NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:322.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi Oktavioni putri

Putri Amelia adalah Seorang wanita yang mandiri dan pekerja keras. Putri di tinggal kan Ibu nya di Panti Asuhan sejak berumur 8 Bulan. Hampir 25 Tahun Putri tinggal di Panti Asuhan.

Putri bertemu Ibu nya saat umurnya masuk angka ke 25 thn. Ada suka ada duka yang di lewati Putri selama bertahun tahun.

Semenjak Putri meninggalkan Panti Asuhan dan tinggal bersama Ibu dan Ayah tirinya, Putri cukup bahagia, Karena Adik tirinya menyayanginya seperti kakak kandung mereka.

Putri berkerja di Perusahaan Bahagia Group sebagai OB. Sebelum bekerja menjadi OB, Putri bekerja di Toko Roti. Ada suka duka yang Putri lalui, Sehingga pada akhirnya ada kebahagiaan yang menyertainya.




jangan lupa jempol nya 👍
vote nya dan comennya dan shere nya ke teman kalian..☺️

dan jangan lupa
follow ig aku : phutrieyphuphuet


selamat membaca 💜💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi Oktavioni putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Kerja Part ³

Putri sudah berdiri di depan ruangan sekretaris, wajahnya seketika tegang dan memucat, wajar jika ini hari pertama Putri berkerja di perusahaan terbesar di kota ini.

"Permisi nona," ucap Putri mengetuk pintu.

"Masuk," kata Jessinia dari dalam ruangan.

"Susu nya nona, kata Putri meletakkan gelas yang berisi susu.

"Terima kasih ," saut Jessinia yang fokus ke laptop.

"Iya nona, ada yang bisa di bantu lagi nona," tanya Putri.

"Tidak, kamu boleh pergi," kata Jessinia.

"Permisi nona," ucap Putri pamitan.

Putri pun meninggalkan ruang sekretaris, dan melangkah ke ruangan manager yang berhadapan dengan ruangan sekretaris.

"Permisi tuan," panggil Putri mengetuk pintu.

"Masuk."Suara Niko terdengar dari dalam ruangan.

Putri pun masuk ke dalam ruangan Niko, "ini tuan kopi nya, ucap Putri meletakan gelas di meja kerja Niko.

"Iya, terima kasih," kata Niko melirik Putri dengan senyuman lembut nya.

"Ada yang bisa saya bantu lagi tuan," ujar Putri membuat Niko salah tingkah.

"Hemm, tidak ada kayak nya." Kata Niko.

"Baik tuan, kalau tidak ada yang anda perlukan lagi, saya permisi." Ucap Putri berjalan menunduk kan kepalanya.

Niko yang melihat Putri berjalan keluar dari ruangan nya hanya tersenyum dan tidak lepas dari pandangan nya.

Melisa dan Andini yang melihat Putri keluar dari ruangan Niko, semakin geram dan semakin membuat nya membenci Putri.

Kenapa tuan Niko memperhatikan ku seperti itu, apa ada yang salah di wajah ku ? penampilan ku ? atau rambut ku ? batinPutri bertanya.

Putri berjalan melewati ruangan staf karyawan, Putri yang tau kalau mata jahat Melisa dan Andini melirik nya, dan seperti biasanya Putri tetap tersenyum manis dengan mereka.

"Lihat cewek kampungan itu, senyum senyum sendiri habis keluar dari ruangan Niko." Kata Andini kesal.

"Tenang aja lo An, liat saja berapa lama dia betah kerja di sini." Kata Melisa mengancam.

Melisa dan Andini menghampiri Putri yang sedang berjalan di depan ruangan staf.

"Eh, cewek kampungan. Pakai pelet apa lo sampai sampai tuan Niko nerima lo kerja di perusahaan sebesar ini." Ucap Melisa ketus.

"Maaf nona, masih banyak kerjaan yang belum saya kerjakan." Balas Putri tidak mengubris ucapan Melisa dan Andini, Putri meninggalkan Melisa dan Andini yang berada di depan nya.

"Dasar cewek mu**han." Teriak Melisa kesal karena dengan santai Putri menjawab ucapan Melisa.

Putri yang masih fokus dengan langkah nya, mengabaikan perkataan Melisa dan Andini yang menurut nya tidak wajar.

Kenapa mereka sebegitu nya benci dengan ku, apa salah ku, apa aku pernah membuat mereka marah.

Arga yang baru turun dari mobil, yang selalu di ikuti Bram dan 4 orang pengawal lain nya memasuki gedung tinggi milik keluarga Atmaja. Mereka selalu di sambut baik oleh para karyawan nya. Bagaimana tidak, semua karyawan nya tunduk dan takut bermasalah dengan keluarga Atmaja.

"Selamat pagi tuan muda," sapa dua satpam yang selalu berjaga jaga di pintu masuk kantor.

Satpam sudah tau apa yang akan terjadi, dia tetap selalu menyapa Arga walaupun sapaan nya tidak di respon oleh Arga. Itulah Arga Atmaja CEO Bahagia Group yang dingin, berbeda jauh dengan Budi Atmaja yang bersikap ramah dengan para karyawan nya

Arga berjalan menaiki lift dan menekan tombol 7 untuk menuju ruang CEO.

Semua karyawan dan staf selalu menyapa Arga, walaupun sapaan mereka di abaikan oleh Arga.

Tidak ada satu orang pun yang berani berhadapan dengan Arga, apalagi dengan Bram yang lebih mengerikan dari Arga.

Saat lift terbuka, salah satu pengawal Arga keluar duluan untuk memastikan bahwa tidak ada musuh di balik selimut.

"Pagi tuan muda," sapa Andrian yang tidak sengaja bertemu dengan Arga.

Arga yang mengabaikan sapaan Andrian berjalan menuju ruang CEO. Andini dan Melisa yang melihat kedatangan Arga langsung berdiri dan menyapa nya

"Selamat pagi tuan muda," serempak Andini dan Melisa.

Arga tetap berjalan ke arah ruangan nya, sesampai di ruangan nya, Arga melihat ada beberapa map berisi berkas berkas yang akan ia tanda tangankan.

Arga sudah membaca berkas berkas langsung menanda tangani nya, setelah semuanya sudah selesai ia tanda tangani, Arga menekan tombol telpon yang terhubung dengan Jessinia.

"Jess. Keruangan sekarang." Ucap Arga perintah.

Hanya butuh waktu 5 menit, Jessinia sudah berada di depan ruang CEO, karena ruangan Jessinia berada di samping ruangan CEO.

Jessinia berjalan mendekati Bram yang selalu stand bay berjaga jaga di depan pintu ruang CEO.

"Maaf tuan Bram, tuan muda memanggil saya," ucap Jessinia menunduk kepalanya, bagaimana tidak Bram yang bermuka arogan dan sinis yang membuat semua orang menakuti nya.

"Hemm," gemam Bram membuka pintu kaca.

Jessinia melangkah kan kaki nya, dan mendekati meja kerja Arga.

"Ada apa tuan muda memanggil saya keruanga anda," tanya Jessinia.

Arga tidak menjawab , ia fokus dengan layar komputer nya. Jessinia yang mengetahui maksud Arga menyuruh ke ruangan nya pun segera mengambil berkas yang sudah ada di hadapan nya dan mengecek ulang kembali

"Semua nya sudah di tanda tangan tuan, saya permisi dulu tuan." Kata Jessinia berpamitan.

"Iya." Balas Arga singkat.

Jessinia pun melangkah kan kaki untuk keluar dari ruangan Arga. Tuan Arga selalu bersikap dingin dengan ku, apa aku tidak menarik sehingga dia tidak pernah melirik ku.

"Jess." Panggil Arga menghentikan langkah kaki nya.

Jessinia yang mendengar panggilan Arga membalik badan nya. "Iya tuan," saut Jessinia.

"Bawakan aku kopi." Kata Arga tanpa melihat Jessinia.

"Baik tuan." ucap Jessinia kembali melangkah kan kaki nya.

Tuan Arga selalu bersikap seenak nya, gerutu Jessinia yang sudah berada di ruangan nya dan menekan nomor telpon dapur.

"Hallo pak Rudi, bawakan 1 gelas kopi untuk tuan Arga ke ruangan ku." Kata Jessinia.

"Baik nona," balas Rudi.

Telpon di matikan

...Di dapur kantor...

Rudi yang sehabis menerima telpon dari Jessinia langsung mencari Putri. "Put, Putri." Panggil Rudi.

Putri yang lagi mencuci piring berhenti, karena mendengar panggilan Rudi, Putri pun berlari kecil ke arah suara yang ia dengar.

"Iya pak, ada apa ?" tanya Putri.

"Buatkan kopi untuk tuan muda," kata Rudi.

Putri yang mendengar kata tuan muda langsung gugup dan kaki nya terasa tidak sanggup lagi berdiri, Rudi yang melihat Putri yang lemas panik

"Kenapa kamu Put, apa kamu sakit ." Tanya Rudi khawatir.

"Tidak apa apa pak, saya hanya sedikit pusing." Jawab Putri beralasan.

"Kalau kamu sakit biar Zia aja yang membuatkan kopi nya, kamu istirahat saja." Ujar Rudi.

"Tidak pak, saya tidak apa apa, saya akan membuat kopi nya." Kata Putri meyakinnya.

"Baik lah kalau kamu tidak apa apa, kopi nya bawa ke ruangan sekretaris ya." Ujar Rudi.

Saat mendengar kata kata sekretaris, Putri yang awal nya sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Arga dan Bram, kembali tersenyum.

"Syukur deh, untung saja bawa kopi nya ke ruangan nona Jessinia." Gerutu kecil Putri.

Zia yang baru selesai mengepel duduk di kursi yang sudah di siap kan oleh perusahaan untuk staf OB beristirhat.

"Kamu kenapa Put," tanya Zia heran.

"Gak apa apa," jawab Putri.

"Kamu mau kopi," tanya Putri.

"Gak ah," balas Zia menuangkan air putih di gelas nya.

"Aku mau bawa kan kopi ke ruangan nona Jessinia," ucap Putri.

"Loh bukan nya tadi sudah kamu buatkan susu buat nona Jessinia," tanya Zia heran.

"Enggak Zi, kopi ini untuk tuan muda ." Jelas Putri yang meninggal kan Zia di dapur.

Di perjalanan menuju ruang sekretaris, Putri merasa kaki nya tidak mampu melangkah dan tangan nya yang membawa baki gemetaran. Rasa takut Putri dengan ucapan Bram waktu itu masih bernyanyi di ingatan Putri.

Hal yang sama di lakukan Melisa dan Andini saat Putri melewati ruang kerja mereka, selalu ada empat mata jahat yang mengawasi nya.

Putri terus fokus dengan baki yang ia bawa, tanpa harus melirik mata jahat yang terus tajam mengawasi nya.

Putri yang melihat Bram dari kejahuan langsung menunduk kan kepala dan membuka ikatan rambutnya, agar Bram tidak mengenali nya.

"Permisi nona," panggil Putri mengetuk pintu.

"Masuk." Terdengar suara Jessinia dari dalam ruangan nya.

"Maaf nona, ini kopi nya." Ucap Putri.

"Letakkan di meja sana." Kata Jessinia menunjuk meja tamu.

"Baik nona," saut Putri berjalan ke meja tamu. "Saya permisi nona," ucap Putri pamitan.

Putri keluar dari ruangan Jessinia, dengan keadaan lebih tenang, karena ia tak harus bertemu dengan Arga dan Bram walaupun hampir saja ia ketahuan Bram, Putri terus fokus dengan langkah nya, tanpa harus melirik kanan kiri.

Jessinia pun mengantarkan kopi yang di pesan Arga ke ruangan nya. Seperti biasa Jessinia selalu bersikap centil bila berhadapan langsung dengan Arga, walaupun Arga tidak pernah melirik nya sama sekali.

"Permisi tuan Bram, tuan muda meminta saya membawakan kopi untuk nya." Ucap Jessinia menunduk.

"Masuk lah." Ucap Bram membuka pintu kaca ruangan Arga. Pintu yang tidak bisa di lihat dari luar namun bisa di lihat dari dalam ruangan.

Jessinia pun berjalan mendekati meja kerja Arga.

"Tuan ini kopi nya." Kata Jessinia meletakkan kopi di meja kerja Arga.

"Ya, pergi lah." Ucap Arga.

Setelah Jessinia pergi meninggalkan Arga sendiri di ruangan nya, Arga langsung meminum kopi yang ia pesan kan tadi.

Sruuuup."Rasa nya beda dari biasanya," gumam Arga kecil.

Arga pun menghabiskan kopi yang di buat oleh Putri tanpa menyisa nya.

1
Aisyah Hajiati
suka ceritanya, putri. sosok istri yg sabar menghadapi suami yg arogan
Ami Manik
lvl 11
Abdul Aziz
koq ga up lg thor?
Rohmatul Pertiwi
mana tour lanjutannya
Rania Zidnye
bikin penasaran
Rania Zidnye
seru dech
mom dzahfira
semangat ya thorr nulis kelanjutannya saya selalu setia nungguin.
Dian Amelia
sudah aq kasih hadiah kopi lo thor😁
~pcy~•~pjm~•
kpn up thr
Nay Mas Prabu
penasaran
Ida
kax msh setia menunggu Ni,,

tetap semangat ka berkarya,, 💪💪💪💪

ndx thu ini komen Q yg k brpa Kali y.. yg sllu setia menunggu Up y kk Lgi.
~pcy~•~pjm~•
lanjut thor,kepo ni
Ida
thoorr.. pliisss.. donk D lanjutin cerita y,,, dh berbulan bln msh setia menunggu Up y. soal y cerita y bgs. msh penasaran aj sma ending y.
Yeni Amiria
thor kira2 ceritanya lanjut ga ya.. klu lihat tgl terakhir update kok udah lama bgt ga.. jgn2 udah pindah kesebelah...🙄🙄🙄
Maya Atika Triramasari
lanjut dong thor
Ida
sya Hadir lagi Thor bwt Komen. .

kapan up y Thor. udh berbulan2 ni thro nunggu y belum Up2 lagi. padahal bgs lho cerita y.

yg semangat ya Thor 💪💪
Suhendi Fikri
mana lanjutanya seru bangett
Ida
ka msh setia menunggu Up y. msh penasaran bgt dgn ending y.
MhiiCk
ini dah gk up lgi
Yulfah
thor up y mn nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!