"Aku lelah, aku lelah mengejar dan mengemis cinta mu. Mulai sekarang aku akan berhenti, berhenti mengharap cinta yang tidak mungkin bisa ku gapai".
Amanda, seorang gadis muda yang terjerat cinta seorang dokter, cinta nya bertepuk sebelah tangan, namun ia tidak menyerah untuk bisa mendapatkan cinta itu. Berharap suatu saat nanti cinta itu akan membalas cintanya.
Akankah manda bisa mendapatkan cinta itu? atau hanya akhir yang menyakitkan karena cinta tak kunjung terbalas?
Nantikan kisahnya di "Mengejar cinta dokter tampan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi ayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Julian melangkahkan kakinya menuju pintu utama, ia langsung membuka pintu dengan raut wajah geram. Saat pintu terbuka matanya membola melihat siapa yang ada di hadapannya. Rasa geram di wajahnya kini berubah dengan rasa penasaran. Sedang apa dia datang? Tidak biasanya.
"Ngapain Lo kesini?" Tanya nya heran melihat Ben berada di depan pintu, sedang apa dia datang kerumahnya sepagi ini?
"Hayo lah bro, masa membiarkan tamu berlama-lama di luar seperti ini" Seru Ben tersenyum penuh arti.
Tanpa menjawab Julian membuka pintu lebar mempersilahkan Ben untuk masuk. Ben pun langsung masuk dan menuju ruang makan dimana keluarga Julian sedang menikmati sarapan.
"Pagi om, pagi Tante" Sapa Ben langsung menyalami Sania dan Danu.
"Ben" Kaget Sania dan Danu.
"Pagi cantik" Sapa Ben pada Manda sembari menarik kursi dan duduk. Ben sudah terbiasa bersikap seperti itu, ia biasa bersikap seperti keluarga,tidak ada rasa canggung antara Ben dan keluarga Julian. Julian juga kembali duduk ke tempat semula dan melanjutkan sarapan nya.
"Pagi om" Sahut Manda ramah. Seketika wajah Ben berubah. Apa yang salah? Kenapa Manda memanggilnya dengan sebutan om? Apa ia terlihat sangat tua? Sepertinya ia harus pergi ke klinik kecantikan dan memeriksa kulitnya.
Julian tertawa kecil mendengar ucapan Manda sembari melirik Ben seolah sedang mengejek.
Danu dan Sania hanya tersenyum simpul merasa lucu dengan panggilan Manda pada Ben.
"Ayo sarapan Ben!" Ajak Sania memberikan piring pada Ben. Dan Ben mengambilnya sambil tersenyum.
"Hay cantik, kamu terus saja memanggilku om, aku ini seumuran dengan Julian." Keluh Manda memberi tahu.
"Benarkah? Aku tidak tahu om." Sahut Manda polos sambil mengunyah makanan nya.
"Oh ya siapa_" ucapan Ben terpotong kala Julian bersuara.
"Aku udah selesai" Ucap Julian sambil berdiri, kemudian menyalami Sania dan Danu. Ia akan berangkat ke rumah sakit.
"Kak tunggu aku." Manda yang melihat Julian pergi langsung meneguk minumnya dengan cepat kemudian langsung bangkit dan menyalami Sania dan Danu.
"Aku pergi dulu tan, Assalamualaikum" Ucapnya sambil berlari menyusul Julian.
Ben terperangah melihat itu, maksud hati ia datang untuk mendekati Manda tetapi ia malah ditinggal. "Hey tunggu." Ucapnya kemudian juga menyusul.
Sania dan Danu menggeleng melihat drama pagi ini.
"Kak tunggu" Teriak Manda berlari menyusul Julian. Nafasnya memburu karena lelah mengejar Julian. ia menghembuskan nafas berat saat sudah berada di depan mobil Julian. Tangannya meraih handle pintu tapi tidak bisa dibuka. "Kak bukain" Ucapnya mengetuk kaca mobil.
"Hay, biar aku antar." tawar Ben yang kini sudah berada di depan Manda.
"Gak usah om, makasih, aku berangkat sama kak Julian aja." Tolak Manda namun mobil Julian bergerak dan berjalan melewati Manda. Manda langsung berteriak memanggil Julian namun tidak dihiraukan oleh Julian. Ia terus melakukan mobilnya hingga depan pintu gerbang ia menghentikan mobilnya.
Manda yang melihat itu langsung berlari menghampiri, mencoba membuka pintu mobil dan ternyata terbuka. Tanpa membuang waktu ia langsung masuk.
"Lain kali jika lamban, beneran gue akan tinggalin Lo." Ucap Julian datar tanpa menoleh ke arah Manda.
Manda hanya tersenyum mendengar ucapan Julian.
Seperti biasanya Manda akan selalu berbicara dan mengajak Julian bicara namun tidak di respon oleh Julian. Julian pikir Manda akan berhenti bicara karena tidak di respon, tetapi ia salah. Manda tetapi bicara walau tidak diresponnya. Kupingnya terasa sakit mendengar ocehan-ocehan gak jelas Manda.
"Bisa diam gak Lo" Bentak Julian yang mulai gerah dan geram mendengar ocehan Manda.
Bukannya diam Manda malah bersuara. "Gak bisa kak, aku akan sariawan jika diam " Sahut Manda tertawa kecil.
Julian mengusap wajahnya kesal, tak mau menambah kesal ia diam dan fokus pada jalannya. Kini mobil Julian berhenti tepat di depan gerbang kampus Manda.
"Cepat turun." Perintahnya datar dengan suara tinggi.
"Makasih kak" ucap Manda sembari hendak membuka pintu mobil, namun ia kembali berbalik, ia merogoh tas nya dan mengeluarkan sesuatu. Ia mengambil bunga lili yang ia petik tadi kemudian memberikannya pada Julian. "Ini kak, terimalah." Ucap Manda tersenyum dengan tangan terulur memegangi bunga lili. Beberapa detik tangan Manda terulur tapi tidak direspon oleh Julian, ia hanya diam tanpa menoleh sedikitpun, hati kecil Manda terasa sakit tidak direspon seperti itu namun ia tidak mau mengambil hati atas sikap Julian. Kemudian ia meletakkan bunga itu di atas kursi dan kemudian keluar dari mobil.
Baru saja Manda keluar dan menutup pintu Julian langsung menginjak gas dan melakukan mobilnya. Manda menatap nanar mobil Julian yang semakin menjauh, dalam hatinya ia berdoa agar Julian hatinya bisa luluh, dan ia bertekad jika ia akan membuat Julian jatuh cinta padanya.
Manda langsung masuk dan menuju kelasnya, namun sebelum sampai di kelas ia sudah dicegah oleh lucky. Manda sangat muak dengan lucky yang terus saja mengganggunya.
"Mau ngapain lagi sih kak." Keluh Manda kesal.
"Hey, gue cuma mau nyapa lu., ini ambillah." ucap lucky sembari menyerahkan coklat pada Manda.
"Sorry kak, gue gak suka coklat." tolak Manda kemudian pergi meninggalkan lucky yang mematung, lucky tersenyum miring menatap kepergian Manda seolah ada arti dari senyum itu.
Disisi lain Julian baru sampai di rumah sakit, ia memarkirkan mobilnya di parkiran. Saat membuka set belt ia melihat bungan yang ada di kursi tempat Manda tadi duduk, ia mengambil bunga itu dan menelitinya kemudian tanpa rasa ragu ia membuang bunga itu. "Dasar bodoh" Gumamnya datar.
.
Bersambung
kayak nya
para pembaca...
pasti itu bukan julian...
lanjut thor ceritanya
terimakasih sudah up
di tunggu kelanjutan nya
ceritanya
semoga tripel up...
yg donorin...
semoga Manda hamil
Manda...
Dasar suami plin plan...
nyesel belakang Julian...
lucky, biar julian tau rasa...