Bella terpaksa menikah dengan putra keluarga Prayoga Grup, Nugi tanpa cinta. Karena itu akan membantu memulihkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut.
Ini membuat Nugi yang punya kehidupan bebas memberi tawaran nikah kontrak pada Bella. Tanpa menjadikan semuanya rumit, Bella setuju. Semuanya aman, hingga Bella hamil padahal hati keduanya belum menyatu.
Bagiamana kisah pernikahan kontrak ini?
Novel ini kolab dengan author Isshabell
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
Kemudian Reynand menjalankan mobilnya meninggalkan Bella yang masih berdiri di pinggir jalan menunggunya berlalu seraya melambaikan tangan.
"Hhh ... Sungguh menyenangkan jika aku menerima cinta pria itu," ujar Bella membayangkan dirinya dan Pak Reynand bersama.
Setelah Reynand berlalu, Bella mulai berjalan dengan perlahan menuju ke rumah Keluarga Prayoga. Perempuan ini tidak menyadari kalau sedari tadi, Nugi mengikuti dirinya dari belakang dengan mengendarai mobilnya.
Tiba-tiba Bella menghentikan langkahnya sambil memegangi perutnya yang terasa tidak nyaman. Dia mual lagi dan kepalanya juga terasa sangat pusing sekali.
"Bella kenapa ya?" tanya Nugi sambil terus melihat kearah perempuan itu. Lalu Nugi menepikan mobilnya dan kemudian berjalan mengikuti Bella yang tampak kesakitan. Ia memilih turun dari mobil dan mendekati Bella. Dia tidak tega melihat perempuan itu kesakitan. "Bella," panggil Nugi.
Bella menoleh. Bola matanya yang tadi hangat ketika bersama Reynand, kini berubah tajam dan penuh di dengan kebencian. Ia ingin mengabaikan pria ini dengan tetap berjalan. Namun mendadak perutnya bergolak lagi.
Nugi langsung menyentuh lengan perempuan ini. "Bella, kamu kenapa?" tanya Nugi cemas.
Bella menoleh cepat dengan sinis.
"Singkirkan tanganmu, aku ... " Bella ingin muntah. Ia langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"Bella." Nugi masih bersikeras untuk tahu keadaan Bella.
"Diam. Aku tidak apa-apa," kata Bella dengan ketus sambil memberi jarak pada mereka berdua. Nugi menghela napas.
"Kamu naik mobil aku aja ya, sepertinya kamu kesakitan."
"Tidak. Lebih baik aku jalan kaki daripada satu mobil dengan mu," ujar Bella menunjukkan kebenciannya. Nugi diam saja mendengarkan perkataan Bella. Dia mengerti kenapa perempuan ini makin menjadi membencinya.
Bella mulai melangkahkan kakinya lagi untuk berjalan menjauh dari Nugi. Pria ini membiarkan Bella berjalan seraya menatap punggungnya. Nyatanya, rasa pusing di kepalanya semakin hebat sampai-sampai dia tidak kuat menahan tubuhnya untuk terus berdiri. Bella hampir terjatuh. Namun dengan sigap Nugi berlari menangkap tubuh Bella sehingga perempuan ini tidak sampai terjatuh di atas aspal.
Bella berontak, dia tidak ingin di bantu oleh Nugi.
"Stop. Berhenti membantuku," ketus Bella kesal seraya menepiskan tangan Adam yang memegang tubuhnya. Nugi melepaskan tangannya. "Aku tidak apa-apa, oke?" Bella melangkah. "Jangan mengikuti ku," hardik Bella
Nugi menatap Bella.
"Bella, kamu itu sedang sakit. Lebih baik kamu naik ke mobil aku saja," kata Nugi memohon.
"Tidak." Bella menggelengkan kepala tetap enggan untuk naik mobil pria ini. Perempuan ini tetap berusaha untuk berjalan lagi, tapi setelah berjalan beberapa langkah, lagi-lagi dia hampir terjatuh. Nugi kembali menangkap tubuh Bella.
"Lepaskan!" teriak Bella meronta. Namun Nugi tidak menghiraukan teriakan perempuan ini. Kali ini dia tidak mau melepaskan tubuh itu. Dia tidak akan menyerah. Nugi mengangkat tubuh Bella dan membopongnya masuk ke dalam mobilnya. Bella berusaha untuk berontak, tapi tetap saja tenaga Nugi lebih kuat darinya. Hingga akhirnya Nugi pun berhasil membawa masuk tubuh Bella ke dalam mobilnya.
"Sudah kamu diam di sini saja," kata Nugi pada Bella sambil menutup pintu mobilnya. Kemudian Nugi masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Bella. Sekilas Nugi menoleh pada Bella yang meringis seperti menahan rasa sakit sambil memegangi kepalanya.
"Kamu kenapa? Sakit kepala?" tanya Nugi sambil sesekali menoleh pada Bella. Perempuan ini diam saja tidak menjawab pertanyaan Nugi. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Bella akhirnya Nugi mulai menjalankan mobilnya dengan perlahan.
Di dalam mobil, Bella mulai mual-mual lagi. Nugi yang melihat itu menjadi panik. "Bella, aku antar kamu ke rumah sakit," kata Nugi dengan khawatir.
"Tidak. Aku hanya mau tiduran di rumah saja," tolak Bella dengan ketus.
"Tapi kamu dari tadi mual-mual terus, Bella. Kepala kamu juga pusing terus, kan?"
"Sudah aku katakan padamu, tidak tetap tidak. Kenapa kamu terus memaksa?" ucap Bella dengan kesal pada Nugi.
"Oke, oke. Kita sudah sampai rumah," putus Nugi dengan nada mencoba lembut.
Lalu Bella keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan sedikit sempoyongan, Nugi langsung menangkap punggung Bella dari belakang untuk membantunya berjalan, tapi perempuan ini menolaknya sambil terus berjalan menuju ke kamar. Nugi tetap mengikuti Bella dari belakang.
Setelah sampai di dalam kamar, Bella langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. Nugi mencoba mendekatinya dan bertanya,
"Kamu mau aku bawakan teh hangat Bella?" tanya Nugi.
"Tidak, aku mau tiduran saja. Berhenti bersikap peduli padaku," ujar Bella ketus sambil memiringkan tubuhnya membelakangi Nugi yang berdiri di samping sofa. Pria ini menipiskan bibirnya sambil menatap Bella. lalu Nugi pun pergi meninggalkan Bella setelah menghela napas.
Nugi berjalan menuju ke kamar mandi untuk ganti pakaian, tapi sebelum masuk ke kamar mandi, dia menoleh pada sofa yang dilewatinya. Nugi melihat Bella sudah tidak bergerak-gerak lagi, sepertinya perempuan itu sudah tertidur. Lalu Nugi melangkah menuju ke kamar mandi.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Nugi muncul dari pintu kamar dan melihat ke arah sofa tempat Bella tidur. Nugi berniat keluar menemui Maya, tapi ia membatalkan rencananya karena perempuan ini belum muncul sejak tadi. Ternyata Bella masih berada di sana.
"Dia terus tidur. Sejak tadi belum makan sama sekali," gumam Nugi. Ia memutuskan untuk membangunkan Bella untuk makan. Nugi berjalan mencoba mendekati. Dengan perlahan Nugi menjulurkan tangannya memegang tubuh Bella yang di tutupi oleh selimut. "Bella," ucap Nugi dengan nada suara pelan takut Bella terkejut. Namun perempuan itu tetap tertidur. Bella tidak mendengar panggilan dari Nugi. Sekali lagi Nugi mencoba membangunkan Bella. "Bell ... ayo bangun waktunya makan malam," kata Nugi.
Bella menggeliat lembut dan perlahan membuka matanya. Matanya melebar terkejut karena melihat Nugi berdiri di dekatnya. Tubuhnya reflek mundur untuk menjauh dari Nugi.
"Maaf aku mengagetkan mu. Mama mencari mu karena belum makan malam."
"Pergilah lebih dulu. Kau tidak ingin di temani," usir Bella. Tiba-tiba Bella merasa perutnya mulai mual-mual lagi.
"Kamu mual lagi? Aku antar kamu ke dokter Bel," kata Nugi sambil lebih mendekat ke arah Bella. Bella diam. Matanya terpejam sepertinya merasakan sakit di dalam perutnya. "Bell," panggil Nugi yang masih belum mendapat jawaban.
"Tidak!" ujar Bella dengan kesal pada Nugi.
Nugi menggelengkan kepalanya melihat sikap Bella yang kekeh tidak mau dia ajak untuk periksa ke dokter.
Dengan segera, Bella bangkit dari tidurnya dan beranjak mau pergi ke kamar mandi. Nugi tahu Wanita ini pasti muntah-muntah lagi. Pria ini mendekat ke pintu kamar mandi mengikuti perempuan itu dari belakang.
"Huek! Huek! Huek!" Terdengar suara Bella yang sedang muntah-muntah dari dalam kamar mandi. Nugi menanti dengan panik dan cemas dari luar pintu. Dia tidak bisa langsung menyerbu masuk ke dalam, Bella akan marah. Setelah beberapa menit muntah-muntah di kamar mandi, Bella pun akhirnya keluar juga.
..._______...
good job thor 👍