NovelToon NovelToon
KAISAR HANTU

KAISAR HANTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.

Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.

Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karma Darah

Langit malam di atas Puncak Awan Emas seolah terbelah menjadi dua bagian oleh seberkas cahaya keemasan yang melesat dengan kecepatan meteor.

Cahaya itu memancarkan panas yang sangat luar biasa hingga membuat awan-awan tipis di sekitarnya langsung menguap tanpa sisa.

Itu adalah Tetua Agung Chu Zhen yang sedang membakar energi spiritualnya hingga ke batas maksimal karena didorong oleh amarah yang membabi buta.

Setiap inci dari tubuh rentanya memancarkan niat membunuh yang begitu pekat hingga membuat udara malam bergesekan dan memunculkan percikan api kecil.

Pikirannya dipenuhi oleh gambaran cucu kesayangannya yang telah berubah menjadi mumi kering dan kolam darah rahasianya yang kini telah mengering.

Dua hal yang menjadi pilar utama kehidupannya telah dihancurkan dalam waktu kurang dari satu hari oleh orang yang sama.

"Aku akan mengulitinya hidup-hidup, mematahkan setiap tulang di tubuhnya, dan membakar jiwanya dengan Api Inti Emas selama sepuluh ribu tahun!" kutuk Chu Zhen di sepanjang perjalanannya.

Suara gemuruh dari terbangnya Tetua Agung itu terdengar seperti raungan naga purba yang membangunkan seluruh makhluk spiritual di pegunungan belakang.

Pepohonan pinus hitam berduri yang dilewatinya langsung patah dan hancur menjadi serpihan kayu akibat tekanan angin yang ia hasilkan.

Hanya dalam waktu beberapa tarikan napas, Chu Zhen telah tiba di depan mulut gua raksasa yang merupakan jalan masuk menuju kawah rahasia.

Matanya yang memerah karena darah langsung membelalak lebar saat melihat pintu batu raksasa yang diukir dengan Formasi Kunci Darah Ilahi kini telah terbuka lebar.

Dua patung gargoyle iblis yang seharusnya menjaga tempat itu terlihat tidak bergeming sama sekali, seolah-olah sistem pertahanan mereka telah ditipu dengan sempurna.

Kenyataan ini semakin menyulut kobaran amarah di dalam dada Chu Zhen yang sudah hampir meledak.

"Bahkan jika kau adalah raja iblis yang turun dari langit kesembilan, kau tidak akan bisa keluar dari gunung ini dalam keadaan utuh!" raung Chu Zhen dengan suara menggelegar.

Tanpa memperlambat kecepatannya sedikit pun, Chu Zhen melesat menembus pintu batu yang terbuka itu bagaikan peluru meriam yang tak terhentikan.

Gelombang kejut dari masuknya Chu Zhen membuat dinding lorong gua bergetar hebat, merontokkan kristal-kristal darah yang menempel di atapnya.

Ia terbang menyusuri lorong yang gelap itu, matanya yang memancarkan cahaya keemasan terus memindai setiap sudut untuk mencari keberadaan sang penyusup.

Di saat yang bersamaan, Lin Ye sedang berjalan menanjak menyusuri lorong yang sama dengan langkah yang sangat santai dan ritmis.

Tangan kanannya terlipat dengan anggun di belakang punggungnya, sementara tangan kirinya berayun pelan mengikuti irama langkah kakinya.

Jubah hitam legam dengan sulaman naga tulang merah darah yang ia kenakan menyatu dengan sempurna di dalam kegelapan gua tersebut.

Inti Yin Sempurna di dalam dantiannya berputar dengan sangat tenang, menyerap setiap fluktuasi energi di sekitarnya dan menyembunyikan hawa keberadaannya.

Meskipun Chu Zhen terbang ke arahnya dengan kecepatan penuh, pria tua itu sama sekali tidak bisa mendeteksi fluktuasi aura kultivasi dari tubuh Lin Ye.

Bagi kesadaran spiritual Chu Zhen, lorong di depannya terasa benar-benar kosong melompong seolah tidak ada makhluk hidup yang berada di sana.

Namun, beberapa detik kemudian, cahaya keemasan dari tubuh Chu Zhen menerangi sosok pemuda yang sedang berjalan ke arahnya.

Chu Zhen langsung menghentikan laju terbangnya dengan paksa di udara, menciptakan gelombang angin yang menyapu debu-debu di dalam lorong.

Ia mendarat di atas tanah berbatu sekitar dua puluh meter di hadapan pemuda berjubah hitam tersebut.

Mata tua Chu Zhen menyipit tajam, mencoba mengenali wajah pucat yang diterangi oleh cahaya aura keemasannya sendiri.

Ketika garis wajah pemuda itu terlihat dengan jelas, jantung Chu Zhen seolah berhenti berdetak selama sepersekian detik akibat keterkejutan yang luar biasa.

Wajah itu, meskipun kini terlihat jauh lebih tampan dan memancarkan aura dominasi yang menakutkan, adalah wajah yang sangat ia kenali dari laporan anak buahnya.

"Lin Ye... jadi kau benar-benar si sampah pelataran luar yang belum mati itu?!" desis Chu Zhen dengan nada yang bercampur antara amarah dan ketidakpercayaan.

"Bagaimana mungkin kau bisa hidup kembali dan bahkan memiliki kekuatan untuk menembus formasi pelindung pelataran dalam?!"

Lin Ye menghentikan langkahnya dan menatap lurus ke dalam sepasang mata merah pria tua di hadapannya dengan ekspresi datar yang sangat merendahkan.

Ia tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan sedikit pun meskipun sedang berhadapan dengan kultivator puncak Alam Inti Emas yang legendaris di sekte tersebut.

"Sepertinya berita tentang kebangkitanku dari dasar Jurang Kematian sudah menyebar dengan cukup baik hingga ke telinga anjing tua sepertimu," jawab Lin Ye dengan suara yang sangat tenang.

"Aku datang ke sini untuk mengembalikan sebuah kebaikan kecil yang telah cucumu berikan kepadaku beberapa waktu yang lalu."

Mendengar nama cucunya disebut dengan nada ejekan, urat-urat biru langsung menonjol keluar di sekujur wajah dan leher Chu Zhen.

"Kau membunuh cucuku dengan cara yang paling biadab, dan kini kau berani mengejeknya di hadapanku?!" raung Chu Zhen hingga suaranya membuat langit-langit gua retak.

"Dan bukan hanya itu, kau juga telah mencuri seluruh esensi darah dari kolam pusaka milik sekte ini!"

Lin Ye tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat dingin dan menusuk langsung ke dalam sumsum tulang pendengarnya.

"Kolam pusaka milik sekte? Maksudmu kolam jagal tempat kau membunuh ribuan murid jeniusmu sendiri demi memperpanjang umur tuamu yang tidak berguna itu?" balas Lin Ye sambil memiringkan kepalanya.

"Aku hanya membantu mereka menemukan tempat peristirahatan yang lebih baik di dalam dantianku, bukankah aku jauh lebih berbelas kasih daripadamu, Tetua Agung?"

Kata-kata Lin Ye bagaikan pisau beracun yang menusuk tepat ke titik kelemahan paling rahasia milik Chu Zhen.

Fakta bahwa rahasia gelap terbesarnya telah diketahui oleh seorang musuh membuat niat membunuh Chu Zhen meluap tak terkendali.

"Tutup mulut kotor manismu itu, dasar iblis rendahan!" teriak Chu Zhen sambil mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.

"Tidak peduli sihir iblis apa yang kau gunakan untuk menyerap kolam itu, batas antara Alam Pengumpulan Qi dan Alam Inti Emas adalah jurang yang tidak akan pernah bisa kau lewati!"

Energi spiritual keemasan yang sangat menyilaukan meledak dari dalam tubuh Chu Zhen, menerangi seluruh lorong gua bagaikan matahari yang terbit di siang bolong.

Ia langsung memanggil senjata pusaka kelahirannya dari dalam dantiannya, sebuah pedang panjang yang memancarkan cahaya suci yang sangat murni.

Pedang itu adalah Pedang Penghukum Matahari, senjata spiritual tingkat bumi yang telah menemani Chu Zhen membantai ratusan musuh kuat di masa mudanya.

"Mati kau dan jadilah abu di bawah cahaya Pedang Penghukum Matahari!" raung Chu Zhen sambil menebaskan pedangnya dari kejauhan.

Sebuah bilah energi pedang raksasa berwarna emas yang panjangnya mencapai belasan meter melesat membelah lorong gua dengan kecepatan yang tak kasat mata.

Energi pedang itu mengandung hukum elemen cahaya yang sangat mematikan bagi entitas yang memiliki energi Yin atau energi kematian.

Panas yang dihasilkan oleh serangan itu seketika melelehkan bebatuan di dinding gua menjadi cairan lahar pijar yang menetes ke lantai.

Serangan ini adalah serangan yang setara dengan kekuatan penuh dari seorang master Alam Inti Emas, serangan yang bisa meratakan sebuah kota kecil dalam satu kedipan mata.

1
rizky r
cerita menarik, balas dendam hantu
Lamia Dante
manarik
Lamia Dante
bagus ceritanya menarik, tidak berbelit belit, ayo balas demdam
Kalong Super
💪💪🤭
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🥛
Lucy Sandy
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!