Hidup mati seseorang tidak ada yang tahu.
Begitupun dengan jodoh.
Hawa yang memberontak karena dijodohkan dengan kakak kelasnya akhirnya mencoba menerimanya, dengan perjanjian agar di rahasiakan. mengingat mereka masih duduk di bangku sekolah, tapi qodarullah ibu Hawa sakit dan meminta Hasby mengucap ijab kabul secara rahasia di tempat ibu Hawa dirawat. ibunya meninggal dengan tenang karena Hawa tidak sendiri lagi, sudah ada Hasby dan keluarga barunya.
Dengan berat hati Hawa menerima status barunya itu serta mencoba menjalaninya. Entah mampu bertahan atau berhenti ditengah jalan, Hawa tak tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Antya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1
Pagi ini terasa sangat dingin. Air hujan sisa semalam masih menetes pelan. membuat Hawa betah bergelung dibawah selimut tebalnya. Tanpa terusik suara Ibu yang memanggil dari luar kamar.
"Hawa, bangun nak, waktunya sekolah!" teriakan Ibu menggema keseluruh penjuru rumah. Ibu sibuk berkutat didapur menyiapkan sarapan.
Hawa mengerjapkan matanya berulang-ulang hingga kantuknya hilang. Meregangkan badannya "Aargh,, iya Bu,, Hawa udah bangun,," seru Hawa. Hawa pun bergegas ke kamar mandi dan segera mandi. Setelah selesai Hawa kedapur untuk sarapan bersama Ibunya.
Karena pagi-pagi Ibunya harus segera berangkat bekerja, sedangkan Hawa kesekolah. Setiap hari mereka selalu sarapan bersama. Karena bagi Ibu dan Hawa sarapan itu sangat penting. Setelah selesai sarapan Hawa langsung membantu mencuci piring bekas mereka makan. Sedangkan Ibu membereskan lauk dimeja makan. setelah semuanya selesai mereka keluar rumah siap untuk berangkat dengan kegiatannya masing-masing.
"Hawa berangkat sekolah dulu Bu,," ucap Hawa sambil mencium tangan ibunya.
"Iya nak, hati-hati ya, Ibu juga mau berangkat bekerja." sahut Ibu sambil mengelus kepala anak gadisnya itu dengan sayang.
Akhirnya Hawa berangkat sekolah dengan naik angkutan umum yang lewat gang depan rumahnya. Sedangkan Ibunya naik sepeda Ontel kesayangannya menuju kampung sebelah tempatnya bekerja sebagai penjahit baju. Karena Bapak sudah lama meninggal.
Ibu adalah wanita terhebat yang dipunyai Hawa, oleh karena itu Hawa sangat menyayangi Ibunya. Ibu yang mencukupi semua kebutuhan mereka. Hawa juga gemar membantu sang Ibu.
...***...
Hawa berjalan menuju kelasnya dilantai 2. sekolah mulai ramai murid-murid dan guru berdatangan. Baru mau melangkah kedalam kelas Hawa dikejutkan dengan tepukan dibahunya "Hawaaa,," teriakan Asrina mengundang tatapan dari orang sekitar. "Astaghfirullah,," ucap Hawa mengelus dadanya karena kaget dengan teriakan Asrina. Temannya itu memang hobi membuat kaget dirinya. Asri langsung merangkul Hawa dan mengajaknya duduk dibangkunya. Tak lupa dengan cengirannya. Hawa menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Tiada hari tanpa dibuat kaget dengan temannya itu. Tapi kalau Asrina tidak masuk sekolah terasa sepi.
teng teng teng
Bel masuk kelas sudah berbunyi dengan nyarisnya. Membuat semua murid yang diluar kelas berhamburan masuk kelas masing-masing. Karena mapel jam pertama akan segera dimulai.
●●●
Waktu istirahat pun telah tiba. Asrina langsung menarik tangan Hawa dan berjalan keluar kelas karena dia sudah sangat lapar. Sebab pagi tadi tidak sarapan. Hawa hanya menuruti apa yang Asrina mau. Karena kalau tidak dituruti pasti Asrina marah-marah . Hahaha, sungguh lucu temannya itu.
Suasana kantin yang sangat ramai membuat Hawa enggan melangkahkan kakinya masuk. Apalagi dimeja pojok sudah duduk Ketua Osis dan anggotanya yang berjumlah 5 orang.
Entah karena apa Hawa malas bertemu dengan mereka. Hasby hanya melirik Hawa yang masih berdiri dipintu kantin. Hasby langsung fokus kemakanan yang didepannya. Tanpa menghiraukan Hawa lagi.
"As,kamu duluan aja ya. Aku mau ke toilet bentar" ucap Hawa sambil berlari ketoilet. Asrina hanya melongo memandang Hawa dengan cepatnya pergi. Padahal mau diajaknya makan siomay Mbak Sum yang terkenal enak itu. Akhirnya Asrina melangkahkan kaki kekonter jualan siomay Mbak Sum. Setelah memesan 1porsi dan tambah es teh manis favoritnya itu, Asri tolah toleh melihat dimana ada bangku kosong. Ternyata hanya ada disamping anggota Osis. Mau tidak mau akhirnya Asrina berjalan kesana dan duduk sambil menunggu Hawa.
Sebenranya Hawa enggan untuk kembali kekantin, tapi teringat Asrina sendirian disana, akhirnya Hawa berjalan menuju kantin. Sesampainya dipintu kantin Hawa melihat dimana Asrina duduk. "Astaghfirullah,kenapa duduk disana,." gumam Hawa. Mau tak mau akhirnya Hawa mendekat dan duduk didepan Asrina yang sedang asyik menikmati siomaynya.
"eeh Hawa, mau makan apa?? sana pesen atau mau barengan sama aku?" tanya Asrina sambil menguyah siomay.
"Aku pesen es teh aja deh," jawab Hawa sambil melihat Hasby lewat sudut matanya.
Deg
Ternyata tak sengaja Hasby juga tengah melihatnya. Lalu merasa ketahuan akhirnya Hawa pergi dan membeli minumannya sendiri . Hasby pun mengalihkan pandangannya. "kenapa harus didekat dia sih?" ucap Hawa di dalam hati.