NovelToon NovelToon
CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Dua puluh tahun lalu sebuah praktek satanisme gagal. Ijah diringkus lalu dibakar hidup-hidup oleh masa sebab dianggap petaka.

Lima orang dipanggil kembali oleh satu sosok yang datang di dalam cermin. Mereka diberitahu untuk menuju ke salah satu tempat yang sempat mereka tinggali dahulu.

Tempat itu sudah lama ditutup. Huruf arab ditempelkan dibanyak pohon hutan sebelum menuju bangunan itu.

Huruf arab itu konon katanya adalah sebuah ayat sebagai penghalang apa yang ada dibangunan itu supaya tidak keluar dari dalam sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 010 : Teka Teki Dikumpulkan Untuk Belantara Terkutuk

...'Aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu. Sebab kamu, adalah lembaran terbaik yang pernah aku temukan sebelumnya. Aku percaya hingga kini. Hati itu, tetap memeluk namaku. Hanya saja, aku kalah! Dalam pertempuran yang cukup sengit malam itu. Keberadaanku nampak klise di matamu. Aku mati di hidupmu. Namaku hilang dalam benakmu. Kita berdiri sejajar. Tapi nyatanya saling menyakiti. Dalam dekapan sunyi. Dalam api dendam membara. Janjimu menjadikanku yang kedua. Luluh! Kamu, membuat darahku tumpah malam itu. Nyanyian ini, ditulis dengan sepenuh hati. Kepada kisah paling kelam. Kisah itu, kini menjadi kenangan. Dan itu kamu, yang menghilang!'...

"Ini, adalah cuplikan paragraf yang aku temukan ketika mengorek perihal bangunan itu. Sebelum aku menemukan ini, aku sempat diteror!" Haikal membuka suara.

Ketika dia memberikan satu petunjuk yang sudah dia kumpulkan melalui website aneh menurutnya.

Sejenak Aldi mencoba mencari sandi atau petunjuk yang tersembunyi di dalam bait puitis itu. Tetapi sukar rasanya.

"Anonim ini bahkan tidak beridentitas! Cukup susah menemukan siapa yang mengunggahnya?" tambah Haikal lagi. Aldi mengernyitkan keningnya lalu berkata,

"Tidak penting, siapa yang mengirim itu. Tetapi yang jelas, ada maksud kenapa pesan itu ada bersamaan dengan seluruh dokumentasi dan gambar perihal belantara yang sering kita mimpikan. Pesan ini bukan hanya pesan. Jika pembuatnya mau showing," ucap Aldi berhenti sejenak ketika seluruh perhatian temannya terfokus padanya.

"Maka ada sesuatu yang disembunyikan di sini! Tapi, aku masih gak nemu!" tambah Aldi. Rifki terkekeh mendengar itu.

"Baca dan ingat-ingat aja! Nanti juga kamu bakalan nemu sendiri apa yang kamu cari, Al!" ujar Rifki menimpali.

Farah nampak berpikir. Begitupun dengan yang lainnya. Saat ini, mereka memilih berada di dalam sebuah cafe. Sebab apa, yang mereka bicarakan akan sangat absurd. Jika terdengar oleh orang lain.

Aldi sejenak memainkan jari jemarinya di meja. Dia berpikir kritis. Kode-kode ada dalam kalimat itu.

 Haikal menyebutkan bahwa pemilik website itu anonim yang ambigu. Sulit rasanya. Aldi menoleh ke arah Ardin.

Yang kini sorot matanya masih setia menatap ke arah lukisan yang Farah gambar. Aldi melihat ada yang aneh. Sejak tadi, Ardin tak bersuara.

 Sudah hampir dua puluh menit rasanya. Aldi melihat bagaimana setetes keringat dingin mengucur dari dahi Ardin. Pada saat itu, Aldi tahu bahwa Ardin mengetahui sesuatu. Aldi sontak menatap ke arah Farah dan berkata,

"Bukankah ada alasan? Kamu membawa dia kemari, Farah?" tanya Aldi pada Farah. Farah yang berpikir sejak tadi pun menatapnya.

 Jari telunjuk Aldi mengarah pada Ardin. Dan di situ juga Ardin terbuyar dari lamunannya. Sontak, dia menoleh ke arah Aldi. Rifki memperhatikan Ardin. Begitupun dengan yang lain.

"Kami, sudah memaparkan banyak bukti dan petunjuk yang kami tahu. Sekarang, giliran kamu menjelaskan tentang bangunan itu. Dan kenapa, kamu nampak gelisah?" kali ini Aldi mulai berani mengintrogasi Ardin.

Ardin terkekeh sejenak.

"Bangunan ini nyata! Itu desa di dekat desaku dahulu. Aku kemari mengadu nasib. Kakekku tinggal di desa seberang. Jarak antara desaku dan desa itu dipisahkan oleh belantara. Tapi sumpah," ucapan Ardin terpotong.

Dia mengingat kembali kisah kelam yang dialami oleh kakeknya semasa menemukan lima bocah di dalam sebuah rumah yang hangus terbakar.

"Lima orang bocah, ditemukan di sana! Di dalam sebuah rumah yang terbakar hangus. Jadi, aku tidak mengerti alasan kenapa Farah terhubung dengan bangunan ini bersama kalian. Logikaku mengatakan, dan sempat bertanya-tanya. Apakah kalian ini, kelima anak itu? Jika benar, maka kalian adalah anak adopsi. Dan jika itu benar, untuk apa kalian ingin datang ke sana? Sementara, kehidupan kalian di sini sudah cukup makmur!" jelas Ardin. Berpikir kritis.

Rifki menatap serius ke arah Ardin. Dia tidak suka diremehkan. Jika kehidupannya di sini makmur. Itu benar!

Tetapi secara batin. Mereka berlima tidak makmur. Tiap bertambahnya tahun, teror itu semakin menjadi. Sosok di dalam cermin seakan ingin menjangkau mereka.

"Kamu harus tahu! Kata makmur yang kamu maksud adalah kehidupan yang kamu lihat." ujar Rifki.

Suaranya penuh wibawa saat itu. Suaranya mengundang fokus mereka semua kini terpusat pada Rifki.

"Jika aku boleh mewakili. Maka aku bakalan bilang ke kamu. Kami sedang dihantui. Diteror tiap malam. Dia yang datang dari dalam cermin. Seakan merentangkan tangannya dan hendak mengambil kami. Coba ingat lagi! Semesta, tidak hanya memiliki manusia. Tetapi, juga alam arwah. Ingatlah, kita hidup saling beriringan. Jadi, teror ini tiap tahun semakin menjadi. Lantas, apakah kami akan diam? Tidak!" jelas Rifki.

Ardin menghela nafas mendengar itu. Ada desa yang ditakuti di dalam desa itu. Bahkan, setelah menemukan kelima bocah itu.

 Belantara yang memisahkan desa Ardin dan desa itu. Ditempeli dengan huruf-huruf Arab. Dikatakan bahwa setelah kejadian itu. Banyak hal aneh terjadi di sana.

 Seperti para pemburu yang hilang. Kemudian suara-suara teriakan. Serta terkadang dari kejauhan tepat di depan bibir hutan sebelum masuk. Terlihat kobaran api namun asapnya tak ada.

Farah memperhatikan Ardin. Raut wajah Ardin nampak begitu gusar. Mereka memang baru saja mengenal. Tetapi Farah adalah gadis yang cukup peka memahami emosi manusia.

"Kak!" panggil Farah lembut. Ardin menoleh ke arahnya. Saat itu, ketika sorot mata mereka bertemu. Farah terkejut bukan main.

Deggggg

"Hah!" pekik Farah. Bagai ditarik masuk ke dalam sebuah dimensi.

Tubuhnya tersentak. Terkejut, seakan sesuatu sudah mengagetkannya. Pada saat itu. Dimensi di hadapannya berubah tepat ketika dia menatap dalam ke arah bola mata Ardin.

Dimensinya berubah. Kini, Farah sedang berada di antara ambang batas alam manusia dan alam sebelah.

"Siapa yang kamu cari?" suara seorang wanita menyita perhatian Farah. Kini dirinya berada tepat di tengah belantara.

"Anda siapa?" tanya Farah pada wanita yang berdiri lima belas langkah darinya. Wanita berbaju putih. Bersurai sebahu. Dia sangat cantik.

Wanita itu tersenyum ke arah Farah. Dia paham. Dia tahu, Farah adalah penghubung yang sangat kuat. Wanita itu tidak bergeming dari tempatnya. Dia hanya tersenyum.

"Jangan pernah abaikan tandanya. Kumpulkan semua informasinya. Jika kalian ingin mengetahui jati diri kalian. Maka temui apa yang kalian temui di mimpi kalian. Mimpi itu akan semakin menyiksa kalian. Jika kalian, tidak beranjak dari zona nyaman kalian!" tuturnya.

 Farah mengernyitkan dahinya. Pembicaraan antara dirinya dan wanita ini. Sepertinya wanita itu tahu satu hal. Saat itu, Farah mencoba memutar keras memorinya.

Hingga ketika dia kembali mengingat. Perihal akhir dalam mimpi-mimpinya yang sama. Dia ingat, bahwa wanita yang terbakar itu berambut sebahu.

 Sama persis lekukan tubuhnya dengan wanita yang kini dia lihat. Ketika Farah berhasil menemukan ingatannya tentang wanita itu. Ketika bola matanya kembali menatap ke arah wanita itu.

Brushhhhhh

"Hah!!!" pekik Farah, dia mundur kebelakang. Tatkala kobaran api itu menyala meliputi tubuh itu. Terbakarnya tubuh itu. Diakhiri dengan kalimat.

"Datanglah ke sana, untuk sebuah jawaban!"

Syuthhhh

"Ya ampun!!" pekik Farah segera menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Ardin yang melihat itu terkejut. Begitupun yang lain terkecuali Rifki.

"Kamu kenapa, Farah?!" tanya Ardin pada Farah.

Dia khawatir sekali. Farah membuka kedua telapak tangannya kemudian. Dia membuang kasar nafasnya. Farah menatap ke arah Ardin dan berkata,

"Kamu harus bantu kami, ya! Katakan segala hal yang kamu tahu tentang desa itu dan bangunan itu. Kami sudah gak bisa diam lagi! Kak, aku takut! Tolong, buat kami mengakhiri segala teror ini supaya kami bisa hidup senormal dan senyaman kamu!" pinta Farah pada Ardin seraya menatapnya dalam dan sendu.

Aldi, Desta, dan Haikal memperhatikan itu. Sementara Rifki, dia memperhatikan tiga bocah mati yang biasanya datang padanya. Tiga bocah yang sering berbicara padanya. Bocah itu berkata pada Rifki.

"Dia yang datang dari dalam cermin, sedang menunggu kalian. Bukan untuk diadili. Tetapi untuk meminta keadilan! Dia yang datang dari dalam cermin. Bukan antagonis yang memangsa kalian. Tetapi, dia yang datang dari dalam cermin. Adalah orang protagonis yang harus kalian selesaikan keinginannya!"

Cukup sudah rasanya teka-teki memuakkan ini serta ocehan bocah mati itu. Rifki muak. Dia segera berdiri.

"Kamu harus mengantar kami ke sana!" ucap Rifki tegas pada Ardin. Mendengar itu, Ardin tak punya pilihan. Hatinya juga diluluhkan oleh tatapan dan permintaan Farah.

"Baiklah, aku akan mengantar kalian ke sana!" ucap Ardin pada akhirnya dia menyerah.

1
Teuing Saha🙃
Jawab iya, lho ya! awas aja sampe gak ngaku🤣🤣
Ela Jutek
ish malah salting kau Ar, yg kau suka lagi ilang itu
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
cieee yg malu2🤭🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
iyaa gitu jawab Napa Ardin ...kisah nya seru banget ya 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
di Dunia nyata 2 hari di dunia sebelah 3 bulan ..luar biasa
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Facepalm/ Jauh banget kan kak perbandingan waktunya
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Lama juga ternyata mereka hilang
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Shy/
total 1 replies
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tuh kan bikin serem aja ini
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
enak ya Farah berasa seperti kayak punya kakak baru ini😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
siapa Desta ini ya🤔
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hahaha berarti kita itu dekat sebenarnya 😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
jadi malu ini🤭🤭
ternyata dia lebih tua dari aku🤣
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
semoga secepatnya kalian bisa bertemu dan bisa memecahkan teka-teki yang menarik ini
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bagaimana dengan yang lain apa tau juga kalo mereka bersaudara
Teuing Saha🙃
Semoga saja, Farah dapat memahami maksud bocah perempuan itu
Safitri Agus
artinya apa Thor
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤣 iya kakak, cuma beda aja harokatnya... ntar di pasang ini, bunyi jadi gini, dipasang itu bunyi nya itu. 🤣🤣 bakalan panjang kak kalau di jabarin di sini
total 3 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aq pernah di ajarin kaya gini gak bisa2 ...kalo aksara Lampung bisa wkwk
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: suku Jawa tapi lahir dan tinggal di Lampung
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Dulu pernah diajarin sama Alm mamang tentang ini dan caranya, tp sekarang dah lupa/Facepalm/
Teuing Saha🙃: Disini masih ada, walaupun jarang🤭
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
cover baru thor, bagus🫶
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤗 Dari editornya, ibundaa... hehehe
total 1 replies
Kang Dhani
ga kejatuhan?
Kang Dhani
Ngikutt 👀👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!