Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 07 mengunjungi mama mertua
Bapak bernafas panjang dan dia minum dulu " bapak kalah nduk sebenarnya bapak menangis lihat kamu di khianati arief juga adikmu, tapi Arief telah menghamili adik kamu, bapak bingung dan bapak di tekan Sugiarti dan adik mu.
" Rencana Amelia sama Sugiarti, tidak bisa bapak bantah bapak memang pecundang, bapak takut memberi tahu kamu, kan kamu ahli beladiri dan membiarkan kamu membayar biaya pernikahan, Jawab bapak
"Nduk kamu tetap kerja di tempat Arief ya amelia mengantikan kamu, bapak yakin dia nggak akan mampu" rayu bapak
" ogah kerja sama penghianat, sekarang hidupku enak nggak usah kerja sudah ada yang ngasih aku makan" jawabku
" Ya kalau kamu kerja kan bisa bantu keuangan bapak, biar saja si Amelia dan Arief bahagia, dari pada kamu mengangur kamu kan juga butuh uang" kata bapak dengan enteng.
" Aku sudah ada yang tanggung jawab dan aku ogah,darahku di hisap oleh benalu yang berkhianat" jawabku
" Tenang saja pak, bapak tetep bapakku nanti aku pungut kalau sudah di buang istri dan anak tirimu" jawabku seenaknya
" pikirkan lagi kalau kamu nggak kerja hilang ilmu arsitek mu dan uang akan habis" Kata bapak
"ogah nanti kalau kerja dan banyak uang bapak minta jatah belanja lagi buat istri bapak yang menyebalkan" jawabku asal
" Iya tapi kan sudah nggak kuliahkan adek mu pasti uang mu banyak pastinya gajimu gede" jawab bapak ngeyel.
" Kalau itu urusan nanti, dulu aku tulus kerja untuk kalian biar nggak kekurangan ternyata, setelah menghisap darah ku kalian berkhianat" jawabku
Aku bosen berdebat dengan bapak, aku segera bayar makanan dan aku pamit pulang
" Hati hati di jalan bapak kan sudah tua" kata ku berpesan, dia menganguk
Bagaimanapun menyebalkan dia tetaplah bapakku, biar sekarang bahagia sama istrinya, nanti kalau sudah di buang sama mereka biar aku ambil dan aku rawat.
Aku diantar pulang ke kos sama mas Arya dia bilang dua hari lagi kita berangkat ke desa ketemu mama mertua. sampai di kos, aku ke kamar mandi ganti pembalut, Kemudian aku meringis kesakitan biasa kalau darah haid mau keluar kan sakit.
" Sini Abang pijit kakinya biar enakan dan obat nyerinya di minum " kata dia sambil menyerahkan obat nyeri haid sama segelas air putih.kemudian aku di suruh tengkurap dan di pijitin kakiku terasa enakan.
" kamu istirahat di rumah saja biar mas kembali ke kafe" kata suami ku sambil menciumi wajahku, aku sangat terharu dengan perhatian suamiku dan aku semakin respek sama dia, apa sudah jatuh cinta sama dia ya?
Dia pamit ku cium punggung tangan nya, kemudian di kecup keningku ,ah seperti istri beneran padahal aku kan istri dadakan dia juga suami dadakan.
Aku lanjut istirahat tidur siang perutku sudah enakan aku bangun dan membersihkan kamar memilih baju yang akan ku bawa, sore aku segera mandi. mas Arya telephon dia tanya ingin makan apa mau di bawakan.
Aku pesan bebek galak yang pedas, pasti enak aku lanjut masuk kamar suamiku dan aku bersihkan kamar nya dan aku ambil baju kotornya tinggal besok di bawa ke laundry.
Jam tujuh dia datang membawa nasi bebek galak pesananku dia ingin di buatkan kopi,tadi belum sempat ngopi, ku buatkan dengan senang hati
Aku makan bebek galak dengan semangat pedasnya bikin makan semakin bergairah, dan gurihnya bikin lidah bergoyang
" Kamu suka banget dengan nasi bebek dek?" tanya mas Arga
" Iya mas terima kasih banyak mas mau memungut aku yang sudah di buang oleh mereka" kataku
" Kamu kan istriku dek ya aku rawatlah sudah kewajibanku,tapi jangan lupa nanti buah mu aku hisap" jawab dia sambil terkekeh
Aku makan lansung tersedak dan di ambilkan minum sama dia, dengam lembut di usap tengkukku kan hatiku meleleh karena perhatian beliau.
Selasai makan dia pamit mau duduk sambil merokok di depan kos biasa tempat ngumpul para penghuni kos sambil bercanda.
Dia masuk ke kamar, mengambil kasur ku dan kasur dia di bawa ke kamarku, ternyata dipan di kamarku di keluarkan kemudian kasur kami di jadikan satu
" Kalau gini kan enak tidur nya ,nggak sempit ya dek" kata dia semangat
kemudian di bantu, penghuni kos lain, membawa ranjangku ke gudang jadi di kamarku sekarang ada dua kasur di satukan biar kami bisa tidur bareng dan tidak kesempitan.
Malam ini kami tidur bareng, tapi aku lagi datang bulan, dia mencium keningku dan juga pipi dan bibirku dia telanjang dada, ku raba dadanya yang ada tatonya kemudian ku ciumi
" Kamu suka sama tato mas?" tanya dia
" Aku nggak suka tato tapi kenapa punya mas keren, jadi ingin cium dada mas terutama yang ada tato nya" jawabku jujur
" Kalau mas suka ini pepaya adek, pepaya california ,ukuran nya pas di hisap enak di pegang juga kenyal" kata dia merayu
" Tapi sabar ya mas adik masih datang bulan belum ngasih jatah untuk mas" Jawabku
" Nggak apa apa mas sabar kok" jawab dia
Aku tertidur setelah pepaya ku ada yang menghisap, seperti dongeng pengantar tidur geli geli enak dan semakin di hisap semakin enak.
Pagi aku bangun dan mandi ku lihat di dadaku banyak merah merah nya pasti perbuatan mas Arya dan anehnya aku suka banget, besok ku balas dia biar dada dan lehernya ku buat merah.
Hari ini kami sudah siap, pergi kampung mama. kata bang Arya biasanya di tempuh empat sampai lima jam sampai sana. Kami sudah pesan tiket kereta api, jadwal kereta jam delapan, pagi aku sudah bangun dan kusiap kan semua, mas Arga mengajak kami, beli sarapan di kereta api saja jadi sebelum berangkat kami minum kopi dan beli sarapan rebusan ketela yang sekarang banyak dijual di pinggir jalan sebagai makanan sehat.
Kami naik taksi ke stasiun sampai sana sudah jam setengah delapan tak lama kereta datang, kami naik setelah scan barcode di stasiun, kami duduk berdampingan, kereta berangkat mas Arya pesan sarapan di sini, aku pesan nasi goreng dan mas Arga pesan nasi rendang, dia minta pesanan beda nanti kita join makan nya.
Tak lama pesanan datang kami sarapan dan saling mencicipi makanan kami masing masing kami pesan tempat duduk kelas eksekutif jadi tidak duduk berhadapan dengan penumpang lain, kami saling suap tidak sungkan.
Selesai makan sampah aku taruh di tas keresek nanti pasti di ambil petugas aku duduk di peluk sama mas Arga dia sangat melindungi aku.
Jam dua belas lebih kami sampai di stasiun tujuan kami dan mas Arga mengajak aku turun dia yang membawa koperku dan ternyata ada mobil yang menjemput kami.
Mobil Toyota Alphard menjemput kami dan mas Arya mengajak aku naik dan koperku di masukan di bagasi. Mobil bergerak melewati perkebunan kakao dan kopi, tidak terlalu jauh dari kota sekitar satu setengah jam sudah sampai kami turun di rumah yang paling bagus di sini mungkin itu rumah mama dan di sebelah nya ada gudang dan halaman luas dan panas untuk menjemur kopi.
" Ayo dek turun ini rumah mama dan itu gudang kopi dan kakao milik mama" kata masa Arga
" Den Arya sudah datang" kata seorang laki laki
" Iya pak tolong bawakan koper istri saya" kata bang Arya dan bang Arya pun mengajak aku masuk dan memperkenalkan mama
nya ke aku. Mama nya sangat angun dan berwibawa tatapannya matanya tajam.
" nama mama nama ndeso nduk Siti Fatima" kata mama memperkenalkan diri
" Nama saya Nadia putri Darmawan ma" jawabku sambil mencium pungung tanganya, wanita cantik yang wajah nya mirip mas arya.
" Pak masukkan kopernya Nadia di kamar Arya " Kata mama
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣