NovelToon NovelToon
Kampung Santet

Kampung Santet

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Horor / Tamat
Popularitas:136.6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

Baru saja menikah Prashadi mengajak istrinya hijrah ke kota lain. Namun sayangnya mereka terjebak di sebuah kampung yang sarat dengan hal mistis.

Meski berbahaya, Prashadi memilih bertahan karena di sana lah satu-satunya tempat aman untuknya dan sang istri sembunyi dari kejaran orangtua mereka masing-masing.

Keanehan dan ketakutan terus membayangi hingga nyaris membuat mereka gila.

Kengerian seperti apa yang dijumpai Prashadi dan istrinya selama tinggal di kampung itu ?.

Penasaran ?. Ikuti kisahnya yuukkk ...

( Novel ini murni buah pikiran Author. Nama dan tempat yang ada di novel ini hanya fiksi. Mohon bijak membaca dan berkomentar. Terima kasih 🙏 )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Sesuatu Yang Lain

Prashadi masih berlari mengejar istrinya. Dia tak memanggil nama Artha karena tak ingin menarik perhatian warga. Apalagi saat itu suasana kampung sudah sepi karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

Prashadi terus mengamati Artha dari kejauhan. Dia merasa iba melihat Artha yang jatuh bangun berlari untuk menghindarinya. Kedua mata Prashadi pun berkaca-kaca saat melihat Artha merintih kesakitan tiap kali dia bangkit usai terjatuh.

" Ya Allah ..., kasian banget sih Kamu Sayang. Maafin Aku ya. Aku janji setelah ini akan berhenti menuruti Ki Warso," gumam Prashadi dengan suara tercekat.

Tiba-tiba Prashadi sembunyi di balik pohon saat melihat gelagat istrinya akan berhenti berlari. Dia tak ingin membuat Artha semakin takut jika melihat keberadaannya.

Dan tepat seperti dugaan Prashadi, di depan sana Artha berhenti berlari. Kini Artha berdiri tepat di pertigaan jalan. Di hadapannya terbentang dua jalan yang harus dia pilih. Artha nampak kebingungan.

" Ya Allah gimana nih ..., Aku harus kemana ya Allah. Kenapa Mas Pras ga datang juga. Apa dia ga tau kalo Istrinya ini lagi dikejar setan yang menyeramkan," gerutu Artha.

Artha pun kembali menoleh ke belakang untuk memastikan tak ada yang mengejarnya. Setelah melihat jalan yang dia lewati tadi sepi dan tak ada apa-apa, Artha pun menghela nafas lega.

Saat itu lah Artha baru sadar dirinya sendirian di tengah jalan. Dan saat itu juga Artha baru merasa sakit di lutut dan telapak kakinya. Artha pun menunduk untuk mengamati kakinya. Dan dia mengerti mengapa lututnya sakit.

" Ish, pantesan sakit. Ga taunya luka sampe mengelupas begini ...," keluh Artha sambil meringis.

Setelahnya Artha mengedarkan tatapan ke sekelilingnya dan tersenyum saat melihat kursi panjang yang terbuat dari kayu di pinggir jalan. Kursi itu biasanya digunakan warga untuk duduk menikmati matahari pagi sambil mengasuh anak-anak mereka.

Artha pun melangkah ke sana lalu duduk sambil meluruskan kedua kakinya di atas kursi. Dan saat itu lah Artha juga baru menyadari dirinya keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki. Ada rasa perih dan sakit di telapak kakinya. Artha pun mencoba mengamati telapak kakinya lalu menghela nafas panjang karena melihat luka di telapak kakinya itu.

" Ck, ternyata luka juga. Sakit banget rasanya. Tapi mau minta tolong warga kan ga mungkin. Udah malem kaya gini mereka pasti udah tidur ...," gumam Artha sambil mengamati sekelilingnya.

Dan saat sedang bingung itu lah Artha mendengar suara langkah kaki dari jalan bercabang di depannya. Artha mencoba menyimak dari jalan sebelah mana suara itu berasal. Artha pun tersenyum karena merasa memiliki 'teman'. Saat itu Artha mengira suara itu adalah suara langkah kaki salah seorang warga yang kebetulan pulang kemalaman.

Namun sekian lama menunggu, orang pemilik langkah kaki itu tak kunjung terlihat. Bahkan suara langkah kaki itu lenyap dan berganti dengan suara seperti sapu lidi yang sedang digunakan untuk menyapu halaman.

" Sreeekkk ... sreeekkk ...,"

Artha pun mengerutkan keningnya karena merasa familiar dengan suara itu.

" Eh, kaya pernah denger suara ini. Tapi kapan dan dimana ya ...," gumam Artha sambil mencoba mengingat.

Suara mirip sapu lidi yang digunakan untuk menyapu halaman itu semakin dekat. Bersamaan dengan itu sosok yang Artha kira sedang menyapu halaman itu pun mulai terlihat. Betapa terkejutnya Artha saat mengetahui sosok yang dikiranya manusia itu ternyata adalah sosok yang pernah menerornya dulu. Ya, sosok itu adalah sosok wanita berkemben yang sedang berjalan dengan terpatah-patah kearahnya.

Tanpa bisa dicegah Artha pun menjerit histeris. Meski suaranya melengking membelah malam, anehnya tak seorang warga pun terusik dan keluar untuk melihat apa yang terjadi. Setelah menjerit, tubuh Artha terkulai lemah lalu jatuh tak sadarkan diri di atas kursi kayu itu.

Prashadi yang terus mengamati Artha dari tempat persembunyiannya pun terkejut lalu bergegas menghampiri sang istri. Namun di saat yang sama Prashadi juga melihat seseorang datang dan mendekati Artha. Saat mengenali orang itu adalah Ki Warso, Prashadi pun merasa tenang.

" Biar Saya aja Ki ...!" kata Prashadi lantang saat melihat Ki Warso akan menyentuh Artha.

Ki Warso terkejut lalu menoleh kearah Prashadi. Dia segera menarik tangannya yang hampir menyentuh tubuh Artha.

" Prashadi. Kamu di sini juga ?!" tanya Ki Warso.

" Iya Ki ...," sahut Prashadi.

" Terus kenapa Istrimu ada di sini sendiri malam-malam begini ?" tanya Ki Warso sambil menatap Prashadi dengan tatapan tajam.

" Itu ... panjang ceritanya Ki," sahut Prashadi sambil mengangkat tubuh Artha lalu membawanya pergi.

" Panjang ceritanya, apa maksudmu ?!" tanya Ki Warso tak sabar.

Prashadi pun menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Ki Warso.

" Istri Saya begini setelah minum ramuan hijau yang Aki kasih itu," kata Prashadi hingga membuat Ki Warso terkejut hingga membulatkan kedua matanya.

" Mustahil. Selama ini belum ada yang pernah kaya begini setelah minum ramuan hijau itu. Pasti ada kesalahan saat Kalian melakukan ritual. Iya kan ...?!" kata Ki Warso gusar.

" Saya ga tau. Tapi tolong Kita bahas itu lain kali aja ya Ki. Sekarang Saya harus bawa Istri Saya kemana supaya bisa segera siuman ?" tanya Prashadi.

" Ga perlu kemana-mana. Saya bisa mengatasinya," sahut Ki Warso dengan cepat.

" Syukur lah. Ayo Ki, Kita ke rumah Saya aja," ajak Prashadi yang diangguki Ki Warso.

Di sepanjang perjalanan Prashadi dan Ki Warso sama-sama membisu seolah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Dibantu Ki Warso, Prashadi pun membuka pintu rumah lalu meletakkan istrinya di atas sofa. Ki Warso nampak mengerutkan keningnya melihat kondisi ruang tamu yang berantakan. Hiasan yang biasanya tertata rapi di lemari pajangan nampak berserakan di lantai dan sebagian dalam kondisi pecah. Mengerti arti tatapan Ki Warso, Prashadi pun mejelaskan sambil menepikan beberapa pecahan barang agar tak mengenai kaki.

" Artha yang melakukannya saat dia mengamuk tadi Ki ...," kata Prashadi menjelaskan.

Ki Warso pun mengangguk lalu mengalihkan tatapannya kearah Artha. Melihat cara Ki Warso menatap istrinya membuat Prashadi tak nyaman. Dia segera menarik taplak meja tamu untuk menutupi tubuh Artha. Ukuran taplak yang lumayan besar menguntungkan Prashadi karena bisa menutupi tubuh Artha dari leher hingga pertengahan betis.

Melihat sikap Prashadi yang over protektif itu membuat Ki Warso sedikit meradang. Tapi dia harus menahan diri karena tak ingin 'sesuatu' yang ada di depan matanya raib karena kecerobohannya.

" Silakan Ki ...," kata Prashadi sesaat kemudian.

" Hmmm ...," sahut Ki Warso sambil mengangguk.

Kemudian Ki Warso mendekati Artha lalu menyentuh kepalanya sambil komat-kamit entah membaca mantra apa.

Lagi-lagi sedikit penyesalan kembali terbersit di benak Prashadi saat melihat cara Ki Warso mengobati Artha. Prashadi menyesal telah membuat istrinya terperangkap dalam jerat ilmu hitam tanpa pernah tahu kapan berakhir.

" Sudah !" kata Ki Warso beberapa saat kemudian.

" Sudah ?" tanya Prashadi tak percaya karena saat itu dia menyaksikan Artha belum siuman sama sekali.

" Iya sudah. Ambil sisa ramuan itu dan minumkan pada Istrimu sekarang," perintah Ki Warso.

Seolah terhipnotis, Prashadi pun mengangguk lalu bergegas mengambil ramuan yang dimaksud ke dalam kamar. Ki Warso yang melihat kepatuhan Prashadi nampak tersenyum tipis.

" Ini Ki ...," kata Prashadi sambil menyodorkan botol kaca berisi ramuan hijau pekat pemberian Ki Warso tempo hari.

" Kamu bantu minumkan ya. Saya awasi dari sini," pinta Ki Warso.

" Baik Ki ...," sahut Prashadi lalu perlahan meminumkan ramuan hijau itu ke mulut Artha hingga habis.

Di luar dugaan, usai minum ramuan itu Artha membuka mata lalu memanggil Prashadi. Melihat istrinya siuman, Prashadi pun gembira. Dia memeluk Artha dengan erat sambil menciumi wajah sang istri.

" Alhamdulillah Kamu siuman Sayang ...," kata Prashadi.

" Ehm ...!" suara deheman lantang Ki Warso mengejutkan Prashadi.

Prashadi tahu apa maksudnya. Ki Warso berdehem untuk mengingatkan Prashadi agar tak melanggar kesepakatan mereka yang tak menyertakan Allah dalam kegiatan mereka.

" I ... iya, maaf Ki. Saya lupa," kata Prashadi gugup.

" Gapapa. Tapi jangan diulangi lagi ya Pras," pinta Ki Warso sambil menatap Prashadi lekat.

" Insya ... eh maksud Saya iya Ki, iya ...," sahut Prashadi gugup.

Ki Warso pun tersenyum lalu mengalihkan tatapannya kepada Artha. Dan beberapa saat kemudian Ki Warso nampak mengerutkan keningnya karena menyadari ada sesuatu 'yang lain' yang menguasai Artha.

Prashadi pun cemas melihat sikap Ki Warso. Dia tahu ada sesuatu yang tak biasa telah terjadi pada istrinya.

" Ada apa Ki ?" tanya Prashadi.

" Istrimu ..., apa yang telah dia lakukan dan siapa yang telah dia singgung. Kenapa banyak sekali serangan ghaib yang mencoba menyakitinya ?" tanya Ki Warso sambil menatap Prashadi lekat.

Prashadi terkejut bukan kepalang mendengar ucapan Ki Warso. Saking terkejutnya Prashadi hampir terjengkang ke lantai akibat tubuhnya yang mendadak oleng. Beruntung Ki Warso sigap menarik tangannya hingga Prashadi tak jatuh membentur lantai. Artha yang juga melihatnya pun nampak mengulurkan tangannya kearah Prashadi sambil menatap cemas.

" Kamu gapapa Mas ...?" tanya Artha dengan suara parau.

" Aku gapapa Sayang," sahut Prashadi sambil tersenyum.

Meski pun tersenyum, namun kecemasan jelas membayang di wajah Prashadi yang merasa menemui jalan buntu itu. Prashadi tak tahu kemana mencari bantuan untuk melindungi istrinya selain kepada Ki Warso.

" Jadi gimana Ki. Apa yang harus Saya lakukan supaya Istri Saya lepas dari gangguan ghaib itu ?" tanya Prashadi sesaat kemudian.

" Kalo Kamu bertanya sama Saya, artinya Kamu pake cara Saya dan harus mau ngikutin apa yang Saya suruh. Dan Saya ga akan mentolerir kesalahan sekecil apa pun lagi nanti Pras !" sahut Ki Warso tegas.

Karena tak punya pilihan lain Prashadi pun mengangguk hingga membuat Ki Warso tersenyum lebar.

Tanpa Prashadi sadari, anggukan kepalanya itu akan membuatnya menyesal nanti.

\=\=\=\=\=

1
kimiatie
mujur artha masih ingat prasadi suaminya
kimiatie
lama juga prasadi untuk menyusul artha
kimiatie
prasadi pelik selalu bingung
kimiatie
ki warso yang jahat di kampung itu
kimiatie
itulah salah prasadi sendiri... sekarang isterinya dalam bahaya
kimiatie
kenapa prasadi makin bodoh..udah menyesal ...malah makin minta salah jalan
kimiatie
kenapa prasadi bodoh amat
any Sulistiani: yup, lanjut dlu ya kk 🙏
total 1 replies
Laila Arum
su baju kemben
any Sulistiani: yup, lanjut lagi ya say. mksh 🙏😊
total 1 replies
Teddy Harijanto
Luar biasa
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk 🙏😊
total 1 replies
Elly Julia
klo namany kmpng hantu,knp ad masjidny? knp pras sering k masjid? 🤔
any Sulistiani: lanjut dlu ya say ... 🙏😊
total 1 replies
Elly Julia
pk ahmad sm erni ap mereka trmasuk hantu jg?
Elly Julia
aq lewatin aj ah cerita ayuningny
Elly Julia
lg seru"ny baca artha jd kpotong sm cerita ayuning
Elly Julia
apa mak is msh ad drmhny prashadi?
any Sulistiani: lanjut dulu say ..., mksh 🙏😊
total 1 replies
Elly Julia
mak is kmn saat kjadian ini?
any Sulistiani: lanjut dlu ya say, ntar ketemu jawabannya 🙏😊
total 1 replies
Elly Julia
seruuuuu
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh say. lanjut lg yaa ...🙏😊
total 1 replies
Elly Julia
desa yg aneh
any Sulistiani: betul, lanjut lg yuk , mksh🙏😊
total 1 replies
Elly Julia
dkasih rmh hantu sm temenny 🙈
any Sulistiani: iya. lanjut lg yuk say 🙏😊
total 1 replies
estycatwoman
TOP BGT 👍💯💯

Semngt bkin crta horor lgi thor mkasih 🙏
Aamiin ya Robb 🤲
any Sulistiani: Alhamdulillah..., insyaa Allah siaapp Kak. makasih 🙏😊
total 1 replies
estycatwoman
very nice 👍💯😘
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk 🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!