang tua Arjuna.

Masih terngiang di telinganya, ucapan Rully yang tidak sengaja ia dengar saat menuju ke dapur tadi. sekarang Arimbie mengerti kenapa Arjuna begitu merindukan orang tuanya.

“Kakek, cepatlah sembuh! Temani Arjuna menemui keluarga besarku untuk melamar,” ucap Arimbie seraya mengusap tangan Rudi.

Tiba-tiba Rudi menampakkan wajah sedih karena melihat fisiknya saat ini, sungguh tidak berdaya.

“Kakek minta maaf karena kakek hanya bisa terbaring di sini. Sampaikan saja salam hormat kakek untuk keluarga besarmu. Bila perlu, kakek akan menghubunginya via telepon.”

Rudi sangat menyesalkan keadaannya saat ini. Namun, Arimbie sangat mengerti dan akan menjelaskan pada keluarga besarnya nanti.

“Kek, Juna akan panggilkan Aris supaya dia menemani kakek di sini. Hari sudah hampir malam, Juna harus mengantar Arimbie pulang sekarang.”

“Tapi kamu akan kembali ke rumah ini, 'kan, Jun?” tanya sang Kakek sambil menatap nanar.

“Jangan khawatir, Juna akan lebih sering menemani Kakek mulai sekarang.”

Rudi tersenyum lega mendengarnya. Dan akhirnya, Arjuna dan Arimbie berpamitan untuk pulang.

Ferrari 488 Spider berwarna kuning yang cantik, melesat dengan cepat dari pekarangan rumah Rudi Suhardi Wijaya.

Satu tangan mengendalikan kemudi, tangan lain bertumpu pada jendela mobil dengan jari-jari yang taktis mengurut garis pelipis.

Sesekali Arimbie melirik wajah Arjuna yang kapan pun dan di mana pun selalu nampak ceria di hadapannya. Dia tidak ingin bertanya apa pun saat ini, terlebih tentang kenapa Arjuna tidak memperkenalkan Arimbie pada orang tuanya.

“Maaf ...,” ucap Arjuna tiba-tiba.

“Maaf untuk apa?”

“Karena hari ini belum bisa bertemu mama sama papaku. Mereka sedang tidak ada di rumah,” ucap Arjuna sambil menatap sesaat dan tersenyum.

Arimbie membalas tatapan Arjuna yang baru saja berkata bohong.

“Mereka selalu sibuk. tapi aku sangat yakin, saat mereka melihatmu nanti, mereka pasti akan jatuh hati pada calon menantunya ini.”

“Masih saja berkata bohong,” batin Arimbie sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kemungkinan mama sama papaku tidak bisa hadir di acara lamaran kita, karena mereka harus pergi ke luar kota. Keadaan kakek juga belum memungkinkan untuk pergi ke Bandung. Bagaimana aku menjelaskan pada keluarga besarmu nanti?”

“Jangan khawatir, aku akan menjelaskannya pada mereka.” Dalam sekejap, Arimbie berubah menjadi calon istri yang sangat pengertian untuk Arjuna.

Di sisi lain, Arimbie sangat ingin tahu, kesalahan apa yang diperbuat Arjuna sehingga Rully bahkan tidak ingin melihat wajahnya.

“Apa karena Arjuna bukan anak kandungnya atau karena prilaku Arjuna yang kurang baik selama ini.” batin Arimbie yang tengah penasaran.

Arimbie tiba-tiba membuka kaca jendela mobil ketika mereka melewati pasar malam yang mulai dibuka setiap jam 5 sore.

Saat matahari mulai terbenam dan lampu-lampu bersinar kontras dengan bangunan tua Belanda, maka inilah saatnya setiap orang menemukan gemerlap lampu pasar malam.

“Tidak bisakah kita berhenti sebentar di tempat ini?” ajak Arimbie.

“Kamu ... suka dengan ke tempat seperti ini?” tanya Arjuna.

“Kenapa memangnya? Aku sering datang sama Dinda untuk sekedar jalan-jalan sore,” ucapnya dengan wajah berseri-seri.

...-o0o-...

...—BERSAMBUNG—...

Readers ... Maafkeun aku, ya. Up-nya kelamaan. Pokoknya aku tunggu boom like, koment dan vote-nya, terima kasih untuk kebaikan kalian semua semoga Allah membalasnya. 😘🙏

1
Iziy
mewek bener aku mbacanya sampai berulang ulang kali gua baca
Yant08
Luar biasa
titiek
arimbie buta
titiek
lagi galau ketemu cerita ini ya mewek lah 😭😭😭😭😭
titiek
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
titiek
beruntung arjuna punya adik2 yg bs menghibur dia
titiek
untung byk arjuna 🤣🤣🤣
titiek
🤣🤣🤣🤣 syukuran tu Adrian. emang enak
titiek
nah kan mak bapak nya reunian
titiek
bakalan reuni ini
titiek
muridku ad kembar 2.muka beda besar badan beda. kakaknya kecil kurus, adiknya gendut tinggi.
titiek
anaknya Aliiiiii
Trisnawati Ilyas
masih nymak sambil goyang jempol🤭🤭🤭
Masdayani Sidauruk
keren thor!!
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞: Terima kasih🙏
total 1 replies
Masdayani Sidauruk
konyol dan seru..
NandhiniAnak Babeh
Karya yg bagus..
hanya 🌹yg dapat mewakili perasaan ku saat membaca nya 🥰🥰🥰
NandhiniAnak Babeh: sama² author 🤗
total 2 replies
NandhiniAnak Babeh
dari semalem sehabis marathon.. hp error' jadi ga bisa komen..
🙏🙏🙏🙏🙏
NandhiniAnak Babeh
masih belum nyambung otakku Thor..
ku simak terus ya Thor
NandhiniAnak Babeh
absen reader baru Thor 🙋🙋🙋
Lisa Citra
semoga ada lanjutan ceritanya mbu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!