NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Jip militer tua milik Om Remon melesat membelah jalanan aspal yang semakin lama semakin hancur, meninggalkan area distrik kota mati Sacred Gate Hole yang biasa dijelajahi mahasiswa baru. Mereka bergerak ke arah timur laut, menuju wilayah di mana pos-pos penjagaan militer digantikan oleh barikade kawat berduri dan menara pengawas berenergi tinggi.

Di sepanjang perjalanan, langit di atas mereka perlahan berubah warna. Bukan lagi merah keunguan seperti di distrik luar, melainkan hitam kelam dengan kilatan-kilatan petir statis berwarna merah darah yang menyambar di antara awan-awan tebal.

"Om, kita sebenarnya mau ke mana?" tanya Joni, menahan guncangan jip yang menghantam lubang jalanan yang dalam.

Om Remon tidak mengalihkan pandangannya dari setir. "Kita menuju ke Pos Batas Perimeter 3. Ini adalah titik terluar yang berhasil dipetakan dan dikunci oleh Dewan Penyelaras sejak sepuluh tahun lalu. Di luar pos ini, getaran Resonance of Arcane Nexus sudah tidak stabil. Sinyal jam tangan spiritualmu bakal mati total di sana."

Joni menelan ludah. Tanpa sistem jam tangan spiritual, itu berarti tidak ada peta, tidak ada indikator HP, tidak ada ramuan instan dari inventory, dan yang paling mengerikan: tidak ada sistem respawn. Jika mati di luar batas tiga persen, tubuh mereka akan hancur dan lenyap menjadi abu dimensi untuk selamanya.

CITTTTT!

Jip berhenti mendadak di depan sebuah gerbang baja raksasa yang tertanam di antara dua tebing batu hitam. Di atas gerbang itu, belasan meriam otomatis bertenaga kristal energi bergerak-gerak, membidik ke arah kegelapan di balik gerbang.

Beberapa tentara berseragam zhirah berat dengan lambang Dewan Penyelaras segera mendekat. Setelah Om Remon menunjukkan sebuah lencana perak khusus, gerbang baja raksasa itu perlahan terbuka dengan suara derit besi yang memekakkan telinga.

"Turun, Joni. Bawa semua barangmu," perintah Om Remon tegas.

Begitu Joni melangkahkan kaki keluar dari jip, tekanan udara di tempat itu langsung menghantam dadanya seperti dihantam godam tidak kasat mata. Udara terasa lima kali lebih berat. Napasnya mendadak memburu, dan Lightning Iron Gauntlet di tangannya mendadak berderit liar, bereaksi terhadap ketidakstabilan energi di sekitar mereka.

Dzzzttt... Pof!

Layar hologram pada jam tangan spiritual Joni berkedip beberapa kali sebelum akhirnya padam total.

"Sistem penunjang kampusmu sudah mati, kan?" Om Remon berjalan mendekati Joni, melepas jaket kulitnya dan melemparkannya ke kap jip, menyisakan kaos dalam hitam yang memperlihatkan otot-otot lengannya yang penuh dengan bekas luka pertempuran. "Di luar batas tiga persen ini, kamu tidak bisa lagi mengandalkan angka level atau stat di layar. Di sini, yang menentukan kamu hidup atau mati adalah insting dan seberapa murni energi Ki yang bisa kamu resonansikan dengan alam sekitar."

Om Remon melemparkan sepasang gelang pemberat hitam legam ke arah Joni. Saat Joni menangkapnya, kedua tangannya hampir saja amblas ke tanah.

"B-berat banget, Om! Ini logam apa?!" pekik Joni. Satu gelang itu saja rasanya setara dengan bobot seratus kilogram.

"Itu Gravity Iron Tier 3, dibuat langsung dari material inti terdalam Arcane Nexus. Pakai itu di kedua pergelangan kakimu," ucap Om Remon dingin. "Latihan pertamamu dalam dua hari ke depan sangat sederhana: berlari di sepanjang lembah batu hitam di depan kita, sambil menghindari kejaran makhluk yang ada di bawah sana."

Joni melihat ke arah lembah batu di balik gerbang. Di bawah sana, di balik kabut tebal, terlihat bayangan puluhan makhluk berkaki empat berukuran sebesar singa dengan mata merah menyala dan kulit bersisik keras.

> [IDENTIFIKASI MANUAL - OM REMON]

> Nama Monster: Nexus Hound (Anjing Pemburu Nexus).

> Karakteristik: Sangat cepat, memiliki taring berlapis asam, dan kebal terhadap serangan elemen tingkat rendah.

"Kalau kamu tertangkap, taring mereka akan merobek rompi badak tanahmu dalam hitungan detik. Dan ingat, di sini tidak ada tombol respawn, Joni," Om Remon tersenyum tipis, lalu menepuk pundak Joni. "Maju sekarang, atau aku sendiri yang bakal menendangmu ke bawah."

Tanpa menunggu aba-aba kedua, Joni segera memasang sepasang Gravity Iron Tier 3 itu di kedua pergelangan kakinya. Begitu penguncinya mengklik, tubuh Joni langsung merosot ke bawah, membuat lututnya hampir menghantam tanah beton. Beratnya tidak main-main—seperti menggendong bongkahan batu meteor di setiap langkah.

​"Ingat Joni, rahasia mengalahkan berat itu bukan pakai otot fisikmu, tapi alirkan Ki petirmu ke titik saraf kaki! Selaraskan resonansimu!" teriak Om Remon dari atas peron jip.

​GRRRRRR...

​Di bawah lembah, kabut tebal bergulung. Bau asam lambung yang menyengat naik ke atas. Puluhan pasang mata merah menyala milik Nexus Hound mendadak mengunci posisi Joni. Makhluk-makhluk itu melolong parau, lalu melesat menaiki tebing batu dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

​"Sialan!"

​Joni memejamkan mata sesaat. Ia memusatkan fokusnya ke dalam dantian, menarik paksa energi petir biru dari Lightning Iron Gauntlet-nya ke bawah, mengalir pasrah menembus jalur meridian menuju kedua kakinya.

​ZZZZTTT!

​Percikan listrik biru fajar meletup dari balik Gravity Iron. Beban ratusan kilo itu mendadak terasa sedikit meringan. Joni langsung melompat turun dari tepi gerbang, mendarat di atas tanah berbatu hitam yang keras.

​BOOM!

​Begitu kakinya memijak tanah lembah, tiga ekor Nexus Hound langsung menerjang dari balik kabut. Taring-taring tajam mereka yang meneteskan cairan asam hijau siap merobek leher Joni.

​Joni melesat maju. Namun, karena berat dari gelang gravitasi itu, gerakannya sedikit tersendat. Gigi tajam salah satu hound berhasil menyerempet bahu kirinya.

​SRREEEKK!

​Rompi kulit badak tanah milik Joni mengeluarkan asap tipis saat cairan asam maut itu mengenai permukaannya. Untungnya, pertahanan rompi Tier 2 itu cukup tebal untuk menahan korosi, namun daya tahannya jelas berkurang.

​"Heh, kecepatannya gila!" Joni memutar tubuhnya di udara, memanfaatkan momentum berat kakinya untuk melayangkan tendangan berputar yang dilapisi petir.

​BRAKK!

​Tendangan Joni menghantam telak kepala salah satu Nexus Hound hingga makhluk itu terpental menghantam dinding tebing. Namun, alih-alih mati, makhluk itu bangkit kembali sambil menggelengkan kepalanya yang bersisik keras. Mereka benar-benar kebal terhadap serangan elemen tingkat rendah seperti yang dikatakan Om Remon!

​"Jangan dilawan bodoh! Lari!" gema suara Om Remon dari atas menggunakan Ki transmisi suara. "Kamu di sana bukan untuk membantai mereka, tapi untuk melatih kecepatan Resonance kakimu!"

​Joni mengertakkan gigi. Ia berbalik dan mulai berlari menyusuri labirin lembah batu hitam. Di belakangnya, kawanan anjing pemburu dimensi itu terus mengejar tanpa lelah, melompat dari satu batu ke batu lain dengan gerakan yang sangat lincah.

​Setiap kali Joni merasa lelah dan aliran Ki-nya melemah, gelang gravitasi di kakinya akan mendadak terasa seberat gunung, membuat langkahnya melambat dan membiarkan taring hound nyaris mencabik tubuhnya. Kondisi ini memaksa Joni untuk terus-menerus mempertahankan fokus dan memompa energi petirnya tanpa henti selama berjam-jam di bawah langit hitam Sacred Gate Hole.

​Dua belas jam berlalu tanpa jeda. Kulit jaket latihan Joni sudah robek di sana-sini karena sergapan asam, keringatnya mengucur deras hingga membasahi seluruh tubuh, namun ada sesuatu yang aneh yang mulai Joni rasakan.

​Setiap kali petir birunya berdenyut di pergelangan kaki, bunyi letupan listriknya tidak lagi terdengar bising. Petir itu perlahan mulai menyatu dengan getaran statis merah darah yang ada di atmosfer luar perimeter tiga persen ini.

​Joni sedang melatih teknik dasar yang paling langka bagi seorang Brawler: Arcane Movement Burst.

​"Sedikit lagi..." bisik Joni dengan napas terengah-engah, matanya menatap ujung lembah yang mulai terlihat di depan. Di belakangnya, lima ekor Nexus Hound terbesar melompat bersamaan, mengunci seluruh jalur pelariannya di udara.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!