NovelToon NovelToon
Dua Wajah Dibalik Satu Lencana

Dua Wajah Dibalik Satu Lencana

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / TKP
Popularitas:316
Nilai: 5
Nama Author: Chocolate Chase

Menceritakan tentang seorang mantan pembunuh berantai, yang di bebaskan untuk membantu polisi dalam memecahkan sebuah kasus, yang kemudian membuat dirinya secara resmi menjadi konsultan khusus kepolisian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocolate Chase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Dari Puncak

Suasana hangat di balkon masih belum sepenuhnya pudar dari kulit Arthur dan Elena ketika dering ponsel Manuel terdengar nyaring, memecah keheningan malam yang baru saja mereka nikmati. Manuel mengerutkan keningnya dengan heran, melirik layar ponselnya sebelum akhirnya menghela napas panjang.

"Itu adalah panggilan dari Kapten Lopez," gumam Manuel, nada suaranya berubah menjadi sangat serius seketika. "Dia meminta kita bertiga, yaitu aku, Arthur, dan Elena, untuk segera menemuinya di ruang kerjanya sekarang juga."

Elena menukar pandangannya dengan Arthur. Senyuman santai di bibir Arthur perlahan memudar, digantikan oleh ekspresi wajah waspada yang biasanya muncul saat insting analitisnya menyala. "Di tengah tengah pesta perayaan seperti ini? Ini sungguh tidak lazim, Manuel. Apakah ada laporan kasus darurat baru?"

Manuel menggelengkan kepalanya pelan, meskipun kerutan di dahinya tidak kunjung hilang. "Aku sendiri tidak tahu pasti. Tapi suara Kapten Lopez terdengar sangat berbeda dari biasanya. Bukan nada panik, tapi lebih seperti nada formal yang sangat kaku. Ayo, kita sebaiknya tidak membuatnya menunggu terlalu lama."

Mereka bertiga akhirnya meninggalkan kenyamanan balkon luar, menyusuri lorong lorong gedung kantor polisi yang mulai sepi karena sebagian besar personel masih berada di ruang serbaguna. Langkah kaki mereka bergema keras di atas lantai marmer, menciptakan kontras yang sangat tajam dengan alunan musik jazz yang masih terdengar samar samar dari kejauhan. Setiap langkah kaki terasa berjalan semakin berat, seolah olah gaya gravitasi di sekitar mereka meningkat seiring dengan semakin dekatnya posisi pintu ruangan Kapten Lopez.

Arthur memimpin jalan paling depan, tangannya secara refleks menyentuh saku jaket hoodienya, sebuah kebiasaan lama yang sering ia lakukan saat merasa cemas atau sedang menganalisis situasi yang penuh ketidakpastian. Elena berjalan tegak di sampingnya, postur tubuhnya terlihat sangat tegap dengan sepasang mata birunya yang menyapu setiap sudut koridor dengan kewaspadaan tinggi. Sementara Manuel mengikuti langkah mereka dari belakang dengan raut wajah yang tampak gelisah.

Saat mereka akhirnya tiba di depan pintu kayu jati milik Kapten Lopez, Arthur mengetuk permukaan pintu sebanyak tiga kali dengan ritme yang tenang namun terdengar tegas.

"Masuk," suara Kapten Lopez terdengar dari dalam ruangan, bernada datar dan tanpa emosi.

Arthur membuka pintu, dan ketiga anggota tim khusus itu melangkah masuk secara berurutan. Ruangan kerja Kapten Lopez malam itu terlihat sangat berbeda dari suasana pesta meriah di luar. Lampu utama ruangan sengaja dimatikan, hanya menyisakan pendaran cahaya dari lampu meja yang menerangi tumpukan berkas tebal di atas mejanya. Kapten Lopez tidak duduk di balik meja kerjanya, melainkan berdiri tegak di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke arah langit malam New York, dengan posisi punggung yang menghadap kepada mereka. Ia tampak memegang sebuah gelas wiski yang kondisinya sudah hampir kosong.

"Tutup pintunya, Rutherford," perintah Kapten Lopez tanpa membalikkan badannya.

Arthur menurut, menutup pintu kayu tersebut hingga bunyi klik kunci terdengar jelas, mengisolasi keberadaan mereka sepenuhnya dari dunia luar. Manuel dan Elena segera mengambil posisi berdiri di samping Arthur, membentuk sebuah segitiga pertahanan alami di hadapan atasan mereka.

Kapten Lopez akhirnya membalikkan tubuhnya perlahan. Wajahnya tampak sangat lelah, garis garis halus di sekitar matanya terlihat jauh lebih dalam daripada biasanya. Namun, ada kilatan sesuatu yang berbeda di dalam sepasang matanya, bukan sebuah kemarahan atau kekecewaan, melainkan sebuah rasa hormat yang bercampur dengan keseriusan tingkat tinggi.

"Duduklah kalian bertiga," kata Kapten Lopez sambil menunjuk ke arah tiga kursi tamu yang berada di depan mejanya.

Ketiganya saling berpandangan sekilas sebelum akhirnya mendudukkan diri dengan tenang. Ketegangan di udara ruangan saat itu terasa begitu pekat hingga seolah olah bisa dipotong menggunakan sebilah pisau.

"Aku memanggil kalian ke sini bukan karena ada laporan kasus baru yang gagal ditangani," mulai Kapten Lopez dengan nada suara rendah namun tetap berwibawa. "Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Kinerja luar biasa kalian dalam menangani kasus konspirasi Senator Grant, misteri kematian Jennifer Cartter, dan pembongkaran jaringan Mia Thompson telah menarik perhatian penuh dari orang orang yang jarang sekali memperhatikan pekerjaan lapangan seperti kita."

Manuel mengangkat kedua alisnya dengan heran. "Perhatian dari siapa yang Anda maksud, Pak?"

Kapten Lopez meletakkan gelas wiskinya di atas permukaan meja dengan sangat hati hati. "Departemen Kehakiman Federal dan jajaran petinggi markas komando utama. Dan lebih spesifik lagi, malam ini Kepala Polisi Tertinggi Negara Bagian telah datang langsung ke gedung ini untuk menemui kalian. Kita tidak akan berbicara di ruangan ini, melainkan di ruang komando taktis lantai empat yang sudah disterilkan."

Arthur merasakan denyut nadinya sedikit meningkat mendengar penuturan tersebut. Kehadiran Kepala Polisi Tertinggi di tengah malam pesta jelas menandakan adanya sebuah pengumuman berskala masif.

Mereka bertiga kemudian mengikuti langkah Kapten Lopez menuju ke ruang komando taktis yang kedap suara. Di dalam ruangan megah itu, Kepala Polisi Tertinggi yang mengenakan seragam dinas lengkap berpangkat bintang sudah berdiri tegak di depan sebuah layar digital raksasa yang menampilkan peta topografi pusat keuangan negara yang baru, sebuah kota megapolitan yang penuh dengan intrik korporasi, kasus pencucian uang skala internasional, dan korupsi tingkat elit yang terorganisir.

Kepala Polisi Tertinggi menatap lurus ke arah sepasang mata milik Manuel, Arthur, dan Elena secara bergantian dengan pandangan yang dalam penuh wibawa.

"Kalian bertiga telah resmi dipilih untuk menerima sebuah promosi besar," kata Kepala Polisi Tertinggi dengan suara bariton yang menggema tegas. "Ini bukan sekadar kenaikan pangkat biasa di lingkungan NYPD lokal. Kalian bertiga resmi ditarik keluar dari unit investigasi umum untuk membentuk sebuah satuan tugas khusus independen yang akan langsung beroperasi di pusat keuangan negara."

Hening sejenak seketika memenuhi seluruh ruangan komando taktis tersebut. Untaian kata dari Kepala Polisi Tertinggi menggantung di udara, membutuhkan waktu beberapa saat bagi mereka untuk dicerna dengan baik.

"Satuan tugas khusus untuk menangani kejahatan kerah putih tingkat tinggi yang bersinggungan langsung dengan kekerasan terorganisir," lanjut Kepala Polisi Tertinggi sambil menyerahkan tiga buah folder tebal dengan cap segel emas khusus ke atas meja di hadapan mereka masing masing. "Mulai malam ini juga, basis operasi kalian akan resmi berpindah menuju ke gedung federal di Distrik Keuangan. Jabatanmu Vin, resmi dinaikkan menjadi Captain of Detective yang memegang kendali penuh atas divisi investigasi khusus federal. Sementara untuk Arthur dan Elena, status kalian resmi diangkat menjadi Konsultan Senior Utama Negara dengan fasilitas akses hukum tanpa batas yang dilindungi oleh undang undang khusus."

Manuel membuka foldernya dengan tangan yang sedikit gemetar, matanya membelalak besar saat membaca rincian hak istimewa dan kenaikan gaji yang fantastis di dalam dokumen tersebut. Elena yang berdiri di samping Arthur juga tampak menahan napasnya selama beberapa saat, sepasang mata birunya melebar sempurna karena tidak menyangka bahwa kerja keras mereka selama ini akan membawa mereka menuju ke tingkat liga besar penegakan hukum.

Kepala Polisi Tertinggi kemudian mengalihkan pandangan matanya secara penuh menuju ke arah Arthur Rutherford, menatap tajam ke arah sosok mantan pembunuh berantai dengan IQ 168 tersebut. "Rutherford, ini adalah kesempatan terbesarmu untuk benar benar menghapus seluruh noda hitam di masa lalumu. Di pusat keuangan negara, musuh kalian nanti bukan lagi pembunuh amatir atau gangster jalanan, melainkan orang orang sosiopat elit yang memakai setelan jas mahal, memiliki pengacara terbaik, dan bisa menghilangkan jejak kejahatan digital dalam hitungan detik. Satu salah langkah, dan karir serta nyawa kalian bisa berakhir dalam sekejap."

Semua mata di dalam ruangan komando taktis kini tertuju pada Arthur Rutherford. Sebagai pemimpin de facto dari pergerakan tim ini, semua orang tampak menunggu bagaimana reaksinya. Arthur menatap folder tebal di depannya tanpa langsung membukanya. Ia membiarkan pikirannya melayang sejenak, mengingat kembali momen kedekatan hangat di balkon bersama Elena baru saja, lalu beralih memikirkan tantangan baru yang luar biasa di pusat saraf ekonomi negara.

Dunia kriminal di pusat keuangan adalah sebuah hutan beton yang jauh berbeda, terasa lebih dingin, lebih licik, dan jauh lebih mematikan. Namun bagi Arthur yang selalu haus akan teka teki rumit yang menantang, ini adalah sebuah panggilan jiwa yang tidak akan pernah bisa ia abaikan begitu saja.

Arthur mengangkat kepalanya perlahan, menatap lurus ke arah sepasang mata Kepala Polisi Tertinggi. Sebuah senyuman miring yang khas kembali terbentuk di bibirnya, sebuah senyum yang memancarkan kilatan gairah tantangan yang sangat tajam di dalam sepasang mata hijaunya.

"Kapan helikopter kami berangkat membawa kami menuju ke kota yang baru, Jenderal?" tanya Arthur dengan nada santai namun penuh percaya diri.

Kepala Polisi Tertinggi tampak mengangguk puas mendengar respons tegas dari Arthur. "Helikopter militer khusus sudah bersiap di atas landasan helipad atap gedung markas ini sekarang juga. Selamat datang di liga besar, Rutherford. Selamat datang di liga besar."

Di luar jendela besar, lampu lampu megah kota terus berkelip terang, seolah olah memberikan sebuah sinyal restu bahwa babak baru dalam kehidupan tim investigasi khusus mereka bertiga telah resmi dimulai malam hari itu, sebuah babak baru yang akan membawa mereka melangkah jauh lebih dalam ke dalam pekatnya kegelapan, namun sekaligus membawa mereka terbang lebih dekat menuju ke arah puncak kekuasaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!