NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Badai Investasi dan Munculnya Pasukan Bayangan Darah

​Ballroom Hotel Grand Hyatt yang megah itu mendadak berubah menjadi lautan kegilaan.

​Melihat keajaiban Salep Dewi Luo yang menyembuhkan wajah Nyonya Besar Song dalam hitungan menit, para taipan dan pengusaha yang tadinya mengejek Ye Chen dan Su Yuhan kini berbalik seratus delapan puluh derajat.

​"Direktur Su! Saya bersedia menginvestasikan seratus juta yuan malam ini juga! Tolong beri saya hak distribusi untuk wilayah Selatan!" teriak seorang miliarder yang merangsek maju.

​"Singkirkan uang seratus jutamu itu! Direktur Su, Grup Perdagangan Laut Timur menawarkan lima ratus juta yuan! Kami akan menyediakan jalur distribusi internasional untuk Anda!"

​"Direktur Su! Nyonya Su! Tolong beri kami kesempatan!"

​Puluhan presiden direktur dan pemasok yang sebelumnya tunduk pada ancaman Keluarga Utama Su, kini membuang harga diri mereka. Mereka berdesakan layaknya pembeli di pasar malam, berlomba-lomba menyodorkan kartu nama dan proposal investasi kepada Su Yuhan.

​Di dunia kosmetik global yang bernilai triliunan dolar, siapa pun yang memegang hak paten Salep Dewi Luo akan menjadi penguasa baru! Boikot dari Keluarga Utama Su? Persetan dengan itu! Dengan dukungan Istri Walikota, tidak ada yang berani menyentuh Grup Kosmetik Su di Jiangcheng lagi.

​Di tengah lautan pujian dan sanjungan itu, Su Yuhan berdiri dengan tubuh sedikit gemetar. Air mata haru menggenang di matanya yang indah. Ini adalah mimpi yang tak pernah berani ia bayangkan, dan semua ini diberikan oleh pria yang berdiri di sampingnya.

​Yuhan menoleh, berniat memeluk suaminya. Namun, ia menyadari Ye Chen sudah tidak ada di sampingnya. Pemuda berpakaian jas hitam biasa itu telah mundur ke sudut ruangan yang remang, menyandarkan punggungnya ke pilar sambil tersenyum tipis melihat istrinya bersinar layaknya ratu sejati.

​Ye Chen... kau selalu melindungiku, lalu menyingkir dari sorotan agar aku yang mendapatkan semua pujiannya, batin Yuhan, hatinya terasa sangat hangat.

​Di sisi lain ruangan, pemandangan kontras terjadi.

​Su Wenyuan, pangeran arogan dari Provinsi Jiangbei, berdiri mematung dengan wajah sepucat mayat. Giginya gemeretak menahan amarah dan penghinaan yang luar biasa. Rencananya untuk menghancurkan dan menguasai Yuhan malam ini hancur lebur hanya oleh satu toples kecil berisi salep herbal murahan!

​"T-Tuan Muda Su..." Su Jian dan Su Ming mendekat dengan gemetar. "A-apa yang harus kita lakukan sekarang? Nyonya Song turun tangan, kita—"

​Plak!

​Su Wenyuan menampar wajah Su Ming dengan sangat keras hingga sepupu Yuhan itu terpelanting ke meja prasmanan.

​"Tutup mulutmu, anjing tak berguna!" raung Su Wenyuan, urat-urat di lehernya menonjol. Ia menatap ke arah Yuhan yang sedang dikelilingi pejabat kota, lalu menatap tajam ke arah Ye Chen di sudut ruangan. "Kalian pikir kalian menang?! Di mataku, kalian hanyalah serangga yang sedang melompat-lompat!"

​Tanpa mempedulikan tatapan aneh dari tamu-tamu lain, Su Wenyuan berbalik dan berjalan keluar dari ballroom dengan langkah marah, diikuti pengawalnya.

​Begitu masuk ke dalam mobil Maybach hitamnya di tempat parkir, Su Wenyuan langsung membanting pintu.

​"Hubungi Master Wu! Suruh dia datang ke hotelku sekarang juga! Aku ingin dia memenggal kepala Ye Chen malam ini juga!" teriak Wenyuan kepada asisten pribadinya.

​Asisten itu berkeringat dingin, tangannya gemetar memegang tablet. "T-Tuan Muda... sejak sore tadi, ponsel Master Wu tidak bisa dihubungi. Dan baru saja, saya mendapat laporan rahasia dari informan kita di Asosiasi Harimau Putih."

​"Laporan apa?! Jangan bertele-tele!"

​"M-Master Wu... telah ditangkap oleh Master Tang Zhenhai. Dantian-nya dihancurkan, dan seluruh urat nadi tangan serta kakinya dipotong. B-beliau kini sudah menjadi cacat seumur hidup."

​Deg!

​Su Wenyuan membeku. Matanya terbelalak lebar. Jantungnya seolah berhenti berdetak selama beberapa detik.

​Master Wu? Seorang petarung Setengah Langkah Grandmaster yang dihormati di Provinsi? Dikalahkan dan dicacatkan oleh preman lokal seperti Tang Tua?!

​"Tidak mungkin... Tang Tua hanya petarung yang sekarat karena racun! Bagaimana dia bisa mengalahkan Master Wu?!" Wenyuan bergumam tak percaya.

​Namun, otaknya yang licik segera menghubungkan benang merahnya. Ye Chen adalah orang yang menyelamatkan Tang Zhenhai. Ye Chen juga yang membuat salep mustahil malam ini. Semua anomali ini berpusat pada menantu sampah itu!

​"Tuan Muda, apakah kita harus mundur ke provinsi? Situasi di Jiangcheng tidak seperti yang kita duga," saran asistennya ketakutan.

​"MUNDUR?!" Su Wenyuan mencekik leher asistennya. "Jika aku pulang dengan tangan kosong setelah dipermalukan oleh cabang keluarga rendahan, hak warisku akan dicabut oleh Ayah! Tidak! Aku harus membunuh Ye Chen dan membawa resep salep itu kembali ke Ibu Kota Provinsi!"

​Su Wenyuan melepaskan asistennya, matanya memancarkan kegilaan murni. Ia mengeluarkan ponsel keamanan tingkat tinggi miliknya, dan menekan sebuah nomor rahasia yang terhubung langsung ke Tetua Keluarga Su di Provinsi.

​"Paman," ucap Su Wenyuan dengan nada dingin. "Master Wu telah cacat. Target di Jiangcheng memiliki perlindungan ahli bela diri misterius. Saya butuh otorisasi untuk mengerahkan Pasukan Bayangan Darah."

​Di seberang telepon, terdengar hembusan napas berat. "Kau yakin, Wenyuan? Mengirim pembunuh elit lintas kota bisa memancing kemarahan Asosiasi Bela Diri Nasional jika ketahuan."

​"Saya yakin. Jika kita membunuhnya malam ini tanpa jejak, tidak akan ada yang tahu. Dan sebagai gantinya, saya akan membawa formula medis bernilai puluhan miliar untuk Keluarga Utama."

​"Baik. Tiga pembunuh dari Pasukan Bayangan Darah akan tiba di Jiangcheng sebelum fajar. Lakukan dengan bersih."

​Klik. Telepon ditutup. Senyum iblis mengembang di wajah Su Wenyuan. Malam ini, Ye Chen tidak akan melihat matahari terbit.

​Sementara itu, di dalam mobil yang melaju membelah malam Kota Jiangcheng.

​Su Yuhan duduk di kursi penumpang, memeluk setumpuk kartu nama dan draf kontrak bernilai ratusan juta yuan. Ia menatap wajah suaminya yang sedang menyetir dari samping.

​"Ye Chen," Yuhan bersuara pelan, memecah keheningan. "Kau tahu, resep Salep Dewi Luo itu bernilai miliaran. Kenapa kau memberikannya kepadaku begitu saja? Kau bisa mendirikan perusahaanmu sendiri dan menjadi miliarder dalam semalam."

​Ye Chen menoleh sekilas, tersenyum ringan. "Aku tidak tertarik menjadi miliarder. Aku lebih suka menjadi suami yang memasak untuk CEO cantik setiap malam."

​Wajah Yuhan seketika memerah hingga ke telinga. Ia menunduk, meremas ujung gaunnya. "K-kau mulai pintar merayu sekarang. Tapi sungguh... terima kasih. Aku berutang segalanya padamu."

​"Suami istri tidak saling berutang," jawab Ye Chen lembut.

​Namun, di balik wajah tenangnya, pikiran Ye Chen berputar cepat. Sambil menyetir, ia secara diam-diam menjalankan sirkulasi True Qi di tubuhnya.

​Malam ini, ia tidak mengeluarkan Qi sama sekali, namun tubuh fisiknya masih terasa lelah akibat konfrontasi ekstrem dengan Master Wu kemarin. Ia tahu, mempermalukan Su Wenyuan di depan umum berarti menabuh genderang perang. Keluarga Utama Su tidak akan menyerah, dan mereka pasti akan menggunakan metode kotor—pembunuhan dari dunia bawah.

​Aku tidak bisa berada di samping Yuhan 24 jam sehari. Dengan tubuhku yang sekarang, jika Keluarga Utama mengirim dua atau tiga petarung Setengah Langkah Grandmaster sekaligus, meridianku akan rusak parah jika aku memaksakan diri melawan mereka semua demi melindungi Yuhan, pikir Ye Chen serius.

​Ia butuh sebuah artefak pertahanan. Di dalam ingatan Tabib Naga, ada sebuah formasi perlindungan yang bisa diukir pada batu giok berkualitas tinggi. Formasi itu mampu menahan serangan dari seorang Grandmaster sekalipun.

​Setelah mengantarkan Yuhan pulang dan memastikan istrinya tidur nyenyak, Ye Chen keluar menuju balkon kamarnya yang gelap. Ia menekan nomor Tang Zhenhai.

​"Tuan Ye," sapa Master Tang dari seberang telepon dengan nada penuh hormat. "Apakah ada yang bisa saya bantu di tengah malam begini?"

​"Master Tang, aku butuh giok. Giok Hetian (Hetian Jade) dengan kemurnian tertinggi, setidaknya seukuran telapak tangan. Dan aku butuh alat ukir berlian," perintah Ye Chen langsung pada intinya.

​"Giok Hetian murni?" Master Tang sedikit terkejut, namun segera menjawab tegas. "Bisa, Tuan Ye. Salah satu anak buah saya menjalankan rumah lelang barang antik. Ada satu blok Giok Hetian Kelas Imperial yang tadinya akan dilelang bulan depan. Saya akan menyuruh mereka mengantarkannya ke vila Anda besok pagi."

​"Bagus. Dan satu hal lagi," suara Ye Chen mendadak mendingin, suhu di balkon itu serasa turun beberapa derajat. "Perketat penjagaan anak buahmu di sekitar rute perjalanan istriku besok. Firasatku mengatakan, anjing-anjing dari Provinsi Jiangbei akan mulai menggigit malam ini atau besok."

​"Dimengerti, Tuan Ye! Saya jamin nyawa saya sebagai taruhannya!"

​Ye Chen mematikan telepon. Ia menatap langit malam yang kelam, tempat bulan bersembunyi di balik awan tebal.

​Angin berhembus membawa aura pembunuh yang samar dari arah utara kota.

​"Pasukan bayaran pembunuh, ya?" gumam Ye Chen pada dirinya sendiri. Ia memutar lehernya hingga berbunyi krek, lalu tersenyum tipis. "Datanglah. Biar kujadikan kalian pupuk untuk menyuburkan bunga di pekaranganku."

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!