Dalam tahap revisi.
like, komentar, dan vote
Bermula dari pertengkaran Mawar dengan kedua orang tuanya, yang tidak memberi restu hubungannya dengan Marsel kekasihnya, Mawar memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahnya. Di malam yang tengah turun hujan deras, Mawar mengendarai sepeda motornya tanpa arah dan tujuan. Hingga dia sampai dipertengahan jalan yang kanan-kirinya dikelilingi pohon yang menjulang tinggi. Jalan itu seperti tak berujung, Mawar lalu melihat seorang gadis seumurannya. Mawar berhenti dan bertanya arah jalan keluar. Gadis tersebut memberitahu Mawar untuk terus berjalan lurus, sampai ada jalan yang bercabang, Mawar diperintahkan untuk berbelok kiri. Mawar menuruti semua kata-kata gadis tersebut, lalu Mawar meneruskan perjalanannya. Sangat jauh jalan yang ia tempuh, hingga ia menemui jalan bercabang, ia berbelok kiri dan terjatuh karena menabrak sosok hitam tinggi besar. Seketika Mawar pingsan ditempat.
Sosok apa yan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sukangarang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 : Nasib Mira
Setelah selesai menyantap makanan mereka, Mawar dan para gadis lainnya pergi menuju halaman belakang, dimana hamparan tanah luas berhektar-hektar terpampang jelas di pandangan mata.
Mawar mencoba mencari sosok Mira, Namun, ia tidak dapat menemukan sosoknya.
"Dimana, Mira! apakah dia baik-baik saja?" Mawar bertanya dalam hatinya. Ia kemudian mulai menanam padi, seperti gadis yang lainnya.
Lelah, dan lapar ia rasakan, tapi itu tak membuatnya untuk berhenti menanam padi. Melihat banyak gadis yang dicambuk didepan matanya, membuat Mawar memforsir seluruh tenaganya. Mawar bertekad, ingin segera keluar dari dalam rumah Ndoro Kusuma, apapun yang akan terjadi pada dirinya, ia harus bisaa keluar dari dalam rumah itu.
Keesokan harinya, Wulan berencana untuk menemui kedua orangtua Mawar sendirian. Wulan ingin memberitahu soal penemuan motor Mawar.
"Daripada nunggu Mas Adam dan Marsel, lebih baik aku pergi sendiri saja, menunggu mereka terlalu lama, belum lagi kalau mereka tiba-tiba lembur seperti kemaren."
Wulan mengunci pintu kontrakannya, ia berjalan ke depan untuk mencari ojek.
"Mas, ke jalan Kartini ya, nomor 5." kata Wulan memberi instruksi kepada tukang ojek.
"Siap!" jawab tukang ojek tersebut.
Wulan kemudian meluncur ke rumah Mawar.
"Semoga, orangtua Mawar berada di rumah. Sayang sekali jika jauh-jauh datang, malah tidak ada orang," Wulan berkata dalam hatinya.
Mira terbaring di atas ranjangnya. Ia menutup matanya, wajahnya terlihat pucat. Rupanya, ia baru saja disiksa oleh Ndoro Kusuma. Ndoro Kusuma tau jika Mira mengajak Mawar untuk kabur.
"Kamu mau coba-coba melawan saya! kamu pikir kamu punya kekuatan? berbaringlah disini sampai membusuk!" suara Ndoro Kusuma menggelegar, Mira tampak ketakutan, ia memuntahkan darah banyak, seketika Mira pingsan. Ndoro Kusuma tertawa penuh kemenangan.
"Hahahahaha, hahahahahhaha! silahkan saja kamu melawanku, Mir. Aku juga ingin melihat, sampai dimana usahamu,"
Ndoro Kusuma tampak komat-kamit, dan meniupkan sesuatu ke tubuh Mira.
Ndoro Kusuma terbang melayang-layang dan menembus pintu kamar Mira.
Mira masih tidak bergeming, luka yang menggores diseluruh tubuhnya menjelaskan bahwa banyak siksaan yang ia alami. Untunglah Mira gadis yang kuat, sehingga ia masih bisa bertahan dengan kondisinya yang memprihatinkan.
Setelah selesai bekerja menanam padi, seperti biasa, Mawar dimandikan oleh para dayang, setelah itu, ia makan seperti biasa dengan diawasi Ndoro Kusuma dan Burhan.
"Habiskan, Nak Mawar!" perintah Ndoro Kusuma dengan tatapan menyeramkan. Senyumannya menyeringai, seperti singa yang mau menerkam mangsanya. Mawar tidak berdo'a, ia segera menghabiskan makanan yang ada di depannya, Mawar bisa merasakan kalau Ndoro Kusuma mencurigainya.
"Aku harus bisa menahan rasa mual ini!" batin Mawar.
Ndoro Kusuma tertawa penuh kemenangan.
seperti biasa, Mawar dititah oleh Ndoro Kusuma menuju kamarnya. Mawar ditiupkan sesuatu ditelinganya, namun, Mawar bisa menghalau mantra itu, dengan sholawat yang ia panjatkan dalam hatinya. Mawar berpura-pura menurut.
"Tidurlah dengan nyenyak, Nak Mawar!" ucap Ndoro Kusuma, kemudian menyelimuti tubuh Mawar. Mawar terpejam, Ndoro Kusuma dan Burhan keluar dari dalam kamar Mawar.
Sepeninggalan Ndoro Kusuma, Mawar segera membuka matanya, ia terduduk di samping ranjangnya, ia memuntahkan seluruh isi dalam perutnya.
"Hoek, Hoek, Hoek! perutku seperti diremas-remas, Hoek, Hoek,"
Setelah cukup memuntahkan isi perutnya, Mawar segera mengambil tanah untuk menimbun muntahannya.
Ia kemudian berbaring kembali di ranjang, untuk memulihkan tenaganya kembali.
"Mantra yang ditiupkan Ndoro Kusuma itu, agar aku bisa terlelap tidur, dan bisa betah di sini. Untunglah, aku tidak terpengaruh. Aku harus pergi ke kamar Mira. Aku harus mengetahui keadaannya."
Setelah tenaganya sudah cukup pulih, Mawar berjalan ke arah lemari, ia mulai memfokuskan hati dan pikirannya, untuk bisa sampai di kamar Mira.
nduk itu kan panggilan orgtua ke anak perempuannya
semangat ya thor..
aq rasa mawar disesatkan didunia lain.