Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.
Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.
Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
Di ruangan VIP nomor tiga tepat di seberangnya, duduk seorang pemuda arogan berpakaian jubah merah api yang disulam dengan benang emas.
Pemuda itu memancarkan fluktuasi energi elemen api yang sangat liar dan panas, berada di puncak tahap kesembilan Alam Pengumpulan Qi.
Di belakang pemuda itu, berdiri dua orang pengawal tua yang memancarkan aura awal Alam Pembentukan Inti, menandakan statusnya yang sangat tinggi.
"Sistem, identifikasi asal usul energi elemen api dari pemuda sombong di ruangan seberang itu," perintah Lin Ye di dalam benaknya.
"Menganalisis fluktuasi aura dan lambang pakaian target," jawab sistem seketika.
"Target teridentifikasi sebagai Gao Chen, putra mahkota dari Sekte Api Penyucian, sebuah kekuatan besar yang menguasai wilayah selatan Benua Awan Ilahi."
Lin Ye menyeringai tipis mendengar laporan tersebut, sepertinya acara lelang malam ini tidak akan berjalan dengan membosankan sama sekali.
Sekte Api Penyucian adalah musuh bebuyutan dari energi elemen Yin, dan melihat seorang jenius dari sekte itu berkeliaran di sini membuat naluri berburunya sedikit terpancing.
Tiba-tiba, suara dentangan gong perunggu yang sangat nyaring bergema ke seluruh penjuru aula lelang, seketika membungkam ribuan mulut yang sedang berteriak.
Cahaya di seluruh ruangan meredup, menyisakan satu pilar cahaya terang yang menyorot tepat ke tengah panggung lelang berbentuk lingkaran.
Seorang wanita cantik dengan gaun ungu ketat yang membelah tinggi di bagian paha melangkah keluar dari balik panggung dengan senyuman yang sangat menggoda.
Wanita itu adalah juru lelang utama Paviliun Anggrek Hitam, yang kecantikannya saja sudah cukup untuk membuat harga barang yang ia jual melonjak dua kali lipat.
"Selamat malam, para pahlawan dan tokoh terkemuka dari seluruh Benua Awan Ilahi!" sapa wanita itu dengan suara merdu yang diperkuat oleh energi spiritual.
"Paviliun Anggrek Hitam merasa sangat terhormat menyambut kehadiran Anda semua dalam acara lelang puncak malam ini."
"Kami telah menyiapkan puluhan barang pusaka langka yang pasti akan membuat darah kalian mendidih dan jantung kalian berdetak kencang."
"Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, mari kita mulai pelelangan pertama kita malam ini dengan sebuah senjata spiritual tingkat bumi tingkat rendah!"
Wanita itu menarik sebuah kain sutra merah yang menutupi sebuah nampan di atas meja panggung, memperlihatkan sebuah pedang panjang yang memancarkan aura angin yang sangat tajam.
Ribuan kultivator di aula bawah langsung bersorak kegirangan dan mulai meneriakkan angka penawaran mereka dengan sangat gila-gilaan.
Namun bagi Lin Ye, senjata tingkat bumi tingkat rendah itu hanyalah setara dengan sampah rongsokan yang bahkan tidak pantas untuk dilirik olehnya.
Ia menyandarkan punggungnya ke kursi giok, menutup matanya dan membiarkan waktu berlalu selama dua jam sementara berbagai macam barang terus dilelang.
Mulai dari baju zirah spiritual, pil peningkat kultivasi, hingga gulungan teknik bela diri tingkat tinggi terjual dengan harga yang fantastis.
Gao Chen dari Sekte Api Penyucian di ruangan seberang sempat membeli beberapa jenis rumput api spiritual langka dengan harga yang sangat arogan dan mendominasi.
Setiap kali ada yang berani menawar lebih tinggi darinya, Gao Chen akan melepaskan tekanan auranya untuk mengintimidasi lawan hingga mereka menyerah.
Sikap sombong pemuda berambut merah itu membuat banyak kultivator merasa kesal, namun tidak ada yang berani mencari masalah dengan Sekte Api Penyucian secara terbuka.
Akhirnya, suara juru lelang wanita itu kembali bergema dengan nada yang sedikit lebih serius dan misterius dari sebelumnya.
"Para hadirin sekalian, kita telah memasuki babak akhir dari pelelangan malam ini, dan barang selanjutnya adalah sebuah benda yang sangat unik sekaligus berbahaya."
Wanita itu memberikan isyarat tangan, dan empat orang pria kekar menggotong sebuah peti besi hitam yang dikelilingi oleh rantai penyegel ke atas panggung.
Suhu udara di seluruh aula lelang tiba-tiba merosot drastis saat peti besi hitam itu diletakkan dengan kasar di atas meja batu.
Beberapa kultivator tingkat rendah di barisan depan bahkan mulai menggigil kedinginan dan napas mereka berubah menjadi uap putih.
"Barang ini ditemukan di kedalaman sebuah reruntuhan makam kuno di perbatasan wilayah utara yang sangat mematikan," jelas wanita itu dengan wajah tegang.
"Para ahli penilai kami tidak bisa mengidentifikasi nama asli dari artefak ini, namun kami menyebutnya sebagai Mutiara Jiwa Neraka."
Wanita itu perlahan membuka tutup peti besi hitam tersebut, dan seketika itu juga sebuah aura kematian yang sangat pekat meledak keluar memenuhi udara.
Di dalam peti yang dilapisi sutra putih itu, tergeletak sebuah mutiara raksasa seukuran kepalan tangan orang dewasa yang memancarkan cahaya hitam keunguan.
Di dalam mutiara tersebut, terlihat bayangan ribuan wajah hantu yang sedang menjerit dan berputar-putar dalam pusaran kebencian abadi.
Seluruh kultivator di ruangan itu menahan napas mereka karena kengerian yang menyusup ke dalam jiwa mereka hanya dengan melihat benda terkutuk tersebut.
"Mutiara ini memancarkan energi Yin purba yang sangat masif, dan dipercaya bisa mengendalikan ratusan roh penasaran jika digunakan dengan benar," lanjut juru lelang wanita itu.
"Namun, kami harus memperingatkan bahwa benda ini sangat berbahaya dan bisa membawa kutukan pembalikan jiwa bagi mereka yang tidak memiliki mental baja."
"Harga pembukaan untuk Mutiara Jiwa Neraka ini adalah seratus ribu keping batu spiritual tingkat menengah! Penawaran dimulai sekarang!"
Keheningan mutlak menyelimuti seluruh aula lelang tersebut.
Tidak ada satu pun kultivator aliran lurus yang waras yang mau membeli sebuah artefak iblis pembawa sial yang bisa merusak fondasi kultivasi mereka.
Juru lelang wanita itu mulai terlihat sedikit gugup karena tidak ada satu pun suara penawaran yang terdengar setelah beberapa saat berlalu.
Di ruangan VIP nomor tujuh, mata Lin Ye yang tadinya tertutup rapat tiba-tiba terbuka lebar dan memancarkan cahaya hitam yang sangat rakus.
Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya, sementara Inti Yin Sempurnanya bergetar hebat seolah sedang memohon untuk memakan benda di atas panggung itu.
"Energi Yin di dalam mutiara itu telah berusia puluhan ribu tahun... ini adalah wadah yang paling sempurna untuk memperkuat Jenderal Darah Kutukan," batin Lin Ye dengan kegembiraan yang meluap.
Sebelum Lin Ye sempat mengangkat tangannya untuk memberikan penawaran, sebuah suara tawa yang sangat arogan dan merendahkan terdengar dari ruangan VIP nomor tiga.
"Benda rongsokan dari aliran iblis seperti itu seharusnya dihancurkan, bukannya dijual di tempat terhormat seperti ini!" teriak Gao Chen dengan suara lantang yang menggema.
"Tapi karena kebetulan aku sedang membutuhkan bahan percobaan untuk menyempurnakan Api Penyucian Surgawi milikku, aku akan membelinya untuk kubakar hingga menjadi abu!"
"Seratus sepuluh ribu batu spiritual menengah!" seru Gao Chen dengan nada yang sangat meremehkan barang tersebut.
Semua orang di aula lelang menghela napas lega, bersyukur bahwa ada tuan muda kaya raya yang mau membersihkan benda terkutuk itu dari hadapan mereka.
Juru lelang wanita itu tersenyum manis ke arah ruangan VIP nomor tiga dan mengangkat palu lelang kayu kecilnya ke udara.
"Tuan Muda dari ruangan nomor tiga menawar seratus sepuluh ribu! Adakah yang berani menawar lebih tinggi untuk artefak kuno yang misterius ini?"
"Seratus sepuluh ribu sekali..."
"Seratus sepuluh ribu d..."
"Lima ratus ribu batu spiritual menengah."
Sebuah suara yang sangat tenang, datar, namun sedingin angin musim dingin yang membekukan tulang tiba-tiba memotong hitungan juru lelang tersebut.
Suara penawaran gila itu berasal dari balik tirai manik-manik kristal di ruangan VIP nomor tujuh tempat Lin Ye berada.
Seketika itu juga, seluruh pasang mata di aula lelang itu membelalak lebar dan menoleh dengan cepat ke arah balkon lantai tiga tersebut.
Bahkan juru lelang wanita yang sudah sangat profesional itu sempat membeku dengan palu yang tertahan di udara karena syok yang teramat sangat.
Lima ratus ribu batu spiritual menengah bukanlah jumlah uang saku yang bisa dikeluarkan untuk bermain-main, itu adalah kekayaan yang bisa membangun sebuah kota kecil.
Di ruangan VIP nomor tiga, senyum arogan di wajah Gao Chen seketika luntur dan digantikan oleh urat-urat merah kemarahan yang menonjol di pelipisnya.
Menaikkan penawaran hampir lima kali lipat dalam satu tarikan napas adalah sebuah tamparan keras secara langsung ke wajah keluarga Sekte Api Penyucian miliknya.
"Keparat mana yang berani bermain-main dengan Gao Chen di tempat ini?!" geram pemuda berambut merah itu sambil mencengkeram pembatas balkon hingga hancur.
"Enam ratus ribu batu spiritual menengah!" teriak Gao Chen dengan suara yang dipenuhi oleh luapan energi elemen api yang membakar udara.
Aura permusuhan langsung memenuhi seluruh aula lelang, membuat para pengunjung tingkat rendah menggigil ketakutan karena merasa terjepit di antara dua kekuatan besar.
Namun, belum sempat gema suara Gao Chen menghilang dari langit-langit bangunan, suara dingin dari ruangan nomor tujuh kembali membalas dengan santai.
"Satu juta batu spiritual menengah."
Ledakan keterkejutan langsung meletus dari ribuan mulut kultivator di aula bawah, mereka saling berbisik panik seolah tidak percaya dengan apa yang telinga mereka dengar.
Satu juta batu spiritual menengah untuk sebuah mutiara iblis yang bahkan belum tentu bisa digunakan?!
Wajah Gao Chen kini berubah menjadi semerah rambutnya sendiri, matanya melotot tajam mencoba menembus tirai kristal pengacak aura di ruangan seberangnya itu.
Kesombongannya sebagai putra mahkota sekte besar tidak mengizinkannya untuk mundur dari tantangan moneter yang dilontarkan oleh orang misterius tersebut.
"Satu juta... satu juta dua ratus ribu!" teriak Gao Chen yang kini suaranya sudah sedikit bergetar karena ia mulai mencapai batas kekayaan yang ia bawa dari sekte.
Ia berharap lawannya akan mundur menyadari betapa gilanya angka yang sedang mereka perdebatkan di depan umum ini.
Tapi sekali lagi, dewa kematian yang duduk di ruangan nomor tujuh itu tidak memiliki konsep batas kekayaan duniawi di dalam kamus hidupnya.
"Dua juta."
Hanya dua kata singkat yang diucapkan oleh Lin Ye, namun dampaknya berhasil membuat seluruh aula lelang itu hening seketika seperti kuburan massal.
Bahkan detak jantung para penonton bisa terdengar sangat jelas di tengah kebungkaman yang sangat absolut dan mencekam tersebut.
Dua juta batu spiritual menengah adalah angka yang mustahil untuk dikalahkan oleh Gao Chen, bahkan jika ia harus menjual seluruh pakaian dan senjatanya saat ini juga.
Gao Chen meninju dinding kayu di ruangannya hingga berlubang, napasnya memburu cepat karena amarah dan rasa malu yang luar biasa telah membakar kewarasannya.
"Kau berani mempermalukan Sekte Api Penyucian di hadapan publik, dasar anjing pengecut yang bersembunyi di balik tirai?!" raung Gao Chen dengan suara menggelegar.
"Sebutkan namamu dan asal sektemu jika kau memang pria sejati, jangan salahkan aku jika kepalamu terpisah dari badanmu saat kau melangkah keluar dari kota ini!"
Sebuah ancaman pembunuhan terang-terangan baru saja dilontarkan di dalam rumah lelang paling bergengsi, melanggar seluruh aturan netralitas Kota Angin Merah.
Dua orang pengawal tua dari Sekte Api Penyucian segera memegang pundak Gao Chen, mencoba menenangkan tuan muda mereka sebelum memicu kemarahan aliansi pedagang.
Di ruangan nomor tujuh, Lin Ye hanya tertawa pelan, sebuah tawa meremehkan yang terdengar sangat merdu namun mematikan.
"Sekte Api Penyucian yang agung ternyata hanya diisi oleh sekumpulan anak anjing yang hanya bisa menggonggong saat mereka tidak memiliki cukup uang," balas Lin Ye dengan sinis.
"Jika kau menginginkan mutiara ini, datang dan ambillah sendiri dari tanganku malam ini, dengan catatan... kau harus menukarnya dengan nyawamu sendiri."
Kata-kata Lin Ye bagaikan bensin yang disiramkan ke dalam kobaran api amarah Gao Chen yang sudah meluap tak terkendali.
"Bagus! Sangat bagus! Tunggu saja kematianmu, keparat!" umpat Gao Chen sambil mengibaskan jubah merahnya dan langsung berjalan keluar dari ruangan VIP tersebut bersama pengawalnya.
Ia tidak berniat untuk mengikuti pelelangan hingga selesai, ia akan menunggu di luar gerbang kota untuk mencegat dan membantai musuhnya yang sombong itu.
Juru lelang wanita di atas panggung menelan ludahnya dengan susah payah, mencoba menenangkan dirinya sendiri untuk menyelesaikan transaksi gila ini.
"D-dua juta batu spiritual menengah... sekali..."
"Dua juta dua kali..."
"Dua juta tiga kali! Terjual kepada Tuan Muda di ruangan VIP nomor tujuh!"
Palunya diketuk dengan sangat keras, meresmikan perpindahan tangan artefak iblis kuno itu ke genggaman seorang kaisar kematian yang sesungguhnya.
Lin Ye bersandar kembali ke kursinya dengan senyuman iblis yang terukir jelas di wajah pucatnya yang sangat tampan.
Ia baru saja mendapatkan sebuah senjata purba yang tak ternilai harganya, sekaligus memancing seekor domba gemuk berambut merah untuk dihidangkan sebagai makan malam bagi pasukannya.
Bulan purnama yang akan segera bersinar di luar tembok Kota Angin Merah malam ini pasti akan kembali diwarnai oleh warna merah darah yang sangat indah dan memikat.