NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*25

Malam panjang nan berat itu akhirnya berhasil juga mereka lalui. Entah karena terlalu lelah pada siang hari, sampai-sampai mereka bisa tidur dengan lelap tak lama setelah berbaring di atas ranjang yang sama. Entah juga karena alasan lain yang membuat keduanya merasa nyaman. Yang jelas, malam itu berhasil terlewatkan dengan sangat baik.

Pagi akhirnya datang menyapa. Sha perlahan memaksa mata beratnya untuk terbuka. Awalnya, dia lupa kalau semalam, ia sudah tidak lagi menjadi seorang gadis. Status itu sudah ia lepaskan kemarin. Alhasil, saat mata terbuka, Asha langsung terkejut karena kehadiran seseorang yang masih terlelap dengan manis di depan matanya.

"Astaga! Ya Tuhan." Sha berucap sambil bangun.

Reflek tubuh Sha membuat Irza yang masih terlelap langsung terbangun. "Sha .... " Irza berucap sambil mengucek matanya secara perlahan sambil bangun. "Ada apa?"

Asha sontak langsung menggelengkan kepalanya. Nyengir kuda tak enak langsung ia perlihatkan. "Enggak. Gak papa."

Sha beranjak meninggalkan ranjang dengan cepat. "Maaf, udah ganggu kamu tidur, Za."

"Gak papa, Sha. Gak ganggu kok. Udah waktunya bangun pun sekarang."

Irza terlihat sangat santai saat ini. Padahal, Sha sedang sangat canggung luar biasa.

"Ee ... ya sudah. Aku ... ke sana dulu," ucap Sha sambil menunjuk ke arah kamar mandi.

"Hm. Iya."

Berjalan cepat menuju kamar mandi, sampai di sana, Sha langsung terdiam sambil menatap diri di depan cermin. Suasana itu masih sangat asing. Dia masih butuh banyak waktu agar bisa terbiasa dengan kehadiran Irza.

*

Usai sarapan, mereka akhirnya meninggalkan kamar hotel tempat mereka menginap bersama tadi malam. Tidak terlalu banyak drama, tidak terlalu banyak kata, keduanya berjalan dengan langkah pelan masuk ke mobil.

"Aku yang nyetir ya, Sha." Irza berucap saat keduanya tepat di samping mobil.

"Iya. Silahkan. Tunggu! Inikan mobil kamu. Ya jelas kamu yang bawa," ucap Asha saat sadar dengan apa yang baru saja Irza ucapkan.

Ucapan itu membuat Irza tersenyum lebar.

"Kamu salah, tau .... Ini bukan hanya mobil aku saja sekarang, Sha. Tapi, ini juga mobil kamu. Karena, ini hadiah yang mama berikan buat kita. Jadi, ini adalah mobil kita."

Sontak, Sha langsung menoleh ke arah Irza. Jujur saja, dia cukup terkejut akan hal tersebut. Mobil sport biru elektrik itu adalah hadiah untuk pernikahan mereka? Bagaimana bisa?

"Kamu ... serius?"

Irza mengangguk sambil mengukir senyum di bibir. "Hm. Tentu saja. Ini mobil kita. Tapi, kalo kamu gak suka warnanya, nanti warnanya kita ubah jadi warna kesukaan kamu. Gimana?"

Sha hanya bisa menaikkan kedua alis tanda bingung harus bicara apa. Maklum, dapat mobil sport ini saja sudah membuatnya bingung, ditambah lagi Irza mau mengubah warna dari mobil tersebut jadi warna kesukaannya. Tentu saja ia langsung kehabisan kata-kata dibuat kenyataan yang sedang ia hadapi saat ini.

"Itu ... nanti saja kita bicarakan. Sekarang, ayo pulang."

"Oke, baiklah."

"Ah, iya. Aku yang nyetir atau kamu, Sha?"

"Kamu aja. Karena jujur, aku gak suka bawa mobil. Aku suka duduk manis saja tanpa ngelakuin apapun."

"Baiklah. Ayo masuk," ucap Irza sambil membuka pintu mobil untuk Asha.

Tanpa berucap, Sha langsung masuk ke mobil tersebut. Pria gemulai, tapi punya rasa tanggung jawab, punya niat untuk meratukan dirinya layaknya pria normal pada umumnya. Namun saat ini, Sha masih belum menyadari akan hal tersebut. Karena yang terus ia pikirkan adalah, bagaimana agar dirinya bisa terbiasa dengan kehadiran manusia asing yang ada di dekatnya saat ini. Yang sudah bergelar suami untuknya.

Sesaat setelah Irza duduk di samping Asha, mobil itupun bergerak dengan pelan. Lalu, melaju dengan kecepatan sedang. Irza menjalankan mobil itu dengan baik di jalan raya yang sibuk.

Perjalanan itu berlangsung dengan tenang. Tidak ada kata yang terucap, tidak ada pembicaraan lagi saat perjalanan berlangsung. Namun, lirikan mata Irza terus saja terulang. Meski ia tidak bicara, meski matanya fokus ke arah jalan, tapi pikirannya tetap tertuju pada istri yang ada disebelahnya.

Sementara itu, Asha hanya diam saja. Wajahnya terus mengarah ke samping, arah di mana sisi jalan raya yang lainnya bisa ia lihat.

Sha tidak memperhatikan Irza. Sha juga tidak memikirkan suami gemulainya itu. Yang ia perhatikan hanyalah jalanan yang mereka lewati saat ini.

Awalnya, Sha tidak menyadari ke mana arah mobil itu bergerak. Namun, perlahan ia sadar, semakin lama, jalan yang ia lewati semakin terasa asing. Lalu, saat mobil berhenti di depan sebuah apartemen mewah, wajah bingungnya semakin terlihat.

"Za. Kok kita ke sini?"

"Ha? Ada apa, Sha?"

"Kita, kok berhenti di sini?"

"Asha lupa? Kita akan tinggal di sini mulai sekarang."

"Ha!"

Ekspresi terkejut yang Sha perlihatkan membuat Irza merasa bingung. "Ke-- kenapa, Sha? Gak mau tinggal di sini ya?"

"Ah, bu-- bukan. Bukan itu. Maksud aku ... ha ... aku lupa. Lupa kalau kita akan tinggal di sini." Sha beralasan.

Sungguh, dia sebenarnya sama sekali tidak tahu kalau mereka akan tinggal di sana. Entahlah. Entah kapan ia melewatkan hal itu, dia juga tidak sadar. Maklum, hal seputar Irza memang sering kali ia abaikan. Tidak terlalu ia anggap penting akan apapun yang Irza katakan padanya.

"Ha ... itu, ayo kita masuk sekarang," ucap Asha pada akhirnya.

"Iya .... " Irza berucap pelan. Wajahnya sedikit berubah.

Apartemen mewah pusat kota memang tempat tinggal yang elit. Namun, apartemen tetaplah apartemen. Tidak seluas rumah, bahkan tidak punya dua kamar di dalamnya.

"Ini ... tempat tinggal kita yang sekarang, Za?" Asha bertanya tanpa menoleh saat mereka sudah ada di dalam apartemen tersebut.

Irza mengangguk mantap meski ia sadar kalau Asha tidak melihatnya sedikitpun. "Iya, Sha. Ini tempat tinggal kita. Kenapa? Terlalu kecil ya, Sha?"

"Nggak juga. Gak, maksud aku bukan soal ukuran tempatnya. Melainkan, soal kamar tidur yang hanya ada satu-satunya saja di sini."

"Za, kamarnya cuma satu. Gimana ... caranya kita berdua tidur?"

Ucapan itu malah membuat Irza menarik senyum kecil di sudut bibir.

"Aku bisa tidur di sofa, Sha. Kamu tenang saja. Kita gak perlu berbagi ranjang jika kamu gak mau. Jangan terlalu terbebani, Asha."

"Tapi-- "

"Ee ... sebenarnya, mama minta aku pilih tempat tinggal yang mana yang mau kita tempati setelah kita menikah. Mama kasi tiga pilihan. Yang pertama vila besar di ujung kota. Yang kedua, rumah mewah di perkomplekan elit yang ada di pusat kota. Terus, yang ketiga ya apartemen yang saat ini kita datangi."

"Ya ... aku pilih apartemen ini karena aku pikir, kita hanya berdua saja, gak butuh vila atau rumah mewah untuk kita huni. Setidaknya, untuk saat ini. Tapi, jika kamu mau, kita bisa pindah, Sha. Kita bisa tinggal di vila atau rumah mewah. Kamu tinggal bilang saja ingin yang mana."

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!