Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Leo membalikkan badan Karina sehingga posisi mereka saling berhadapan,"Aku tidak suka dipanggil seperti itu." Mendengar jawaban itu Karina hanya menganggukkan kepala mengerti apa yang dijelaskan oleh suaminya itu dengan selalu tidak mengucapkan kata Om.
Leo membalasnya dengan senyuman hingga berakhir Leo mengecup kening istrinya,"Lebih baik kita tidur,sayang." Perintah Leo pada istrinya,Karina perlahan-lahan mulai memejamkan matanya dan tertidur.
...*****...
Keesokan paginya, Karina menggeliat pelan di atas kasur. Ia perlahan-lahan membuka kedua matanya sembari mengawasi di sekitar tempat dia berada.
Karina baru menyadari jika dirinya saat ini berada di kamar milik suaminya, di ruangan itu sudah tidak ada kehadiran suaminya.
Karina mencoba bangkit dan duduk di tepi ranjang.
Selanjutnya ia berdiri dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Satu jam kemudian
Kini Karina berada di gazebo dekat kolam renang ,yang sedang menikmati waktu santainya.
Karina refleks menoleh kearah sumber suara, ternyata itu suara langkah kaki dari pria tinggi dekat dengan setelan jas abu-abu gelap yang sedang berjalan mendekat ke arah Karina.
"Leo."batin Karina yang spontan berdiri dari tempat duduknya.
"Kenapa Om sudah pulang?"tanya Karina yang tanpa kebingungan, dengan kehadiran Leo di tempat itu.
"Pekerjaanku di kantor sudah selesai, sudah waktunya aku menemani istriku di sini."Perkataan itu langsung membuat karena terdiam, Karina menatap ke arah suaminya dengan pandangan tidak percaya.
Kini kehidupan Karina berubah 180 derajat setelah posisi dirinya sudah menikah dengan seorang pria kaya yang semakin membuat dirinya harus beradaptasi dengan kehadiran pria itu di hidupnya.
Beberapa hari kemudian
Karina terlihat begitu malasnya untuk bangun dari tidur siangnya, sampai refleks Karina terbangun terkejut posisi Leo sudah duduk ditempat tidurnya.
"Ayo bangun,sayang." Leo mencoba membangunkan istrinya.
Karina langsung terbangun,Leo menatap beberapa detik sembari ia tersenyum melihat penampilan berantakan dari istrinya itu.
"Sangat cantik."Karina seketika membeku mendengar perkataan dari suaminya itu.
"Jangan mulai lagi." Ucap Karina yang terlihat begitu kesal.
Leo duduk di tepi ranjang dekat Karina,"Bangun,Ayo kita keluar." Ajak Leo yang diam-diam ingin mengajak keluar istrinya.
"Keluar kemana?" Tanya Karina yang tampak begitu penasaran kemana mereka akan pergi.
"Pasti kamu akan suka tempat itu." Ucap Leo yang akhirnya berdiri dari tempat duduknya.
Karina pun terpaksa berdiri dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi membersihkan diri.
Kini Karina sudah ada di mobil bersama suaminya,keduanya pergi ke lokasi Mall yang terbesar di kota itu.
Ternyata Leo mengajak Karina menuju toko perhiasan,Karina langsung dibelikan sebuah perhiasan yang nampak indah khusus istrinya.
"Apa kamu suka?" Tanya Leo pada Karina.
"Suka." Jawab Karina yang tahu betul semua wanita akan lebih menyukai tempat ini.
Setelah Leo membelanjakan istrinya sebuah set perhiasan khusus istrinya, tiba-tiba saja suasana berubah setelah ada seorang wanita cantik mendadak datang menghampiri mereka berdua.
"Hai Leo." Sapa wanita itu pada Leo.
Karina langsung menoleh melihat wanita itu datang menghampiri mereka berdua.
"Kau akhirnya menikah." Ucap wanita itu dengan senyuman tipis.
"Ternyata kamu Berlin."sapa Leo datar.
"Jadi kau masih ingat namaku."
"Aku tak akan lupa." Jawab Leo,yang menatapnya dengan tatapan datar.
Tatapan Berlin beralih kearah Karina.
"Jadi ini istrimu." Ucap Berlin yang sesekali melihat penampilan dari Karina.
Karina menatap Wanita itu tanpa senyuman kearah wanita itu.
"Aku istrinya." Ucap Karina dengan tegas,Berlin membalas dengan tertawa kecil
Leo akhirnya bicara," Kalau kehadiranmu hanya untuk menganggu istriku, sebaiknya kau pergi."usir Leo pada wanita itu.
"Sepertinya kamu sangat marah." Jawab Berlin yang mendekati Leo dari dekat.
"Baiklah nikmati waktumu dengan istrimu,padahal dulu kau lebih menyenangkan tapi sekarang mulai berubah." Bisik Berlin yang langsung direspon Leo dengan tatapan tajam kepada wanita itu.
Wanita itu langsung pergi meninggalkan tempat itu,"Dia siapa?" Tanya Karina pada Leo suaminya.
"Hanya mantan." Jawab Leo yang tak terlalu memperdulikan kehadiran wanita itu.
"Seberapa banyak mantanmu?" Tanya Karina pada Leo.
"Itu tidak penting." Jawab Leo, akhirnya mereka pergi dari tempat itu.Mereka berdua kembali ke Mansion.
Leo langsung keruang kerjanya,dengan tablet yang sudah ada ditangannya.Saat itu Leo sedang menghubungi seseorang.
"Aku tidak mau tahu,semuanya harus selesai dihari itu juga.Jika mereka tidak bisa menyelesaikan tepat waktu jangan harap aku akan memberikan kesempatan pada mereka." Seketika Leo memutuskan sambungan teleponnya.
"Mulai berani mereka bermain-main denganku." Gumam Leo yang langsung turun tangan menyelesaikan masalah di kantornya.
Waktu menunjukkan pukul 7 malam,waktunya mereka berdua untuk makan malam.Setelah selesai makan malam,Karina lebih memilih bersembunyi di dalam kamarnya.
Ia duduk didekat jendela sembari melihat pemandangan dari luar sana pada malam hari.
"Kenapa hidupku seperti ini." Batin Karina yang meratapi nasibnya sendiri.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam,Karina masih belum bisa untuk tidur.
"Rasanya aku ingin kabur dari tempat ini."gumam Karina yang merasa bosan dengan kehidupan barunya yang sekarang menyandang sebagai seorang istri.
Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka,Leo baru saja masuk kedalam kamarnya yang saat itu tidak sengaja Karina yang belum tidur.
"Kenapa kamu belum tidur?" Tanya Leo yang datang menghampiri Karina.
Reaksi Karina hanya terdiam dan kembali lagi untuk tidur.Leo merebahkan tubuhnya di samping Karina, tiba-tiba saja ada sebuah tangan kekar melingkar di area pinggangnya,menarik tubuhnya ada saling berdekatan.
"Lepaskan."Karina mencoba melepaskan tangan itu dari tubuhnya.
"Diam lah, sayang. Aku sedang lelah."ucap Leo yang justru semakin mempererat pelukannya.
"Lepaskan, jangan lakukan ini."Karina semakin menolak hingga memukul pelan lengan itu.
"Aku bilang diam, aku hanya ingin istirahat."Sekali lagi Leo tak ingin melepaskan Karina diperlukannya.
Karina semakin tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa diam. Dalam dekapan hangat, Leo tak ingin melepaskan pelukan itu. Hingga karena perlahan-lahan mulai memejamkan mata dan tertidur pulas.
Keesokan harinya,Karina masih nyenyak dalam tidurnya.Leo sudah duduk di tepi pinggir ranjang,dan berkata," Bangun sayang, Kita akan sarapan bersama keluarga."mendengar perkataan itu karina perlahan-lahan membuka matanya dan mencerna apa yang dikatakan oleh Leo.
"Keluarga?"tanya karina yang masih terlihat kebingungan.
"Iya sayang, Papa ingin bertemu denganmu."
"Kalau begitu orang itu adalah mertuaku sendiri." Batin Karina yang terkejut bukan main jika di hari itu dia akan menemui keluarga dari suaminya sendiri, perasaan Karina seperti bercampur rasa takut dengan gugup.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif