Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Penyergapan di Malam Hari
Embusan angin malam yang membawa hawa dingin kota mulai menusuk ke dalam celah-celah jubah hitam longgar yang dikenakannya. Langkah kakinya terdengar sangat konstan saat menapaki permukaan jalan batu yang basah oleh embun di balik area Paviliun Harta.
Telinganya menangkap suara gesekan halus kain sutra yang berasal dari arah atap rumah tua di sisi kiri jalur lintasannya. Struktur indra spiritual jiwanya segera mendeteksi adanya pergerakan konstan dari tujuh orang kultivator yang sedang menguntitnya dari balik bayang-bayang.
Jalur gang yang dipilihnya sengaja mengarah menuju ke sebuah area tanah kosong yang dikelilingi oleh reruntuhan tembok bata kuno. Tempat ini sangat sepi dari aktivitas penduduk fana maupun lalu lintas para kultivator tingkat rendah pada jam larut malam seperti sekarang.
Tangannya perlahan meraba ke dalam ruang dimensi cincin penyimpanan spasial yang melingkar di jari tengahnya. Empat buah bendera formasi berukuran kecil berwarna hijau lumut langsung ditarik keluar dengan gerakan yang sangat senyap.
Bendera kecil tersebut merupakan Formasi Guntur Yin Kecil, sebuah perangkat jebakan tingkat rendah yang sempat ditemukannya di dalam timbunan barang jarahan milik Tuan Muda Zhao Kun. Permukaan kain bendera itu terbuat dari jalinan serat sutra ulat es yang telah direndam menggunakan darah binatang spiritual elemen petir.
Dia melempar keempat bendera tersebut ke empat arah mata angin yang berbeda dengan jentikan jari tangannya yang sangat presisi. Setiap bendera langsung menancap masuk ke dalam celah batuan tanah tanpa menimbulkan suara benturan mekanis sedikit-sedikit pun.
Ujung jarinya bergerak memutar seutas benang energi spiritual murni untuk menghubungkan seluruh simpul prasasti kuno yang tertanam di bagian dasar kain bendera. Setelah memastikan seluruh jalur sirkulasi energi formasi berada dalam kondisi stabil, dia berjalan menuju ke titik tengah area tanah kosong tersebut.
Sosoknya kembali berdiri tegak laksana sebatang pohon tua mati dengan posisi kedua tangan yang tersilang di balik lipatan lengan jubah hitamnya. Tidak sampai sepuluh hitungan napas kemudian, tujuh siluet manusia berpakaian zirah ringan langsung melompat turun dari atas reruntuhan tembok bata.
Mereka membentuk formasi lingkaran taktis untuk menutup seluruh akses jalan keluar dari area tanah kosong tersebut dengan sangat rapat. Bilah-bilah senjata tajam milik mereka memancarkan kilatan cahaya perak yang sangat dingin di bawah siraman cahaya bulan sabit.
Sesosok pemuda dengan jubah brokat emas yang tampak sangat berantakan perlahan melangkah maju dari balik barisan para pengawal kekar tersebut. Wang Teng menatap ke arah siluet jubah hitam di depannya dengan sepasang mata yang memancarkan kobaran rasa dendam yang sangat mendalam.
Tangan kanan Tuan Muda Kota itu tampak sedang mencengkeram erat lempengan besi berkarat yang sebelumnya dia beli dengan harga seribu batu spiritual. Permukaan besi tua itu kini telah retak di beberapa bagian akibat luapan energi kemarahan yang terus disalurkan oleh pemiliknya sepanjang jalan.
“Orang tua bangka sialan, ternyata kamu belum meninggalkan area kota ini setelah berani mempermainkan martabat milikku di dalam Paviliun Harta,” raung Wang Teng dengan nada suara yang bergetar menahan tekanan emosi jiwanya.
Dia melemparkan pecahan besi berkarat itu ke atas tanah hingga hancur menjadi beberapa bongkahan kerikil kecil tidak berguna. “Hari ini, jika kamu tidak menyerahkan seluruh isi cincin penyimpanan spasial milikmu beserta resep pil medis itu, aku akan memastikan tubuh tuamu berubah menjadi pupuk tanah.”
Dari balik kain kasa hitam penutup wajahnya, Lin Tian sama sekali tidak menunjukkan respons panik atau ketakutan fisik yang berarti. Dia justru mengeluarkan suara batuk tua yang sengaja dikeraskan untuk memancing emosi berandalan kota itu agar semakin meluap melewati batas kendali.
“Uhuk, anak muda jaman sekarang benar-benar tidak tahu cara menghormati kaum senior yang telah banyak memakan asam garam dunia kultivasi,” ucap Lin Tian menggunakan resonansi suara serak palsunya yang terdengar sangat menjengkelkan.
Dia sengaja menggeser posisi berdiri kaki kanannya beberapa inci ke belakang untuk menginjak batu penanda simpul utama dari Formasi Guntur Yin Kecil. “Hanya karena kebodohan intelektual milikmu sendiri dalam menilai sebuah barang rongsokan, kamu sekarang justru membawa rombongan anjing peliharaan untuk merampokku?”
Mendengar ejekan verbal yang sangat telak tersebut, seluruh urat darah di sekitar pelipis wajah Wang Teng langsung menonjol tegang berwarna merah kehitaman. Dia segera memberikan lambaian tangan kanan yang sangat agresif kepada dua orang pengawal tua yang berdiri di barisan paling depan.
“Bunuh orang tua bangka ini sekarang juga! Patahkan kedua kaki dan tangannya, namun biarkan kepala bodohnya tetap hidup untuk mengunyah sisa ramuan obatnya!” perintah Wang Teng dengan suara lantang yang dipenuhi niat membunuh mutlak.
Kedua pengawal tua yang memiliki basis kultivasi di puncak tingkat kedelapan ranah pengumpulan Qi itu langsung melesat maju secara serentak. Mereka mengalirkan tenaga spiritual elemen logam murni ke sepanjang bilah golok besar mereka hingga menciptakan suara desingan angin yang sangat tajam.
Lantai batuan tanah di bawah jalur lintasan kaki kedua pengawal tersebut tampak bergetar hebat akibat beratnya tekanan energi internal yang dilepaskan. Lin Tian tetap diam di posisinya laksana patung batu, menunggu hingga kedua musuhnya melangkah tepat di atas area jangkauan pusat flag formasi.
Saat jarak bilah golok perak musuh hanya tersisa sekitar tiga meter dari permukaan dadanya, kaki kanan Lin Tian langsung menghentak simpul batuan di bawahnya dengan sangat bertenaga. Aliran energi spiritual murni dialirkan secara instan menuju ke dalam empat penjuru bendera hijau lumut yang tersembunyi di dalam tanah.
“Formasi Guntur Yin, aktif!” gumam Lin Tian dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat dingin tanpa ada unsur komedi sedikit-sedikit pun.
Seketika itu juga, serangkaian prasasti kuno berwarna ungu tua langsung menyala terang di atas permukaan tanah kosong tersebut. Udara di sekitar area reruntuhan tembok bata seketika berubah menjadi sangat pekat oleh kabut energi Yin yang sangat dingin dan menusuk tulang.
Brak! Empat pilar cahaya petir berwarna ungu kehitaman langsung melesat keluar dari dalam tanah, menghantam tubuh kedua pengawal tua yang sedang bergerak maju.
Kekuatan destruktif dari petir Yin tersebut langsung merobek lapisan pelindung energi logam milik kedua pengawal puncak tingkat kedelapan ranah pengumpulan Qi itu dalam sekejap. Suara jeritan histeris berbaur dengan aroma daging yang terbakar hangus seketika merebak luas ke udara terbuka gang gelap.
Kedua pengawal tua tersebut langsung terlempar mundur sejauh belasan meter dengan kondisi pakaian zhirah yang telah hancur berantakan menjadi abu hitam. Seluruh permukaan kulit tubuh mereka tampak dipenuhi oleh luka bakar keunguan yang terus mengeluarkan asap tipis akibat infeksi energi petir negatif.
Wang Teng yang menyaksikan sistem pertahanan elit miliknya dilumpuhkan hanya dalam satu detik langsung membelalakkan matanya dengan rasa tidak percaya yang sangat masif. Langkah kakinya secara refleks mundur beberapa langkah ke belakang dengan wajah yang mendadak berubah menjadi seputih selembar kertas kain kafan.
Lima orang pengawal tersisa yang berada di sekitar posisi Wang Teng juga langsung memposisikan diri mereka dalam sikap bertahan penuh yang sangat kaku. Mereka tidak pernah menduga bahwa seorang alkemis tua misterius yang tampak rapuh ini ternyata juga merupakan seorang ahli formasi jebakan yang sangat mematikan.
Lin Tian perlahan menarik keluar Pedang Berat Hitam miliknya dari dalam ruang dimensi cincin penyimpanan spasial menggunakan tangan kanannya. Senjata raksasa tanpa mata pisau tersebut diletakkan di atas bahu tegap jubah hitamnya dengan gerakan fisik yang terlihat sangat santai namun penuh dengan tekanan psikologis.
“Tuan Muda Wang Teng, apakah penonton komedi malam ini sudah selesai, atau kamu masih ingin mengirimkan beberapa ekor anjing peliharaan lagi untuk menguji ketahanan fisik senjata milikku?” tanya Lin Tian sembari melangkah maju secara perlahan melewati sisa asap kabut petir ungu.
Setiap pijakan langkah kaki Lin Tian di atas tanah kosong tersebut seolah-olah menjadi suara lonceng kematian yang terus bergaung di dalam gendang telinga Wang Teng. Kelicikan taktis yang ditunjukkan oleh sosok berjubah hitam ini benar-benar telah menghancurkan seluruh skenario rencana penyergapan yang semula dianggap sempurna oleh faksi Kota Praja.
Namun, tepat pada saat Lin Tian hendak mengayunkan pedang raksasanya untuk menyelesaikan sisa para pengawal penguntit tersebut, sebuah perubahan atmosfer yang sangat ekstrem kembali terjadi. Udara di atas area tanah kosong reruntuhan bata mendadak menjadi sangat berat laksana dijatuhi oleh sebuah bongkahan gunung batu raksasa tak tak kasat mata.
Seluruh sisa kabut asap ungu dari Formasi Guntur Yin Kecil seketika tersapu bersih oleh sebuah gelombang tekanan spiritual yang sangat dominan dan masif. Lin Tian merasakan struktur tulang perak di dalam tubuh fisiknya langsung menegang hebat akibat menahan beban gravitasi spiritual yang tiba-tiba-tiba melonjak naik secara drastis.
Sesosok pria tua bertubuh kurus dengan jubah abu-abu polos tampak berjalan melangkah turun dari kegelapan atap rumah tua terdekat tanpa menimbulkan riak angin sedikit-sedikit pun. Pria tua ini memiliki sepasang mata yang tampak cekung ke dalam namun memancarkan kilatan cahaya keemasan yang sangat tajam dan menembus jiwa.
Kehadiran sosok tua berjubah abu-abu ini langsung memicu getaran ketakutan alami dari dalam pusat dantian hitam milik Lin Tian. Tingkat kuantitas dan kualitas energi spiritual yang dipancarkan oleh pria tua ini berada pada level yang jauh melampaui batas ranah pengumpulan Qi tingkat sembilan yang pernah ditemuinya sebelum ini.
Ini adalah seorang ahli sejati yang telah berhasil membentuk inti spiritual murni di dalam tubuhnya, sesosok monster perkasa dari ranah Pembentukan Inti. Sifat kehati-hatian yang tertanam di dalam sistem saraf Lin Tian seketika mengirimkan sinyal bahaya tingkat tertinggi menuju ke seluruh jaringan otot tubuh fisiknya.
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍