NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:81.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelundup

"Guru di sekolah,"

Arthur mengatakan hal yang berada di luar pemikiran dari Rachel dan Lucky. Mereka berpikir anaknya itu berantem dengan anak SD, SMP, SMA, atau temannya. Namun ternyata Arthur ditampar oleh gurunya sendiri. Padahal sekolah itu merupakan TK yang bagus dan paling recomended di antara yang lainnya. Di sana juga sudah satu Yayasan dengan SD, SMP, dan SMA-nya. Namun ternyata ekspektasi Rachel dan Lucky tidak sesuai dengan realita.

Keduanya harus mengetahui dulu dari kedua belah pihak. Tidak bisa mereka menyalahkan salah satu pihak hanya karena keterangan dari Arthur. Walaupun mereka yakin jika Arthur tidak nakal, tapi tetap saja mereka harus mendengar keterangan dari pihak lainnya. Callie yang mendengar itu langsung menatap Arthur dengan tatapan tajam.

"Salah apa Kak avtul sampai ditampal? Sudah ditampal balik belum? Kalau belum, bial Callie saja yang tampal itu olang pakai tembak dol dol dol." seru Callie bertanya dengan pertanyaan beruntun.

"Salah paham," jawab Arthur membuat ketiganya bingung. Jika salah paham, ini berarti ada tindakan Arthur yang membuat guru itu menamparnya.

"Maksudnya bagaimana, Arthur? Coba jelaskan sama kami. Biar kami juga nggak salah paham dan tahu bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan bijak. Tidak seperti Callie, yang main asal mau tembak dor dor dor." ucap Rachel dengan sindirannya. Callie yang disindir pun tidak peduli. Baginya dia harus membalas tamparan guru itu dengan caranya sendiri.

Arthur pun menjelaskan dimulai dari Dani dan Faro sering mengganggu teman-temannya. Sudah dilaporkan kepada guru tapi tidak mendapatkan tanggapan karena profesi orangtua Dani dan Faro. Hingga berakhir dia yang ditabrak sengaja sampai jatuh. Kemudian dipanggil guru dan ingin menyembuhkan jari telunjuk Dani. Guru berpikir dia mematahkan jari telunjuk Dani dan berakhir menamparnya.

"Ini ndak bisa dibialkan. Olang-olang itu sudah nakal. Kita halus bemo, Kak avtul." teriak Callie tiba-tiba setelah mendengar cerita dari Arthur.

"Demo, Callie. Bemo itu nama kendaraan," ralat Lucky sambil menghela nafasnya kasar. Sedangkan Callie hanya tersenyum lebar mendengar ucapannya diralat oleh Papanya.

"Ini kamu juga salah, Arthur. Kamu main asal ambil jari telunjuk orang dan memutarnya," Lucky berpikir bahwa ini hanya kesalahpahaman semata. Namun dia tak membenarkan tindakan Dani dan Faro terutama respons guru yang langsung menampar Arthur.

"Ndak ya. Kak avtul ndak salah, kan niatnya membantu. Gimana sih Papa untung ini malah bela olanglain? Ini anaknya lho, halus dibela." seru Callie tak setuju jika Lucky menyalahkan Arthur.

"Toh sekalang yang jalinya diputal itu malah sembuh," lanjutnya.

Lucky yang diomeli oleh Callie hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan Rachel sedari tadi terdiam setelah mendengar cerita dari Arthur. Dia yang mengasuh dan mendidik Arthur sedari kecil saja belum pernah menamparnya. Namun ini oranglain malah menampar Arthur. Bahkan menggunakan jabatannya demi melindungi anaknya yang bersalah dan membiarkan begitu saja. Callie tetap menyalahkan guru dan dua teman Arthur itu.

"Kita harus menemui guru itu. Mama akan balik menampar gurumu itu biar merasakan hal yang sama," ucap Rachel tiba-tiba sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Setuju. Kita halus melawan olang-olang yang suka bully itu juga," seru Callie sambil mengepalkan telapak tangannya ke atas.

"Benar, Callie. Kita siapkan untuk besok," seru Rachel dengan antusias.

Ayo, Mama. Kita belsiap,

Bawa panci, wajan, dan minyak jelantah juga, Mama.

Mau apa mereka, Arthur?

Entah...

***

"Enak saja olang itu tampal Kak avtul. Yang boleh tampal dan mukul Kak avtul itu cuma Callie doang ya,"

Seorang bocah cilik berusia 3 tahun lebih terus menggerutu kesal karena mengingat pipi Arthur yang memerah. Dia adalah Callie yang pada tengah malam ini masih belum tidur. Malam ini Callie sedang sibuk membuat sesuatu setelah Rachel memastikan anaknya itu tidur. Padahal Callie sedang pura-pura tidur karena ingin membuat sesuatu. Callie duduk lesehan di atas karpet sambil memegang pipet dan tabung kaca. Di depannya ada beberapa botol kecil berisi cairan yang entah didapatnya darimana.

Mulutnya terus menggerutu tapi tangannya tetap bekerja. Callie mengambil beberapa cairan dan meneteskannya pada tabung kaca dengan pelan. Ekspresinya begitu serius untuk mengamati reaksi yang terjadi di dalam tabung kaca itu. Walaupun lampu di kamarnya redup, tapi apa yang terjadi pada tabung kaca itu sangat begitu jelas. Buih itu merupakan reaksi dari bahan-bahan yang dicampurkan oleh Callie. Empat cairan berwarna putih itu tercampur dan berubah menjadi warna kuning keemasan seperti minyak.

"Lasakan ini besok. Enak saja main tampal Kakakku yang tampan itu,"

"Itu dua olang yang jahat sama Kakakku dan teman-temannya, aku keljain juga lah." ucapnya sambil terkekeh geli. Callie pun segera menuangkan campuran cairan itu ke dalam sebuah botol kecil berwarna hitam.

"Simpan di dalam tas ajaibnya Callie. Ndak boleh ketinggalan ini buat bemo besok," gumamnya yang kemudian menyimpan hasil eksperimennya malam ini ke dalam tas kecilnya.

Tak sampai di situ saja kegiatan Callie tengah malam ini. Callie keluar kamarnya dengan pelan kemudian menuju ruang kerja Lucky. Beruntung ruang kerja Lucky tidak pernah dikunci karena sangat jarang yang masuk ke sana. Suasana di rumah itu begitu hening dan lampu utama lantai dua dimatikan. Tinggal lampu kecil di sudut pojok dekat ruang kerja Lucky yang menyala.

"Mengelikan sekali ini lumah. Ada lasa holol-hololnya dikit. Semua lampu dimatikan. Papa untung ndak punya uang buat bayal listlik apa ya?" gumamnya yang langsung masuk ke dalam ruang kerja Lucky. Bahkan Callie langsung menutup rapat pintunya agar jika ada yang masuk, dia bisa segera bersembunyi.

Woah...

"Laptopnya masih menyala," Callie membulatkan bibirnya saat melihat laptop milik Lucky masih menyala.

"Gimana ini naiknya ke kulsi Papa untung? Tinggi sekali sepelti halapan olangtua pada anaknya," Callie menarik sebuah bangku kecil di dekat lemari buku. Callie naik ke atasnya kemudian duduk di kursi milik Lucky.

Kasihannya Papa untung,

Callie menggelengkan kepalanya melihat apa yang ada di layar laptop milik Lucky. Itu merupakan daftar transaksi gagal untuk pengiriman senjata ke negara X. Lucky sedang pusing karena ada beberapa orang yang memblokade jalan kapal yang dibawa oleh anggota Papa Fabio. Yap benar... Ternyata Papa Fabio menurunkan bisnis di dunia bawah itu kepada Ronand. Padahal dulu Papa Fabio mengandalkan teman-temannya. Sekarang dihandle oleh Ronand dan Lucky.

"Halusnya Papa untung tuh sadal kalau olang-olangnya ada yang jadi pembeli infolmasi kepada musuh. Apa ya itu namanya? Oh iya... Penanat namanya. Papa untung nih pelu belajal lagi," gerutu Callie saat melihat apa yang terjadi. Di laptop pun menampilkan CCTV yang tengah merekam hal janggal dan itu dilihat oleh Callie. Ada seorang musuh di balik selimut alias pengkhianat dalam organisasi itu.

Lasakan ini tembakan jalak jauh dali Callie,

Dorr...

Brugh...

Yah... Olangnya pingsan atau nyawanya hilang tuh. Bialkan saja, penanat itu olang.

Kok kaya ada suara orang ngomong di dalam ruang kerjaku?

1
Atik Kiswati
paling tuyulnya sj callie tu....
Novita Sari
lw ronand sama lucky tau yang nolong callie pasti kaget
Novita Sari
😄😄😄callie....
Rai Gojess
apa Callie buat
Novita Sari
cayo callie....callie lebih berami dari mika...benar benar titisan papa fabio
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!