Clara Blues Pras seorang putri dari kerajaan Dewa Matahari yang dimana Clara selalu diabaikan oleh ayahnya yang seorang raja. Ibu tirinya yang merupakan seorang ratu selalu berkeinginan untuk membunuh Clara dari kecil sampai dia dewasa. Tapi Clara yang selalu mendapatkan siksaan dari orang terdekatnya memutuskan untuk berubah dan memilik untuk menikah dengan seorang pewaris dari kerajaan Utara. Apa kehidupan Clara dan pasangannya akan damai?Apa saja perjalanan yang selama ini yang dilalui oleh Clara sampai dia bisa memiliki kekuatan yang dia sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBP 26 REVISI
Mori yang menuggu Clara selesai membersihkan dirinya melihat ke arah majikannya. Tapi tatapan itu terlihat oleh Clara,”Kamu ingin bertanya tentang siapa yang datang ke kamar ini bukan, seperti biasa mereka adalah tikus yang mengganggu kita. Kurasa ratu sudah bosan jadi mengirim lebih awal dari prediksi kita. Setelah surat yang diberikan oleh Martin kalau kita menghilang atau mereka mengirang kita sudah mati.”
“Tapi kenapa mereka datang tanpa membuat keributan,”kata Mori yang merasa was-was. Claea hanya bisa tersenyum saja kepada Mori.
“Sudahlah untuk apa kamu memikirkan mereka. Tapi dari pada itu apa paman Baned akan ikut dengan kita makan malam?,”kata Clara untuk mencari informasi soal makan malam. Mori menganggu kalau Baned akan ikut serta malam malam bersama dengan Martin. Setelah waktu makan malam tiba Clara bersama dengan Mori pergi keruang makan.
Dimana Martin dan Baned sudah datang dan menuggu Clara.”Maaf apa aku membuat kalian menuggu lama?,”ucap Clara setelah datang.
“Tidak kami baru saja berkumpul. Ayo duduk,”ucap Martin. Clara duduk disamping Martin didepan Baned. Makanan disajikan seperti biasa tapi terlihat ada menu baru karena ada Baned. Makan malam berjalan santai tanpa ada yang terjadi apa-apa.Selesai malan Clara segera pergi ke kamar sedangkan Martin mengajak Baned untuk bicara berdua.
Clara dan Mori pergi ke kamarnya melihat tiga orang sudah didepan pintu kamarnya.”Kalian bertiga kenapa disini, bukan aku hanya memanggil Kal saja ya,”ucap Mori.
“Itu benar tapi ada hal yang ingin aku bicara dengan nyonya,”kata Goro.
“Lalu kamu Derek kenapa kamu ada di sini?,”kata Clara.
“Maaf nyonya saya di tugaskan oleh tuan untuk menjaga anda mulai sekarang. Jika berkenan saya juga ingin ikut berkabung dalam pembahasan ini,”kata Derek. Clara yang melihat mata Derek yang serius hanya bisa diam dan mengizinkan mereka bertiga masuk ke dalam kamar.
Di ruang tunggu dalam kamar Clara bersama ketiga orang itu mulai membahas rencana untuk memulihan dana wilaya.”Ini adalah rencana yang ingin aku buat kamu bacalah Kal,”ucap Clara memberikan semua rencana yang sudah dia buat tadi.
Kal mengambilnya dan mulai membacanya di sela membaca Kal bertanya kepada Clara.”Apa nyonya akan mencoba lebih dulu sebelum memprosuksi lebih banyak,”kata Kal.
“Itu benar aku akan mencoba dulu, bahan sudah ada tinggal membuatnya saja. Tapi Goro apa yang ingin kamu bicarakan dengan diriku?,”ucap Clara beralih ke Goro.
Goro melihat ke arah Derek yang masih ada karena ini menyangkut informasi yang sudah dia berikan kepada Clara.”Katakan saja apa ini berkaitan dengan informasi yang kamu berikan itu?,”ucap Clara yang menebak apa lagi Goro masih agak ragu untuk mengatakannya.Apa lagi ada Derek di ruangan itu membuat dia berhati-hati.
“Itu benar nyonya?,”ucap Goro.
“Aku masih menyimpannya dan belum membacanya. Apa ada masalah dengan informasi tersebut?,”kata Clara melihat ke arah Mori untuk mengambilnya di atas meja.
“Aku rasa anda harus menguatkan hati anda saat membacanya nanti,”kata Goro. Mori sudah membawa informasi dan memberikan kepada Clara yang duduk. Awalnya Clara tidak ingin membacanya karena dia tahu kalau masalah ini pasti akan membuat dia tertekan lagi. Tapi mau buat apa lagi dia harus membacanya untuk mengetahui kebenaran dari ibunya itu.
Sebuah pemilihan putri mahkota yang dihadiri banyak putri dari kalangan bangsawan untuk putra mahkota Ezan. Semua putri bangsawan di milih dengan berbagai seleksi untuk mendapatkan putri pilihan masa depan. Saat itu Erina dari keluarga Bringdah yang mendapatkan surat dari kerajaan karena sudah terpilih untuk ikut serta. Erina yang awalnya tidak ingin ikut terpaksa ikut karena ayahnya.
Ayahnya yang melihat putrinya tidak suka dengan pemilihan putri mahkota hanya bisa menerima saja.Melihat putrinya satunya harus ikut serta, tapi seiringan waktu Erina yang melihat putra mahkota Ezan sedikit ada ketertarikan. Erina mulai menjalani semuanya, tapi disela itu ada satu bangsawan yang ikut serta yang tidak suka dengan Erina itu adalah Erlaka.
Bangsawan yang sudah dilupakan oleh banyak orang mendapatkan undangan untuk pemilihan putri mahkota. Tapi karena Erlaka yang saat itu tidak mengharapkan juga sama dengan Erina. Tapi setelah melihat putra mahkota yang dia lihat sama dengan orang menolongnya. Erlaka yang sudah suka dengan pemuda yang menolongkan beberapa bulan lalu dimana mereka juag sempat berjalan dan mengobrol bersama.
Erlaka yang berusaha untuk mendapatkan posisi itu terus berusaha sama dengan Erina. Tapi hasil sudah terpilih dari awal. Membuat Erlaka tidak suka denga Erina. Tapi disisi lain Erina yang selalu bersama dengan Ezan membuka hatinya hingga dia terpilih menjadi putri mahkota. Hari demi hari dia lalu bersama tanpa ada yang terjadi.
Disaat pernikahan mereka berdua juga diselenggaran dengan sangat meriah. Tapi Erlaka yang melihat itu tidak suka dengan kebahagiaan itu.”Seharusnya itu menjadi tempatku bukan wanita itu,”ucap Erlaka yang membuar rencana besar.
Seiringan waktu terus berlalu satu tahun mereka menikah Erina mengandung anak dari Ezan. Ezan yang sangat senang dengan kehamilan Erina membuat pesta perayaan. Tapi pesta itu menjadi pesta terakhir untuk Erina dan semua kebahagiaannya. Apa lagi disaat pesta Erlaka mengundang salah satu peramal terkenal di luar negeri yang sudah dibayar oleh Erlaka untuk menhancurkan Erina dan bayi yang dia kandung.
Di dalam pesta yang damai mulai terjadi keributan saat peramal itu diundang oleh Erlaka untuk melamar Erina dan anak yang dia kandung. Semua mata tertuju kearah Erina keluarga Bringdah yang ikut serta dalam pesta juga melihatnya. Peramal itu dengan sikap seorang peramal yang handal mulai melihat dari mata dan mengeluarkan kartu dimana kartu itu harus dipilih oleh Erina sendiri.
Erina memilih tiga kartu membuat peramal itu sangat terkejut. Tapi apa yang dia ambil adalah anak yang beruntung dan akan membuat orang yang mendekat akan menyesal. Tapi peramal itu sudah disuap oleh Erlaka dia harus memberitahukan kepada umum kebalikkan dari apa yang dia lihat.
“Putri mahkota Erina anak yang anda kandung ini akan membawa malapetaka jika anda tidak menggugurkannya. Dia membawa penghancuran untuk kerajaan Matahari. Jika anda ingin selamat dari mala petaka itu anda harus menggugurkannya atau berpisah,”ucap peralam di depan semua orang.
Erina yang mendengar iti tidak percaya kalau anak yang dia kandung akan membawa malapetaka.”Kamu pasti perbohong anak ini belum tahu apa-apa tapi kamu sudah berkata kalau anak ini membawa sial,”ucap Erina.
Apa lagi semua mata melihat ke arahnya dimana semua kata di bisikan. Erina melihat ke arah Ezna dimana dia juga menatap ke arahnya. Mata yang dipancarkan Ezan saat itu percaya dan tidak percaya dengan peramal itu. Raja yang juga hadir disana mendengarr peramal itu menyuruh semua tamu undangan untuk diam.
“Apa benar ramalan itu anak yang dikandung oleh putri Erina membawa mala pelatakan untuk kerajaan Matahari,”ucap Raja untuk memastikan. Apa lagi Raja saat itu percaya dengan ramalan yang ada. Peramalam itu menganggu kepada raja dan langsung bersujud kalau dia tidak berbohong dengan ramalan itu. Sementara itu keluarga Bringdah yang tidak percaya membela Erina. Tapi setelah itu bagaimana dengan kehidupan Erina di istana dan anak yang dia kandung?.
seperti bahasa yg di translate aja..
ok lah bye...skip🤭🤭