NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Bandung tidak pernah ramah bagi kantong seorang perantau. Di usianya yang menginjak 23 tahun, Yasita Humaira harus memutar otak setiap akhir bulan. Demi mengirimkan rupiah untuk Ayah dan Ibunya di kampung, dia rela menahan lapar dan berhemat sedemikian rupa. Yasita sadar diri; dia bukan wanita sholeha, bukan pula muslimah taat yang rajin beribadah. Shalatnya masih bolong-bolong, penampilannya biasa saja. Jauh dari kata sempurna.

​Beruntung, di kota ini dia memiliki Zulaikha—sahabat dekat seumuran yang bak langit dan bumi dengannya. Zulaikha adalah definisi wanita idaman: keturunan Arab-Indonesia dengan mata tajam yang indah, selalu anggun dengan gamis dan hijab lebar yang menjuntai. Tak hanya cantik, Zulaikha adalah putri dari pemilik Mandra Bros J, raksasa industri pakaian muslimah dan perhiasan emas tempat Yasita mengadu nasib. Namun persahabatan itu putus ketika sebuah Tawaran Dari Umi laila Ibu Zulaikha memintanya menjadi istri kedua Ayah Zulaikha yaitu Jalal Ash-Siddiq....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Sudah siap, Sayang?" tanya Jalal dengan nada suara yang teramat lembut.

​Aku mengangguk mantap dengan senyuman lebar.

​"Yeyyy! Bapak, kita mau jalan-jalan lagi kah?" tanya bocah kecil di gendongannya dengan raut wajah yang sangat girang.

​"Iya, kita mau jalan-jalan, sambil mandi-mandi di air terjun nanti," jawab Jalal sembari tersenyum hangat, mengacak pelan rambut putra kecilnya.

​Jalal kemudian mengalihkan pandangannya ke arah asisten kepercayaannya. "Rud, kamu bawa mobil yang hitam ya. Saya mau pakai yang putih," ucap Jalal memberi instruksi.

​Begitu kami melangkah ke sisi lain halaman, langkah kakiku seketika terhenti. Mataku terbelalak kaget saat melihat sebuah mobil SUV berwarna putih mengkilap dengan bodi yang teramat gagah, kokoh, dan berkelas terparkir anggun di sana.

​TOYOTA SEQUOIA CAPSTONE!

​'Gila... ini mobil mahal sekali, Ces!' batinku menjerit histeris di dalam hati.

​Otakku langsung otomatis membayangkan nominal uang di atas satu miliar rupiah lebih yang sebentar lagi akan kunaiki. Memang suamiku ini statusnya sudah bukan kaya lagi, tapi sudah masuk level SULTAN ABIS!

​"Bapak... Bapak yakin kita mau jalan-jalan pakai mobil ini?" tanyaku ragu, menatapnya dengan pandangan tidak percaya.

​Jalal menoleh ke arahku, lalu menganggukkan kepalanya dengan santai tanpa beban. Pria matang itu perlahan berjalan mendekat, lalu membukakan pintu depan mobil dengan sikap gentleman, mempersilakan aku untuk masuk dan menaikinya terlebih dahulu.

​'Ya ampun... tempat duduknya empuk dan nyaman banget...' batinku lirih takjub begitu bokongku menyentuh jok kulit premiumnya.

​Jalal kemudian memutari moncong mobil, ikut masuk ke kursi kemudi, lalu dengan hati-hati memindahkan Jayan ke dalam pangkuanku. Setelah memasang sabuk pengaman, dia menatapku sekilas.

​"Oke, kita berangkat..." ucap Jalal lembut.

​Mobil SUV hitam yang dibawa oleh Rudi bergerak jalan duluan memimpin di depan, sembari membunyikan klakson pendek sebagai tanda perpisahan. Setelah itu, suamiku dengan sangat mudah menyalakan mesin mobil putih raksasa ini. Suaranya terdengar sangat halus hampir tak bersuara. Mobil pun perlahan melaju mulus, membaur masuk ke atas jalan aspal yang mulai padat oleh pengendara lain di pagi hari.

​Di sepanjang jalan raya, aku mendadak merasa kurang nyaman. Pasalnya, hampir setiap pasang mata orang-orang di pinggir jalan dan pengendara motor menatap heboh ke arah mobil mewah yang dibawa oleh suamiku ini. Di kampung seperti ini, mobil jenis ini jelas menjadi pemandangan yang sangat langka.

​"Duh, Pak... Saya mendadak merasa seperti jadi artis dadakan kalau begini caranya," ucapku berbisik risih karena risi terus-terusan diperhatikan orang.

​Suamiku menoleh sejenak ke arahku, lalu menyunggingkan senyuman manis yang begitu menenangkan. Tangan kirinya bergerak mengelus jemariku pelan.

​"Tidak usah dipedulikan orang lain, Yas. Yang penting, istri dan anakku nyaman di dalam," jawabnya dengan suara rendah yang teramat lembut, sukses membuat rasa gugupku menguap begitu saja digantikan oleh buncahan rasa bahagia.

"Pak... kalau perlakuan Bapak ke saya seroyal ini, saya takutnya Zulaikha makin berpikir kalau saya ini betulan perempuan matre," ucapku pelan sembari menunduk, memainkan jemari Jayan di pangkuanku.

​Jalal menghela napas pendek, lalu sedetik kemudian dia menggenggam jemariku dengan sangat erat. "Yas, kamu itu istri saya sekarang. Urusan Zulaikha tidak usah terlalu kamu pikirkan. Kalaupun dia tidak suka sama kamu, kamu masih ada saya, Yas. Saya yang akan selalu berdiri di depan untuk melindungi kamu," jawabnya tegas.

​Ucapannya yang sarat akan perlindungan itu seketika membuat mataku berkaca-kaca karena terharu.

​"Maafkan saya, ya... Saya baru bisa memberikan kemewahan dan kenyamanan seperti ini sekarang. Sementara kamu, hampir tiga tahun lamanya harus berjuang sendirian membesarkan anak kita," katanya lagi dengan nada suara yang mendadak melunak penuh penyesalan.

​Aku tersenyum tulus, lalu menggelengkan kepala cepat. "Tidak apa-apa, Pak. Yang penting sekarang Bapak sudah ada di sini, sudah melihat saya dan Jayan secara langsung. Iya toh, Nak?" ucapku, lalu beralih menatap dan bertanya pada Jayan untuk mencairkan suasana yang sempat melow.

​"Iye! Bapak kan pergi jauh untuk cari uang... Nanti Bapak mau belikan aku sepeda baru!" sahut bocah kecil itu dengan polosnya.

​Perkataan spontan dari Jayan sontak membuat kedua alis suamiku mengkerut heran. Jalal langsung memalingkan wajahnya menatapku dengan pandangan seolah bertanya, 'Memangnya selama ini saya pergi cari uang untuk beli sepeda?'

​Aku yang melihat ekspresi bingungnya langsung memberikan kode mata dan senyuman tipis, mengisyaratkan agar dia mengiyakan saja demi menjaga kebohongan manis yang terpaksa kurangkai selama tiga tahun ini. Jalal yang peka seketika paham. Sorot matanya langsung melembut menatap sang putra.

​"Oke... Nanti Bapak punya kejutan besar buat Abang," ucap Jalal menjanjikan.

​Jayan langsung menoleh cepat ke arah Bapaknya, lalu dengan heboh bertanya penuh rasa penasaran, membuat suasana di dalam kabin mobil Sequoia putih ini kembali dipenuhi tawa renyah.

​Namun, di tengah keseruan mengobrol, Jalal tiba-tiba memelankan laju mobilnya sembari mengedarkan pandangan ke luar jendela aspal. "Lorong mana yang Rudi bilang tadi, ya?" gumam Jalal dengan suara rendah, tampak kebingungan.

​"Emangnya lokasi tanahnya di desa apa, Pak? Kok sampai tidak tahu lorongnya?" tanyaku heran, ikut menengok ke luar kaca jendela.

​"Desa Marga Cinta," ucap Jalal sembari sebelah tangannya merogoh gawai di saku, berniat memeriksa kembali pesan masuk dari Rudi.

​Aku seketika terbelalak kaget melihat plang nama desa yang baru saja kami lewati beberapa ratus meter di belakang. "Loh! Kalau Desa Marga Cinta, lorong masuknya sudah lewat dari tadi, Pak!" seruku heboh.

​"Hah? Kelewat?!" Jalal tersentak kaget setengah mati, langsung mengerem mobilnya perlahan di tepi jalan. "Waduh... Si Rudi pasti sudah menunggu lama di dalam lorong itu."

​Jalal menepuk jidatnya sendiri, lalu menoleh ke arahku. "Yah... terpaksa kita harus putar balik lagi kalau begitu," katanya sembari terkekeh geli, menertawakan kecerobohannya sendiri karena keasyikan mengobrol denganku.

​Aku pun tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi pasrah di wajah tampannya. 'Dasar... pria tuaku yang lucu,' batinku berkata gemas melihat sisi lain dari sang sultan yang ternyata bisa linglung juga kalau sudah menyangkut urusan anak dan istri.

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
semangat kk cantik 👌 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
cepat sehat yaa KK cantik 😍 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cepat pulih y Thor 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!