NovelToon NovelToon
Menikah Karena Anak

Menikah Karena Anak

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Lestari

Ini hanyalah kehaluan dan kegabutan author saja. Dan sedang belajar menulis cerita. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangannya🙏

🌹🌹🌹

Fatmawati biasa di panggil Wati gadis cantik, dengan hidung mancung, bibir mungil dan berkulit putih. Berusia dua puluh enam tahun adalah gadis sebatang kara yang telah di tinggal selamanya oleh kedua orang tuanya. Wati mempunyai kekasih yang bernama Reno pria berusia dua puluh sembilan tahun yang bekerja di tempat yang sama dengannya. Mereka berdua sudah lama menjalin kasih.

Hingga suatu hari tempatnya bekerja kedatangan seorang pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan bak pahatan patung dewa Yunani idaman kaum wanita.

Siapakah gerangan pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan itu?.

Adakah yang akan terjadi antara Wati dan Reno kekasihnya?.

Simak ceritanya di sini. Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Vote,Comment & Hadiah.

Follow ig : srilestarikolopaking

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MKA 26

Tak lama Tuan Jaka di pindahkan ke ruang rawat inap VIP. Setelah perawat rumah sakit pergi meninggalkan ruangan, Wati menghampiri Tuan Jaka yang terbaring di atas ranjang. Melihat keadaan suaminya yang kepalanya di perban juga banyak luka memar di wajah dan tubuhnya, air mata Wati mengalir deras di pipinya.

Di peluknya Tuan Jaka sambil ia menangis sesenggukan di dada suaminya. Melihat Nyonyanya terus menangis, Siti menghampirinya.

“Sudah Nyonya, jangan menangis terus kasihan Baby Twins di dalam perut Nyonya, mereka pasti ikut bersedih kalau Mamanya menangis. Sekarang Nyonya duduk dulu biar tenang.”

Siti menuntun Wati ke sofa yang berada di ruang rawat inap dan mendudukkannya di sana. Dia memberikan botol air mineral untuk Wati minum agar Nyonyanya lebih tenang.

Setelah Wati merasa tenang, tak lama Siti mengajak Wati pulang. Ia tidak mau sampai terjadi apa-apa dengan kandungan Wati apalagi ia merasa kasihan melihat perut Nyonya yang sudah membuncit besar pasti Nyonyanya merasa lelah.

Awalnya Wati menolak untuk pulang, dia ingin menemani suaminya di rumah sakit. Setelah di bujuk Siti dan Pak Rizal mengatakan ia yang akan menjaga Tuan Jaka dan berjanji akan selalu memberikan kabar pada Wati, akhirnya ia menurut untuk pulang. Pak Diman pun akhirnya mengantarkan Wati dan Siti pulang ke mansion.

Sampai di mansion, Wati langsung menuju kamar tidurnya. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur tanpa membersihkan diri. Di atas kasur ia menangis memikirkan suaminya. Ia takut kehilangan suaminya dan anak-anaknya akan kehilangan seorang Ayah. Karna lelah menangis akhirnya Wati tertidur lelap.

Esok paginya setelah menjalankan kewajibannya sebagai seorang umat muslim, Wati menghampiri Siti di dapur. Ia melihat asisten rumah tangganya sedang menyiapkan bekal makan untuk di bawa ke rumah sakit dan untuk sarapan Pak Rizal. Tak lupa ia juga menyiapkan pakaian ganti untuk Tuannya.

Tepat jam tujuh pagi mereka berangkat menuju rumah sakit. Saat sampai di rumah sakit, Siti turun dari mobil.

“Ayo Nyonya,” ajak Siti saat melihat Nyonyanya masih duduk di dalam mobil.

“Kamu duluan saja ya Ti. Saya ada urusan yang harus saya selesaikan,” sahut Wati.

“Nyonya mau ke mana?. Mau saya temani?.”

“Ngga usah Ti, saya hanya pergi sebentar. Kamu masuk saja dulu, kasihan Pak Rizal pasti dia belum sarapan. Dan tolong kamu ganti in Pak Rizal jaga Tuan ya.”

“Baik Nyonya. Hati-hati di jalan,” ujar Siti.

Dan mobil pun berlalu meninggalkan rumah sakit.

Empat puluh menit kemudian Wati tiba di tempat tujuan. Ia turun dari mobil dan melangkah cepat masuk ke dalam Rainbow Cafe. Teman-temannya terkejut melihat kedatangan yang seorang diri tanpa Tuan Jaka.

“Selamat pagi Nyonya,” Salam semua teman-temannya.

“Selamat pagi. Di mana Reno,” tanya Wati dengan ekspresi dingin tanpa seulas senyuman.

“Reno ada di belakang, Nyonya,” jawab Rini dengan wajah pias karna baru kali ini melihat ekspresi dingin temannya.

“Oke terima kasih,” sahut Wati sambil berjalan menuju ke belakang mencari Reno. Saat di belakang di lihatnya Reno mantan kekasihnya sedang merapikan perabotan Cafe. Di tepuknya bahu Reno dari belakang dengan sedikit keras. Mendapatkan tepukan di bahu, Reno terkejut dan membalikkan badannya.

“Wati!,” ucap Reno dengan wajah pias saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya.

“Kenapa Mas?. Kenapa kamu tega melakukannya?!. Apa kamu ingin anak-anakku kehilangan Ayahnya dan aku menjadi seorang janda?!. Bukankah sudah kukatakan aku tidak bisa kembali padamu, meskipun aku belum bisa mencintai Tuan Jaka!,” Ucap Wati dengan berang.

Mendengar perkataan mantan kekasihnya, mata Reno terbelalak karna terkejut.

“Hai, apa maksudmu?. Aku sama sekali tidak mengerti,” ujar Reno dengan wajah kebingungan.

“Kamu Ngga usah bohong Mas!. Kamu kan yang telah menyebabkan Tuan Jaka mengalami kecelakaan?!. Bukankah selama ini kamu merencanakan untuk merebutku dari Tuan Jaka?!. Apa kamu lupa dengan perkataanmu di toko buku waktu itu?!. Kamu akan merebutku kembali dari sisi Tuan Jaka dengan cara apa pun!,” ucap Wati dengan berang dan air mata yang berlinang di matanya.

“Aku berani sumpah tidak melakukan apa-apa pada Tuan Jaka. Kamu salah kalau menuduhku yang telah mencelakakan suamimu. Awalnya ia, aku berencana akan merebutmu dari suamimu tapi seseorang telah menyadarkanku kalau aku tidak boleh melakukan itu karna seperti ucapanmu dulu kalau kita memang di takdirkan tidak bersama. Meskipun sampai detik ini aku masih mencintaimu tapi aku mencoba belajar mengikhlaskanmu untuk Tuan Jaka,” ujar Reno dengan wajah sendu.

“Kamu bohong Mas, aku tidak percaya dengan semua kata-katamu lagi,” sahut Wati sambil beranjak pergi meninggalkan Reno.

“Apa kamu telah mencintai suamimu? Sehingga kamu marah dan menuduhku telah mencelakainya?,” teriak Reno saat melihat Wati mulai beranjak pergi.

Mendengar teriakkan dan pertanyaan Reno, Wati menghentikan langkahnya dan terdiam terpaku. “Apa benar yang di katakan Reno barusan kalau ia sudah mencintai Tuan Jaka.

Kenapa juga ia harus marah terhadap Reno, bukankah ia seharusnya senang kalau terjadi apa-apa dengan suaminya ia bisa kembali lagi bersama Reno. Apa yang sedang terjadi pada diriku?,” monolog Wati dalam hati.

Tanpa menjawab pertanyaan Reno, Wati melanjutkan melangkah pergi meninggalkan Cafe. Dalam perjalanan kembali ke rumah sakit ia memikirkan kembali pertanyaan Reno tadi.

Ia mengingat semua perjalanan hidupnya bersama Tuan Jaka hingga rasa tak sukanya saat melihat Jelita mencium pipi suaminya. Apakah perasaan tak sukanya adalah perasaan cemburu dan rasa marahnya pada Reno karna ia takut kehilangan suaminya.

“Nyonya ... Nyonya,” panggil seseorang.

“Eh iya Pak Diman, maaf saya melamun. Ada apa Pak Diman?.”

“Kita sudah sampai di rumah sakit, Nyonya,” ucap Pak Diman sambil membukakan pintu mobil untuk Nyonyanya.

“Terima kasih Pak Diman,” ujar Wati saat keluar mobil. Dan ia pun melangkah masuk rumah sakit menuju ruang rawat inap Tuan Jaka.

Saat tiba di ruang rawat inap Tuan Jaka, ia melihat Siti sedang duduk di sofa dan Pak Rizal sudah tidak ada di sana.

“Nyonya,” sapa Siti saat melihat Wati masuk ruangan.

“Bagaimana keadaan Tuan Jaka?.”

“Tadi dokter sudah melakukan CT Scan dan tinggal menunggu hasilnya saja,” ujar Siti pada Wati.

“Maaf tadi saya tidak bisa mendampingi Tuan Jaka karna ada urusan yang harus saya selesaikan.”

“Tidak apa-apa Nyonya. Tadi saya di dampingi Pak Rizal saat Tuan menjalani CT Scan.”

“Terima kasih ya Siti,” ucap Wati sambil melangkah mendekati tempat tidur Tuan Jaka.

“Assalamualaikum Mas,” salam Wati sambil mencium kening Tuan Jaka dengan mata berkaca-kaca.

“Bangun Mas ... Mau sampai kapan kamu tidur seperti ini? Apa kamu tidak merindukan anak-anakmu?."

1
Zouisar
Menarik
Sri Lestari: terima kasih banyak atas dukungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam penulisan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
Bilqis Ridha Shabira
Great
Sri Lestari: terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!