Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 26
Sesampainya di hadapan Ibu dan Kakaknya, Alan masih saja bertingkah seperti orang kehilangan akalnya.
"Nah ini dia yang di tunggu-tunggu dari tadi," saut Ibunya Alan.
"Iya Bu maaf aku ketiduran," jawab Alan.
"Memangnya kamu tidur dimana ?" Tanya Ibu lagi.
"Di kamarku lah Bu," jawab Alan yang masih mencoba merapikan rambutnya.
"Memangnya kamu ketemu dia di kamar pojokan sana Aruni ?" Tanya Kak Ros yang menyebut nama Aruni sehingga membuat Aruni agak terkejut.
"Ah iya kak dia ada di kamarnya," jelas Aruni singkat, dimana Aruni takut kalau saja Kak Ros tahu apa yang dilakukan Alan dengannya tadi saat berada di kamar Alan. Namun Aruni berusaha sebisa mungkin bersikap seperti tak terjadi apa-apa pada dirinya.
"Oh dia di kamar, terus kenapa kalian lama sekali ? Padahal kan cuma membangunkan nih anak satu." Tanya Kak Ros lagi.
"Oh itu Kak tadi..." Jawab Aruni yang mulai merasa agak cemas menjelaskan namun tiba-tiba Alan memotong kata-kata Aruni.
"Iya Kak, tadi sih katanya dia sudah berulang kali ketuk-ketuk pintu kamar sampai lama sekali malahan. Tapi Kakak kan tahu kalau aku tidur pasti gak sadar dengan hal begituan apalagi bunyi-bunyian pelan begitu. Ya dia nungguin lah." Jawab Alan.
"Iya Kak, terus aku perhatikan ternyata lampu dikamar itu tidak menyala. Aku kira tidak ada orang di dalamnya, dan tidak tahu kenapa aku masih berpikir kalau pasti Alan ada di sana. Terus aku coba buka pintu dan nyalakan lampunya eh ternyata dia malah enak-enakan tidur di sana, ya aku kesal lah. Lalu aku bangunin pelan dianya malah gak dengar ya dengan terpaksa aku cubit dia memang sedikit agak kencang sih kak sampai dia marah-marah dibangunin. Singkat ceritanya ya begitu Kak." Jelas Aruni dengan sedikit mengada-ada.
"Oalah dia memang susah sekali di ganggu kalau lagi tidur pulas tuh, kalau ibu yang bangunin ya pakai air saja di siram nya hahahaha ," Lanjut Ibunya Alan dan semua juga ikut tertawa.
"Oh jadi gitu ya rahasianya Bu, nanti Aruni bisa coba jurus jitu dari Ibu buat bangunin Alan kalau tidur kayak kebo ya Bu hahahaha," jawab Aruni sambil melirik iseng kepada Alan.
"Ya bisa di coba Aruni, dan kamu Alan bangun tidur malah langsung saja duduk di sini mau makan dengan kami. Pergi sana cuci muka kamu dulu, bersih-bersih dulu sana buruan." Perintah Ibunya.
"Iya Bu, tadi kan aku ke sini karena di ajak sama nih anak satu. Ya sudah lah kalau begitu aku ke belakang dulu sebentar, silahkan lanjut saja makannya duluan nanti aku nyusul." Jawab Alan sambil berdiri dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju kamar mandi yang ada di dapur.
"Ayo Aruni silahkan dimakan hidangan kamu sendiri, tidak usah menunggu Alan lagi karena bisa-bisa kita kelaparan nungguin dia." Kata Kak Ros sembari mempersilahkan Aruni untuk segera memulai menyantap makan malamnya.
"Iya Nak, ayo silahkan. Kita duluan saja nanti Alan juga pasti nyusul cepat, bisa-bisa kita gak kebagian sama tuh anak." Lanjut Ibu menjelaskan.
"maksudnya gak kebagian gimana ya Bu ?" Tanya Aruni tak mengerti yang harus saja di katakan Ibunya Alan.
"Ya dia kalau bangun tidur biasanya makannya banyak, bisa di habiskan semua sama dia dan kita sampai gak kebagian," jelas Ibunya Alan.
"Hahahahaha Ibu ada-ada saja," jawab Aruni sambil tertawa dan juga di ikuti oleh Kak Ros dan Ibunya Alan.
Aruni memang sudah tak sabar ingin menyantap semua makanan yang tampak begitu menggunggah seleranya. Aruni segera mengisi piringnya dengan sedikit nasi namun dengan beragam jenis lauk dan sambal ada di dalam piringnya.
"Aruni makan ya Bu," kata Aruni sambil mulai menyantap makanannya.
Aruni menikmati sekali masakan enak yang sedang di makannya dengan lahap, dan pastinya tanpa dengan rasa malu-malu atau jaim di hadapan keluarganya Alan.
Ibunya Alan hanya tersenyum melihat Aruni yang makan dengan begitu lahap meskipun hidangan yang begitu sederhana.
Sungguh Ibunya Alan terpesona dengan tingkah laku Aruni yang tidak seperti orang kaya kebanyakan yang biasa dengan segala kemewahannya. Sikap Aruni yang sederhana seperti itu membuat pandangan Ibunya Alan jadi berubah terhadap Aruni, yang mana ternyata Aruni memang berbeda dari kebanyakan wanita jaman sekarang.
Ibu Alan akhirnya mengerti kenapa anaknya bersikeras mempertahankan hubungannya dengan Aruni si gadis kaya ini, dan sekarang paham kenapa Alan selalu membela Aruni. Ternyata sikap dan perilaku Aruni yang begini mampu meluluhkan hati anak lelaki satu-satunya.
Tak lama kemudian Alan pun datang dan langsung saja duduk di samping Aruni untuk menyantap makan malamnya.
"Ah Ibu, jadi cuma masak ini ?" Tanya Alan heran karena begitu banyak bahan makanan yang tadi di bawa oleh Aruni tetapi kenapa hanya masakan sederhana seperti ini yang di hidangkan.
"Iya ini semua Aruni yang minta, katanya dia suka masakan beginian," jelas Ibu.
"Iya Alan, aku memang suka masakan seperti ini. Kamu tahu bikinnya susah tahu, tapi ini enak dan semua ini masakan paling nikmat yang pernah aku makan. Ayo buruan makan nanti gak kebagian loh, kalau kamu nanti kelaparan aku gak mau tanggung jawab ya kalau makanannya aku yang habiskan semua." Jelas Aruni dan langsung melanjutkan memakan makanan yang ada di hadapannya.
"Hahaha dasar orang kaya udik," kata Alan yang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Aruni yang makan seperti orang kesetanan setalah tidak makan selama seminggu.
"Eh Alan kamu kok bicara seperti itu, tidak baik." Kata ibu menasehati anaknya sambil melotot pada Alan.
"Gak apa-apa Bu, memang si Alan ini selalu saja bersikap se enaknya kalau sama aku. Aku sih sudah biasa Bu," jelas Aruni agar Alan semakin di omelin oleh ibunya sendiri.
"Kamu gak boleh seperti itu Alan, ayo buruan minta maaf ke Aruni. Tidak baik berkata tidak sopan meskipun itu hanya bercanda sekaligus." Kata Ibu sembari meminta Alan untuk minta maaf pada Aruni.
"Iya Bu, maafkan aku ya Aruni." Kata Alan menuruti apa kata Ibunya dengan terpaksa.
"Iya Alan, lain kali jangan seperti itu lagi ya."Jawab Aruni seperti mengerjai Alan.
"Iya," jawabnya singkat.
Setelah itu semua melanjutkan kembali menikmati makan malam mereka bersama, suasana yang terasa begitu hangat di tambah lagi dengan masakan enak buatan Ibunya Alan.
Alan sesekali tersenyum melihat bahwa Aruni bisa sedekat ini dengan Ibu dan Kakaknya. Tak di sangka Aruni yang tadinya kurang di sukai oleh Ibunya ternyata mampu menyesuaikan diri dan bisa jadi sedekat ini dengan keluarganya.
Begitupun dengan Aruni yang merasa sangat senang dan bahagia, karena kali ini Aruni merasakan hangatnya bersama keluarga. rasa kangen Aruni terobati karena selama ini di rumah dia hanya di temani oleh ART dan pekerja lainnya saat di rumah tanpa ada sosok keluarga di dekatnya.
mkin seru..???
😊😊
aku slalu setia menunggu😊😊